
jika bagian pintu pertama adalah sebuah kotq dwarf, di balik pintu ke dua terdapat banyak sekali tungku pelelehan mineral seperti besi, baja dan lainya, ada juga beberapa meja kerja, anvil dan lain lain, di balik pjntu ke dua yang lebih kecil di banding pintu pertama sedikit membingungkan, mungkin ini adalah area produksi mereka para dwarf.
Aldric juga melihat beberapa barang jadi seperti besi batangan dan juga bahkan emas... Tetapi bahan seperti baja tidak terlihat kelihatanya mereka di ambil oleh para abyss untuk sesuatu... Kelihatanya abyss juga tidak mementingkan hal berharga seperti emas mereka lebih mementingkan sumberdaya seperti baja untuk pertarungan... Tapi anehnya para abyss bisa membuat armor dari energi abyss mereka... Jadi untuk apa mereka mengumpulkan baja ?.
Goedo, Aldric dan Domma sampai di pintu ke 3 pingu itu sangat besar dan terbuat dari murni adamantite, warna hijau pelangi dan mengkilap terlihat begitu indah namun juga kokoh.
Goedo berusaha mengetuk pjntu tersebut tapi suara yang di hasilkan sangat kecil mungkin karena adamantite itu dapat menyerap dan meredakan suara.
Melihat usaha nya gagal dia berteriak dengan kencang "HEY ! INI AKU GEODO ! BUKA PINTUNYA" suaranya bergema di seluruh bagian gua, pintu terbuka kecil dan sebuah mata mengintip dari cela nya, ketika melihat benar itu Goedo bersama dengan bendera meluarga kerajaan solantia dan bendera Heirbearers mereka membukakan pintu dengan lebar.
Mereka menyambut dengan senyuman lebar di wajah mereka, semua orang diam ketika sang raja dwarf itu datang sendiri namun senyuman mereka masih terlihat, sama dengan sang raja dia terlihat senang "oh terimakasih dewi Victoria telah melindungi kami dan dewi Eda untuk membuat kami tetap memiliki harapan" ucap sang raja.
Dia memiliki penampilan layaknya dwarf lain selain mahkota dan sebuah kapak emas kehijauan dan perisai hitam dengan ornamen emas, dia akan terlihat seperti dwarf biasa, dia memiliki luka sayatan kering di mata kanannya dengan battle armor yang kuat.
Goedo datang dan berlutut di hadapan sang raja "yang mulia bagaimana keadaan adik ku" sang raja mengangguk "adik mu baik baik saja, carilah dia di kuil dia pasti ada di sana" Goedo mengangguk dan bergegas pergi masuk.
Sang raja dwarf itu melihat ke arah Aldric dan Domma "saya sebagai raja dwarf berterimakasih banyak... Domma... Lama tidak bertemu" Domma mengangguk "tuan Solum... Lama tidak bertemu juga" kelihatanya Domma dan raja dwarf saling mengenal.
__ADS_1
Solum kemudian melihat ke arah Aldric "kamu.... Aldric bukan ?" Aldric mengangguk "iya itu benar tuan" Solum tersenyum "aku telah mendengar ceritamu mempertahan kan sebuah kota 1 banding 10... Itu luar biasa"'
Aldric dengan canggung "i-itu biasa saja tuan... Saya hanya mreakukan yang terbaik untuk kota itu..." Solum mengangguk "itu sudah cukup sebagai tanda bukti orang seperti spa dirimu itu... Nvomong ngomong apa pasukan yang menolong negeriku hanya segini ?"
Aldric mengelengkan kepalanya "sisanya belum datang tapi aku yakin mereka akan datang tidak lama lagi", Solum mengangguk paham dan mengangkat kapaknya ke udara "KEMENANGAN MILIK KITA AYO KITA BERPESTA !"
Di ikuti suara sorakan, tong, tong bir di kelusrkan dan langsung saja di fuangkan kr gelas besi berukuran besar dan semua orang minum, para dwarf menawarkan minuman itu juga kepada para pasukan Aldric dan Heirbearers.
Tidak lama kemudian Agnes, Credric dan Seraphina sampai bersama semua pasukanya, "Aldric ?! Kamu sudah ada di sini ?" ucap Credric kager bercampur senang mengetahui adiknya baik baik saja, Credric dan Seraohina kemudian memeluk Aldric dengan senang "sukurlah kamu baik baik saja" ucap Seraphina
Solum melihat ini kemudian datang "ah Credric... Seraphina dan juga Agnes ! Kalian datang, ayo minum minum anggap saja sebagai tanda kemenangan"
Credric dan Agnes kelihatanya tidak masalah tapi Seraphina krsulitan beradap tasi, dan Aldric tidak mau minum walau sudah di tawar oleh 30 dwarf berbeda untuk minum bersama.
Agnes datang ke sebelah Seraphina "aku tidak menyangka adikmu dan Domma akan yang pertama sampaj ke sini... Apa kamu pikir mereka yabg mrnghancurkan barriernya ?" Serapbina berpikir dan mengangguk "maksudku mereka yang pertama datang ke sini kan ? Jelas mereka yang menghancurkan barrier..."
Agnes dengan wajah sedikut sedih "aku sama sekali tidak bisa mrmberikan kerusakan kepada para bajingan itu... Mereka menggunakan perisai danging... Sialan mengapa aku tidak bisa menyelamatkan mereka..."
__ADS_1
Seraphina memahami perasaan Agnes "kami juga mengalami deadlock moral mereka menggunakan perisai danging... Aku sudah membuat keputusan untuk menyerang tetapi Credric menolak... Ia berpikir kami masih bisa menyelamatkan mereka"
"mengaoa kamu ingin menyerang bukankah itu akan meresikokan para tawanan" Seraphina mengangguk "terkadang harus ada korban di pihak yang kita tidak inginkan..."
Agnes terlihat tidak setuju dengan apa yang baru saja Seraphina katakan ia masih yakin jika saja ia lebih kuat dia bisa menyelamatkan semua orang layaknya seorang pahlawan yang ia inginkan.
Domma kemudian menghampiri mereka berdua "apa yang kalian bicarakan ?" Seraphina langsung bertanya "apa kalian yang menghancurkan barriernya ?"' Domma mengangguk "ya begitulah"
"apa mereka menggunakan perisai daging juga ?" tanya Agnes dengan penasaran Domma mengangguk "ya mereka menggunakan perisai daging", "lalu bagaimana kalian mengatasinya"
Domma diam sebentar lalu menjawab "Aldric, aku dan pemimpin dwarf itu setuju untuk tetap menyerang dan menembakan anak panah... Yah beberapa tawanan itu mati di tangan pemanah kami juga"
"Aldric setuju ?" tuanya Seraphina, Domma mengangguk "anak itu sangatlah objektif... Dia cepat berpikir dan tahu apa yang harus di lakukan... Dia juga pintar memasang flank dan melatih pasukanya... jika kalian melihst cara pasukanya bertarung kalian pasti akan berpikir mereka bisa melakukan telepati karena mereka sangat terorgsnisir..."
"lalu bagaimana dengan tawananya ? Bukankah tugas kita menyelamatkan mereka ?" ucap Agnes dan Domma menjawab "hanya ada tiga tawanan yang mati... Sisanya kami berhasil ungsikan..."
"tunggu... Mereka tidak membunuh semua tawanan ?" Domma mengelengkan kepalanya dan melihat ke arah Aldric "para abyss itu tahu kita tidak akan maju jika mereka memiliki tawanan... Tapi mereka tidak menduga kami yang akan membunuh para tawanan yang mereka tunjukan sebagai ancaman.... Aku rasa dengan begitu mereka menganggap kami tidak peduli dengan para tawanan dan hanya mementingkan kastil tersebut... Makanya mereka lebih fokus bertahan.."
__ADS_1
Domma menambahkan "di tambah lagi pasukan Aldric benar benar memukul keras kastil abyss itu.. Hahaha.... Bahkan aku tifak kehilangan satu pun Heirbearers..."
Agnes yang mendengar ini memepertanyakan dirinya sendiri bagaimana dia gagal menyelamatkan sementara mereka yang tidak benar benar ingin menyelamatkan, menyelamatkan lebih banyak orang di banding dirinya, Agnes benar benar kecewa pada dirinya sendiri deng performanya di medan tempur... Dan berharap bisa menebus dirinya sendiri.