
Hari yang besar telah tiba Aldric sedang berisap siap untuk berangkat ke negeru Bacchus, kaka kakanya datang ke kotanya 4 kereta kuda kerajaan bersama 2.000 pasukan elite solantia berkumpul siap untuk melindungi keluarga kerajaan.
Melihat jumlah pasukan yang sudah banyak Aldric membawa Kirill dan 250 kalvary nya sisanya masih harus melatih yang masih bertahan di camp.
Ketika mereka sudah siap Livia menjadi pendamping Aldric lagi, dan mereka naik ke kereta kuda yang sama, "tuan... Lama tidak bertemu", "ah Livia... Sudah cukup lama..."
Mereka saling sapa dan mereka pun berangkat, kereta kuda Aldric berada paling belakang dan paling depan adalah kereta kuda Credric.
"hey... Livia.... Aku dengar Bacchus bukanlah negeri yang aman... Itu... Kenapa yah ?" Livia mengannguk kemudian melihat keluar "budaya dan kepercayaan si sana sangatlah... Um... Ekstreme.... Banyak orang di eksekusi karena hal kecil... Sistem keadilan juga di sana sangatlah... Tidak konsisten, saya hanya berharap anda siap melihat orang mati... Karena akan ada banyak di sana"
Aldric kemudian berpikir sebentar... Sejauh ini budaya yang ada di solantia terlihat normal seperti dunia fantasy pada umumnya sekarang ia penasaran bagaimana Bacchus beroprasi dengan budaya yabg terbilang ekstreme itu.
melihat Aldric yang melamun Livia mengira Aldric terbebani pikiran soal Bacchus "tenang saja tuan... Jangan takut raja Belialor menjamin keselamatan tamu di luar kerajaan Bacchus jadi semua peraturan dan budaya di sana kita tidak perlu mengikutinya... Atau di hukum karenanya"
"lalu bagaimana dengan orang orang di sana ?" Aldric bertanya dengan oenasaran namun Livia melihat ini sebagai bentuk ke naifan... Tidak heran Livia melihat Aldric sebagai seseorang yang kurang pengalaman "biarkan mereka melakukan apa yang mereka ingin lakukan... Itu budaya mereka... Lagipula kita datang sebagai tamu... Dan sebaiknya jangan membuat kegaduhan sama sekali"
"baiklah... Aku akan mengingatnya.... Apa makluk celestial juga akan datang ?" Livia mengangguk "ya seharusnya ada utusan dari masing masing dewi Eda dan dewi Victoria.... Untuk siapa mereka aku tidak tahu"
Livia melihat ke luar melihat kalvari yang melindungi dan mengelilingi ketera kuda Aldric, ia merasa terkesan dengan armor dan perlengkapan yang mereka miliki untuk sebuah kota kecil di perbatasan mereka benar benar pasukan berkualitas.
"tuan jika saya boleh tanya dari mana anda mendapatkan mereka ?" Aldric berusaha mencari jawaban "ya... Um... Pemimpin mereka Kirill di depan sana... Dia teman ku... Kebetulan juga dia bisa melatih tentara jadi aku mempekerjakanya sebagai kapten dan pelatih"
__ADS_1
"apa latar belakangnya ?", "um... Entahlah... Dia tidak suka membicarakanya" Livia mengangguk dan ketika melihat lebih baik Kirill kelihatanya memiliki pengalaman melihat bagaimana formasi pertahanan yang cukup baik mungkin ia akan bicara denganya nanti.
Mereka pun melewati outpost Solantia apapun yang ada di depan akan menjadi negeri Bacchus, ketika mereka melewati perbatasan rasanya udara berubah Aldric langsung menyadari ini, Livia melihat Aldric yang menyadari perubahan udara.
"tenanglah tuan ini normal, negeri Bacchus memang memiliki udara yang lebih berat... Mana di udara juga lebih suram... Tidak heran banyak orang mati di negeri ini pertahunya"
Aldric menarik napas dalam-dalam, mencoba untuk mengatasi perubahan kondisi udara yang berat, udaranya begitu berat... Sulit di hirup... Tapi sekali tarikan nafas rasanya paru paru bisa penuh dengan oksigen, udara juga dingin begitu dingin padahal sinar matahari menjelang siang menyentuh kulitnya.
Tidak lama mereka sampai di sebuah benteng yang memiliki elemen gothic seram yang kental, di bagian pintu masuk terdapat 4 kepala iblis yang di tusuk di atas kayu, beberapa dari mereka sduah membusuk tetapi salah satu dari mereka masih terlihat segar, tanduk mereka patah sepertinya di potong secara kasar.
Aldric melihat itu dengan sedikit terkesan rasanya dunia nya berputar 180° ia bukan lagi berada di dunia fantasy namun ia berada di dunia dark fantasy.
Dia mendengarkan penjelasan Livia tentang buronan dan eksekusi yang berlaku di negeri Bacchus. Meskipun sadar bahwa ini adalah bagian dari budaya dan hukum mereka tetapi tetap saja berapa banyak orang yang mereka bunuh perharinya ?, berapa besar tindakan kejahatan di sini ?.
Mereka langsung saja masuk ke kota tersebut... Tidak itu ibu kota dari Bacchus cukup mengejutkan kapital mereka begitu dekat dengan perbatasa, ya mungkin negeri Bacchus dan solantia memang memiliki hubungan baik sama denga negeri Arrely tetapi lokasinya sangat tidak strategis untuk sebuah ibu kota apalagi jika terjadi konflik.
Kereta kuda Aldric bergoyang goyang karena tanah yang tidak mulus berbeda dengan negerinya jalanan di buat dari bata yang di susun tapih, di sini krikil yang membuat kereta kudanya bergoyang ada di mana mana, kondisi rakyatnay begitu berkecukupan mereka kelihatan tidak memiliki masalah dengan ini.
Mereka berdagang daging monster, bukan daging hewan ternak tetapi monster, yah Aldric ingat mereka para iblis memiliki perut yang kuat jadi tidak heran mereka menjual daging monster.
Di saat ia melihat ke luar ia pun menyaksikan sebuah pencurian dengan mata kepalanya sendiri, seorang anak kecil ber ras iblis memotong kantong uang seseorang dan mengambil uangnya, dan kelihatanya pria itu tidak menyadarinya.
__ADS_1
"anak itu baru mencuri" gumam Aldric, Livia mengangguk "ya aku tidak bisa menyalahkan mereka di negeri Bacchus tidak ada yang namanya panti asuhan anak anak yang tidak memiliki orang tua harus bertahan sendirian, ya beberapa dari mereka mesih bekerja secara jujur tetapi mencuri itu lebih mudah dan manusiawi di banding bekerja untuk seseorang di Bacchus"
Lalu terlihat iblis kecil itu menemui teman temanya membagi koin yang ia dapat dan berpencar lagi dengan cepat, mereka mungkin pencuri tapi koordinasi mereka luar biasa.
"anda ingat pahlawan Manes ?" Aldric mengnagguk "ya... Bagaimana denganya ?", "ya mari kita katakan Manes tumbuh seperti anak anak itu... Ya karenanya jangan salahkan dia dengan sifat dingin dan tidak pedulianya... Saat ia kecil saja dia tidak tahu apa konsep kebaikan..."
Aldric langsung paham mengapa Manes begitu... Dingin... Ataupun sulit di pahami dia sendiri tidak bisa memahi orang lain... Tetapi ia tetap memilih menjadi pahlawan... Rasanya Aldric mau memberinya pelukan.
Mereka pun bertemu dengan kereta kuda lain, kelihatanya itu adalah kereta kuda bangsawan dari Bacchus Aldric merasa kagum melihat kereta kudanya yang sangat keren dengan unsur gothic dan dark fatasy yang ada adanya, itu bahkan tidak di tarik oleh kuda itu di tarik oleh makluk aneh yang tidak memiliki mata, mereka seperti reptil tanpa kulit hanya menunjukan otot otonya secara langsung.
Secara tiba tiba sisi kereta kuda mereka terhantam sesuatu dan meledak, prajurit yang melindungi kereta kuda itu berusaha melindunginya namun di tembak jatuh oleh sebua crossbow dari jauh, pengemudinya juga di bunuh.
kereta kuda itu sekarang memiliki lubang besar, seseorang krluar dari sana ia memegang sebuah kotak berwarna emas mewah namun ia juga di tembak jatuh.
Aldric sangat kaget dengan kejadian ini di mana semuanya awalnya berjalan dengan normal dans sekarang pertempuran kecil terjadi di tengah pemukiman warga, warga berlarian menjauh untuk keselamatan mereka sendiri.
"jangan khawatir penyerangan keluarga bangsawan pada keluarga bangsawan lain itu adalah hal normal... Apalagi dengan permintaan hadiah dari putri negeri Bacchus saat ini... Tidak heran akan ada pertumpahan darah, dan juga mereka tidak akan betani menyerang kita... Jika sesuatu terjadi kepada kita itu akan menjadi tanggungjawab raja Belialor" ujar Livia dengan tenang.
Tidak lama beberapa penyerang itu datang mendekat menyimpan crossbow mereka ke punggung mereka dan mengeluarkan pedang dan mendekat, sebelum mencuri kotak emas itu dan kabur.
Tidak lama setelah ini warga kembali berkumpul dan mulai menjarah apa yang tersisa di sana, mayat prajurit penjaga kereta kuda itu di ambil armor dan senjatanya bahkan pakaianya juga di ambil, anggap saja sebagai keuntungan kecil yang tidak datanh setiap saat, mereka berebut bahkan beberapa warga bertarung hanya untuk sebuah bagian armor dari prajurit itu.
__ADS_1