
Setelah semua pasukan abyss di habisi pasukan Aldric memasang tangga dan menaikinya, ketika mereka sudah di atas mereka menyadari kastil tersebut sangatlah sunyi, mereka dengan mudah menuju ke arah gerbang dan membukanya dari dalam tidak lama pasukan Aldric, Domma dan Goedo menguasai kastil tersebut.
Dan mulai menjelajahi kastil tersebut, asa banyak lantai untuk menembak sebuah cela kecil agar penyihir dapat menembak darinya, tong amunisi yang berisi anak panah abyss, juga suply makanan "mengapa mereka punya suply makanan ? Bukanya abyss sama sekali tidak prlu makan, tidur... Bahkan mereka tidak perlu bernafas" ucap salah satu Heirbearers sambil menjarah apa yang bisa ia ambil.
"aku rasa ini bukan untuk mereka" Heirbearers mengalihkan pandanganya ke arah pasukan Aldric "apa maksud mu ?", "aku rasa ini untuk tawanan... Yang mereka tahan, mrmbuat mereka hiduo cukup lama untuk di jadikan perisai daging"
"'lalu di mana mereka ?", "heh.... Mungkin mereka semua mati karena sudah tidak berguna lagi untuk mereka" kata salah satu pasukan Aldric sambil melihat sebuah keranjang buah "lihat ini... Buah buah ini masih segar... Buah dengan kualitas seperti ini hanya bisa datang dari Arrely"
Heirbearers itu merasa bingung "jadi maksudmu mereka menerima pasokan makanan ini dari Arrely ?" pasukan Aldric itu menggelengkan kepalanya "aku tidak bilang mereka menerima ini dari Arrely, aku hanya mengatakan buah ini terlalu segar untuk di tumbuhkan oleh abyss"
Ia pun mengambil sebuah apel yang merah matang, itu sangat indah, rasanya itu keluar dari lukisan dan memiliki harum yang manis, dan pasukan Aldric itu mengigutnya seketika air apel itu tumpah dari gigitanya "wow... Sangat manis... Ini jelas kualitas yang Arrely miliki"
"lalu dari mana mereka mendapatkan buah buah ini ?" Heirbearers itu sambil mengambil sebuah pir dengan tentakel merahnya "mereka mencurinya ? Entahlah para abyss selalu mencuri sesuatu dari kita, heh... Bahkan mereka mengambil wujud wanita karena semua makluk Celestial adalah perempuan"
Heirbearers mengangguk "aku akan melaporkan ini ke para pemimpin nanti, kamu ikut dengan ku ?" pasukan Aldric itu mengangguk "baiklah ayo"
Tidak lama beberapa pasukan yang mengeksplor menemukan sebuah jalan bawah tanah Aldric dan pasukanya turun ke sana, ada sebuah sistem bawah tanah di sana, temperaturnya lebih hangat dari pada di atas. Namun Aldric dan pasukanya belum benar benar mau mengeksplor sistem bawah tanah di bawah kastil itu.
__ADS_1
Di sisi lain Domma berhasil menemukan kristal barrier di dalam kastil tersebut di ruangan terembunyi di bagian belakang kastil, ia langsung memukulnya hingga pecah, barrier yang panjang darj ujung ke ujung itu kemudian pecah dan hancur.
Para abyss langsung mundur melihat barrier yang runtuh sehingga ketiga kastil berhasil di amankan dan jalan menuju ibukota dwarf terbuka lebar, Goedo pun juga ikut ke sistem bawah tanah dan mulai mengeksplor bersama dengan Aldric dan pasukanya, mereka mendengar suara tangisan dari suaru tempat.
Dan ketika mereka sampai itu adalah tawanan beberapa wanita menangis karena takut, tetapi ketika melihat pasukan Aldric yang bukan abyss mereka menjadi lega.
Ketika mereka di keluarkan salah satu dwarf datang ke Aldric dan berlutut di hadapanya sambil memohon "tolong cari anak perempuan ku, dia lari saat mau di bawa dan aku yakin dia masih hidup" ucapnya sambil matanya yang berkaca kaca.
Goedo berusaha menenangkanya, Aldric mengangguk "aku akan mencoba mencarinya... Tapi aku tidak bisa menjamin aku akan kembali denganya, sekarang cepatlah mengungsi duluan" sang dwarf itu mengangguk, Goedo membantu pria itu berdiri, Aldric pun mengeksplor sistem bawah tanah itu lebih dalam lagi.
Ia kemudian sampai ke sebuah ruangan di mana banyak tong dan menyadari salang satu tong memiliki penutuo yang longgar ia pun membukanya, di dalam ada seorang anak gadis dia terlihat ketakutan, melihat ke arah Aldric dengan matanya yang berkaca kaca.
Gadis itu tidak menjawab tetapi dia membalas namun sebuah suara muncul di kepalanya 'nama ku lala....' Aldric kemudian menyadari gadis itu tidak memiliki kemampuan berbicara tetapi dia bisa melakukan telepati Aldric mengangguk "senang bertemu dengan mu lala.... Ayahmu menunggu mu di luar jadi ayo kita berang-...."
tiba tiba suasana menjadi dingin sebuah kehadiran mengerikan telah tiba di sisi lain lorong Aldric langsung mengendong lala dan kembali menaruhnya di dalam tong "tetap di sini oke jangan keluar sampai aku yang minta" lala mengangguk dan dia bersembunyi di dalam tong lagi.
Aldric menarik pedangnya dan siap untuk bertarung, dari lorong itu muncul muerte dengan buku buku yang berterbangan mengelilinginya dan ia menggunakan jubah hitam keunguan pakaianya anggun dengan cara yang aneh, dan wajahnya cantik tapi juga sangat mengintimidasi.
__ADS_1
Di belakangnya Zarah, Morana, dan Velara berdiri, Aldric yang melihat ini langsung berpikir bagaimana jalan keluar terbaik, atau ini akan menjadi akhir dari dirinya di dunia ini.
"oh jangan takut Aldric aku hanya ingin berbicara dengan mu" ucap muerte dengan nada santai.... Entah mengapa dari nadanya ia sepeti mengejek mungkin itu memang cara bicaranya.
"kalau begitu cepat katakan sesuatu" kata Aldric sambil menodongkan pedangnya "oh~ jangan kasar begitu... Namaku muerte sang ncromancer dan aku sudah hidup ratusan tahu.... Dengar aku ingin menawarkan sesuatu padamu... Hehehe.... Aku akan memberikan kekuatan sihir padamu agar kamu dapat melakukan sihir tetapi kamu harus bergabung dengan kami"
"dan mengapa aku harus menerimanya" senyuman muerte memudar "oh ayolah Aldric aku tahu rasanya... Merasa tidak berguna.... Merasa sepertu sesuatu yang lain... Merasa kamu bukan di temoat yang seharusnya.... Aku tahu semua perasaan itu"
Aldric kemudian menyadari mengapa dia di tawari hal tersebut Aldric tidak punya sihir jadi mereka berpikir dirinya akan menjadi target yang mudah, di sisi lain lala mendengarkan semua pembicaraan itu di dalam tong.
Aldric tidak tahu cara menjawab jika ia menolak begitu saja dia pasti akan mati dan ia juga tidak mau menerima tawaran tersebut, melihat Aldric yang sedang berdilema muerte pun mengatakan sesuatu.
"dengar Aldric aku tahu bagaimana perasaan mu aku juga dulu sama seperti mu" Aldric kaget "jadi dulu kamu adalah manusia" muerte mengangguk "sama dengan tiga orang di belakangku ini mereka semua lahir tanpa sihir, jadi aku.... Tidak... Kami semua paham perasaan irimu... Perasaan yang tidak mengenakan itu, kita adalah orang orang yang lelah dengan semua orang yang melihat ke arah kami dengan rasa kasihan"
"siapa kamu sebelum... Sebelum menjadi seperti ini ?" muerte diam sebentar sebelum menjawab "aku adalah adiknya Livia" Aldric "apa yang kamu bicarakan sekarang berbeda dengan apa yang kamu bicarakan sebelumnya kamu bilang umurmu sudah ratusan tahun tetapj itu tidak mungkin jika kamu adalah adiknya Livia"
Muerte mengangguk "aku paham kebingunagan mu saat aku bergabung dengan abyss mereka mengirim ku jauh ke masa lalu untuk menggabungkan tubuhku dengan abyss sepenuhanya dan sekarang, apa itu menjawab pertanyaan mu ?"
__ADS_1
Muerte kemudian mengeluarkan sebuah kristal berwarna ungu dengan akar hitam membelitnya "ambilah ketika kamu siap panggil kami" Aldric menerimanya dan mereka pergi masuk ke bayangan, setelah merekapergi Aldric melihat ke arah kristal tersebut "aku tidak akan memanggil mereka tetapi aku akan simpan kristalnya... Ini indah" lala kemudian keluar dari tongnya 'kamu sangat berani Aldric' suara di kepalanya.
Aldric terdenyum "ah bukan apa apa" Aldric tidak menyadari kehadiran Goedo yang bersembunyi kelihatanya ia melihat semuanya yabg terjadi Goedo pergi naik ke permukaan.