Kehidupan Baru Sebagai Putra Bungsu Kerajaan

Kehidupan Baru Sebagai Putra Bungsu Kerajaan
masalah besar.


__ADS_3

Aldric yang telah kembali, Aldric memberi berita terbaru kepada sang raja, sebelum kembali ke kotanya, seluruh penghuni kota menyambutnya dengan hangat.


Sesampainya di balai kota Aldric di sambut oleh Vermut yang langsung memeluknya, namun tidak ada waktu untuk bersantai para kultis menyerang dirinya dan pasukanya mereka jelas mencari masalah dengan degeri solantia atau bahkan dirinya secara personal mengingat ia lah yang berhasil memenangkan peperangan sebelumnya.


Aldric pun memutuskan untuk memanfaatkan sistem untuk mencari tahu rentang The Hungry Children, dan sang sistem memberikan informasi yang di ketahui:


The Hungry Children adalah organisasi/kultis yang ada di setiap negeri, mereka sangatlah radikal dan sangat berbahaya dengan banyaknya mantra terlarang dan terkutuk yang mereka miliki, tujuan mereka adalah untuk membangkitkan dewa iblis dengan cara membuat kekacauan sebanyak mungkin dengan nama nya.


Aldric pun mencari tahu tujuan dewa iblis di mana sistem menjawab dengan jelas dan cepat: menghancurkan dunia, "huh.... Singkat padat jelas..." Aldric kemudian membuat surat untuk di berikan ke negeri Bacchus ia ingin bicara dengan sang raja iblis secara langsung untuk menjelaskan masalah ini.


Keesokan harinya Aldric dan Zarah berdama rombongan pasukan pergi menuju Bacchus Aldeic pun merqsa penasara tentang abyys jadi dia langsung saja bertanya kepada Zarah, "Zarah jika aku boleh tanya... Apa tujuan utama dari abyss" Zarah pangsung menjawab dengan percaya diri "untuk mengklaim apa yang sebenarnya milik kita"


"apa maksudmu mengklaim ?" Zarah pun menjelaskan "abyss adalah ras asli dunia ini.... Sampai ras lain seperti manusia, beast man, elf, dan bahkan celestial masuk dan kami menjadi terasingkan, entah kamu mau percaya atau tidak.. Tapi kami adalah pemilik asli dunia ini"


"jadi apa tujuan kalian sama dengan dewa iblis di masa lalu ?" Zarah menggelengkan kepalanya "kami tidak seperti psikopat itu... Ia ingin menghancurkan dunia itu lab alasanya dia mati... Kami hanya ingin mengambil apa yang sudah seharusnya hak kami"


"dengan segala cara ?" dan Zarah menjawab "ya... Dengan segala cara", mereka pun sampai di negeri Bacchus dan entah mengapa mereka di sambut lebih baik dari pada sebelumnya pasukan Heirbearers langsung mengelilingi dan mengawal mereka.


Sesampainya di kastil Lilim menyambut Aldric dia berpakaian mewah dan cantik, dengan sedikit rasa ngeri melihat dari gaunnya yang benar benar kental dengan gothic dan warna hitam yang pekat, "Ah... Lilim lama tidak bertemu... Ngomong ngomong di mana kak mu ?"


"ah... Nanti saja bicara dengan kaka ku, sekaranga ayo teh dan kue sudah siap mari berbincang sebentar", "eh... Tapu Lilim ini masala-", "ya ya ya... Dia sedang sibuk sebentar nanti juga dia datang setelah urusan selesai" sambil menarik narik tangan Aldric

__ADS_1


Zarah yang selama ini berada di belakang Aldric terasa di abaikan sudah lah lagi pula dia menyamar menjadi salah sath jendral Aldric, Lilim dan Aldric pun duduk di sebuah meja di taman, cuacanya memang sempurna untuk teh.


Aldric dan Lilim membicarakan banyak hal dan Aldric menemukan bahwa Lilim sangat menyukai barang sihir terutama Artefak sarkaz dia pun langsung ingat dengan Artefak sarkaz yang di berikan kepada nya di hari ulang tahun Lilim


"oh... Iya bagaimana dengan Artefak sarkaz yang aku berikan kepada mu sebelumnya ?" Lilim melihat ke kanan dan kekiri memastikan tidak ada yang dengar, ia sempat mrlihat ke arah Zarah sebentar tepi dia yakin Zarah adalah pengawal Aldric yang setia.


"itu masih dalam proses pembuatan dan sunggu aku tidak sanar untuk mengenggam baramg jadinya !" kata Lilim dengan semangat.


"jujyr saja hadiah mu lebih dari cukup untukku... Apa yang harus aku lakukan untuk membayarnya ?" Aldric mengelengkan kepalanya "apa maksud mu ? Itu hari ulang tahun mu apalagi pada angka sakral bagi ras iblis kan ?"


"ya itu benar.... Tetapi tetap saja barang yang kamu berikan kepadaku terlalu tinggi nilainya, Aldric menghela nafas "memang apa yang akan kamu tawarkan kepada ku ?" Lilim pun menjawab "apapun"


Aldric berpikir sebentar sebelum menjawab "bagaimana kalau.... Aku menyentuh tanduk mu ?".... "huh ?!" Zarah yang berada di belakang Aldric saja kaget mendengar hal tersebut dan wajah Lilim memerah seperti tomat.


Lilim langsung menutupi tanduknya "t-tapi kan..." Lilim kemudian kabur "dasar Aldric kamu pembuli !" Aldric melihat Lilim yang kabur "lah... Dia malah kabur... Haaaah" Aldric menghela nafas kecewa dia hanya ingin membantingkan tandunk iblis dengan tanduk hewan lainya tetapi kelihatanya tidak hari ini.


"Aldric aku tidak tahu kamu adalah orang yang seperti ini..." Aldric melihat ke arah Zarah "hah ? Dia yang mulai....", "itu bukan masalahnya.... Apa kamu akan menyentuh tanduknya di tempat umum ?" Aldric tidak melihat masalah dengan hal tersebut "ya... Mengapa tidak" Zarah terkejut sekali lagi apa lagi dengan jawaban Aldric yang percaya diri "dasar tidak tahu malu" tetapi Zarah menahan pemikiran lainya siapa tahu mereka memang dalam hubungan atau semacamnya, pikir Zarah


Tidak lama Belialor datang dan duduk di tempat duduknya Lilim "maaf aku terlambat aku harap kamu tidak tersinggung dengan keterlambatan ku" Aldric mengelengkan kepalanya "tidak tidak saya sempat berbincang dengan Lilim tadi"


Belialor mengangguk "baguslah... Jadi apa yang ingin kamunbicarakan" Aldric langsung saja ke tujuanya dia datang ke sini "apa anda tahu apapun soal The Hungry Children ?"

__ADS_1


Belialor diam sebentar sebelum menjawab "jika boleh tolong bisakah body guard mu di bubarkan sebentar jika kita ingin membicarakan The Hungry Children..." Aldeic melihat ke arah Zarah dan menganggu.


Zarah pun pergi meninggalkan tempat itu "jadi The Hungry Children adalab salah satu aib dari negeri bacchus, dulu mereka hanya ada di negeri ini namun mereka mulai menyebar ideologi mereka yang merusak... Haaah..."


"saya dengar mereka ingin membangkitkan dewa iblis... Namun mengapa ? Dan bukankah anda memiliki darah dari dewa iblis itu sendiri ?" Belialor mengangguk.


"ya... Setelah leluhur kami membunuhnya, kami mengklaim darahnya dan sekarang darah sang dewa iblis ada pada ku dan Lilim... Hal ini di perlukan agar kami bisa mengetahui di fase mana kebagkitan sang dewa iblis..."


Belialor menambahkan "di sisi lain mereka percaya bahwa sang dewa iblis akan menghancurkan dan membangun dunia baru... Biasanya mereka adalah orang orang yang tidak puas dengan dunia yang sekarang entah finansial atau secara moral"


"saat saya kembali dari negeri Their pangeran Halphas terbukti sebagai bagian dari kultis untuk mendapat kekuasaan, dan juga saat saya kembali dari Their saya dan pasukan saya di sergap oleh sekumpulan daemon dan penyihir dengan matra terlarang"


Belialor mengangguk "terdengar seperti The Hungry Children untuk ku... Katakan apa yang aku bisa bantu untuk kedepanya" Aldric mengagguk "aku butuh lebih banyak informasi"


Setelah 2 jam berbincang akhirnya Aldric pun pamit sekarang ia berjalan bersama Zarah menuju kereta kuda.


Sampai Aldric bertemu dengan Domma dan lagi mereka berbincang menanyakan kabar setelah perang sebelumnya dan masih banyak lagi, sampai pandangan Aldric terfokus pada tanduk besar dan kuat milik Domma.


"Domma.... Boleh aku menyentuh tanduk mu ?" "kamu masih ingin menyentuhnya ?!" Zarah meneoak wajahnya "tentu kamu belum benar benar menjawab pertanyaan ku ini"


wajah Domma mulai memerah "kemarin di pesta sekarabmng tempat umum... B-bahkan di depan pengawalmu sendiri", Zarah yang merasa ini sudah cukup menarik telinga Aldric.

__ADS_1


"a-aduduh... Zarah ada apa ?", "diam lah ayo cepat menuju kereta kuda..." Domma yang melihat Zarah menarik Aldric pergi merasa lega tapinjuga masih merah karena Aldric yang bertanya begitu saja.


__ADS_2