Kehidupan Baru Sebagai Putra Bungsu Kerajaan

Kehidupan Baru Sebagai Putra Bungsu Kerajaan
red ink


__ADS_3

Aldric telah mencari Astra kemana mana tetapi tidak ketemu juga dia malahan bertemu dengan Aradia berjalan di lorong mungkin dia tahu keberadaan Astra.


"hm ? Ada yang bisa saya bantu ?" Aldric menunduk hormat "perkenalkan nama saya Aldric... Apa ada kesepatan anda melihat Astra ?"


Aradia sedikit skeptis mengingat Aldric memanggil nama rekanya itu dengan nama depan "kalau boleh aku tahu kamu ini siapanya dia ?" Aldric sambil tersenyum "kami hanya teman"


"'teman' huh ? Entahlah aku juga baru datang... Ke negeri ini dia bukan orang yang suka berada di dalam bangunan begitu lama coba cari dia di luar munkin taman hotel dia kemungkinan besar ada di sana" Aldric mengangguk "baiklah terimakasih"


Aldric pun pergi menuju taman dan bertemu dengan Astra ternyata yang di katakan Aradia bukanlah kebohongan dia sedang bersantai disalah satu meja Aldric mendekatinya "boleh aku duduk di sini ?" Astra masih terlihst marah dan tifak menjawab hanya merespon dengan suara "hmp !" Aldric pun duduk melihat respon ini.


"Astra dengar aku benar benar minta maaf oke" Astra mempalingkan wajahnya dia terlihat tidak peduli namun ia juga mendengarkan Aldric pun menghela nafas tidak tahu harus apa "dengar kamu mau memaafkan ku atau tidak itu tidak masala yang terpenting kamu tahu aku merasa bersalah" Aldric pun pergi karena dia ingat restorasi hadiah ulangtahun untuk Lilim akan di tutup sebentar lagi.


Saat pergi Astra melihat ke arah Aldric entah kenapa dia juga merasa bersalah apa dia terlalu keras ? Lagi pula dia tidak tahu batasan mental Aldric kan ? Dia menghela nafas tanda khawatir.

__ADS_1


Di sisi lain Aldric mengambil kotak hadiahnya dan mencari seseorang secara spesifik dan ia menemukanya dia memiliki jubah panjang sampai sampai ia menyeret jubahnya itu, dia juga memegang sebuah tongkat dengan kerangka... Sesuatu di ujungnya wajahnya tidak terlihat kecuali tanduk yang terlihat kuat dia melihat ke arah Aldric "tuan Aldric apa yang bisa saya bantu ?" Aldric mengangguk "ini hadiah untuk ulang tahun sang putri nanti tolong yah"


pria itu mengangguk ia mengambilnya bukan dengan tangan namun dengan tentakel hitam yang muncul dari pakaianya sebelum memasukanya ke dalam sebuah portal yang entah menuju ke mana "terimakasih atas hadiaahnya tuan Aldric saya yakin sang putri akan menyukainya" Aldric mengangguk "ya semoga saja"


Aldric kemudian bertemu dengan Credric "Aldric di sini rupanya kamu aku kira kamu keluyuran lagi di kota ini", "huh ? Memang ada apa kak ?"


"ayo ikut aku sebentar" Aldric pun mengikutinya dan sampai di ruang tamu dan secara mengejutkan ayahnya, Edin, Belialor dan seorang raja elf berada di ruangan yang sama "ah itu dia anak bungsu ku" ucap ayah Aldric dengan bangga Aldric jugq menyadari adanya kehadiaran kaka kakanya yang lain, Lilim, Miriel, Brianna dan Elronde.


Aldric pun bingung apa yang terjadi di sini dan Belialor sambil bersandar di kursi mewahnya "baiklah akurasa itu semua kan ? Mari mulai" Aldric melihat ke arah Credric "kak ada apa ini ?"


Credric menambahkan "dulu oerang pernah terjadi karena tinta yang di coret di wajah pangeran sebelumnya berubah menjadi hitam dan konflik tidak bisa di hindari dan terjadi perang saudara yang cukup lama" Aldric benar benar tertarik dengan budaya tersebut, Credric lagi "kamu yang paling muda di ruangan ini jadi kamu akan jadi yang terakhir jadi tenang saja dan lihat kaka kaka dan orang lain lakukan oke"


Aldric mendengarkan dengan seksama penjelasan Credric tentang ritual "longa vita et beneficia." Meskipun ini adalah budaya yang asing baginya, dia memahami pentingnya dalam menjalin hubungan dan menghindari konflik yang tak diinginkan. Sambil melihat Lilim di atas altar, dia bertanya, "Bagaimana dengan Lilim? Dia terlihat seperti menjadi pusat dari ritual ini."

__ADS_1


Credric mengangguk "karena dia akan di umur di mana dia dapat membuat tentaranya dan juga mendapat setengah kekuasaan dari negeri ini penting untuk membuat hubungan baik... Apalagi hubungan adik kaka dari Lilim dan Belialor sangatlah dekat jika satu tersinggung itu sama saja menyinggung sebuah negeri, ini adalah ritual terpenting dari kedatangan kita ke sini" Aldric menghela nafas "yah... Unung ujungnya politik"


Aldric sambil tersenyum "ya begutulah kehidupan kita sebagai orang yang memiliki kuasa" Sementara para pelayan sibuk mempersiapkan ritual, Aldric melihat ekspresi Lilim yang tampak tenang meskipun situasi ini sepertinya cukup formal dan serius. Dia merasa penasaran bagaimana perasaan Lilim dalam menghadapi momen ini.


Ritual pun di mulai yang pertama adalah Belialor dia membuat dot di dahi adiknya itu lalu dari kerajaan Arrely sang raja, Miriel dan Elronde membuat garis di level bibir dan dagunya kelihantanya mereka di sini karena alasan politik, lalu dari negeri Brianna mereka hanya membuat dot dan garid di bawah hidung lalu kaka kakanya dan ayahnya membuat garid di level mata ke bawah kelihwtanya Solantia memang memiliki hubungan baik dengan negeri ini.


Sekarang giliran Aldric dia di berikan sebuah mangkuj kecil berisi tinta merah itu lalu dia membuat dot merah..... Di dahinya semua orang terlihat terkejut dan situasi menegang tetapi dot tersebut masihlah merah menunujuan Aldric tidak main main.


Tujuan Aldric di sini ingin menunjukan dia ingin membuat hubungan terbaik kepada kedua negeri tidak tahu menahu apa yang telah ia lakukan lilim terlihat terkejut dengan hal tersebut wajahnya memerah tetapi sulit di lihat dengan tinta wajah di seluruh wajahnya.


Terutama kaka kaka dan ayah Aldric dan Belialor melihat ke arah ayah Aldric "aku tahu anak muda naif tetapi yang ini hahaha... Yang ini benar benar di luar perkiraan ku" ayahnya Aldric juga mengangguk "sepertinya aku harus menghabidkan lebih banyak waktu bersama anaku yang ini... Haaah.... Aku benar benar tidak tahu pola pikirnya"


Ritual pun selesai dan mereka pun Brianna melihat Aldric dari jauh bersama dengan Agnes "tapi... Tapikan dia sudah punya Astra dia seorang Celestial !" Agnes menepuk bahu Brianna "akurasa dia mau membuat harem huh ?"

__ADS_1


"itu tidak lucu apalagi kamu sendiri sudah lihat reaksi Astra dia itu cemburuan" Agnes mengangguk "ya.... Biarkan saja kita hanya dapat melihat dari jauh"


Di sisi lain di pikiran Credric Aldric apa yang kamu lakukan ?! Bagaimana dengan Mara ? Dia menerima cokelat mu... oh demi Eda apa yang harus aku lakukan... Adiku sendiri.


__ADS_2