Kehidupan Baru Sebagai Putra Bungsu Kerajaan

Kehidupan Baru Sebagai Putra Bungsu Kerajaan
pemulihan


__ADS_3

Aldric terbangun di ranjangnya tubuhnya terasa berat, sesuatu di yang keras terasa di punggungnya setelah di rasa rasa sepertinya itu kristal berwarna merah pekat itu di ikatkan ke punggung dan pahanya.


Kristal yang menempel rasanya dingin, Aldric menghela nafas "wow... Aku selamat... Aku lupa dunia ini memiliki sihir tentu mereka punya sesuatu untuk menyelamatkan ku"


Aldric melihat ke sekitarnya ruangan yang sama dengan kamar hotel... Sepertinya mereka masihlah di hotel.


Aldric juga masih memikirkan bagaimana tormented dan death knight kalah ?, apa kedua adik dari Zarah lebih kuat dari Zarah itu sendiri ?, tidak Zarah menahan diri, ia benar benar hati hati di setiap pergerakanya, sang topeng berhasil meyakinkan Zarah bahwa Aldric memiliki kartu as dan kemampuan lebih tinggi dari yang Zarah pikirkan mungkin karena itu ia berjaga jaga.


Ketika Aldric tengelam dalam pikiranya Amicus muncul secara tiba tiba "hey !...., nyaris mati ya ?" Aldric kaget dengan kedatangan Amicus yang tiba tiba "!... Bajingan aku sudah nyaris mati tadi dan sekarang kau mau membunuhku juga ?"


"hahaha... Oh ayolah jika kamu mati... Tinggal reingkarnasi saja" Aldric menggangguk "ya tapi kehidupan yang ini lumayan loh... uang gampang, makan ada, aku tidak perlu banyak gerak"


"kamu yakin ?, bagaimana dengan tanggung jawab bangsawan mu ?" Aldric dengan bingung "apa itu"


"Astaga Aldric !, aku memberi mu sistem bukan tanpa alasan !, kamu harusnya menjelajahinya, mempertanyakanya !, bukankah rasa penasaran adalah sifat manusia ?!"


"aku tidak punya waktu okay, ayo katakan padaku" Amicus melihat ke arah lain "aku juga malas mengatakanya kamu punya sistem.. gunakanlah itu, tidak ada orang di dunia ini memilikinya selain dirimu" Aldric menghela nafas "terserah lah"


"sebelum aku pergi aku punya saran untuk mu" Aldric penasaran "apa itu ?" Amicus yang mulai di telah asap hitam "jangan mati terlalu cepat, hidup mu yang ini bagus" dan Amicus pun hilang.

__ADS_1


Aldric langsung membuka sistem dan mencari tanggung jawab bangsawan dan munculah sebuah dokumen.


Tanggung jawab bangsawan adalah tanggung jawab yang di berikan babgsawan untuk memiliki atau mengatur tanah atau tentara miliknya sendiri, jika bangsawan tidak melakukan ini mereka harus menikah, untuk berkontribusi kepada negerinya dan makluk celestial.


Aldric sedikit kaget dengan hal ini dan juga ia baru ingat kemarin Celestia membicarakan soal memimpin pasukan, Aldric sekarang harus memilih memimpin pasukan/tanah atau menikah, dan jawabanya sudah jelas.


Suara pintu terbuka itu adalah Celestia dia kaget dan senang Aldric sudah sadarkan diri "Aldric !, bagaimana perasaanmu ?, ada yang sakit ?" katanya sambil duduk di sisinya.


"aku baik baik saja kak, hanya lelah" Celestia dengan khawatir "kamu sungguh baik baik saja ?" Aldric sambil tersenyum "aku baik, apa aku terlihat tidak baik baik saja dengan senyuman ini ?"


Alric berhasil membuat Celestia tersenyum juga "oh iya kak di mana Credric ?" Celestia mengangguk "dia sedang berpidato ke duanya"


Pintu terbuka lagi itu adalah Credric dan Livia, Credric membawa nampan dengan sup dan segelas air sementara Livia membawa sebuah teko kaca berisi air, Credric terlihat kesulitan membawa nampan itu dia terlihat gemetaran.


"Aldric sudah bangun... Bagaiman dengan... tubuhmu ?" Aldric mengangguk "mhm, aku baik baik saja" Credric kemudian menaruh nampan itu di meja sebelah kasur Aldric tapi karena kecerobohan Credric air minum nya tumpah dan sup nya juga tumlah sedikit.


Credric menghela nafas kekecewaan, "makanya yang bener" kata Celestia dengan sedikit kesal "dengar aku bukan seorang pelayan bagaimana aku tahu caranya membawa nampan dengan benar ?"


"mohon untuk kalian berdua untuk tidak bertengkar di sini Aldric belum pulih sepenuhnya" Credric dan Celestia pun berhenti berkelahi untuk sekarang.

__ADS_1


Celestia mengambil sup tersebut dan hendak menyuapinya, namun Aldric "eh, kaka tidak perlu aku bisa sendiri" katanya sambil berusaha bangkit dari ranjang tetapi karena kristal yang ada di punggungnya tak sengaja menusuknya Aldric jatuh berbaring lagi.


"!... Aldric jangan dulu bergerak kondisi mu belum membaik" Livia sambil memperhatikan "tidak, kondisi fisiknya baik baik saja, tapi aku tidak yakim dengan jiwanya, ada bukti kerusakan jiwa seperti yang di katakan team cleric tadi"


"apa lukanya belum pulih ?" tanya Credric "luka pada jiwa akan sembuh dengan sendirinya tidak bisa di sembuhkan dengan instan seperti luka fisik, dan lagi team cleric merasakan efek heal di bahu Aldric... Tuan Aldric bisa tolong di jelaskan ?"


"saat aku di kejar mereka berhasil melukaiku dengan belati dan seorang wanita datang.. Ia menggunakan topeng besi dan memiliki belati di pinggangnya" Livia sepertinya mengenalinya "dia ?,... Caedes... Dia di sini ?"


"kamu tahu siapa dia ?" Livia mengangguk "dia adalah petualang penyendiri dia berpetualang sendirian dan menolong di balik bayangan tapi aku tidak menduga ia datang ke kota ini" Credric berpikir "sepertinya dewi Victoria masih bersama dengan Aldric sungguh kebetulan dan keberuntungan yang luar biasa"


"oh iya satu lagi tuan aldric, benda apa ini" Livia sambil mengambil paper spray dari sakunya "um... Itu... Itu benda yang aku gunakan untuk melarikan diri" Credric mengambil paper spray itu dan melihat lihatnya "huh ?, bagai mana benda ini menyelamatkan mu" lalu tanpa sengaja Credric menekan paper spay itu dan mengenai wajahnya.


"aaah... Apa yang-, aaah ! Panas ! Apa ini wajah ku terbakar air berikan aku air" Aldric mengambil teko yang di taruh Livia di meja dan menguyur Credric dengan itu.


Itu bekerja tapi tidak begitu menghilangkan sensasi terbakarnya Celestia kemudian membuat gelembung air dan menempelkanya ke wajah Credric dengan membuat ruang untuk mulutnya agar ia bisa bernafas.


"aah... Itu lebih baik" Livia mengambil paper spay yang di jatuhkan Credric, "tidak heran mereka gagal membunuh tuan Aldric benda ini bahkan membuat tuan Credric kewalahan.


"dari mana kamu mendapatkan ini ?" tanya Celestia sambil menahan gelembung air di wajah Credric "aku... Aku membelinya iya, aku membelinya"

__ADS_1


Livia mengambil sup yang ada di meja "izinkan saya untuk menyuapi anda" Aldric sedikit malu padahal ia jatuh dari ranjangnya karena kristal yang menusuk dirinya, ya tapj di suapi oleh kesatria wanita bukanlah setiap hari ia mendapat kesempatan ini kan ?.


__ADS_2