Kehidupan Baru Sebagai Putra Bungsu Kerajaan

Kehidupan Baru Sebagai Putra Bungsu Kerajaan
kunjungan


__ADS_3

Sudah se bulan semenjak chimera itu di tenangkan oleh Aldric, namun kelihatanya Chimera itu tidak ingin kembali ke tempat asalnya Andy berspekulasi Chimera itu berasal dari negeri bestia mengingat jumlah ras non human setengah hewan sebagaian besar berada di sana, Chimera itu juga tidak bicara begitu banyak berbicara namun keadaanya lebih baik dari sebelumnya.


Ia juga kelihatanya sangat dekat dengan Aldric... Hmm.... Aku ingin tahu kenapa, sekarang Chimera itu sudah di nyatakan ia berada di bawah perlindungan Aldric.


Chimera itu menyatakan namanya sebagai Vermut, dan semua orang mulai memanggilnya Vermut setelah itu, sekarang ia bekerja sebagai bodyguard untuk Aldric.


Walau begitu tingkah lakunya berbeda dengan 'bodyguard' pada umumnya ya dia tinggal di sisi orang yang harus dia lindungi tetapi ia tidak bisa diam seperti anak kucing selalumenjelajahi ruangan tempat Aldric singgah.


Setelah ia menjelajahi ruangan dia baru akan diam berdiri di sisi Aldric sebagai 'bodyguard', hari ini Aldric seperti biasa di kantornya melihat progress dari pembangunan di kotanya.


"aku tidak menduga semua berjalan secepat ini" Andy mengangguk sambil melihat kertas laporan "anda mengeluarkan banyak modal untuk semua ini, tentu semua akan berjalan cepat"


"barak telah selesai, fasilitas keamanan lain juga sudah..." Andy melihat ke kertas laporan lebih jauh "tuan... Apa yang di maksud dengan pabrik... Tahu"


"ah.. Yah aku lupa memberi tahu mu, aku baru menyadari kebanyakan hasil panen yang di sertorkan petani adalah kacang kedelai dan aku rasa jumlah nya lebih dari cukup untuk di buat tepung sisanya aku ingin berekperimen sedikit"


"saya harap anda sudah meminta izin untuk eksperimen yang akan anda lakukan" Aldric tertawa kecil "haha, jangan khawatir ini hanya soal makanan, aku akan coba berikan samplenya nanti, untuk sekarang tolong kirimkan surat printah ini untuk guild petualang" Andy pun pergi keluar kantor Aldric.


Sekarang hanya ada Aldric dan Vermut, Vermut menghela nafasnya "ada apa kamu bosan ?" Vermut mengangguk "mau pergi jalan jalan ? Setelah aku selesai dengan kertas ini ?" Vermut mengangguk dengan semangat "baiklah bertahanlah sebentar lagi.... Katakan Vermut mengapa kamu tidak berbicara ?"


Vermut kelihatan kesulitan membuka mulutnya "maaf... Tuan... Vermut... sulit... Ber...berbicara" Aldric mengangguk "belajarlah pelan pelan" Vermut kemudia menundukkan kepalanya, ya jni sudah biasa paling dia meminta elusan kepala, Aldric memberikanya saja karena ia masih berpikir mentalnya masih belum sembuh sepenuhnya.

__ADS_1


Aldric kemudian mengelus kepala Vermut ekor ularnya berayun ayun kekanan dan ke kiri wajahnya terlihat senang dan tenang.


Di saat seperti ini pintu kantor Aldric terbuka dengan tiba tiba dan Credric masuk ruangan "hey ! Aldric lama tidak berte..mu..." dia diam melihat adiknya mengelus kepala seorang wanita.


Celestia dan Seraphina juga ikut masuk "hey~... Aldric" mereka terkejut untuk memberikan pertanyaan kepada Aldric.


"ah !, kaka ! Kapam kalian datang ? Kenapa tidak memberi tahu, hahaha... Maaf aku sedang sibuk sekarang, oh iya Vermut perkenalkan merek kaka-kaka ku, dan kaka perkenalkan dia adalah Vermut bodyguard ku"


"tidak terlihat seperti body guard untuk kami" kata Aldric dengan nada curiga ke dua saudarinya mengangguk setuju, "huh ?" Aldric terlihat bingung sekarang.


"bodyguard mu bergingkah... Tidak seperti bodyguard untuk ku" kata Celestia berusaha menemukan kata kata yang benar "ya... Dan bagaimana kamu bisa mendapat chimera sebagai bodyguard ?" Aldric mengangguk dan berusaha menjawab pertanyaan kakanya itu "oh... Waktu itu ada kereta kuda yang membawa budak dan-..."


"kamu membeli budak !?" teriak Credric dengan kaget "apa !, tidak aku menangkap rombongan itu dan melakukan sesuai protokol" wajah semua saudaranya terlihat lebih tenang, "tetap saja seharusnya chimera di biarkan bebas" ujar seraphina.


"dari kelihatanya chimera itu tidak memiliki masalah aku rasa kita bisa biarkan ini" ujar Seraphina Credric mengelengkan kepalanya "tetap saja mereka terlalu dekat...." Credric melihat ke arah Aldric "Aldric ingat dengan Mara kamu...."


Seraphina dan Celestia langsung bingung mengapa nama Mara di bawa ke sini "ada apa dengan dia ?" tanya Celestia "kalian tidak perlu tahu"


Di sisi lain benua lain Manes dengan belatinya di tutupi darah monster berwarna ungu, ia duduk di atas seekor naga abyys dengan warna ungu yang telah pudar sisanya Kelly, Mara dan Kali sedang memotong bebedapa bagian monster itu, mereka melepaskan sisik, mata, tanduk dan juga mengumpulkan darahnya.


"kerja bagus kalian semua... Haah... Tidak menduga monster sebesar ini bisa sedekat ini dengan sebuah desa" Mara sambil meminum air dari botol yang ia bawa.

__ADS_1


Manes sedang membersihkan belatinya "tidak masalah kapten... Kita tidak akan berhasil jika kapten tidak memberi pukulan akhir yang kuat itu"


Kelly sedang di sembuhakan oleh Kali dengan cahaya suci yang krluar dari tangannya "bajingan iti mengarah padaku" Kali tertawa kecil sambil menyembuhkan lukanya "hehehe.... Dia sudah mengunci mangsanya tentu dia mengarah padamu"


"maaf Kelly aku tidak bisa menarik aggronya... Dia sudah mengunci mu dari awal" Kelly sambil mengeluh "haaah.... Aku beruntung aku bisa menghindar, tapi mengapa dia mengunci ku ?"


"bukan kah itu wajah ?, kamu yang paling bisa membuat kerusakan terbesar di sini terhadap monster, tapi yah... kamu tidak punya perlindungan" kata Manes sambil memasukan belatinya ke tempatnya, ia secarq diam diam mengambil sesuatu daru sakunya dan memakanya.


"woy bajingan !, kau makan apa huh ? Tidak mau berbagi ?" Manes kemudian memalingkan wajahnya, dan memutuskan untuk tidak menjawab.


"eh ?, tumben biasanya Manes akan mengatakan 'bawa snack mu sendiri'... Atau 'aku membelinya dengan uangku sendiri'... Ada apa dengan nya" kata Kali sambil memberi minum pada Kelly.


Selama ini Manes memakan cokelat yang di beri Aldric kepadanya, cokelat itu sekarang tersisa 2 buah lagi dan ia berusaha menghematnya, setiap aku memakanya kenapa aku tidak bisa berhenti memikirkanya... Dasar... Pikir Manes.


"hey !, lihat aku juga punya snack !", teriak Kelly sambil memakan sesuatu, itu adalah cokelat, jumlah cokelat milik Kelly masih banyak ketika ia memakanya ia teringat akan rasa bersalahnya kepada Mara, ia berusaha tidak membuat kontak mata dengan Mara.


"aku juga punya snack" kata Kali seperti biasa suaranya sangat lembut dan keibuan dia mengeluarkan kantong cokelat dan mulai memakanya "mau ?" ia menawar kepada ke tiga rekannya.


semuanya menolak karena mereka semua masih memiliki cokelat yang di miliki Aldric "eh... Ya sudah lebih banyak untuk ku,... Oh iya ngiming ngomong mengapa masing masing dari kalian berdoa di kuil amor (dewi cinta)"


Manes, Kelly dan Mara langsung berkeringat dingin "ya aku melihat Mara subuh ini pergi ke sana, lalu Kelly di siang hari dan Manes dia sering datang tengah malam.... Apa kalian memiliki seseorang yang kalian sukai ?"

__ADS_1


"brengsek bukan urusan mu" teriak Manes "iya urus urusan mu sendiri dasar !, kamu kan sudah punya tunangan jadi diam lah !" Kelly menamahkan "seharusnya kamu tetap diam itu adalah rahasia pribadi" kata Mara menahan emosinya


"eh ?!, aku hanya penasaran kita kan rekan" Kali berusaha membela diri "oh iya ?!, dan mengatakanya di depan semua orang adalah ide bagus ?, berpikirlah sebelum melakukan sesuatu" teriak Manes, bereka pun bertengkar cukup hebat sebelum kembali ke desa terdekat sebagai teman lagi...


__ADS_2