Kehidupan Baru Sebagai Putra Bungsu Kerajaan

Kehidupan Baru Sebagai Putra Bungsu Kerajaan
harapan


__ADS_3

Credric melihat bala bantuan datang Celestia, Seraphina bahkan sang raja dengan full armor emasnya datang bersama lebih dari 10 rb pasukan tetapi mereka tetap tidak bisa masuk karena barrier itu.


"Credric bagaimana keadaan selama kami pergi ?" tanya sang raja sambil melihat jumlah pasukan musuh "ayah Aldric berhasil mengaktifkan benteng... Aku juga melihat pemimpin dari abyss itu datang untuk berbicara dengan Aldric... Aku tidqk tahu apa yang mereka bicarakan tapi... Aku rasa bentrok akan terjadi"


Di saat seperti ini Celestia dan Seraphina sedang mengamati barrier yang musuh gunakan, mereka berdiskusi sebentar sebelum Celestia datang mendekati sang raja "ayah... Barrier ini sangat kuat dari luar tetapi lemah di dalam... Jika kita dapat berkomunikasi dengan Aldric dan ia mengirim pasukan untuk menghancurkanya dari dalam mungkin kita bisa masuk"


"sayang sekali kita tidak bisa berkomunikasi lewat surat... Tapi apa telepati bekerja ?" tanya sang raja "aku akan coba" Celestia berfokus kelada pikiranya dan di perkuat sihir yang ia salurkan ke tongkatnya ia berhasil menembus barrier itu tetapi semakin ia menyelam ke dalam barrier itu semakin lemah sihirnya hingga mantranya hilang sepenuhnya, Celestia mengelengkan kepalanya "aku tidak bisa melakukanya... Barrier ini benar benar merepotkan"


Dari kejauhan langit Credric melihat sejumlah entitas terbang dan ketika ia lihat lebih baik itu adalah rombongan pasukan celestial Astra, Aradia dan satu lagi jendral pasukan Celestial datang mendekat jumlah mereka ada 500, 200 di pimpin oleh Astra, 300 di pimpin Aradia, dan sisanya di pimpin oleh jendral Celestial terakhir.


"para celestia ?! Di lihat dari jumlahnya mereka tahu apa yang terjadi di sini" ucap Credric dengan bingung mereka pun mendarat dai hadapan sang raja.


"kami menerima laporan penyerangan skala besar di sini..." Aradia melihat ke dalam barrier dan melihat apa yang terjadi "oh... Keadaan yang buruk untuk mereka... Apa kalian menemukan cara untuk masuk ?"


Celestia mengelengkan kepalanya "tidak tapi kami tahu barrier ini lemah dari dalam kami hanya tidak tahu cara menyerangnya dari dalam karena kita tidak punya komunikasi dengan orang dalam"


"aku punya ide", "apa itu Radiant ?" tanya Aradia kepada jendral celestial ke 3 "aku akan memanggil para pahlawan.... Tapi ini membutuhkan waktu... Kemungkinan 40 menit..."


"aku tidak yakin kita punya waktu sebanyak itu", "ada ide lain ?" Aradia diam sebentar sebelum berbicara ia berpikir keras "lakukan lah"


Radiant lalu memunculkan tongkat sihirnya dan sebuah altar putih bersinar muncul di sekitarnya dengan 4 lingkaran pemanggilan di sekitarnya.


Sementara itu di dalam Aldric dan para pemanah lainnya sudah siap untuk serangan, suara kontruksi kayu di belakang terdengar itu adalah pasukan leier membawa sesuatu yang dapat membantu mereka, itu adalah catapult di dorong jumlah mereka ada 3 dua nya di dorong oleh 3 orang sementara satu di tengah di dorong oleh Vermut.


Ketika sudah di posisi Vermut lompat ke atas benteng dengan kekuatan kakinya di sisi Aldric "kamu tetap di belakang beri suplai batu kepada alteleri" wajah Vermutterlihat khawatir "jangan khawatir... Aku akan baik baik saja sekarang pergi lah Vermut mengangguk dan kembali turun.


Sementara itu orang orang melihat kontruksi apa yang di bawa dan di temukan oleh Aldric mereka bertanya tanya tujuanya di buatnya benda itu.


Dunia ini tidak memiliki alteleri karena adanya sihir setiap penyihir bisa menjadi altelerinya sendiri walau begitu kebanyakan oenyihir hanya dapat menjangkau 200 meter sampai 300 meter... Sementara catapult dapat mencapai 400 meter sampai 500 meter jika dalam posisi yang bagus, pikir Aldric sambil melihat pasukan leier mempersiapkan catapult itu.


tidak lama pasukan musuh mulai bergerak mendekat para pemanah menunggu jarak efektif untuk menembak Aldric mengacukan tanganya banyak pemanah bingung apa yang dia lakukan musuh masih jauh dari jarak efektif busur dan crossbow mereka.

__ADS_1


Tidak lama Aldric menunjuk ke arah depan tapi tidak ada yang menembak musuh masih terlalu jauh, tetapi kontrapsi catapult itu bergerak dan melontarkan batu batu ke arah musuh barisan depan mereka sempat hancur sebelum mereka kembali ke posisi merek beberppa dari mereka mati terkena bebatuan yang di lontarkan.


Para pemanah melihat ke belakang dan melihat Catapult itu baru saja melemparkan batu batu berukuran sedang dan itu menhkancurkan lawan dengan mudah.


Karena kekuatan fisik dan juga sihir yang membuat pergerakan lebih cepat para operator cataoult itu mengisi ulang hanya dalam waktu 30 detik lalu mereka langsung menembak lagi dan lagi.


Barisan depan musuh benar benar menjadi korban dari batu batu tersebut bahkan perisai mereka tidak menyelamatkan mereka dari serangan ini.


melihan musuh sudah di jarak yang efektif para pemanah melepaskan panahnya membuat mereka meluncur ke arah musuh, beberapa peluru sihir dari para penyihir dan sorcerer juga di tembakan Aldric juga berpatisipasi dalam hal ini.


Hujan deras membasahi medan perang saat pasukan musuh menghampiri dengan pedang dan perisai terangkat. Tetapi tiba-tiba, langit yang ubngu dipenuhi oleh ribuan anak panah yang turun seperti hujan, menghujani pasukan musuh dengan kekuatan dahsyat suara letupan dan ledakan dari anak panah spesial juga terdengar.


Akurasi para pemanah bukanlah yang terbaik tetapj menembaki musuh yang berkumpul dalam group besar bukanlah hal yang sulit jugger knight melihst batu batu yang terlontar dari dalam benteng "apa mereka punya golem ?" gumamnya namun gumamanya terdengar oleh Lilithra "aku tidak yakin itu adalah golem... Jarak lemparanya terlalu jauh untuk golem"


hal ini juga terjadi di luar barrier di mana Astra bertanya kepada sang raja "apa anda memberi Aldric golem ?" sang raja mengelengkan kepalanya "tidak... Mungkin dia membelinya di pasar sihir atau sesuatu" Aradia memperhatikan lebih lanjut "dari jarak jangkauanya itu bukan golem itu sebuah... Kontrapsi atau entahalah sesuatu yang aku tidak begitu yakin apa"


Percing arrow menembus armor musuh, explosive tip menghancurkan kerumunan musuh, dan poison arrow membunuh musuh secara perlahan, dan element arrow membuat kebingungan besar pada musuh apakah mereka di tembaki anak panah atau peluru sihir.


Walau begitu mereka tidak berhenti dan terus berbaris bendekat dengan jumlah musuh yang sebanyak itu rasanya mustahil untuk memukul mundur mereka semua.


Melihat ini Aldric memberi isyarat kepada alteleri untuk memperjauh jangkauan mereka ke arah para penyihir mereka pun menembak dan para oenyihir terkena lemparan batu tersebut tembakanya tidak akurat terapi mereka berhasil membuat para penyihir di garis belakang mundur untuk sementara.


"tch... berapa jauh jarak golem itu dapat melempar ?" Lilithra melihat ke arah jugger knight "sudah ku bilang itu bukan golem", "terserahlah"


Lilithra lalu melihat ke arah bala bantuan yang ada di luar "jika kamu tidak mengakhiri ini dengan cepat mereka akan masuk" Jugger knight juga menyadari ini dan dia menghela nafas "bantu aku menghancurkan barrier mereka dan tolong cepat", "oh~ aku kita kamu tidak perlu bantuanku", "diam dan lakukan"


Aldric terus menembakan anak panahnya tanganya mulai pegal dan sakit karena bobot yang ia tarik itu tidak ringan Aldric menyadari bahwa salah satu dari abyss itu membuar energi besar dan membuat projektil kuat dia tidak punya waktu untuk memberi tahu para alteleri untuk mengarah padanya dan dia hanya bisa berteriak "menunduk !"


Projekrip itu menghancurkan barrier yang telah bertahan begitu kuat dan sekarang para abyss dapat menyerang secara langsung hujan panah dari abyss mulai terjadi dan korban mulai berjatuhan,Aldric melihat ke arah bukit dan mrlihat bendera merah telah berkibar dan musuh semakin dekat dengan benteng.


"baiklah saatnya ! Le-" sebelum Aldric dapat memanggil nama leier 3 buah anak panah menusuk dada perut dan bahu kirinya dia tejatuh ke dan di tangkap oleh salah satu pemanah "tuan Aldric !" kepanikan terjadi di benteng pertahanan musuh mulai mensekat dan mendekat leier mendatangi Aldric dengan panik.

__ADS_1


"tuan ! Aku akan membawa mu ke balaikota dan-", "jangan ! Tetap di sini.... Dan... Laksanakan rencananya..." leier mengangguk ia mengeluarkan bendera biru dan mengibarkanya, seketika gerbang terbuka dan pasukan leier keluar darinya bersiap untuk bertempur dari bukit pasukan silver lance muncul bersama pasukan kalvary tambahan dari pasukan leier mereka berlari dengan kencang "jangan takut ! Jika kita gagal semua akan mati ! Arah makluk itu !" teriak Kirill menyemangati pasukanya mereka mengarah krpada monster besar di tengah pasukan.


"charge !" seketika kecepat kalvary nya meningkat drastis mereka di liputi cahaya putih kesilveran musuh yang mrlihat ini memasang barikade perisai namun mereka tidak cukup cepat dan mereka di tabrak dengan kekuatan yang luar biasa, mereka terhempas layaknya debu dan silver lance membuat jalan mereka menuju sang monster yang berjalan lambat.


Monster yang berjalan lamban itu menyadari dia dalam bahaya dan bersaha menyerang dengan lengan besarnya namun lengan besarnya itu di tembus oleh kecepatan yang mengerikan dari silverlance, mereka langsung mengarah ke kaki kecilnya membuat dia terjatuh dan silver lance keluar dari sisi lain untuk melakukan manuver serangan lagi.


pasukan pertahanan membentuk formasi phalanx dengan ketat. Para prajurit memegang tombak dan perisai mereka dengan berani, membentuk dinding pelindung yang kokoh. Barisan depan bertahan tegak dengan perisai saling tumpang tindih, sementara tombak-tombak mereka menjulang ke depan, siap untuk menahan serbuan musuh.


Para prajurit di barisan belakang menjaga posisi mereka dengan teliti, siap untuk menggantikan yang terluka atau lelah. Suara perisai bertabrakan dan tombak-tombak yang bersentuhan menciptakan dentingan logam yang menggelegar, mengirimkan getaran melalui barisan phalanx. Dengan keberanian yang tak tergoyahkan, mereka membentuk benteng manusia yang tak bisa ditembus oleh serangan lawan.


Pasukan Abyss yang mendekat langsung saja di tusuk atau di pukul bundur dengan tombak tombak panjang mereka pasukan busuh tertahan dan tidak lagi dapat maju.


Jugger knight yang melihat pasuoanya teracak acak oleh ratusan kalveri dan garis depan yang tertahan merasa kesal dan marah "apa apaan ini !" Lilithra tertawa kecil "hahaha.... Pria muda itu boleh juga... Strateginya benar benar efektif... Hey~ kamu sudah kehilangan monster siege mu dia tidak lagi dapat berjalan dengan lukanya"


Jugger knight juga melihat ke arah bala bantuan untuk Aldric ritual pemanggilan mereka sudah dekat "sial !, kita mundur" Jugger knight pun hilang masuk ke dalam asap hitam sama seperti Lilithra yang juga ikut pergi.


Pasukan Abyss yang di tinggalkan kehilangan arahan dan mulai bergerak secara tidak beraturan, akurasi mereka juga berkurang begitu drastis dan lebih mudah di habisi.


Secara tiba tuba pilar cahaya muncul dari arah pasukan bala bantuan dan barrier abyss itu hancur, sinar matahari menjelang siang terlihat membuat semangat prajurit Aldric makin bersemangat.


Astra di ikuti oleh beberapa Celestial lain dengan lance nya memimpin di depan menabrak beberapa abys sebelum naik dan menukik turun dengan kecepatan tinggi untuk melakukan hal yang sama dengan presisi yang luar biasa.


Radiant memunculkan banyak bola api yang meledak sebesar 1,5 meter di area ledakan dan jumlahnya tidaklah sedikit pasukan musuh mulai sudah tidak lagi dalam formasi seakan mereka menjadi makluk individu tidak seperti sebelumnya


Pasukan phalanx memukul mundur pasukan musuh dan mulai maju, pasukan Solantia bersama raja, para pangeran dan bahkan Mara, Kelly, Manes, dan Kali juga mulai menyerang pasukan musuh, "tuan kita menang ! Barrier berhasil di hancurkan dan bala bantuan berhasil masuk !"


"hah.... Hahah... Baguslah... Aku... Aku istirahat dulu sebentar" Aldric tidak sadarkan diri di kelilingi oleh 5 cleric berusaha menutupi lukanya dengan sihir tetapi karena dia kehilangan banyak dara dia kehilangan kesadaran dengan cepat. "tuan !... Seseorang cepat bawa dia ke kuil !"


Kekahawatiran dirasakan semua orang yang ada di benteng waktu itu juga Vermut mengendong Aldric dengan cepat menuju kuil bersama beberapa Celeric menaiki kuda.


Suara sorakan kegembiraan keluar dari semua kuil mereka melihat kedatangan pasukan Aldric mengira akan di beritahu bahwa mereka menang tapi mereka terkejut begitu melihat Aldric yang terluka parah oleh tiga anak panah.

__ADS_1


Orang orang langsung memberi jalan Vermut memasukanya ke dalam sebuah kolam kecil, kolam itu langsung ternodai oleh darah Aldric dan para Cleric mulai mengalirkan mana mereka ke kolam tersebut.


"sukurlah kita tepat waktu... Haaah... Aku kira kita akan kehilangan tuan Aldric" beberapa pasukan datang untuk mengecek dan lega melihat dia masih bernafas di kolam suci....


__ADS_2