
Setelah mengamankan semua tawanan mereka langsung bergerak menuju ibukota dwarf tinggi salju benar benar menganggu semua pasukan berjalan lebih lambat di bading biasanya Dark Iron Cluster kelihatanya tidak memiliki masalah berjalan tetapi kecepatanya di kurangi agar pasukan lain bisa mengikuti.
Mereka berjalan tanpa masalah namun Aldric mengalami perubahan yang jelas ia kelelahan, para prajurit, Dommq dan Goedo memiliki kekuatan sihir sebagai energi cadangan dan dapat mengurangi rasa sakit pada kaki mereka saat berjalan.
Namun karena Aldric tidak memilikinya dia kelelahan, dan kakinya mulai sakit belum lagi armor yang ada di tubunnya benar benar membebaninya, Domma kelihatanya menyadari hal ini "Aldric mengapa kamu tidak menaiki kuda saja... Kamu terlihat tidak baik"
"apa ? Tidak... Tidak aku baik baik saja... Hanya sedikit kelelahan... Anggap saja ini olah raga" Domma sekali lagi berusaha membujuk Aldric "jangan begitu jika kamu kelelahan aku tidak yakin kamu bisa memimpin pasukan mu nanti"
Aldric pun mengangguk dan masuk ke Dark Iron Cluster bersama 5 kru Dark Iron Cluster di dalamnya. Di saat ia berada di Dark Iron Cluster itu dia mengeluarkan kristal komunikasi kepada Eda dan mulai memberitahu situasi di selama pertemouran namun ia tidak memberi tahu pertemuannya dengan muerte.
Di sisi lain Credric dan seraphina mengecek kastil dan menemukan para tawanan telah di bunuh Credric benar benar terpukul dan kecewa dangan hal tersebut "sudah ku bilqng kita seharusnya menyerang dari awal... Mereka akan mati pasda saat penyerangan atau menjelang krmenangan kita"
"aku hanya ingin menyelamatkan mereka...." ucap Credric dengan suara kekalahan dan kekecewaan "terkadang tindakan sulit harus di ambil... Yah itu lah yang aku pelajari selama berada di zona Xyronthia" Credric mengangguk "aku rasa aku harus pergi ke sana selama sebulan untuk belajar..."
Di sisi lain juga Agnes mengalami hal yang sama semua tawanan di bunuh sebelum para abyss mundur kekecewaan dapat terlihat darinya bahkan dengan helm dan full armor silver emasnya, dia merasa malu di hadapat mayat mayat tawanan itu, juga rasa bersalah di hatinya namun dia harus bergerak setelah mengubur semua tawanan yang malang tersebut.
__ADS_1
Setelah beberapa jam berjalan mereka dapat melihat pintu menuju ibu kota dwarf mengetahui ini Aldric keluar dari Dark Iron Cluster dan siap memimpin pasukanya, Adric memiliki pertanyaan pada Goedo "hey Goedo... Ibu kota dwarf benar benar terekpos seperti ini ? Aku pikir dwarf menyembunyikan setuap kotanya dari semua orang bahkan para dewa"
Goedo mengangguk "yah... Begitulah.... Tetapi ibu kota dwarf ini di gunakan untuk alasan politik dan diplomasi, juga dagang dengan negeri lain... Sisanya tersembunyi di gegunungan perbukitan dan lain lain..."
Aldric mengangguk paham dengan cara negeri dwarf beroperasi jadi semua sumberdaya yang besar terdapat di satu kora tersebut ? Tidak heran menjadi sasaran serangan abyss... Di tambahlagi semua orang tahu lokasinya... Pikir Aldric.
setelah sampai pintu beberapa dwarf krluar dari pintu tersebut Goedo awalnya senang apakah para abyss telah mundur mengetahui barrier telah runtuh, tetapi mereka bukan dwarf lagi mrreka telah menjadi mayat hidup di hidupkan oleh seseorang (muerte).
"mereka sudah mati ! Cepat berikan mereka kematian yang layak" ucap Domma dan pasukan Heirbearers dengan cepat maju dan menghabisi semua mayat hidup itu dan membuat jalan mereka menuju bagian kota lapisan ke dua.
Teriak Goedo Aldric melihat mereka lari dari pintu ke dua dan di ikuti sebuah makluk... Itu adalah kontrapsi yang keterlaluan... Sebuah abominasi daging dan baja, bagian bawah makluk itu terdiei dari 6 kaki mekanikal layaknya laba laba dan kedua tangan dari makluk itu terdiri dari sebuah pedang besar di tangan kananya dan kirinya terbuat dari pedang dan pedang yang banyak di ikatkan oleh sebuah baja dan daging yang menempel pada lenganya.
Semua itu di satukan dengan sel yang tumbuh dan menyatu dengan setiap kompjnen bahkan armor yang makluk itu gunakan tidak di kenakan tetapi menempel pada kulitnya. Tingginya adalah 7 meter dan kelihatnha siap untuk menyerang, kepala makluk itu di tutupi topeng besi yang juga menempel ke dagingnya.
Melihat makluk ini Aldric mengeluarkan pluitnya dan mrniupnya berkali kali denga jarak antara satu tiupan dengan yang lain berdekatan, karena lokasi mereka berda di gua pasukan Aldric sulit mengetahui suaranya, namun mereka menemukan lokasinya dengan sihir, dan semua pasukan yang tersebar langsung berkumpul di satu titik.
__ADS_1
Para Heirbearers dan Domma yang ada di lokasi lain mendengarnya dan melihat pasukan Aldric menuju ke sana dengan cepat, mereka pikir itu pasti darurat jadi mereka juga berkumpul ke sana.
Pasukan Aldric yang melihat makluk abominasi tersebut langsung mrnembakinya dengan projektil sihir dan anak panah, namun kulit makluk itu sangatlah fleksible anak panah dan projektil sihir itu gagal menembusnya.
Para pasukan yang melihat ini pangsung memberi tahu pasukan yang datang bahwa sihir dan anak panah tidak berkeja, jadi selagi memikirkan cara merwka membuat formasi memutarinya dan menahanya di lokasi, setiap makluk itu menyerang pasukan Aldric menaikan perisainya, serangan makluk itu kuat tetapi pedang pedang dan pisau di lenganya kurang tajam.
Melihat pasukan Kirill dari kejauhan pasukan Aldric membuka formasi pengepung tadi dan membisrkan Kirill melakukan kerusakan, "charge !" keceparan Kirill dan pasukanya bertabah secaea ekstreme dan dengan cepat menabrak dan menghancurkan dua kaki besi makluk itu, namun dengan biaya 3 pasukan silverlance tumbang karena makluk itu juga melakukan serangan balasan.
Kirill hendak melakukan manufer yang sama sampai Domma memintanya untuk berhenti "Jendral kalvari... Tolong berhenti... Biarkan aku yang mengurus makluk ini" Kirill pun mengangguk dan memperhatikan dari jauh.
Domma dengan keepatan tinggi limpat ke arah kepala makluk itu dan mengayunkan kapak tempurya, makluk itu menyerang dengan kedua tanganya tetapi di hentikan oelh tentakel milik Domma, Domma kemudian melepaskan topeng makluk itu san menunjukan wajah yang mengerikan dan terdistorsi, Domma melihat langsung ke arah matanya dan seketika makluk itu lumpuh dan berhenti melawan.
"undo undead !" rampal dari Domma dan seketika mana necromancer yang mengendalikan makluk itu keluar dan makluk itu jatuh layaknya boneka.
Aldric datang menghampiri Domma "kerja bagus... Aku tidak tahu undead bisa di batalkan" Domma mengangguk "selama tuan nya tidak dekat dan undeadnya terlalu kuat aku bisa melakikanya" kata Domma dengan bangga.
__ADS_1
Goedo di sisi lain langsung masuk ke dalam lapisan ke dua menuju lapisan ke tiga, Aldric yang melihat hal tersebut langsung mengajak Domma dan pasukan lainya mengingat lapisan pertama sudah bersih.