
Aldric masih berjalan halan di seluruh istana berusaha mencaru Kali dan Dawnbreaker, tidak lama ia bertemu dengan Dawnbreaker "ah !, di sini anda rupanya" Dawnbreaker sedikit kaget Aldeic mencarinya "memangnya ada apa Aldric ?"
"katakan anda suka cokelat jenis apa ?" Dawnbreaker di buat gagap oleh ini "e-eh !, a-aku... En-entahlah... A-aku belum pe-pernah makan c-cokelat sebelumnya..." Aldric berpikir sebentar, cokelat susu sepertinya akan menjadi awal yang bagus.
Aldric meraih ke sakunya dan mengeluarkan kantong cokelat susu "ini silakan ambilah... Jika tidak mau tidak apa" wajah Dawnbrealer mulai memerah "maaf Aldric aku bukan tipe yang suka manis.
Aldric hanya mengangguk dan mengambil cokelat hitam dan bittersweet, "pililah yang kanan (bittersweet) lebih pahit dari yang kiri" Dawnbreaker kaget, apakah Aldric serius ?!, ia baru saja membeli beberapa jenis cokelat untuknya, pikir Dawnbreaker ia tidak pernah di perlakukan secara spesial seperti ini biasanya orang orang melihatnya sebagai prajurit hebat, pelindung keadilan dan cahaya dunia, namun Aldric melihatnya layaknya ia seorang wanita.
wajah Dawnbreaker memerah suhu tubuhnya juga naik karena ini ia mulai mengepakan sayapnya secara reflek membuat dirinya dan area depanya mulai mengalami penurunan suhu.
Alric melihat sayap Dawnbreaker yang mengepakan sayapnya sebara teratur dan membuat sensasi angin sepoy sepoy, "a-anu... I-ini... Cuaca hari ini panas yah !, hahaha..." Dawnbreaker dengan canggung berbicara.
Aldric baru tau bahwa makluk celestial mendinginkan tubuh seperti ini dan bukan dengan sihir, "hahaha.... Melihat sayap mu membuat ku ingat burung bangau" hati Dawnbreaker sudah tidak tahan lagi ia menahan dirinya cukup lama ia ingin terlihat kuat layaknya rekan rekannya yang lain saat ber urusan dengan hubungan cinta seperti ini namun ia hanya tidak bisa di situ ia menyadari kelemahan hatinya.
Ia kemudian menutup dirinya dengan sayapnya, mengejutkan sayapnya begitu besar ua mampu menutupi ujung kaki sampai ujung kepalanya, "b-boleh... A-aku... Mengambil k-keduanya ?" Aldric hanya tersenyum "ambilah..., aku akansangat berterima kasih" Dawnbreaker mengambil kedua kantong cokelat dan kemudian perlahan membuka sayapnya.
"hey... Aldric... Tolong... Jangan panggil aku dengan formal lagi... Dan jangan panggil aku Dawnbreaker.... Panggil aku Astra... Itu nama Asli ku" suaranya terdengar sangatlah malu Aldric tidak tahu seorang celestial bisa menjadi begitu pemalu, tidak masalah yang ia tahu sekarang ia telah BERTEMAN, dengannya.
Suatu malam..., sebuah desa terbakar dari kejauhan, di ikuti jeritan monster yang mengrkegar dan bergema di udara.
Seseorang dengan armor hitam tebal, helmnya jyga hitam menutupi seluruh kepala dan wajahnya hanya ada kecil celah untuk mata dan mulut, ia memegang kapak besar di tangan kananya ia mengistirahatkanya di bahu kanannya, dan sebuah perisai hitam, perisai itu terlihat terbuat 100 dari baja atau mineral lainya ?.
Ia melihat dari kejauhan desa itu terbakar dari sebuah bukit di ujung tepi batu, matanya menyala ungu sama dengan kapaknya, dari posture tubuh armornya ia adalah perempuan.
"lama tidak bertemu dengan mu~... Jugger knight" sang jugger knight melihat ke arah belakangnya dan melihat Lilithra berjalan mendekatinya sebelum berdiri bersebelahan denganya, "aku kira kamu ada di Solantia... Apa yang terjadi ?"
__ADS_1
"orang dalam yang aku dapat sangat payah dan bodoh... Haaah.... Aku pasti kena marah oleh ratu" Lilithra terlihat sangat kecewa "hah !, sudah ku bilang arah pangeran Aldric... Ia adalah sasaran empuk cukuo beri ia kekuatan sihir ia pasti akan menuruti mu"
"apa kamu tahu seberapa sulit untuk menorobos kastil Solantia ?, di tambah lagi dengan dinding ke tiga itu" sang jugger knight melihat ke arah Lilithra "jika kamu ingin jalur mudah maka jangan salahkan hasilnya... Setifaknya sadari kesalahanmu aku yakin sang ratu akan berbaik hati, ini tidak seperti kamu melakukanya setiao kali"
Ada bebarnya juga sang jugger knight pikir Lilithra, "aku rasa kamu ada benarnya... Di tambah lagi aku bertemu dengan sebuah kreasi yang... Luar biasa... Sebuah mahakarya !" mendengar nada bicaranya Jugger knight jelas penasaran "mahakarya ?" Lilithra mengangguk.
"mhm... Sebuah supreme undead..." Jugger knight sedikit bingung "hm ?, apa yang spesial dari supreme undead bukankah Leah memiliki lebih dari 10 benda itu ?" Lilithra tersenyum dengan sombong "hmh... Tapi apa mereka dapat bicara ?, berpikir ?, mengkalkulasikan sesuatu ?".
Jugger knight semakin penasaran "apa yang kamu maksud ?" Lilithra pun menjawab dengan nada kagum "sebuah undead yang di bangkitkan dengan kemampuan dan pengalaman semasa hidupnya memang biasa, tapi sebuah Undead dengan ingatan dan kesadaran ?, itu adalah sebuah maha karya bahkan aku dan Leah belum bisa mencapai pencapaian itu"
Jugger knight terlihat tidak tertatik atau pun peduli "bagi ku itu tetaplah undead aku tidak melihat sesuatu yang spesial denganya" Lilithra sedikit tersinggung "itu simple karena kamu tidak pernah memahami sebuah seni dari sihir yang tidak kamu ketahui tidak seperti ku"
Dari kejauhan terlihat terdapat banyak pergerakan cahaya Jugger knight melihatnya dan mulai tertawa senang "hahaha... Akhirnya mereka datang... Kapaku dudah ingin mandi darah"
Lilithra menhela nafas "kadang aku hanya ingin di dengar" sebelum ia pergi masuk ke portal.
sementara itu di Solantia Mara baru saja menerima cokelat pemberian dari Aldric yang di kirim oleh Credric sekarang ia duduk di meja sambil memandangi cokelat itu, pikiranya sangatlah berkabut saat ini ia bahkan kesulitan untuk berpikir jernih.
Ia kemudan berpikir mungkin karena ia terlalu lelah di tambah lagi ia memang sudah menggunakan armornya tanpa henti seharian jadi mungkin itu adalah efek dari kekurangan oksigen atau kepanasan, tapi ia tahu itu salah armornya di buat khusus untuk melindunginya dan tidak memiliki timbal balik apapun armornya melindunginya dan tidak memberatkanya dengan apapun bahkan udara masuk lewat pori pori armor itu dan memblokir racun dan membiarkan udara segar masuk.
Ia mengambil cokelat itu dan menyimpanya di sebuah dimensi saku dan pergi meninggalkan perpustakaan.
Di saat ia baru keluar ia bertemu dengan Aldric, ia langsung bingung harus mengatakan apa "oh hi !, apa anda menyukai cokelat yang saya berikan ?" Mara dengan malu malu "i-iya begitulah..., tolong mulai sekarang jangan gunakan formalitas lagi... Aku... Aku ingin mengenal... Mu.. L-lebih baik"
Aldric pun mengangguk dengan senang "sukurlah kalau begitu..." di saat mereka sedang berbincang Kelly kebetulan lewat dan ia langsung berbalik arah dengan cepat berusaha menghindari mereka berdua.
__ADS_1
Namun Aldric melihat Kelly "hei Kelly, kamu mau ke mana ?" Kelly berbalik arah dengan ragu "um a-aku... Aku hanya kebetulan lewat..."
Kelly takut Mara akan tahu bahwa Aldric memberi cokelat kepadanya ia takut menyakiti perasaan Mara temanya karena ia tahu Mara menyukai Aldric.
Sementara itu Mara tidak ingin Kelly tahu bahwa Aldric memberinya cokelat jika Kelly tahu ia pasti akan di olok olok olehnya mengingat kebiasaan Kelly yang memang suka bercanda, ia tidak mau menahan malu lagi.
Sementara Aldric berpikir bahwa ia berhasil berteman dengan semua member pahlawan kecuali Kali lagi pula di mana dia ?.
"hei Mara" Mara dengan kaget karena ia tengelam dalam pikiranya taku Kelly tahu apa yang baru saja ia terima dari Aldric "ya !, a-apa ?"
"aku tidak melihat Kali seoanjang hari ini ke mana dia ?" Mara sedikit jengkel kenapa ia membawa nama Kali padahal ia telah memberikanya cokelat, sama dengan Kelly ia juga sedikit jengkel.
Kali memang memiliki tubuh yang bagus dan kepribadian yang indah dia juga adalah gadis suci pilihan langsung daru Dewi Eda, tapi kan aku adalah pedang keadilan di pilih langsung oleh Dewi Victoria, kenapa sih dia malah mrnanyakanya.... Hah !, atau dia ingin membuat ku cemburu iya !, itu pasti dasar jangan di hadapan Kelly juga dasar Aldric bodoh !, pikiran Mara dengan yakin.
Sepertinya Kelly berpikir demikian berusaha membuatnya cemburu, tapi Aldric sangat kejam ia berusaha membuat Kelly cemburu di hadapan sahabat nya yang di mana sahabatnya itu menyukai Aldric, pikir Kelly.
Mara memiliki rencana, ia tersenyum dengan sombing di balik helm nya itu "oh dia, yaaa... Taulah dia kan cantik dan tubuhnya juga bagus nama mungkin ia tidak punya pacar, jadi dia pergi dari Solantia terlebih dahulu karena ia ingin meraayakan Amorafest dengan pria tercintanya itu"'
Aldric terlihat sedikit kecewa "yah... sangat dj sayanvkan" Aldric telah menyulut api kepada kedua wanita itu mereka secara bersamaan "APA YANG KAU MAKSUD SANGAT DI SAYANGKAN !!!"
Mereka berdua pun kaget Aldric juga kaget Kelly dan Mara langsung melihat ke arah lain satu sama lain, Mara berpikir Kelly ikut marah karena Kelly tahu ia menyukai Aldric dan ingin Aldric bersama denganya dirinya, sementara itu Kelly tahu kenapa Mara marah tapi apa yang akan ia pikirkan melihstnya ikut marah ?
Aldric dengan wajah bingun "e-eh apa aku mengatakan sesuatu yang salah ?, ma-maaf" Mara takut ia akan di olok olok lagi oleh Kelly dan Kelly takut ia akan ketahuan bahwa hatinya telah jaru kepada Aldric.
Mereka berduapun membuat alasan untuk pergi dan mereka pun pergi ke arah yang berbeda, sementara itu Aldric dengan bingun sendirian di pertigaan lorong itu "padalah aku hanya ingin memberinya cokelat pertemanan"
__ADS_1