Kehidupan Baru Sebagai Putra Bungsu Kerajaan

Kehidupan Baru Sebagai Putra Bungsu Kerajaan
penembak


__ADS_3

Hari demi hari berjalan di situ juga perubahan besar bisa terlihat area kota mulai ramai dengan orang orang dari luar negeri dan penjaga istana pun meningkat drastis, area perumahan para bangsawan juga mulai ramai dengan para bangsawan dengan pakaian mewah mereka padahal ritual kedewasaan akan terjadi 3 hari lagi tapi keramaian sudah seperti ini.


Banyak toko hadiah telah tutup kehabisan stock sama dengan toko pandai besi yang tutup karena kehabisan material.


Aldric melihat keadaan kota yang mulai ramai di atas balkonya tetap menjauh dari ujung balkon dan tetap menempel pada pintu kaca, ia hanya tidak mempercayai balkon itu kuat menahan tubuhnya padahal dia terhitung ringan.


Setelah sudah melihat lihat ia memutuskan untuk masuk berpas pasan dengan suara ketukan dari pelayan di pintu kamarnya "Tuan Aldric anda menerima surat" kata pelayan itu dari luar "tolong di masukan saja lewat celah pintu"


Pelayan itu pun melakukan apa yang di minta dan pergi, Aldric datang dan melihat surat itu, surat itu berisi pengambilan hadiah dari toko hadiah, Aldric tahu surat itu bukan dari toko hadiah melainkan dari Edin namun kelihatanya ia telat mengirim surat tersebut karena suatu alasan karena nyaris semua toko hadiah sudah tutup.


Tidak penting Aldric langsung pergi menemui ayahnya dan menunjukan surat tersebut Aldric harap surat palsunya itu tidak ketahuan.


"hm.... Baikalah.... Tapi sudah ayah bilang dari satu tahun yang lalu reservasi lebih awal, sekarang hadiah bagus pasti sudah habis" kata sang raja kepada anak sulungnya itu.


"y-yah...maaf.... A-aku lupa melakukanya" Aldric kesulitan berbicara ia memang sulit berbohong apalagi kepada orang yang lebih tua darinya.


Raja terlihat tidak sedang namun ia menenangkan diri dan menarik nafasnya "Aldric anak ku, kamu tahu seberapa pentingnya ritual ini bagi masa depan mu ? Ini dapat mengubah masa depan mu.... Sekarang cari solusinya.... Sendirian aku mau kamu bertanggung jawab atas kesalahan mu sendiri" Aldric memasang wajah bersalah dan menunduk "baik"


Sang raja kemudian meraih ke udara dan sebuah portal tercipta di mana ia menarik sebuah kantong kain di dengar dari suaranya itu adalah kantong koin.


Sang raja memberikan kantong itu kepada Aldric "ini beli hadiah terbaik yang bisa kamu temui... jika ada tentunya" Aldric menerima kantong koin itu "baik ayah" dan pamit sebelum meninggalkan ruang raja.

__ADS_1


Di saat ia pergi menjauh dari ruang raja rasa bersalah bisa ia rasakan di pinggungnya seakan ia melakukan kesalahan, sebuah dosa yah ia tidak suka berbohong di tempat pertama tapi jika ayanya tahu ia sama sekali tidak melakukan reservasi entah apa yang akan terjadi.


Aldric pun pergi berjalan jalan di kota sekali lagi di temani oleh Edin dan beberapa pasukan tambahan karena sudah di luar area bangsawan.


"jadi bagaimana dengan raja ?" tanya Edin "yah dia sedikit marah karena aku terlambat melakukan reservasi.... Aku tidak tahu apa yang akan terjadi jika ia tahu aku sama sekali tidak melakukan reservasi" Aldric sambil melihat sekitaran kota yang ramai.


Mereka berjalan di tengah jalan dan kelihatanya semua orang dengan sendirinya menyediakan jalan, bahkan kereta kuda pedagang berbelok agar tidak mengahalangi jalan mereka.


Aldric tidak tahu seberapa terkenalnya ia karena ia adalah putra sulung seharusnya sedimit yabg menyadari dirinya namun jika di lihat dari tingkah laku warga kota mereka terlihat tahu dan memberinya hormat.


Namun ia ingat ia berjalan bersama Edin mungkin hormat dan pemberian jalur itu di maksudkan untuknya karena pemilik toko hadiah itu juga memanggil Edin dengan sebutan sir ia seharunya tokoh yang terkenal dan berpengaruh.


Aldric juga menyadari perbedaan ras yang ada di sana, ada manusia dengan telinga dan ekor kucing ada yang manusia dengan teling dan ekor serigala dan lain lain layaknya dunia fantasy yang ia tahu.


Edin melihat perhatian Aldric yang berfokus pada para petualang "ada yang memberatkan anda soal para petualang itu tuan ?" Aldric langsung mengalihakan pandanganya "tidak.... Hanya saja orang itu memiliki palu yang sangat besar.... Kelihatanya nyaris tidak praktikal"


"ah... Orang yang memiliki senjata besar di sebuah party petualang bertujuan untuk mengurus monster besar, mereka mungkin lambat tapi serangan mereka sangat efektif pada monster besar, layaknya naga, atau basilik jadi tidak heran senjata mereka harus besar karena mereka harus membuat kerusakan sebesar mungkin kepada monster" jawab Edin sambil melihat ke arah orang yang di maksud.


Aldric mendengarkan penjelasan Edin dengan sedikit ketertarikan. Dia memperhatikan para petualang itu dengan lebih jelas sekarang, memahami tujuan mereka dan pentingnya senjata yang mereka gunakan yah lagi pula di dunia ini ada sihir pasti ada sihir yang membuat mereka menjadi lebih cepat atau lebih kuat atau sesuatu yang lain.


Mereka melanjutkan jalan mereka "tuan Aldric.... sampai kapan kita akan berjalan ? Kita berjalan tanpa arah dari tadi" tanya Edin sambil melihat ke kanan san kirinya.

__ADS_1


"hm ?, oh iya aku sengaja memperlama perjalanan ini agar saat aku kembali tidak ada kecuriagaan dari keluarga ku" Edin memahami tujuannya tersebut lagi pula mereka sudah merencanakan ini "... tapi bagaimana dengan hadiah anda ?, apakah anda sudah mendapatkanya ?" tanya Edin kali ini terdengar rasa cemas di suaranya.


"ya aku sudah ada hadiah untuk ritual nanti" Edin mengangguk lega "sukurlah kalau begitu" saat mereka berjalan tiba tiba sebuah anak panah melesat entah dari mana menuju ke arah Aldric, ketika anak panah itu sudah dekat, anak panah itu terpental seakan menabrak sesuatu.


Edin telah menarik pedangnya entah sejak kapan, pasukan yang di pimpin oleh Edin dengan sigap langsung mengelilingi Aldric dan menaikan perisai sihir mereka.


Warga yang menyadari terjadi percobaan pembunuhan terhadap Aldric langsung melihat ke segala arah, itu adalah seseorang di stap dengan busur dengan pakaian serba hitam.


"di sana !" teriak seorang warga, beberapa petualang bertipe assasin langsung melompat ke atap tersebut, tentu sang penembak langsung lari yang dimana ia di kejar oleh para assasin itu.


di saat yang sama Edin, pasukanya dan Aldric meninggalkan lokasi dengan Aldric yang masih di lindungi dari segala arah, Aldric di sisi lain masih memproses apa yang terjadi semua terjadi begitu cepat otaknya tidak bisa memperoses apa yang sebelumnya terjadi.


"a-apa yang baru saja terjadi" tanya Aldric mukanya masih terlihat tenang namun Edin yakin pasti Aldric sedang dalam shock saat ini.


Edin tetap tenang meskipun wajahnya menunjukkan kekhawatiran. "Tuan Aldric, tampaknya ada seseorang yang ingin melukai atau bahkan membunuh anda. Motifnya masih belum jelas, tetapi kami akan melacak dan menangkap penyerang tersebut. Jangan khawatir, pasukan kami akan menjaga keamanan anda dengan ketat"


Ada sebuah perasaan aneh di hari Aldric.... Ia tidak takut sama sekali padahal hidupnya nyaris berakhir untuk yang ke dua kalinya apakah kematian pertamanya membuat ia tidak lagi takut akan kematian ?.


Itu aneh padahal ia masih takut dengan ketinggian tapi tidak dengan kematian ?, mungkin karena ketidak pastian di sisi lain kematian telah terjawab dengan keberadaanya saat ini ia jadi tidak takut kepada kematian namun ia masih takut ketinggian di mana itu aneh.


Sesampainya mereka di benteng ke dua Aldric langsung di amankan ke Sanctuary Fortress di mana ia sudah di jamin aman.

__ADS_1


sore hari itu sang penembak di tangkap, sang penembak yang ternyata seorang petualang yang terkena sihir pengendali oleh seseorang ia tidak tahu dan bahkan ingat soal kejadian yang terjadi di hari itu, masalah besar mungkin akan datang.


__ADS_2