Kehidupan Baru Sebagai Putra Bungsu Kerajaan

Kehidupan Baru Sebagai Putra Bungsu Kerajaan
para kultis


__ADS_3

Aldric yang masih berada di kerajaan Their bersama Zarah dengan wujud manusianya, mereka hendak berangkat kembali, namun ada perasaan tidak enak di pikiran Aldric mengapa raja Halphas bisa melakukan hal senekat ini ? Pasti ada alasanya, Aldric pun mengatur tempat untuk membicarakan masalah tersebut.


"tuan George... Masalah kaka anda... Apa ada yang janggal denganya sebelum dia menjadi raja ? Atau mungkin sebuah alasan dia mendeklarasikan perang ini ?" George mengangguk sambil melihat ke masalalu sebelum menjawab.


"yah... Dia memang seperti itu... Dari kecil dia sudah arogan dan sangat mementingkan dirinya... Haaah... Andai saja aku melakukan sesuatu untuk menghentikanya" Aldric dengan nada mendukung "hey... Nasi telah menjadi bubur.. Lebih baik memakanya dari pada membiarkanya basi"


George mengangguk "anda benar... Walau begitu ya, ada sesuatu yang janggal tentang kaka ku... Dia selalu berbicara sendiri di kamarnya dan sering membawa 'teman' yang entah latar belakangnya dari mana" Aldric berpikir sebentar "apa kamar kaka anda telah di investigasi ?" George memgelengkan kepalanya "jika anda mau ayo kita investigasi sekarang juga" Aldric mengangguk tanda setuju.


Setelah masuh Aldric sudah dapat merasakan perbedaan ruangan bukan hanya dari tampilan tapi dari suasana, perbedaan lorong kerajaan yang indah dengan kamar mewah dan mahal bisa terasa banyak bagian dinding memiliki lapisan emas dan banyak sekali peti emas, namun suasana di ruangan itu sangat suram bahkan Aldric dapat merasakanya.


"suasana di ruangan ini.... Aku dapat merasakanya ini tidak baik" George lalu melihat ke setiap sisi kamar kakanya itu "saya tidak tahu dia benar benar hambur harta seperti ini" Aldric kemudian melihat sebuah buku yabg terbuat dari kulit hewan (?) atau sesuatu, dan membukanya.


Isinya sangat mengerikan menggambarkan makluk makluk almagamasi dan makhluk neraka, banyak juga simbol simbol yang Aldric tidak ketahui dan bahasa yang tidak ia paham juga.


George melihat ini dak terkejut bukan main "Halphas adalah bagian dari kultis ?! Tidak heran dia bisa menang di eleksi raja pada saat itu !" Aldric sambil bingung "eleksi ?"


George mengangguk "saat ayah kami meninggal dia tidak bida menentukan siapa yang harus menjadi raja, jadi dia melakukan vote dari berbagai tingkatan sosial, bangsawan dan pihak kuil perorang 2 point, dan warga sipil 1 point, aku sudah yakik akan terpilih... Tapi... Entah bagaimana kaka ku busa menang di pemilihan tersebut... Padahal dia tidak melakukan apapun namun sekarang semua masuk akal, ini ulah para kultis !"


Zarah yang masih dalam wujud manusianya melihat lihat ruangan tersebut dan melihat ke arah Aldric "tuan Aldric saya percaya ini adalah kultis dewa iblis" Aldric terlihat lebih bingung lagi.


"dewa iblis ? Artinya ini semya ada hubungan dengab negeri Bacchus ?" George mengkoreksi Aldric "yah... Kultis ini memang dulu bagian dari negeri Bacchus tapi sekarang mereka di nyatakan sebagai terroris... Mereka telah tersebar ke seluruh negeri menyebarkan pengaruhnya ke banyak orang"

__ADS_1


George menambahkan "mereka adalah orang orang yang percaya dewa iblis adalah oenyelamat dan ingin membangitkanya untuk memulai dunia baru" Aldric pun ingat bahwa Belialor dan Lilim memiliki darah dewa iblis di tubuh mereka "tapi bukankah raja Bacchus memiliki darah dewa iblis"


George menghela nafas "ya begitulah... Tapi untuk menghindari kesalahpahaman lebih baik anda tanya saja langsung ke sumbernya... Pengetahuan saya terbatas..."


George pun meninggalkan Aldric dan Zarah di kamar Halphas "saya pamit duluan saya mau melakukan investigasi lebih lanjut" ia pun meninggalnkan ruangan "hm... Dasar manusia... Si Halphas pasti tahu dia akan kalah eleksi makanya ia meminta bantuan kultis untuk membantu dirinya naik" ucap Zarah dengan kesal.


"sudahlah kultis ini masalah mereka selama para kultis tidak membuat masalah dengan kita aku tidak begitu mempermasalah kanya" Zarah mengangguk "jika itu yang anda katakan"


Keesokan paginya mereka berangkat kembali ke negeri Solantia membawa berita penting, saat mereka hendak memasuki area hutan yang cukup rimbun Zarah merasakan akan terjadi penyergapan oleh sebuah grup di sana, ia hendak memberikan berita ini kepada Aldric namun dia kalah cepat dengan Kiril "tuan ku saya curiga kita akan di serang di depan mohon pertimbangkan tindakan selanjutnya"


Zarah jelas terkejut dan mempertanyakan siapa Kiril sebenarnya, Aldric mengangguk "baiklah mari kita hadapi, pura pura kalian lengah dan ketika mereka menyerang, serang mereka dengan keras, para penyihir siapkan barrier kalian"


Mereka berjalan dengan waspada crossbow telah terisi anak panah sudah pada busurnya dan tongkst sihir sudah bergemericik dengan mana dan mantra.


Sebuah projektil sihir di tembakan entah dari mana langsung menuju Aldric Zarah dengan kecepatan tinggi hendak melindungi Aldeic dengan tubuhnya namun sebelum dirunya ter hantam projektil sihir itu sebuah barrier terbangun melindungi para seluruh pasukan, sekali pagi Zarah kaget dengan kemampuan pasukan Aldric.


Aldric lalu membunyikan peluitnya kali ini tiupan panjang di ikuti dua tiupan pendek dan cepat, dengan cepat pasukan Aldric membuat formasi memutar melindungi satu sama lain dan Aldeic berada di tengah menaiki kudanya dapat melihat keadaan dari semua arah.


Projektil sihir terus di tembakan ke arah pasukan Aldric namun mereka berhasil di tangkis oleh barrier yang kuat dan kokoh, namun sebuah teriakan mengerikan dan bergema dapat terdengar dari semua arah, suara langkah kaki kuat yang Aldric dengar dia langsung berpaling ke arah suara tersebut.


Itu adalah makluk humanoid kurus tinggi ia tidak memiliki kulit dan kepalanya adalah kerangka rusa, dia mirip dengan wendigo dan tidqk hanya satu tapi mereka ada cukup banya menyerang Aldric, ketika mereka memukul barrier dengan tangan kosong mereka sebuah retakan tercipta.

__ADS_1


Aldric yang tahu barrier tidak akan berthan lama memberikan abah abah untuk menurunkan barrier dan melawan balik, peluit berbunyi lagi dan barrier mengecil jadi hanya melindungi Aldeic dan para penyihir, pasukan yang berada di depan langsung maju menggunakan tombak dan pedang mereka menyerang para wendigo tersebut.


Para wendigo memukul begitu keras tetapi pukulan dari pasukan Aldric tidak kalah keras, para Wendigo itu kemudian mengeluarkan suara yang melengkik dan nyaring bersamaan dengan gelombang aura gelap Zarah sempat khawatir "itu cry of desparation ! Gawat" Zarah kemudian lompat ke salah satu wendigo dan membelah kepalanya menjadi dua.


Zarah melihat ke sisi barisan lain dan mereka masih bertahan "bagaimana.... Mereka bisa..." Zarah kehabisan kata kata dan memutuskan untuk bertarung di bersama pasukan Aldric, namun para wendigo terus berdatangan.


Para heavy crossbow berusaha mencari lokasi sang penyihir yang terus menembaki mereka, sampai mereka berhasil dan menembaknya jatuh, suara letupan crossbow tersebut di ikuti suara teriakan kesakitan target dapat terdengar.


Pasukan Aldric mulai berjatuhan tetapi lebih banyak wendigo yang mati di banding pasukan Aldric, pasukan Aldric memutari para wendigo dan Kiril entah bagaimana dapat melakukan manufer dengan pasukan kalvarinya di hutan yang cukup rimbun.


Para wendigo mulai berlarian dan tembakan projektil sihir berhenti, musuh telah mundur, mayat wendigo itu kemudian mengecil kr ukuran manusia, sekarang mereka hanya mayat kering yang menggunakan topeng kerangka rusa.


Aldric melihat para mayat dari makluk tersebut sampai zarah datang kepada Aldric "mereka di panggil daemon tuan..." Aldric melihat ke arah Zarah "daemon ?" Zarah mengangguk dan menjelaskan "mereka adalah makluk yang harus di panggil dengan wadah... Dan para mayat ini adalah wadah mereka biasanya di gunakan oleh kultis dan prakteknya sudah menjadi ilegal di seluruh negeri"


Suara rintihan kesakitan dapat terdengar dari jauh itu adalah pria dengan tudung dan jubah hitam dengan bolt yang menyangkut di lehernya, dia sekarat, Zarah mendatanginya "siapa yang mengirim mu ?" pria itu dengan nafas terengah engah bercampur dengan darah di tengkrokanya menjawab "salam... Untuk... untuk.... The Hungry Children"


Seketika tubuh pria itu menyala sebelum meledak asap dan debu menelan Zarah, Aldric yang melihst Zarah sangatlah dekat dengan pria itu langsung khawatir "Zarah !" namun siluet tubuhnya terlihat berjalan ke arah Aldric "cih... Trik murahan" dengan nada kesal di suaranya.


Aldric menghela nafas dengan lega "kenapa anda begitu panik ? Ledakan seperti itu tidak akan membunuhku" Aldric kemudian menjelaskan "jika kamu mati bagaimana aku menjelaskan ini ke Muerte ?" Zarah sempat kaget karena Aldric menyebut nama Muerte bagaimana jika para pasukanya mendengar dan mereka jelas mendengar pembicaraan mereka.


Zarah melihat ke arah pasukan yang lain namun mereka terlihst biasa saja, mereka fokus menyembuhkan yang luka dan membawa yang tewas untuk di kuburkan nanti, Zarah benar benar bingung dengan pasukan Aldric.

__ADS_1


__ADS_2