Kehidupan Baru Sebagai Putra Bungsu Kerajaan

Kehidupan Baru Sebagai Putra Bungsu Kerajaan
red


__ADS_3

Setelah membantai pasukan bayaran dan beberapa anak daru Everon Apsric kembali masuk ke villa dan dia di sambut oleh Loman, Alice dan adiknya Alice.


"...hm... Kamu sudah bangun ?" adiknya Alice menguap "ya... Aku dengar ada keributan jadi aku bangun" Loman memegang kotak emas di lenganya "tuan hunter killer... Terimalah ini anggap sebagai ucapan terimakasih kami" Loman membuka kotaknya dan itu berisi artefak sarkaz berbentuk sebuah kalung, itu memiliki ukiran dan pola yang luar biasa dengan kekuatan magis yang begitu terkoaentrasi ke satu titik.


"tunggu bukankah ini seharusnya menjadu hadiah untuk tuan puteri ?", Loman mengangguk "ya... Tapi kami tidak punya apapun untuk membayar mu atas apa yang kamu lakukan... Mohon di terima"


"hahaha... Tidak sungguh aku tidak memperlukanya adiknya Alice melihat ke arah Aldruc dengan sungguh sungguh "kaka terima saja ! Aku iklas", "eh ?"


"tuan hunter killer sepertinya anda belum sadar artefak ini terhubung dengan mimil... Jika anda mengambilnya anda sama saja seperti mengambil beberapa tahun hidup mimil" Aldric terkejut "jadi itu alasan mereka tidak segan mau membunuh nya ?" Loman mengangguk.


"simpan saja untuk kalian... Lagi pulw kalian membutuhkanya... Oh !... Lihat jamnya aku harus pergi... Aku berikan ini jika ada apa apa panggil aku" Aldric memberikan kristal komunikasi dengan kristal teleport dan lari ke luar villa keluarga malice "tuan hunter killer tunggu !" Aldric tidak mendengar dan tetap lari.


Di jalan ia melewati jalanan ibukota Bacchus rasanya benar benar berbeda berjalan sendiri dengan di kereta kuda... Rasanya ia lebih mrnyatu dengan kota tersebut... Ia menuju hotel tempat dia menginap bersama kaka kakanya... Ia harap ia tidak membuat mereka khawatir ia sudah pergi lebih dari 3 jam.


Secara tiba tiba orang orang lari ketakutan, toko di tutup, dagangan di tinggalkan semua warga di jalan itu meninggalkan semua aktifitas mereka, Aldric awalnya bingung namun saat melihat kedepan sudah ada 12 sosok dengan jubah hitam menggunakan topeng yang identik satu sama lain kedua matanya menyala merah.


Secara tiba tiba muncul dari udara tipis di depan kedua belas sosok itu, ia menggunakan jubah berwarna merah darah, memegang dua sabit di masing masing tangan topengnya berbentuk dan berpola layaknya tengkorak, mata kananya berwarna merah menyala, dan kirinya ungu menyala, apa dia seoranga abyss ?,' pikir Aldric mengingat semua abyss yang ia temui selalu memiliki mata ungu menyala.


"siapa... Nama mu ?" Aldric dengan percaya diri "nama ku adalah hunter killer", "hunter killer huh ?... Baiklah jika itu nama yang ingin kau aku ingiat... Aku di kirim oleh keluarga Everon untuk mengeleminasi mu... Aku tidak ada dendam maupun urusan pribadi dengan mu... Ini semua hanyalah bisnis"

__ADS_1


"baiklah... Bagaimana dengan nama mu sendiri ?" ia menganngung "maaf untuk tidak sopan... Nama ku red... Panggil saja aku red... Sekarang ini adalah hari terakhirmu" seketika 6 orang maju dan mengepung Aldric secara tiba tiba.


tubuh Aldric bergerak dengan cepat mengambil paper spray dan menyempor tepat di cela topeng mereka berputar layaknya gasing.


Mereka yang terkena gagal menyerang dan langsung menutupi wajah mereka, dari gerakan tubuh mereka kesakitan tapi hanya ada geraman pedih di banding teriakan.


Aldric langsung berlari masuk ke gang di mana ia langsung di kejar oleh 6 orang lainya, red datang ke ke 6 orang yang masih di tanah menutupi wajah mereka "kalian baik baik saja ?" tanya nya dengan dingin "kamu kejar saja dia kami akan menyusul setelah efek ini hilang" red mengangguk dan ikut mengejar dengan kecepatan tinggi kelihatanya mereka bukan assasin biasa... Mereka lebih terlatih dan terkoordinasi.


Aldric berlari dengan cepat di gang menghindari sampah sampah dan rongsokan yang menutupi jalan, para assasin mengejarnya melewati sampah sampah yang menutupi jalan layaknya menghindari rintangan Aldric menyadari ini mereka lebih cepat di banding dirinya jika begitu terus dia akan tersusul.


Aldric menjatuhkan beberapa kayu yang tersender di dinding untuk memperlambat mereka, menjatuhkan tong sampah dan masih banyak lagi.


Aldric kemudian masuk ke teroworongan kecil dan menghancurkan jalan masuknya sehingga mereka tidak bisa mengejar di saat itu juga red menyusul "cepat cari jalan lain"


red dengan kecepatan tinggi melalui atap bangunan menemukan ujung terowongan itu dan menemukan sebuah restoran petualang mata merahnya menyala dan seketika ia melihat jejak kaki Aldric masuk ke dalam sana ia langsung saja menuju ke sana.


.red masuk dengan cara menendang pintu restorans yang awalnya situasi restoran begitu hidup, musik dari gitar di mainkan dan juga orang orang yabg berbincang bincang satu sama lain, seketika menjadi senyao begitu melihat red... "apa kalian melihat seseorang menggunakan topeng putih dan jubah hitam ?"


bayak yang langsung menunjuk ke arah kamar mandi, red langsung menuju ke sana dan dmmasuk di sana terdapat 3 toilet lain dan ia menunggu di salah satu pintu dia yakin hunter killer ada dia sudah siap dengan belatinya untuk mengeksekusi siapapun yang keluar.

__ADS_1


Pintu terbuka perlahan dan red dengan paksa membuka pintu dan mengayunkan belatinya dengan posisi menusuk namun ketika dia melihat langsung itu adalah Aldric pangeran dari negeri solantia, ia langsung panik dan berhasil menghentikan ayunanya sebelum menyentuh leher Aldric.


Ia kemudian melihat ada jendela kecil ia berpikir bahwa hunter killer pasti lari lewat situ dan ia mrlihst kembali ka rah Aldric, dan dia langsung berlutut "tuan saya mihon maafkan saya, saya tidak bermaksud... Saya... Saya pikir anda adalah target saya yang kabur mohon ampunanya"


Aldric dengan canggung "i-iya..." ia berpikir sebentar dan mendapatkan ide... Walau ini cukup kejam "jelas jelas kau menyerang ku dengan belati tersebut... Kan ?", "ampun... B-benar... T-tapi saya benar benar tidak bermaksud"


"kau tahu apa yang akan terjadi padamu jika aku melaporkan ini langusng kepada kaka kaka ku kan ?" red mengangguk dengan takut "kalau begitu kamu harus lakukan sesuatu untuk ku"


"apa itu tuan"... "antar aku kembali ke hotel ku aku kebetulan sedang jalan jalan... Dan aku tidak mau di serang lagi dengan orang ceroboh seperti mu... Kamu pasti punya anak buah di belakangmu kan ? pemimimpinya saja ceroboh seperti ini apalagi bawahanya kan" red mengangguk dengan ragu.


Red dan ke 3 bawahanya pun mengantar Aldric ke hotelnya dan mereka di perbolehkan pergi setelahnya, red bersama dengan bawahanya kembali berkumpul "aku tidak percaya aku nyaris mati karena kecerobohanku", "jujur saja itu mengerikan mati di eksekusi... Aku lebih baik mati berburu target ku di banding ter eksekusi" kata salah satu bawahanya dengan kain basah di wajahnya, sepertinya ia korban paper spray dari Aldric, red mengangguk setuju.


"bagaimana dengan wajah kalian ?", "agh.... Tidak masalah... Rasanya sepertj terbakar namun kami baik baik saja... Tidak ada efek lethal... Apakah si hunter killer itu seorang artificer ?...atau punya hubungan dengan seorang artificer ?", "entahlah.. Kita tidak memiliki banyak informasi denganya kecuali yang di berikan oleh tuan Everon... Ah ayo cepat kita buat laporan dan istirahat"


matahari telah menyentuh garis cakrawala, dan Aldric mengendap endap menuju kamarnya dan berhasil masuk "ah... Sukurlah tidak ketemu dengan kaka" secara tiba tiba telinga kanan Aldric di jewer dari belakang oleh Celestia "dari mana kamu huh !?", "kaka..aduh sakit lepaskan dulu biar aku jelaskan" telinga kiri Aldrix juga di jewer oleh Seraphina "ya udah cepat jelaskan !"


"kaka sakit aduh..." Aldric melihat Credric duduk di tempat tidurnya "Credric... Kaka bantu aku", Credric tidak menjawab tapi menghela nafas dan melihat ke arah keluar jendela "ahh.... sunrisenya begitu indah", "itu bukan sunrise !" teriak Aldric tapi Credric tidak menjawab dan tetap melihat ke arah keluar jendela teringanya mulainmemerah karena di jewer kanan kiri.


"ayo jelaskan kamu ke mana tadi !", "iya kamu tqhu kami nyaris meminta bantuan daru raja Bacchus !", "aduh maaf... Maaf lepaskan dulu sakit..." maafkan aku Aldric... kaka mu ini tidak bisa menolong... Karena... Mereka berdua kalau sudah sudah marah akan sangat mengerikan aku tidak bisa menolong mu, pikir Credric sambil melihat S̶u̶n̶r̶i̶s̶e̶ sunset.

__ADS_1


__ADS_2