Kehidupan Baru Sebagai Putra Bungsu Kerajaan

Kehidupan Baru Sebagai Putra Bungsu Kerajaan
Dunia Luminara


__ADS_3

Pagi lainya di dunia baru ku... Matahari bersinar menyentuh wajahku melalui jendela di balkon kamarku, udaranya sejuk tidak seperti yang aku ingat di kehidupanku yang sebelumnya.


aku melihat ke arah sebuah lukisan yang menggambarkan bumi, bulan dan matahari, matahari berada di sisi kiri bumi dan bulan berputar memutari bumi, yah itu adalah indikasi jam di dunia ini jika di lihat sekarang kemungkinan besar jam 6.30 di dunia ini.... Biasanya aku bangun lebih pagi dari ini di kehidupanku yang sebelumnya.


Tidak lama ketika aku berdiri dari tempat tidurku dan meregangkan tubuhku sebuah ketukan pintu terdengar dari pintu kamarku.


"Tuan Aldric sarapan anda sudah sampai~"


"silakan masuk" jawab ku.


Pelayan itu pun masuk mendorong trolley makanan, pelayan itu menggunakan baju pelayan seperti pada cerita cerita fantasi yang pernah aku baca di novel, hitam dan putih... Dengan celemek putih pula dan rok panjang memberikan kesan provesional dan anggun, dan cara mereka jalan juga tidak asal asalan mengingat rok mereka yang panjang.


Pelayan itu kemudian mengambil dua buah platform bundar dengan ukuran yang berbeda dengan kristal biru di tengahnya ia meletakan telapak tanganya di kristal biru itu dan platform bundar paling besar melayang dan berhenti di tinggi yang pas untuk sebuah meja, dan ia melakukan hal yang sama dengan platform yang lebih kecil dan itu juga melayang dengan ketinggian yang cocok untuk sebuah kursi, ia pun mengambil makanan dan minuman yang terdapat di trolley makanan ke platform paling besar sebelum menuju keluar pintu.


"silakan di nikmati tuan" katanya dengan sopan sebelum keluar dari ruangan itu.


Aku melihat sarapan ku, itu adalah beberapa potong roti yang segar dari pemangangan dan tiga telur mata sapi, dan juga sebuah selai jelly berwarna merah yang aku tidak tahu rasa apa.... kelihatanya seperti stroberi atau sesuatu, melihat porsi sarapan ini orang orang dari dunia ini jelas memiliki budaya yang sama seperti di orang barat di duniaku, ini sangat kecil aku tidak yakin aku akan kenyang dengan ini.... Sial aku rindu dengan nasi.


Aku mencolek sedikit sebuah selai merah itu dan menaruhnya di mulitku, rasanya sangat aneh asam, asin dengan after taste pahit apa mereka lupa menaruh gula di selai ini ?, aku sangat tidak menyukainya dan rasa rinduku dengan makanan dari dunia ku makin mendalam ku rasakan.


Dengan cepat aku memakan sarapan itu dengan mengabaikan selai aneh itu.... Dan yah aku tidak kenyang sama sekali, sudahlah lagi pula aku tidak biasa sarapan di kehidupan ku yang sebelumnya, walau aku harung mengingat ini bukan tubuh original ku, terkadang aku kaget sendiri melihat ke arah cermin karena aku lupa tubuh ku telah berganti...


Tidak lama setelah aku sudah selesai pelayan yang sama masuk dan mulai merapihkan semuanya, di saat itu juga rasa penasaranku menang.


"um... Selai merah itu di sebut apa yah" aku tahu ini pertanyaan bodoh kemungkinan besar selai itu adalah hal umum di dunia ini dan aku akan di pandang aneh karena tidak mengetahuinya.


"ah iya ini selai yang di impor langsung dari Eldoria dari buah bernama Zyzmaroon, apakah anda menyukainya ?"


Aku tidaka akan mengeja itu


"eh... Um.... Aku kurang menyukainya rasanya tidak untuk lidah ku.... Bisakah lainkali bawakan saja aku mentega seperti biasanya ?"


"ah, tentu yang mulia saya akan memberikan info ini kepada kepala dapur"


Setelah pelayan itu selesai merapikan meja makan, aku mengizinkannya pergi dengan mengucapkan terima kasih. Aku merasa lega bahwa keingintahuanku terjawab dan akan ada perubahan pada sarapanku di masa mendatang.


Sudah 2 minggu aku berada di dunia ini banyak hal yang aku pelajari tentang dunia ini, hal yang paling aku tahu adalah seberapa aku tidak tahunya dengan dunia ini, aku ingat pertama kali aku sampai di dunia ini... Aku sangat linglung dan bingung... Dan juga shok karena aku masih ingat bagaimana aku mati tapi aku memutuskan untuk mengikuti arus dari dunia ini berharap bisa berbaur.


Aku adalah putra bungsudan aku tidak memiliki sihir, di dunia ini sihir adalah hal umum dan di miliki semua orang, seseorang yang tidak memiliki sihir sepertiku di hitung sebagai disabilitas terburuk, karena tidak peduli kecacatan apa yang ada di tubuh seseorang jikahalnya ia memiliki sihir mereka pasti bisa menutupi itu tapi orang seperti ku... Hanya bisa pasrah.

__ADS_1


Walau aku tidak peduli dengan hal itu yah memang di sayangkan aku tidak memiliki kesempatan untuk melakukan rampalan mantra atau sesuatu yabg keren lainya, tapi aku telah hidup selama 29 tahun tanpa sihir dan aku tidak memiliki masalah dengan itu dan lagi pula orang orang malah merasa kasihan padaku, Aku tidak terlalu suka dengan rasa kasihan itu, tetapi aku juga merasa aman karena aku tahu bahwa pasti akan ada orang-orang yang siap membantuku mengatasi keterbatasanku.


Sebagai putra bungsukerajaan tanpa kemampuan sihir, menjadi raja adalah sesuatu yang mustahil bagiku. Kakakku, Cedric, sangat cocok untuk memegang posisi tersebut. Bagiku, tidak ada alasan untuk menjadi seorang raja jika aku bisa hidup dengan aman dan nyaman. Aku tidak memiliki tanah atau tanggung jawab yang besar di sini, kecuali menjaga nama keluarga. Mungkin itulah peran terbaik yang bisa aku jalani...


Namun, sebagai seorang raja, pasti ada orang-orang yang berusaha menjatuhkannya. Aku merasa khawatir bahwa aku akan menjadi kambing hitam dalam skenario semacam itu. Jika Cedric, kakakku, terbunuh, ada kemungkinan bahwa kecurigaan akan jatuh padaku. Mengapa aku merasa demikian? Mungkin karena pengalaman membaca novel dan mempelajari sejarah, di mana anak bungsu seringkali menjadi kambing hitam dan dituduh atas segala sesuatu. Satu-satunya cara yang terlintas dalam pikiranku adalah dengan membangun hubungan yang baik dengan saudara-saudaraku. Aku harus menunjukkan bahwa aku tidak memiliki perasaan iri terhadap Cedric ataupun saudari-saudariku yang lain.


Aku membuka pintu balkon yang aku kira terbuat dari kaca namun aku sadar itu terbuat dari semacam kristal karena cahaya ter distorsi saat melewatinya, aku melihat ke luar sebuah kota layaknya yang ada di fantasi fantas dan aku berada di tengah tengah nya, terlalu jauh untuk melihat apa yang orang orang lakukan di bawah sana namun aku tidak berani mendekat ke ujung balkoni.... Aku takut tinggi, dan kamar ku sangat tinggi di udara entahlah rasanya awan bisa sampai di sini dan aku tidak berani melepas gagang pintu balkon.


Ketika aku sedang melihat lihat tiba tiba angin yang kuat menabrak ku aku panik walau aku tahu angin itu muncul karena ketinggian istana ini.


"nope, nope, nope, f*uck that"kataku sambil masuk kembali ke kamar ku... Lagi lagi inggris ku keluar aku tidak tahu kenapa dan sejak kapan kebiasaan ini muncul ya sudahlah.


Kemudian aku melihat ke dalam sebuah lemari di kamar ku dan mengambil sebuah buku, dan mulai membacanya di atas tempat tidurku, buku ini bertema tentang sihir, yah aku tidak memilikinya tapi mempelajarinya mungkin bisa mengeluarkan aku dari sebuah masalah atau memahami batasan sihir lebih baik, mungkin ini hanya lebih ke rasa penasaran ku bagaimana sihir berfungsi di dunia ini.


ketika di tengah tengah membaca buku aku mendengar suara ketukan pintu lagi dari pintu kamarku.


"silakan masuk"saut ku.


pintu pun terbuka, itu adalah kaka ku pangeran Cedric, aku langsung berdiri dan menyapanya.


"kaka !, apa yang kamu lakukan di sini ?"


Cedric ia menggunakan full armor body yang terbuat dari baja yang aku tidak ketahui, memiliki warna silver dan juga sangat berkilau, tubuhnya juga terlihat bagus ia terlihat gagah dan sangat terhormat, walau cara bicaranya memang sedikit dingin.


"ayahanda dan ibunda memanggil kita semua untuk pertemuan keluarga, kamu tidak sedang sibuk kan ?"


"tentu tidak, aku bosan seharian di kamar sedirian"


"baiklah ayo"


Aku pun mengikuti kaka ku berjalan melalui lorong istana, aku juga menyadari seorang ksatria perempuan di belakang ku, jika tidak salah namanya adalah Livia ia adalah pendamping dari pangeran Cedric, aku tidak terlalu memperhatikanya karena aku tidak ingin menjadi untuk bersikap tidak sopan padanya, jadi aku tidak terlalu mengingat visual nya.


Aku berjalan sedikit tertinggal oleh kaka ku karena aku tidak tahu jalan aku menbiarkanya menuntun ku ke manapun tenpat pertemuan keluarga itu.


aku juga terpesona oleh keindahan istana ini. Lorong-lorong yang dilalui oleh kedua kakiku terhiasi dengan ornamen-ornamen megah dan lukisan-lukisan yang menggambarkan kisah-kisah heroik dari masa lalu. Aku merasa seperti berada di dalam sebuah karya seni hidup yang nyata.


sesampainya di ruangan itu aku sudah bisa melihat raja... Maksudku ayah ku bersama dengan istri- ibu ku, si sana juga sudah ada kedua saudari ku duduk di bagian kanan, ayah dan ibu ku duduk di bagian ujung lain meja, dan ada dua kursi di bagian kiri di mana Cedric dan aku duduk.


Kami berdua pun duduk, akupun menyadari sesuatu para pelayan di ruangan ini jelas berbeda dengan yang aku temui di sepanjang jalan ku ke sini, mereka bersenjata dan memiliki perlindungan seperti plat dada baja, sarung tangan besi, dan rok panjang mereka memiliki plat baja yang menggantung oleh rantai dsri pinggang mereka jumlah mereka ada enam di setiap sisi ruangan, mereka jelas sesuatu yang lain aku ingin tahu siapa mereka... Atau apa mereka itu.

__ADS_1


"baiklah mari kita mulai rapat ini anak anak ku, jadi alasan aku memanggil kalian semua ke sini adalah untuk membicarakan siapa yang akan menjadi penerus ku" kata raj- ayah ku


Ini dia baiklah ini saat yang tepat untuk membuat hubungan yang baik.


"baiklah kalau begitu kita harus membicarakan ini dengan serius" kata Cedric dengan tegas.


Namun semua mata melihat ke arah nya seakan itu sudah jelas bahwa ia lah yang harus menjadi penerus ayah mereka.


"kenapa kalian melihat ku seperti itu ?"


"ayolah kaka !, bukan kah sudah jelas kamu adalah penerus ayahanda" kata salah satu saudari ku jika tidak salah namanya Celestia.


"iya sudah sangat jelas" si tambah lagi oleh saudari ku yang lain namanya adalah Seraphina.


"k-kalian !, kita harus membicarakan ini dengan serius dan berpikir dengan benar" kara Cedric.


"yah menurut ku Cedric memang cocok untuk meneruskan kedudukan ku saat ini" kata ayah


"a-ayah ta-tapi"


"iya ibu juga setuju, lagi pula kamu yang paling kuat di antara saudara dan saudari mu yang lain"


"i-ibu juga !, dengarkan aku kalian... Aku tidak pernah memimpin sesuatu, mungkin satu atau tiga orang namun seluruh kerajaan tidak mungkin, aku bahkan belum pernah memimpin sebuah pasukan" kata Cedric menunjukan rasa ragu yang ia miliki.


"kaka, jika cara berpikirmu seperti itu kamu tidak akan pernah memimpin sesuatu, semua di mulai dari nol dan ini adalah salah satu kasusnya, aku yakin kamu bisa" kata ku berusaha menyemangatinya.


Cedric diam sebentar sebekum berdiri dari kursinya.


"baiklah aku akan menerimanya"


Rasa senang bisa terlihat di wajah ayah ku.


"baiklah rapat ini aku nyatakan selesai, huuuh.... Aku tidak berpikir ini akan berjalan selancar ini"


"sukurlah" kata ibuku


"ayah boleh kah aku kembali ke kamar ku ?" kataku


"oh tentu silakan"

__ADS_1


Aku pun yang pertama keluar dari ruangan itu, saat sudah di luar ruangan itu aku mulai berusaha menafigasi jalan yang sebelumnya aku lewati menuju kamarku, aku yakin aku tidak akan tersesat.


__ADS_2