
Aldric berada di kantornya sudah 3 minggu Miriel pergi ke ibu kota kabarnya ia sudah kembali ke kerajaan Arrely sukurlah... Walau begitu pikiran Aldric benar benar bingung... Apa yabg terjadi padanya ?.
Ia paham soal moralitas manusia layaknya dirinya namun saat ia mengambil nyawa orang lain rasanya itu sangat gampang ia bahkan tidak mendapat efek psikologis jangka panjang seperti Miriel, padahal Miriel adalah elf yang sudah hidup lebih dari 100 tahun.
Ia merasa dirinya bukan lagi manusia dengan moralitasnya saat ini, Aldric menarik nafas entah mengapa ia merasa stress hanya memikirkan kondisi mentalnya itu.
Andy masuk ke dalam kantornya dengan permisi "tuan, petualang yang sedang melakukan misi mereka menemukan rombongan penjual budak di area kita, mereka sedang menahan mereka apakah kita harus bergerak ?"
Perbudakan sudah ilegal sejak ribuan tahun namun praktisnya masih di lakukan, ya mau magaimana lagi selama seseorang tidak melihat orang lain setara dengannya perbudakan akan selalu ada, Aldric sudah mendengar banyak beritanya biasanya para budak akan di gunakan untuk kerja rodi atau menjadi mainan.
Aldric langsung mengeluarkan kristal putih dari mejanya "di mana lokasinya tadi ?" Andy mengangguk "di sisi barat kota" Aldric mengangguk "aku sudah mengurim pasukan ke sana seharusnya mereka sudah di jalan.
Andy mengangguk "ngomong ngomong tuan bagaimana anda bisa dapat begitu banyak kristal komunikasi ?, bukanya mereka hanya bisa di temukan di negeri Slushin ?, dan juga mereka membatasi jumlah penjualanya setiap tahun"
"aku punya koneksi tenanglah" Andy terlihat lebih tenang "sukurlah kalau begitu, saya hanya memastikan" Aldric paham dengan kekawatiran Andy "tidak masalah, bisa tolong siapkan cleric, makanan dan minuman untuk para budak yang akan datang ?, aku baru mendapat informasi pengamanan budak telah selesai"
Andy mengangguk "baik tuan saya akan laksanakan" ia pun pergi keluar kantor Aldric, Aldric kemudian mendengarkan kembali dari kristal apa yang harus di sampaikan.
leier lalu menginformasikan dari kristal tersebut bahwa mereka telah menyelamatkan dan mengamankan 4 kereta kuda 3 di antaranya membawa budak berjumlah 15 di kurungan besi, keadaan mereka tidak begitu baik, di kereta kuda ke 4 di sisi lain... Adalah seorang chimera, ia terlihat ketakutan dan trauma leier rasa ia butuh pertolongan cepat, ia harap chimera ini tidak mengalami perubahan emosional di tengah jalan.
Aldric sedikit bingung chimera ?, bukankah itu makluk mitologi ?, tapi leier mengatakan ****seorang**** chimera artinya dia memiliki wujud humanoid ia merasa harus bertanya kepada Andy.
__ADS_1
beberapa waktu berlalu Andy kemudian datang kembali ke kantornya Aldric "tuan semua telah siap, kita sudah siap menerima para budak itu kapanpun" Aldric mengangguk "kerja bagus... Hey Andy apa kamu tahu apa itu chimera ?"
"...?, saya kurang tahu apa itu chimera yang saya tahu mereka adalah makluk mitikal yang langka dan itu saja yang saya tahu" Aldric mengangguk namun ia tidak puas dengan jawaban Andy "jika anda berkenan bertanya kepada orang yang lebih tahu seperti kaka anda"
"aku tidak masalah jika kita punya waktu tetapi aku tidak yakin jawaban itu akan aku dapatkan sesudah rombongan budak itu datang" Andy terlihat bingung "memangnya ada apa ?"
"mereka menemukan seorang chimera di sana kemungkinan akan menjadi budak petarung atau bahkan di gunakan dalam arena ilegal" Andy terlihat sedikit khawatir "tuan jika chimera itu di bawa ke dalam kota saya takut ia akan mengamuk"
Aldric melihat pola reaksi yang sama antara leier dan Andy mereka takut chimera itu mengamuk, artinya chimera memang kuat, Aldric pun langsung menghubungi leier dan memintanya mengirim chimera itu ke desa tentara milik leier, dan memastikan semua orang bersiap untuk yang terbutuk namun tidak menunjukan ancaman kepada chimera itu di saat yang sama.
"aku akan mengurus chimera itu Andy kamu urus para budak yang datang" Andy mengangguk, ia merasa khawatir dengan keamanan Aldric namun di saat yang sama ia tahu Aldric memiliki rencana dan melihat ke belakang rencananya belum ada yang terbilang gagal.
Beberapa jam kemudian kereta kuda berisi budak itu di amankan ke kuil mereka di sambut dengan hangat, beberapa dari mereka terlihat sangat bahagia mereka di selamatkan beberapa merasa terharu juga, namun ketika di lihat mayoritas dari budak adalah non human sepertj manusia setengah serigala, manusia setengah kucing, elf, bahkan ada ras iblis di sama.
Aldric di kereta kudanya mencari chimera, dan mendapat informasi yang ia butuhkan dokumen mengatakan bahwa chimera adalah makluk mitikal yang muncul atau di buat, walau begitu chimera yang di buat membutuhkan proses yang menyakitkan dan mengerikan, sementara chimera yang muncuk biasanya muncul karena alasan yang sulit di jelaskan biasanya mereka muncul ketika perang besar terjadi.
Ciri chimera asli adalah memiliki dua warna mata berbeda dan juga memiliki kendali penuh terhadap tubuh dan kekuatanya, mereka juga memiliki sebuah tato simbol di leher mereka, setelah itu Aldric juga membaca cara mengatasi chimera itu, ia tidak sempat melihat full penjelasanya tapi ia sudah dapat ide cara menenangkan chimera.
Sesampainya di sana sebuah kereta kuda tanpa kuda berada di tengah lapangan, kurungan itu berbeda dengan kurungan yang di gunakan untuk budak biasa, yang ini lebih sempit, tidak ada celah untuk nernafas kecuali di bagian pintu, di cuaca saat ini di dalam sana pasti seperti oven pasukan leier sudah bersiap, mereka mnaruh pedang mereka di belakang pinggang mereka agar tidak terlihat oleh chimera itu.
"tuan anda sudah tiba, apa yang harus kita lakukan ?, kami tidak pernah menghadapi situasi seperti ini" Aldric mengangguk dan meyakinkan leier "suruh orang orang mu mundur, jangan terlalu jauh juga biarkan aku bicara denganya" leier terlihat tidak yakin "tuan saya tidak yakin ini tindakan yang bijak" namun sekali lagi Aldric meyakinkan leier dan itu berhasil "baiklah jika anda menginginkan itu hanya... Berhati hatilah"
__ADS_1
Aldric mempersiapkan sebuab ramuan biru di pinggangnya dan bersiap, ia membuka pintu kurungan itu di situ duduk di pojokan seorang wanita rambutnya berantakan matanya berwarna biru di sisi kiri dan merah di kanan, ia memiliki tanduk hitam berbentuk domba dan juga telinga singa di kepalanya, rambutnya berwarna kuning kecoklatan.
Ia melihat Aldric dengan penuh ketakutan, tangan kanan dan kirinya seperti monster mereka besar dan kuat, tangan kananya berbentuk seperti singa, tangan kirinya berbentuk seperti lengan monster itu keras dan jarinya adalah cakar menyala oranye.
Kakinya berbentuk sepertu manusia namun kakinya begitu kuat dan kokoh, ia sepertinya di ujung menangis, matanya berkaca kaca, Aldric langsung merasa kasihan kepadanya.
rasa takutnya itu berubah menjadi amarah dan agresi dia muali bangkit dan maju mendekwti Aldric, Chimera itu takut tapi memilih untuk maju ia kemudian melompat dengan kecepatan tinggi pada Aldric, untung Aldric berhasil menghindar leier yang melihat dari jauh benar benar khawatir.
Ketika Chimera itu melihat sekitarnya ia makin khawatir ia telah di kelilingi kemanapun ia pergi ia akan tertangkap lagi, "hey.... Tenanglah.... Jangan takut oke... Aku di sini untuk menolongmu"
Chimera itu langsung menoleh ke arah Aldric ia bergerak mendekat kepadanya dengan pelan pelan, nanun Chimera bersiap menyerangnya, Aldric tetap terlihat tenang.
Aldric tahu Chimera itu tidak akan menyerangnya kecuali ia terlihat mengancam, Chimera itu mengeram keras berusaha terlihat menakutkan namun Aldeic tetap tenang, "boleh aku mendekat ?" Chimera itu terliha takut tapi Aldric tahu ia membutuhkan bantuan.
"tenanglah aku ingin membantu mu" Chimera itu pun berusaha tenang dan menurunkan cakarnya, melihat ini Aldric mendekat perlahan mengangkat kedua tanganya menunjukan ia tidak punya apa apa, setelah cukup dekat Aldric menyadari luka di sekujur tubuhnya, dan juga ia memiliki ekor ular di bagian tulang ekornya, itu cukup panjang.
Ketika Aldric mrndekat wajah chimera itu sempat berubah dari marah menjadi sedih, "tenanglah aku tidak akan melukaimu" Aldric berusaha meraih untuknya namun Chimera itu terlalu takut ia mengigit telapak tangan Aldric gigi dan taringnya masuk dengan mudah, bisa di dengar tulang Aldric retak dari gigitan itu.
Namun Aldric tetap terlihat tenang ia malahan menggunakan tangan keduanha untuk mengelus Chimera itu "shhhh... Tenang... Tidak apa..." Chimera itu mulai menangis gigiranya mulai melonggar darah hangat milih Aldric masih mengalir "tenang jangan takut aku akan membantu mu" Aldric mengelus nya dengan lembut.
Aldric kemudian melepaskan elusan itu ia kemudian mengambil botol biru di pinggangnya "lihatlah ini" ia kemudian menyiram cairan biru itu ke tanganya dan itu sembuh walau masih ada bekas luka, "mau aku sembuhkan luka mu itu ?" Chimera itu mengangguk pelan, aldric pun mulai menyiram tempat tempat di mana chimera itu terluka, seperti kaki, ekor, lengan dan leher.
__ADS_1
Lengan Chimera itu mulai mengecil dan berubah menjadi lengan manusia normal Aldric kemudian menawarkan tanganya "ayo... Kamu pasti lapar kan ?"