Kehidupan Baru Sebagai Putra Bungsu Kerajaan

Kehidupan Baru Sebagai Putra Bungsu Kerajaan
the true possessed


__ADS_3

Aldric yang berada di dalam gua kecil itu mengambil nafasnya secara mental ia tidak takut tapi secara biologis tubuhnya memintanya untuk lari, untuk hidup Aldric langsug mengeluarkan pedang dari kantung sihirnya bersama dengan lantern souls, ia mengenakan jubah yang ada di dalam kantung sihirnya itu juga, ia mengantungkan lantern souls di pinggangnya, mau atau tidak hia harus bertarung sampai bantuan datang... tentunya jika mereka datang.


Sementara itu Zarah bersama kedua adiknya mengejar dengan kecepatan ringgi, mereka menggunakan sebuah alat untuk mendeteksi keberadaan Aldric, "sungguh merepotkan... Kita harus mengandalkan benda ini untuk mencarinya"


"dia tidak opunya sihir jadi hita harus mencarinya lewat energi kehidupanya, andai saja dia mendengarkan kita terlebih dahulu" bincang kedua adik Zarah "iya, ini semua salah kaka"


"kenapa aku ?" tanya Zarah mereka masih berlari "kamu terlalu mengintimidasi kita datang untuk persetujuan bukan mengancamnya" Zarah kemudian memikirkan membali tindakanya "baiklah baiklah aku salah... Sekarang cepat sebelum putri Celestia dan pangeran Credric menyadari Aldric hilanh jika mereka datang kita tidak akan bisa menang"'


"hm.... Kaka... Apa yang tadi ia seprotkan ke wajah kaka ?" di wajah Zarah terlihat ekpresi tidak menyenangkan "entahlah tapi itu membakar wajah ku"


"makanya gunakan helm mu" ejek adiknya yang lain "helm itu sangat mengerahkan aku tidak suka rasanya aku bisa pingsan karena kekurangan udara"


"kaka Aldric ada di depan kita" Zarah dan kedua adiknya memoerlambat kecepatan "kelihatanya dia diam di tempat... Dia tidak lari lagi"


"apa kakinya terluka saat dia lompat tadi ?" Zarah mengangguk "ya iti terlalu nekad ia tidak punya sihir jadi pasti itu akan melukainya"


mereka pun sampai di gua yang sama dengan yang Aldric masuki "gua ini hanya punya satu jalan keluar" Zarah mengangguk "Aldric kelaurlah kami hanya ingin bicara oke.... Tenanglah aku tidak marah dengan kejadian sebelumnya"


Sebuah sosok keliar dari gua tersebut itu adalah Aldric namun dengan jubah dan possesive mask salah satu adiknya Zarah menunjuk "jangan oikir kami tidak akan mengenali mu hanya karena kamu menggunakan topeng" Aldric sedikit kaget apa topengnya tidak bekerja ?, apa rencananya akan gagal ?.


Zarah melihat ke arah adinya itu "dasar bodoh dia jelas bukan Aldric lihatlah auranya dia berbeda" adiknya Zarah melihat dengan lebih jelas lagi "t-tapi syal nya sama"


"astaga kamu hanya melihat dari syal nya saja ?, lihat ia menggunakan topeng dan jubah apa Aldric memilikinya saat ia kabur ?"


"t-tapi energi kehidupan yang ada di area ini hanya kita dan dia" Zarah sedikit kaget dan melihat ke arah Aldric "siapa kau"


Aldric tidak ingin berbicara karena ia takut suaranya akan di kenali seketika ada sebuah nonifikasi bertuliskan biarkan sang topeng ambil alih ?, Aldric tidak punya pilihan dan menekan iya.


Seketika seluruh tubuh Aldric menjadi mati rasa ia masih dapst mendengar dan merabah tetai ia kehilangan kendali tubuh bahkan suaranya, dan ia mulai berbicara dengan suara yang bukan miliknya.

__ADS_1


"siapa aku ?, itu tidak penting tujuan kalianlah yang aku ingin tahu" suara Aldric menjadi lebih berat dan tidak lagi di kenali oleh Zarah.


"itu bukan urusan mu, di mana Aldric ?, kami hanya inginkan dia" sang tooeng berpikir sebentar "ia di dalam gua... Aku menyembunyikan kehadiranya" sang topeng berbohong dan para abyss itu mempercayainya.


"menyungkirlah kami tidak akan menyakitimu, waktu kami terbatas" sang topeng pun tertawa "hahaha oh... Ayolah... Kalian pikir kenapa aku menyembunyikanya ?, karena aku ingin menolongnya dari kalian... Jadi ?, kalian mau bertarung... Atau mundur"


"kami bertiga dan kamu sendiri, jelas kami akan menang" sang topeng sekali lagi berbicara "hahaha... Sungguh ?" tubuh Aldric pun memanggil death knight dan tormented untuk membantunya "sekarang kita setara"


"necromancer... Dengan mulitklass fighter ?, dia bukan orang biasa" salah satu adik dari Zarah memberi saran "kaka kami akan melawan panggilanya dan kaka lawan pria itu" satu adiknya yang lainpun setuju.


Zarah juga membiarkanya, sang adik pun langsung maju menarik perhatian death knight dan yang satunya menarik perhatian tormented, dan mereka bertarung di sisi lain hutan, sekarang tinggal sang topeng dan Zarah.


Sang topeng menarik pedangnya dan Zarah secara tiba tiba memunculkan sebuah pedang panjang dengan percikan energi ungu.


pikiran Zarah terfokus dalam pertarungan ia memperhatilan Aldric dengangan seksama, dsn ia langsung maju menyerang dengan kecepatan tinggi berusaha menebas lehernya, danum sang topeng sudah tahu ia akan melakukan itu, ia hanya mundur satu langkah dan hendak mengayukan pedangnya menyerang bagian bahu Zarah.


Di sisi lain sang death knight sudah menarik pedangnya siap mengahadapi lawanya "siapa... Nama... Mu ?" tanya sang ksatria kepada lawanya itu " sang wanita abys sambil memunculkan pedang dan perisainya "Morana"


"aku... Akan... Mengingat... Itu... Sekarang... Berikan... Aku... Pertarungan... Yang... Baik !" teriaknya maju dengan kecepwtan tinggi walau oedangnya itu di pegang dengan kedua tanganya ia berketak relatif cepat dan langsung saja mengayunkan pedangnya ke arah Morana.


Morana menangkis dengan perisainya perisai itu terbust dari keratin suatu makluk dan baja, ia terdorong sedikit karena serangan tersebut, namun dengan cepat ia menusukan pedang hitamnya itu ke arah dada sang death knight namun sang deaht knight tidak peduli oadahal pedang itu menancap di dadanya ia malahan menambahkan kekuatan ayunanya yang terhenti dan berhasil menghempaskan Morana.


Morana yang berada di tangah uadar langsung melihat posisi untuk mendarat dan mendarat dengan lembut di atas tanah.


Morana menggenggam perisainya erat-erat dan berdiri dengan berani. Meskipun terdorong oleh serangan yang kuat dari Death Knight, ia tidak membiarkan dirinya terhuyung. Matanya yang tajam terfokus pada lawannya yang kuat.


Ini bukan mayat hidup biasa... Ia adalah seorang ksatria, pikir Morana ia berdiri dan bersiao untuk kerakan selanjutnya.


Di sisi lain nya tormented melawan adik ke dua Zarah "namaku Velara siapa namamu" kata sang wanita abyss sambil menodongksn tombaknya "aku... Aku tidak tahu... Aku lupa siapa aku... Itu tidak penting sekarang hanya akan ada darah dan rasa sakit" seketika dari tahan di sekitar tormented muncul kawat berduri bergerak layaknya tentakel dengan ujung pisau jumlahnya ada banyak sekitar 20 Velara terlihat terintimidasi dengan semua kawat itu di tambah lagi mereka semua berkarat dan memiliki bercak darah.

__ADS_1


Velara memang bukan lah yang paling beradi di antara ke tiga saudari maupun paling kuat tapi ia harus maju untuk membuktikan dirinya kepada kakanya.


Ia berteriak maju dan tormented menyerangnya menggunakan salah satu tentakel kawatnya itu, ia berhasil menghindar tetapi ia tersayat, entah kenapa ia langsung lompat mundur begitu tersayat.


Luka sayatan itu menghitam ia menutupi lukanya sambil mengeram, apa apaan ini ?!, rasanya sangat sakit..., pikir Velara sambil bernafas berat, "menyerahlah... dan aku akan memberimu kematian yang cepat"


"jangan harap !" teriak Velara sekali lagi siap bertarung dengan tormented "jika itu yang kamu inginkan"


Di sisi lain Zarah telah menyerang Aldric berkali kali namun tidak ada yang dapat melukainya ia juga telah mengeluarkan begitu banyak mantra tetapi hasilnya tetap sama, apa apaan pria ini ?!, apa dia bermain main dengan ku ?, dia hanya membalas serangan dan tidak mengeluarkan sihir apapun... Aku harus berhati hati, pikir Zarah.


Zarah berpikir sebentar dan akhirnya ia kembali maju ia menyerang dengan seangan yang di perkuat "abyss slash"


Sang topeng menunduk namun Zarah langsung mengganti posisi tanganya mengayun kembali ke arah yang berbeda namun ayunan keduanya ini tidak sekuat yang sebelumnya dan sang topeng berhasil menangkisnya.


Zarah dengan cepat memunculkan belati di tanganya dan menusuk bahu Aldric, serangan pertama yang sukses, tetapi sang topemg juga berhasip menyerang perut kanan Zarah di mana ia langsung mundur.


Sang topeng menarik belati tersebut dari bahunya "ouch... Itu lumayan hahaha" Zarah memegangi luka di perutnya "heal" lukanya tertutup tetapi Zarah jelas terlihat lelah.


Orang ini tidak normal ia masih dapat tertawa setelah tertusuk ?, orang ini benar benar lawan yang kuat aku bahkan belum melihat ia menggunakan sihirnya sama sekali.


Sementara itu Aldric di dalam kesadaranya nerasakan tusukan itu, itu benar benar menyakitkan rasanya seperi benda keras dan dingin menusuk tubuhnya, darahnya yang mengalir dari bahunya itu secara mengerikan hangat, ayolah kak... Kapan kalian datang.


Di sisi lain di penginapan salah satu pelayan baru saja kembali dari mengantar makanan untuk Celestia, dan menemukan mayat dari pelayan yang seharusnya memberikan Aldric makananya, ia labgsung bergegas menuju Credric "tuan !, aku menemukan mayat pelayan di dapur"


"apa !, l...lalu bagaimana apa ada bukti siapa yang melakukanya" sang oelayan dengan tergesa gesa "itu bukan masalahnya tuan tetapi oelayan itu seharusnya yang mengantar makanan untuk Aldric dan aku nelihatnya masuk ke kamar Aldric"


Credric bergegas langsung berlari ke arah kamar Aldric, "Aldric !, Aldric !, kamu di dalam ?" ia kangsung saja mendobrak pintu itu, kamarnya kosong dan hanya jendela yang terbuka dan hordeng yang tertiup angin "bajingan !, kamu cepat panggil Celestia dan panggil pasukan" teriak Credric kepada pelayan tersebut "baik tuan"


"tenanglah Aldric aku datang... Jangan takut... Aku akan menyelamatkanmu"

__ADS_1


__ADS_2