Kehidupan Baru Sebagai Putra Bungsu Kerajaan

Kehidupan Baru Sebagai Putra Bungsu Kerajaan
ancaman


__ADS_3

Lumetri dengan sihirnya membuat sebuah pintu di tengah ruangan dan membukanya kelihatanya seperi portal berbentuk pintu, "ayo masuklah" Aldric masuk di ikuti oleh Lumetri di situ terdapat barang barang yang tidak jelas apa tujuanya, mereka punya tujuan namun Aldric tidak tahu.


Di ruangan itu tidak terdapat pintu kelihatanya satu satu akses keluar adalah pintu yabg di panggil ileh Lumetri tadi, Lumetri kemudian menaruh syal Aldric di meja dan menarik sesuatu dari laci sebuah keristal dengan dua ujung yang tajam, kristal itu transparan layaknya kaca rasanya jika di masukan ke dalam air kristal itu akan hilang.


Lumetri juga mengambil sebuah dua benang merah dan muali merajut dengan cepat kecepatan merajutnya benar benar hebat kelihatanya ia berpengalaman dalam hal tersebut "bibi.... apa itu artificer ?" Lumetri melihat ke arah Aldric namun tanganya masih merajut "oh artificer adalah subclass dari wizard (penyihir)"


"sub class ?" Lumetri tersenyum sambil mengangguk "ya semua klass yang ada mereka pasti punya subclass tapi mereka sulit di gapai karena waktu yang di butuhkan untuk menguasai subclass tersebut" Aldric mengangguk ia terlihat tertarik "lalu apa yang subclass mu lakukan ?"


"aku dapat membuat alat sihir, ada perbedaan besar antara artificer dengan master artificer, mulai dari pengetahuan, teknik dan pengalaman lapangan maka artificer akan menjadi master setelah itu"


"terdengar sulit" Lumetri mengangguk "tidak semua artificer dapat menjadi master artificer sama halnya dengan klass lain" Aldric oun penasaran "ada berapa subclass di semua klass ?" Lumetri tertawa kecil "hahaha... Kita akan seharian di sini jika membicarakan mereka semua"


Aldric helas kaget jumlah subclass berari ada banyak itu juga belum menjelaskan kemampuan spesial yang mereka punya dan cara mengapainya, "hei... Bibi... Menurutmu jika aku mengambil sebuah klass apa yang biasa aku dapat dan kembangkan" Lumetri berpikir sesaat dan mengelengkan kepalanya dengan kecewa.


"maaf Aldric tapi semua klass yang ada menggunakan mana untuk mengeluarkan kemampuan utama mereka, kamu mungkin bisa menjadi seorang fighter tapi kamu tidak akan bisa sepenuhnya menjadi fighter apalagi mengambil subclass dari klas tersebut" Aldric mengangguk "tidak masalah aku hanya penasaran"


Syal yang Lumetri rajut pun selesai ia mulai menggambar di atas meja jerja yang terbuat dari kayunya itu, dua buah lingkaran sihir, gambarnya sangat komplex tapi Lumetri dengan mudah mengambarnya gerakan tanganya seakan ia menulis sebuah puisi.


Dua lingaran sihir dan satu lingkaran sihir kecil di tengah kemudia Lumetri menaruh syal milih Aldric di sisi lain dan syal baru di sisi lainya juga, dan kristal yang memiliki dua ujung runcing itu juga menghadapkan kedua ujung runcing itu kepada masing masing syal.


Ia mulai merampal dan gambar lingkaran sihir dari kapur itu menyala sebua adsensi merah mulai di hisap dari syal Aldric kedalam keristal runcing dan keluar dari ujung lain masuk ke dalam syal baru, sementara Lumetri dengan fokus memperhatikan proses pemindahan hal ini terjadi selama 2 menit sebelum semua adsensinya terpindahkan.


Syal lama kehilangan warnanya, sementara yang baru menjadi lebih terang warnanya "selesai, huf... Sudah lama aku tidak mengerjakan sesuatu yang berhubungan dengan rune api level 5"


"memang rune memiliki berapa level ?" Lumetri sambil membersihkan mejanya dan mengembalikan barangnya ke tempatnya "ada 7 level rune dengan semua jenis elemen yang ada di dunia, di atas level 4 itu sudah di luar jangkauan umum biasanya di miliki hanya oleh pasukan elit atau petualang tingkat tinggi"

__ADS_1


"apa rune level 5 selangka itu sampai bibi sudah lama tidak bekerja denganya ?" Lumetri mengelengkan kepalanya "tidak juga hanya saja aku memang sibuk dengan pekerjaan yang lebih penting, di tambah lagi master artificer biasanya bekerja dengan rune level 6-7..."


Pantas saja Lumetri sudah jarang bekerja dengan rune berlevel 5 tingkatanya memang sudah berbeda dari awal, Lumetri kemudian memasangkan syal tersebut ke leher Aldric dan rasa hangat yang sama di rasakan oleh Aldric tetapi rasanya lebih nyaman, syal itu juga lebih nyaman di pakai dan di lihat dari pada sebelumnya "terimakasih bibi"


"sama sama Aldric" dengab senyuman lega ?, tiba tiba sebuah pintu muncul, pintu ini tidak di buat oleh Lumetri, pintu itu terbuka dan keluar dari situ adalah Celestia "di sini kalian rupanya" Lumetri menunjuk ke arah Celestia dan sebuah listrik kecil menjhambar Celestia "sudah aku bilang berapa kali minta izin dulu sebelum masuk kantorku" tegur Lumetri.


Sementara itu Celestia mengosok gosok bagian tubuhnya yabg tersetrum (bahu) "ouch.... Iya iya maaf, tapi Credric akan memulai pidatonya" Lumetri terlihat kaget "ya ampun !, aku benar benar lupa waktu ayo cepat" sambil mendorong Aldric dan celestia dengan lembut melalui pintu yang sama mereka pun berada di belakang panggung di lapangan utama universitas itu.


Credric dengan ekpresi lega "untunglah... Lama sekali kalian ini" Lumetri sambil tersenyum canggung "iya... Iya maaf... Aku lupa waktu berbincang dengan Aldric"


di situ juga di mulai lah pidato dari calon raja Fredric naik panggung dan semua pelajar dari berbagai klass melihatnya, ia mulai berpidato soal posisinya dan kekuranganya tetapi ia juga bertekad untuk menjadi raja seperti ayahnya, suara pidatonya itu kuat dan menunjukan otoritas dan kekuatan.


Di moment sepenting ini Aldric malah space out melihat dari sisi panggung ia tidak mendengarkan apa saja yang Credric katakan di pikiranya ia ingin tahu apakah ada class lain selain fighter yang ia bisa pelajari ?, mungkin ranger... Secara logika ia sekara sudah memiliki klass sorcerer dari darah Stromrider yang ada di tubunya tapi itu tidak di hitung.


suara sorakan dukungan dari para pelajar itu terdebgar dan membuar Aldric berhenti melamun, kemudian Celestia melihat ke arah Aldric, "nanti juga kamu harus bisa bicara di depan umum seperti itu" Aldric sedikit terkejut "...! Mengapa ?"


"aku tidak berpikir aku akan siap dengan itu" Celestia dengan nada mendukung "kamu bisa... Aku akan menolongmu ingat itu" Aldric mengangguk sedikit lega karena ia tahu kakanya akan ada di sisinya.


Ini hanya pidato pertama nanti Credric di haruskan untuk menjawab beberapa pertanyaan dari para pelajar, para pelajar yang memang berada di bidang jurnalis langsung membuat berita semacam koran dan menyebarkanya ke luar sekolah juga sekalian untuk mendapatkan uang tambahan.


Malam telah tiba Credric yang lelah bersama kedua adiknya pun beristirahat di sebuah penginapan mewah, walau begitu pelayan yang melayani mereka adalah pelayan dari istana Solantia yang sengaja ikut dengan mereka, karena mereka lebih terpercaya dan terlatih.


Di ruangan pribadi Aldric, Celestia dan Credric sedang bersantai "kak... Bagaimana caranya memimpin pasukanmu sendiri ?" Credric melihst ke arah Aldric, "jujur saja aku sendiri tidak berpengalaman memimpin pasukan... Tanya saja Celestia dia punya jumlah pasukan yang banyak"


"kak celestia punya pasukan lebih banyak di banding kaka ?!" Celestia mengangguk dengan bangga, dan mengangguk "mhm... Tentu saja, jujur saja cara memimpin itu cukup rumit terkadang itu tergantung pada pemimpin terkadang juga itu tidak bisa di hindari tapi yang jelas adalah kamu harus selalu ada di depan memimpin mereka, dapatkan kepercayaan mereka, buat mereka ingin bertarung untuk mu"

__ADS_1


"semakin kaka menjelaskanya semakin aku tidak paham" Credric dengan nada mengejek "ya begitulah kaka mu makanya dia tidak menjadi guru di-" sebuah buku terlemoar ke arah wajah Credric itu di lempar oleh Celestia "aduh !, kenapa ?"


"hmp !...." Celestia sambil melihat ke arah lain "ya ampun langsung ngambek" Aldric tertawa kecil "hahaha.... Sudah lah aku akan pergi ke kamarku" Aldric pun pergi ke kamarnya, di kamarnya ia sedang menscroling di sistem market dan menemukan paper spray harganya juga murah hanya 100 credit "mengapa tidak" dia membelinya dan langsung menaruhnya di saku.


Suara ketukan pintu terdengar pelayan itu masuk padahal Aldric belum membairkanya masuk itu adalah pelayan yang biasa melayani Aldric di istana "tuan Aldric silakan makan malam anda kali ini adalah, daging ikan.... Daging ikan dari ikan volare dan roti dengan sampingan selai Zyzmaroon" di situ Aldric kehabisan kata kata, nafasnya mulai memberat adrenalin mulai terpompa oleh jantungnya.


"itu saja ada lagi yang bisa saya bantu" kata pelayan itu dengan sopan, "bukan kah aku pernah bilang aku tidak suka Zyzmaroon" suasana menyadi senyap sesaat kesenyapan itu begitu keras keadaan pun menjadi seakan mencekam.


"oh !, mohon maaf tuan !, saya benar benar lupa" Aldric mencoba tenang dengan nada percaya diri "seorang pelayan istana lupa ketidak sukaan tuanya terhada sesuatu ?" suasana menyadi senyap lagi udara menjadi seakan dingin.


"iya... Maafkan aku aku minta maaf sari hati ku yang terdalam" Aldric kali ini dengan nada tegas sambil menunjuk ke arah pelayan itu "siapa kau ?"


Sang pelayan itu terdiam sebelum kulitnya meleleh dan menampilakan seorang wanita abyss dia menggunakan full armor berwarna ungu kehitaman, matanya menyala berwarna ungu, ia bertepuk tangan "luar biasa aku tidak menduga kemampuan analisis mu begitu hebat" Wanita Abyss itu terlihat senang dengan reaksi Aldric yang menunjukkan ketajamannya "kamu memang berpotensi tinggi"


Adrenalin Aldric masih tinggi ia bisa merasakan rasa besi di mulitnya dan nafasnya yang mulai memberat tetapi ia terlihat tenang setidaknya ia mencoba untuk terlihat tenang, "apa maksudmu dengan 'berpotensi' ?"


"perkenalkan dulu namaku adalah Zarah... Aku datang untuk memberikan mu tawaran hahaha..." tangan Aldric sudah ada di saku tepat di paper spraynya bersiap ia tidak tahu apakah ini akan bekerja tapi mengapa tidak di coba.


Zarah mulai meraih ke bagian belakangnya Aldric tidak begitu percaya dengan Zarah jadi ia menarik paper spaynya dan menyemprot wajah Zara, ia langsung berteriak "aaah !, apa ini !, panas !.... Panas...!"


Aldric melihat ke arah jendela dan memutuskan untuk lompat, ia berada di lantai 2 sehingga itu cukup aman dan mulai berlari ke arah hutan di hadapanya tanpa sadar kristal teleportnya terjatuh dari sakunya.


Zarah masih mengosok gosok matanya airmatanya keluar karena terbakar oleh paper spray tiba tiba dua wanita Abyss lainya datang "kaka !, kamu baik baik saja !?" mereka menggunakan armor yang sama dengan Zarah hanya saja mereka menggunakan helm yang menutupi wajah mereka.


"air !... Berikan aku air !" salah satu dari mereka mengambil pasokan air di pinggangnya dan langsung menumpahkanya di wajah Zarah.

__ADS_1


Setelah itu sensasi terbakarnya hilang dan dia melihat kedua adiknya di hadapanya "tunggu !, kalian biarkan dia kabur ?!, dasar bidih setidaknya biarkan satu dari kalian mengejar dia !" teriaknya sambil marah


"kaka tenanglah dia tidak punya sihir dia tidak akan jauh" Zarah berpikir sebentar sebelum mengangguk "baiklah cepat kejar dia" Aldric yang berlari di tenagai oleh adrenalin berlari cukup jauh, ia kemudian menemukan gua kecil, dia masuk dan bersembunyi di dalam sana.


__ADS_2