
Di sepanjang pertemuan itu Aldric tidak mengatakan apapun kepalanya begitu kosong dan ia bahkan tidak bisa fokus mendengarkan pembicaraan ayahnya dan 'raja' lainya itu, kaka - kakanya ikut berbicara juga tapi entah apa yang mereka bicarakan telinga Aldric hanya dapat menangkap beberapa kata seperti 'abyss', lalu ada 'garis depan' dan juga 'para pahlawan' sisanya hanyala heningan Aldric benar benar berharap ia tidak mempermalukan nama keluarganya berlebihan...
Yang jelas adalah apa yang di bicarakan ini penting dan Aldric berusaha menghubungkan pikiranya yang kalang kabut kembali ke pembicaraan.
"yah kristal abyss menyebar begitu banyak di pasar gelap aku rasa kita harus mempertegas bagian perbatasan" kata ayah Aldric sambil mengosong gosok dagunya.
"kita tidak bisa terus mengandalkan perbatasan untuk menangani masalah ini kita harus melakukan pemeriksaan mendalam" kata raja entah dari mana itu melihatanya ia menegaskan kata katanya sepertinya ia telah memberikan ide itu sebelumnya.
Aldric mencoba untuk mengumpulkan pikirannya dan fokus pada percakapan yang sedang berlangsung di antara ayahnya dan tamu kerajaan. Meskipun ia tidak sepenuhnya memahami konteksnya, Aldric mencoba untuk menangkap beberapa kata kunci seperti 'kristal abyss', 'pasar gelap', 'perbatasan,' dan "pemeriksaan mendalam'
Dari apa yang ia tangkap, Aldric menyadari bahwa pembicaraan tersebut berkaitan dengan masalah serius yang melibatkan kristal abyss. Kristal tersebut tampaknya menjadi sumber perhatian dan mungkin memiliki implikasi yang signifikan bagi kerajaan. Ayahnya mengungkapkan kekhawatiran tentang penyebaran kristal abyss di pasar gelap, sementara raja lain menyarankan untuk melakukan pemeriksaan yang lebih mendalam.
Sayangnya ia tidak tahu apa itu kristal abyss dan lebih baik ia diam apakah itu semacam obat terlarang ?, benda ilegal ?, apapun itu dari namanya bukanlah sesuatu yang bagus.
Aldric kemudian memunculkan layar sistem yang hanya ia yang bisa lihat dan pergi ke bagian serch untungnya layar itu bisa di kendalikan oleh pikiran pikiran Aldric layaknya cursor pada komputer dan ia melakukan pencarian kristal abyss.
Hasilnya adalah sebuah dokumen ketika ia ingin melihat lebih banyak ia di perharuskan memiliki sistem berlevel lebih tinggi dengan cara menyelesaikan pencapaian untuk mendapat exp untuk sistemnya namun hasil pencarian yang sekarang seharusnya tidak masalah.
Isi dari dokumen itu adalah, sebuah kristal ungu kebiruan memancarkan aura dingin dan tidak nyaman, biasanya di temukan di kedalaman abyss monster/hewan yang ter-expose oleh energi kristal ini akan mula bermutasi menjadi layaknya makluk abyss yang tidak berakal, jika manusia yang ter-expose di sisi lain akan menghasilkan monster abyss dengan wujud humanoid dengan kekuatan sihir dan fisik yang kuat namun dengan menggadaikan akal sehat yang ter-ekspose oleh kristal ini, kristal ini di jual bebas di pasar gelap yang biasanya di selundupkan oleh organisasi kriminal atau terroris.
Setelah membacanya Aldric menyadari seberapa bahayanya kristal ini mengingat benda ini terjual bebas di pasar gelap, pembicaraan masih berlanjut Aldric langsung memfokuskan pikiranya ke dalam pembicaraan itu.
"... Ah... Mari kita kesampingkan saja dulu tentang kristal abyss itu.... Dan pergi ke bagian paling pentingnya saja..." kata tamu kerajaan itu, sementara Aldric berpikir bagian paling penting ? , jika kristal abyss bukan sesuatu yang begitu penting lalu apa itu ?, "apa anda benar benar ingin memundurkan diri dari tahta ?" ruangan pun menjadi sedikit lebih senyap dari sebelumnya dan ayah Aldric membutuhkan waktu sebelum dapat membalas pertanyaan itu.
__ADS_1
"ya.... Ada masalah ?" jawab Ayah Aldric dengan percaya diri, "mengapa Allen ?, apa sesuatu terjadi ?, apa ada pihak yan-" perkataan tamu kerajaan itu di potong oleh Allen "tidak ada pihak manapun yang meminta aku mundur ini semua adalah keinginan ku" ruangan menjadi sunyi setelah itu.
Memberikan jawaban yang terdengar percaya diri, tetapi terlihat ada ketidakpastian dalam ekspresinya. Aldric mencoba memahami situasi ini, berusaha menghubungkan petunjuk-petunjuk yang ada.
Tamu kerajaan kembali bertanya dengan lebih tegas, mencari kejelasan atas keputusan ini. Aldric merasakan ketegangan dan kecemasan yang mengisi ruangan, dan semua orang menunggu dengan napas tertahan atas jawaban yang akan diberikan oleh ayahnya.
Ayah Aldric akhirnya menjawab dengan suara yang terdengar sedikit gemetar, "Ya... Ada masalah. Aku merasa bahwa tanggung jawab dan beban sebagai seorang pemimpin sudah terlalu berat bagiku. Aku telah mempertimbangkan dengan matang dan merasa bahwa saatnya aku melepaskan tahta ku"
"jika itu yang kamu inginkan.... Terserah lah.... Beri tahu anak pewaris mu itu untuk tidak sungkan meminta bantuan dari ku" balasan dari tamu kerajaan kelihatanya ia menyerah dengan kegigihan Allen untuk menurunkan mahkota itu dari kepalanya.
"aku tahu kamu akan pahan pada akhirnya Douglas teman ku, terimakasih untuk segalanya" kara Allen sambil menyilangkan tangan kananya, "tidak... Tidak masalah kita ini teman.... Aliansi.... Manusia.... Kita harus mendukung satu sama lain di titik seperti ini" balasan dari Douglas dengan bijaknya.
Aldric menyimak pertukaran kata antara ayahnya, Allen, dan tamu kerajaan, Douglas. Ia merasa sedikit lega mendengar bahwa Douglas akhirnya menyerah dan menerima keputusan ayahnya. Ada rasa persahabatan dan solidaritas yang terjalin di antara keduanya.
Pembicaraan itu berakhir dengan makan siang di mana Aldric berhasil permisi terlebih dahulu dan pergi ke kamarnya yang di mana seperti biasa menjadi rapih lagi, ia kemudian menerima mail hadiah dari pencapaian yang ia dapatkan sebelumnya.
Ketika mail di buka di bagian layar sistem sebuah statik tercipta di ruang realita tepat di hadapanya sebelum itu mengeluarkan sesuatu sebuah kotak emas dengan dengan note musik yang melayang di dalamnya terdapat sebuah kontrapsi yang aneh tapi indah, akhirnya Aldric menyadari itu adalah music box.
Aldric menekan bagian atas musik box tersebut dan Suara melodi yang lembut dan menghanyutkan terdengar memenuhi ruangan suara yang di hasilkan begitu indah tapi juga rumit dan aneh tapi tidak bisa di pungkiri itu tetaplah indah.
Tanpa Aldric sadari music box itu memancarkan energi sihir yang membuat orang yang mendengarnya menjadi relax dan membuat pernafasanya menjadi lebih baik semua ketegangan dan rasa malu yang ia rasakan sebelumnya menghilang perlahan, sedikit yang Aldric tahu music box itu hanya bisa di dengar dari satu ruangan sementara lorong di luar kamarnya tidak mendengar apapun dari music box itu.
__ADS_1
ia pun berbaring di atas kasurnya dan mulai melihat lihat sistem lagi kali ini bagian market, dan sama seperti serch ia membutuhkan lvl untuk pergi ke bagian lebih dalam dari market tersebut, walau begitu market berlvl 1 masihlah memiliki isi yang bagus, ia dapat membeli banyak hal dengan harga yang relatif murah.
Namun rekening di marketnya masihlah nol ia menbutuhkan uang koin untuk mengisi rekeningnya walau begitu ia tidak terlalu peduli lagipula ia sedang tidak ingin beli apapun untuk saat ini, karena lantunan musik yang ada ia tidak sengaja tertidur di kasurnya, Aldric bermimpi indah siang itu.
di sisi lain istana Celestia, Seraphina dan anak dari Douglas sedang meminum teh di bagian kebun kerajan meja indah putih dengan peralatan teh klasik nan indah, serta sebuah objek layaknya payung terbang di atas mereka melindungi mereka dari panasnya matahari.
mereka berbincang banyak hal seperti pakaian, tas, namun yang terutama adalah sihir dan sekolah mereka.
"kalian tahu, sihir radar adalah sihir yang belum bisa aku pelajari atau kuasai" peryataan dari anak Douglas, "eh !?, kamu belum bisa sihir radar ?" kata Seraphin terkejut tidak heran ia memang seorang gadis yang berbakat di bidang sihir.
"apa kamu kesulitan memvisualisasikanya ?, atau mengkontrol aliran mana mu ?, tanya dari Celestia , "semuanya, oke ?, entah mengapa memvisualkan dirimu dari sudut pandang orang ke tiga dan lingkungan tempat mu berada sangat sulit walau sudah ada ilustrasinya itu tidak membantu" eluhan dari anak Douglas, sepertinya ia memang memiliki masalah dalam menguasai sihir radar.
"dengar Brianna kamu harus mempelajarinya dan menguasainya bulan ini juga masalahnya nanti ujianya akhir bulan ini" peringatan dari Celestia, "iya aku tahu tapi aku hanya tidak bisa..." kata Brianna setelah itu meminum tehnya, ia jelas terlihat stress.
Seraphina dan Celestia melihat Brianna dengan keprihatinan. Mereka memahami betapa pentingnya menguasai sihir radar dalam perjalanan Brianna menjadi seorang penyihir yang mahir. Namun, mereka juga tahu bahwa setiap individu memiliki tantangan dan kesulitan yang berbeda dalam mempelajari sihir.
"Tenanglah, Brianna. Kami semua memiliki kemampuan dan kemajuan yang berbeda dalam belajar sihir", ujar Seraphina dengan penuh empati, "Tidak semua aspek sihir dapat dengan mudah kita kuasai. Kadang-kadang diperlukan waktu dan kesabaran yang lebih untuk memahami dan menguasai suatu bentuk sihir tertentu"
Celestia menambahkan, "Kamu tidak sendirian dalam perjuanganmu. Kami akan selalu ada di sampingmu untuk memberikan dukungan dan bantuan. Jangan menyerah dan teruslah berusaha. aku yakin kamu akan berhasil menguasai sihir radar ini."
Brianna mengangguk dengan ekspresi campuran antara harapan dan kecemasan. Ia tahu bahwa ia harus bekerja keras dan fokus untuk mencapai kemajuan dalam sihir radar. Meskipun ia merasa stress dan tertekan, ada kehangatan dalam dukungan Seraphina dan Celestia yang membuatnya merasa lebih percaya diri.
"terimakasih kalian berdua memang teman baik ku" kata Brianna sambil terseyum hangat kepada kedua teman nya itu, ia tahu ini tidak akan menjadi mudah tapi ia harus bisa melakukanya.
__ADS_1