Kehidupan Baru Sebagai Putra Bungsu Kerajaan

Kehidupan Baru Sebagai Putra Bungsu Kerajaan
perang tanpa harapan


__ADS_3

Aldric berada di celestial realm bermain catur dengan Eda dan melihat dari situasinya Eda benar bensr tepojok, pion Aldric sudah maju sangat jauh dan strukturnya saling melindungi dan Eda terlihat bingung harus apa.


Eda akhirnya membuat gerakan dan Aldric membalasnya dengan fork kuda kepada raja dan ratunya, Eda yang melihat itu kaget dan harus mengorbankan ratunya, namun ia sudah tahu ia akan kalah dan mengakui kekalahanya.


"yey ! 10-2" ucap Aldric dengan senang Eda pun tersenyum lalu melihat ke arah papan catur "aku tidak menyangka cara mu bermain sangat lah agresive..." Alric mengangguk "ya selama aku tidak blunder itu tidak masalah kan ?"


Eda tertawa "ahahah... Kamu benar.... Oh iya Aldric kamu sudah dengar keadaan Solantia dengan negeri Thier ?" Aldric mengangguk "aku benar benar tidak paham apa yang terjadi, tetapi setelah sang raja di gantikan anaknya sepertinya keadaan negeri itu memburuk... Bahkan sekarang mereka nekad berperang dengan Solantia"


Eda mengangguk "apa kamu akan ikut perang ?" Aldric berpikir sebentar Aldric dan Seraphina sedang ada di zona Xyronthia dqn Celestia semua pasukanya terdiri dari penyihir jadi tidak mungkin...


Ayahnya juga sudah mengirim pesan kepadanya untuk memimpin perang "ya aku tidak punya pilihan kaka kaka ku tidak bisa ikut jadi mau bagaimana lagi ?" Eda tersenyum senang "baguslah seharusnya itu tidak akan menjadi perang yabg sulit..." Aldric mengangguk "ya... Aku harap begitu.... Bagaimana dengan ronde ke 13 ?" Eda mengangguk "baiklah"


Sebulan telah berlalu situasi perang berbalik karena garis depan Solantia di paksa mundur di karenakan negeri Thier memiliki beberapa ekor naga yang superior di udara, dan mereka berhasil menguasai sebuah kota di saat ini juga Aldric dan beberapa jendral menuju area perang.


Jendral perang lainya adalah Livia dan Edin dan mereka telah membagi tugas, Edin akan menuju tengah, dan sisanya Aldric menuju sisi kiri dan Livia sisi kanan, namun pertama mereka harus mengambil alih kembali kota yang telah di kuasai negeri Thier.


Siege di mulai dan pasuoan negeri Thier sudah terkepung dengan Dark Iron Cluster yang melindungi penyerang, pasukan Solantia kelihatanya menang dalam situasi ini sampaj 10 ekor naga yang di tunggangi penunggang naga mulai menyerang, mereka menyemburkan api dan menukik untuk menyerang.

__ADS_1


Melihat ini Aldric melihat kesempatan "kita butuh Heavy !" 5 orang menagmbil 5 crossbow raksasa dan jelas terlihat berat, itu terbuat dari besi dan kayu dengan pembidik kayu dan benang, dan mereka membidik para naga yang bertebangan dan mulai menembak.


Seketika para penunggang naga terjatuh karena tertembak oleh bolt yang begitu kuat menembus armor dan daging mereka, dalam waktu singkat 7 naga kehilangan kendali dan kabur karena kehilangan pengendalinya.


Sisanya di bereskan dan melihat kesuperioran udaranya di hancurkan dengan cepat pasukan Thier di balik benteng kota itu menyerah dan di perlakukan sebagai tawanan perang.


Setelah mengamankan kota Aldric menyadari sesuatu dan menanyai salah satu pasukan dari negeri Thier di sana "apa ini ?... Di mana kereta suply kalian ?" pasukan Thier mengelengkan kepalanya sambil menunduk "kalian tidak di beri suply sama sekali ?"


"sang raja bilang kami bisa menjarah desa atau bahkan alam dalam perjalanan kami.." Aldric lalu melanjutkan "apa dia mengajari kalian cara memanfaatkan alam ?" ia mengelengkan kepalanya, dan di lihat dari posture tubuh mereka, bereka bukan tentara terlatih bahkan jendral mereka adalah pasukan dengan pangkat rendah.


Apa apaan ini ini adalah strategi napoleon yang salah... Yah mereka cepat tetapi mereka memukul layaknya anak kecil... Pasukanya tidak terlatih sama sekali bahlan tidak tahu cara memanfaatkan alam pikir Aldric sambil melihat kondisi persenjataan negeri Thier yang bobrok.


(konteks: strategi napoleon itu tidak mengandalkan kereta suply yang di bawa namun memanfaatkan alam sebagai sumber makanan membuat mereka bergerak dengan cepat dan mudah melakukan flank dan memukul lawan dengan keras)


Ke esokan harinya mereka dengan mudah mengambil kembali tanah Solantia dan sampai di perbatasan di situ mereka berpisah untuk menguasai posisi strategis yang bisa di ambil.


Dan akhirnya pasukan Aldric memutuskan untuk membuat camp dan beristirahat, namun pada sore harinya mereka mepihat musuh dari kejauhan mendekat, pasukan Alddic berjumlah 4.000 dan pasukan lawan berjumlah 6.000 kelihatanya mereka percaya bisa menang.

__ADS_1


Namun perlengkapan mereka dan formasi mereka terlihat tidak meyakinkan, Aldric langsung meminta para pemanah untuk menembaki mereka dari jarak 250 meter, karena Aldric tahu lawan akan langsung mundur begitu mengetahui kesuperioran pemanahnya.


Ketika mereka sudah pada jarah anak panah di lepaskan, lawan yang kaget dengan jangawan busur pasukan Aldric langsung panik dan menaikan peridainya namun itu percuma karena anak panah itu menembus perisai dan armor mereka membunuh dan memberi luka dalam kepada mereka.


Suara letupan setiap anak panah di lepas bersama dengan letupan ketika mengantam perisai dan armor lawan entah mengapa sangatlah memuaskan.


Pasukan lawan langsung mundur secara tidak teratur mereka tidak mempertahankan formasinya Aldric yang melihat ini mengirim kalvari Silver lance dan leier untuk menyerang lawan.


Mengetahui mereka di kejar lawan harus memlakukan sesuatu mereka membuat formasi untuk menahan kalvari lawan, namun kebanyakan pasukan Thier kabur tunggang langgang mengakibatkan kekacauan.


Pemimpin pasukan Thier kesulitan mengatur pasukanya namun berhasil membuat formasj dan mereka siap di tabrak oleh pasukan Silver lance dan pasukan leier, namun mereka terkejut karena secara tiba tiba kalvari yang mendekati mereka menembakan panah ke arah mereka lalu mundur, mereka lalu mengisi ulang dan kembali maju.


Hal ini memukul pasukan Thier lebih keras dari pada yang seharusnya, barisan belakang yang melihat barisan depan di lululantahkan langsung panik dan mereka mulai berlari, namun mereka langsung di panah siapapun yang keluar dari formasi langsung di panah, begitu juga yang mencoba menyerang para kalvari.


Akhirnya para kalvari memutari pasukan musuh sambil menembaki mereka, tidak ada ampun pasukan Thier tidak bisa kabur mereka terkepung dan di dominasi oleh pasukan kalvari ringan milik Aldric sampai bendera putih di kibarkan oleh salah satu pasukan Thier anak panah berhenti di tembakan namun pasukan kalvari masih berlari memutari mereka sampai pasukan utama datang.


Tidak ada satupun yang kabur semua terbunuh atau di tangkap, Aldric dan pasukan utamanya sudah sampai tapi ia menyadari hal janggal lainya Aldric menginpeksi mayat dan pasukan yang masih hidup... Mereka semua adalah pasukan jarak dekat... dan sama... Pemimpin mereka adalah pasukan berpangkat rendah... Tidak ada pemanah maupun penyihir Aldric menjadi khawatir karena kekuatan sesuangguhnya dari lawan belum ketahuan mereka terus mengirim infantri sampah siapa tahu mereka punya rencana untuk memutar balik keadaan jadi dia harus lebih berhati hati...

__ADS_1


__ADS_2