Kehidupan Baru Sebagai Putra Bungsu Kerajaan

Kehidupan Baru Sebagai Putra Bungsu Kerajaan
pencapaian pertama


__ADS_3

Aldric melihat ke arah layar dan melihat ke arah Amicus ia tahu betul layar apa itu ia membaca cukup banyak novel untuk tahu apa yang terjadi saat ini namun tetap ia ingin memastikan.


"hey Amicus.... benda ini bisa apa saja ?" tanyanya sambil berinteraksi dengan layar yang ada di hadapanya, Amicus tentu saja menjawab dengan cepat "ah... Ya simpelnya itu adalah sistem yang akan bersama mu sepanjang hidupmu di dunia ini, kamu bisa mencari topik atau sesuatu dan layar itu akan memberi tahumu secara rinci tentunya yang berhubungan dengan dunia ini, dan kamu juga bisa mendapat hadiah dengan menyelesaikan pencapaian yang ada".


Aldric mengangguk ia berpikir 'sistem' ini mirip dengan novel yang ia baca hanya saja tidak menunjukan status layaknya di game namun lebih ke alat pembantu dan market ? Sepertinya ia juga bisa membeli sesuatu, ia juga pergi ke arah menu dan di situ ada pilihan pencapaian di mana banyak hal yang ia bisa lakukan dan mendapat hadiah darinya.


Amicus memperhatikan Aldric yang sedang mengutak atik layar sistem itu, walau ia tidak memiliki ekspresi ia terlihat senang dengan rasa penasaran yang di tunjukan oleh Aldric realita hitam yang menyelimuti mereka perlahan hilang dan ruangan terlihat seperti sebelumnya, walau begitu Amicus belum pergi.


"jadi... Ada lagi yang ingin di tanyakan ?" tanya Amicus Aldric pun menjawab "ya tentu..... apa... atau mengapa aku di berikan ini semua ?, apa ada peran yang harus aku penuhi ?", Amicus kemudian tertawa kecil tawanya yang di iringi suara statik terdengar aneh "hahaha.... satu satunya hal yang harus kamu penuhi di dunia ini adalah kebahagiaan mu" Aldric melihat ke arah Amicus dengan wajah yang terbingung bingung, "itu saja ?, tidak ada lagi ?", sebelum Amicus menjawab ia berjalan ke arah balkon dan melihat ke arah luar, "bukankah kebahagiaan adalah tujuan makluk hidup berakal layaknya manusia ?, untuk bertahan hidup, untuk tertawa, untuk bahagia ?", sekali lagi Aldric mengelengkan kepalanya "aku tidak paham" Amicus menjawab dengan percaya diri "dari awal hal ini tidak perlu di pahami, karena dari itu kenapa tidak di jalani saja ?"


Aldric memperhatikan Amicus dengan seksama saat ia menjawab pertanyaannya. Ia merasa ada kebijaksanaan dalam kata-kata yang diucapkan manusia tv itu, meskipun mungkin sulit untuk sepenuhnya memahaminya pada saat ini.


"baiklah aku akan menjalaninya" jawab Aldric dengan serius, "bagus itulah yang aku inginkan, aku tidak peduli apa yang kamu lakukan membunuh, mencuri, bahkan jika kamu menghancurkan seluruh dunia ini !, itu adalah pilihan mu" kata Amicus entah bagaimana seakan ia menyemangati Aldric.


Aldric terkejut mendengar ucapan Amicus yang tiba-tiba berubah menjadi lebih gelap dan mencakup pilihan yang lebih ekstrem. Ia merasa bingung dan sedikit terkejut dengan pernyataan itu.


"b-baiklah.... Aku rasa... Hehehe walau aku tidak akan pergi ke sisi itu" jawab Aldric dengan canggung, "itu tidak masalah, ingat !, ini semua pilihanmu.... Oh dan satu lagi jangan menganggap dirimu spesial ada banyak orang yang bereingkarnasi dengan ingatan mereka dan sistem yang sama di luar sana".


Aldric terkejut dengan informasi yang diberikan kepadanya itu "orang lain ?!" katanya dengan sedikit shock, "tenanglah biasanya orang seperti mu yang baru bereingkarnasi pertama kali akan di kirim ke alternate yabg kosong seperti sekarang.... Biasanya juga sih jiwa yang bereingkarnasi bereingarnasi di alternate yang kosong tapi yah ada kemingkinan ada dua jiwa yang bereingkarnasi di satu dunia".


Wajah Aldric terlihat sedikit khawatir "apa aku harus waspada dengan... Yang 'lain' ini ?", Amicus kemudian menjawab dengan nada yang menenangkan walau dengan suara statik yangvia buat "kamu tidak perlu takut percayalah padaku, kamu akan paham pada waktunya"

__ADS_1


Aldric mendengarkan dengan hati-hati kata-kata Amicus. Ia mencoba menyerap semua informasi yang diberikan dan berusaha memahaminya sebaik mungkin. Meskipun masih ada banyak pertanyaan dalam pikirannya, ia merasa sedikit lebih tenang setelah berbicara dengan Amicus.


"Aku akan mencoba memahaminya seiring berjalannya waktu," ucap Aldric dengan percaya diri. "Aku akan menjalani hidup ini dan mencari kebahagiaanku sendiri. Terima kasih, Amicus, atas semua bantuan dan penjelasannya."


"tidak masal-" suara ketukan terdengar dari pintu kamar Aldric itu bukan pelayan namun kaka perempuanya Aldric Celestia, "Aldric !, kamu di dalam ?!", "t-tunggu sebentar !" Aldric panik karena kamarnya sedang berantakan bekas melempari Amicus, Aldric kemudian melihat ke arah Amicus "Amicus tolong bantu aku", Amicus melihat ke arah Aldric layar statiknya berubah menjadi hitam dan muncul emoji ;) "adios" sebelum Amicus hilang di udara tipis tidak ada jejak darinya sama sekali, sementara Aldric masih melihat ke arah tempat Amicus sebelum ia mengilang dengan wajah datar, "sial"


"Aldric !, Aldric !, buka sekarang atau aku akan membukanya" kata Celestia di luar sambil mengetuk pintu kamar Aldric lebih keras, "tunggu sebent-" sebelum Aldric dapat menyelesaikan kata katanya Celestia sudah membuka pintu kamarnya dan tentu saja Celestia terkejut bukan main seberapa berantakan kamar adiknya itu.


"Aldric !, apa yang terjadi di sini !" teriak Celestia terkejut namun ada juga nada khawatir di suaranya "a-anu..... Ta-tadi ada kecoa... Yah !, tadi ada kecoa" namun setelah di pikirkan apakah kecoa ada di dunia ini ? Pikir Aldric dengan panik.


"kecoa ?!, di kamar mu !?, aku akan mengirim prajurit untuk mengeceknya untuk sekarang ayo ikut aku, ada tamu kerajaan yang harus kita sambut", "tamu kerajaan ?" tanya Aldric dengan bingung.


Celestia mengangguk serius. "Ya, tamu kerajaan. Mereka datang untuk melakukan kunjungan diplomatik penting. Kita harus menunjukkan keramahan dan menyambut mereka dengan baik. Kamu harus segera bersiap-siap, Aldric. Tidak ada waktu untuk membuang-buang waktu."


dengan cepat Aldric mengikuti Celestia dari samping dengan sedikit terbelakang mambiarkan ia menuntun jalan, Celestia yang memperhatikan prilaku adiknya ini ia menarik tangan adiknya dengan lembut membuat mereka berjalan sejajar, "Aldric dengar kita ini keluarga jangan berpikir kamu itu di bawah ku Seraphin, ataupun Cedric oke ?" kata Celestia dengan kembut suaranya penuh dengan perhatian namun Aldric terlihat kurang paham dengan pesan yang di berikan Celestia.


Aldric mendengarkan kata-kata Celestia dengan seksama. Ia merasa tersentuh oleh perhatian dan kehangatan kakak perempuannya. Meskipun demikian, ia masih agak bingung dengan pesan yang ingin disampaikan Celestia.


"Apa yang kamu maksud dengan 'kita setara'? Aku tidak begitu mengerti," kata Aldric dengan keraguan.


Celestia menghentikan langkahnya sejenak dan menatap Aldric dengan lembut. "Aldric, kamu adalah saudara kandungku dan anggota keluarga kerajaan yang sama. Di mataku, kita semua setara, tanpa memandang peringkat atau jabatan. Aku tidak ingin kamu merasa di bawahku atau kakak-kakakmu yang lain. Kita adalah keluarga oke ?"

__ADS_1


Sekali lagi Aldric tidak mengerti namun ia berusaha menjawab perkataan kaka oerenpuanya itu "y-ya t-tentu" nada bicaranya penuh dengan ketidak yakinan ia takut salah paham dengan kaka perempuanya itu "b-bukanya kita harus pergi ?" kata Aldric berusaha memecahkan ke canggungan yang terjadi "i-iya tentu" sekali lagi Celestia namun seperti biasa Aldric berjalan mengikutinya dari samping dan terbelakang ini membuat Celestia menghela nafasnya dari helaan nafasnya ia terdengar sedih.


sesampainya di tujuan Aldric di tuntun oleh para pelayan ke sebuah ruangan, ruangan itu adalah ruang ganti khusus dan pakaian yang sudah di siapkan untuknya, ia bergegas menggunakanya, ia menggunakan pakaian mewah berwarna biru hitam dengan beberapa aksesoris emas, namun hal yang paling mencolok adalah warna ungu yang ada di bagian bahu, kerah, dan garis dadanya karena itu adalah warna yang mahal di dunia itu.


ia pun melihat ke arah cermin ia terlihat sangat cocok dengan pakaian itu ia pun keluar dan para pelayan langsung menghampirinya menyemprotkan farfum harum dan memasangkan sebuah jubah putih padanya dan juga merapihkan rambutnya sekalian, ia pun siap.


Ia pun di tuntun ke sebuah ruangan di mana semua saudari dan ayahnya menunggu mereka semua berdiri di belakang mereka adalah sofa tempat mereka duduk, di depan mereka ada meja dan sofa lainya menghadap ke arah mereka, namun kelihatanya mereka menuggu tamu yang akan datang itu jadi Aldric berdiri di sisi Celestia sama sama menunggu.


Aldric menyadari sebuah pintu di hadapan mereka yang tidak lama terbuka dan dari dalamnya keluar 3 orang, di sisi paling kanan adalah seseorang yang jelas punya kedudukan di lihat dari mahkotanya ia adalah raja, di tengahnya pasti istrinya di sisi kiri adalah puterinya ia cantik dengan gaun putih mahkotanya yang berkilau terlihat megah ia juga memegang sebuah tongkat sihir.


Mereka pun berhadap hadapan dan kelihatanya siap melakukan salam, Aldric pun berpikir ia harus membuat impresi pertama yang bagus, ketika salam di mulai kedua belah pihak menyilangkan tangan kanannya bersamaan.... Namun Aldric....


Aldric.... Ia malah menunduk salam, kedua belah pihak melihat ke arahnya ruangan seketika menjadi sunyi... Sunyi terdengar sangat keras.


Ketika Aldric mengangkat kepalanya kecanggungan malah makin meledak di kepalanya rasa malu karena salah melakukan salam, kedua belah pihakpun berusaha mengabaikan dan melupakan apa yang baru saja terjadi dan mereka pun duduk di sofa masing masing di ikuti Aldric yang duduk terakhir karena terlalu malu.


Atmosfer di ruangan menjadi agak tegang setelah insiden salam yang tidak diharapkan. Aldric merasa sangat malu atas kesalahannya dan berharap bisa mengulang momen itu dengan benar. Ia duduk dengan hati yang berdebar-debar, mencoba menenangkan dirinya sendiri dan mengikuti percakapan yang sedang berlangsung.


Tamu kerajaan itu, sang raja, ratu, dan putri mereka, tampak terkesan dengan kemewahan ruangan dan keramahan keluarga kerajaan. Percakapan dimulai, dan Aldric berusaha untuk tetap tenang dan menjaga etiket yang benar.


pembicaraan telah di mulai di antara kedua raja itu namun Aldric tidak mendengarkan ataupun memperhatikan pikiranya berada di tempat lain saat ini karena kejadian sebelumnya, ia pun berusaha fokus dan mengikuti topik yang di bicarakan.

__ADS_1


Namun layar sistem tiba tiba muncul kelihatanya tidak ada yang dapat melihat layar itu kerena mereka masih berbincang bincang, layar memiliki tulisan, selamat pencapaian pertama anda bernama "this is akward..." hadiah ada di mail dan sudah bisa di ambil.


Pada titik itu Aldric menghela nafas dan menunduk bahkan sistem seakan mengejeknya sebaiknya dia diam saja untuk saat ini, walau tanpa ia sadari putri dari kerajaan lain itu memperhatikanua dengan seksama walau tak mengatakan apapun


__ADS_2