Kehidupan Baru Sebagai Putra Bungsu Kerajaan

Kehidupan Baru Sebagai Putra Bungsu Kerajaan
sisa


__ADS_3

Setelah kejadian malam itu pagi harinya Cedric, Dawnbreaker dan sang paladin melakukan pertemuan di istana.


Ketika sang paladin masuk ke ruangan Credric dan Dawnbreaker berdiri dan menundukan kepalanya, dan ketika ia duduk mereka berdua ikut duduk.


"jadi kejadian semalam, sejauh ini apa yang kita dapat ?, apa ada hubunganya dengan penyerangan di kediaman Ravenswood ?" tanya Dawnbreaker.


Sang paladin menganggukan kepalanya "ada kemungkinan ini adalah serangan balasan setelah di lakukan penyelidikan di kediaman Viscount, Viscount lah pelaku dari penyerangan sekaligus penghianat" Credric menganggukan kepalanya "'sudah ku duga ia terlalu mencurigakan"'


Dawnbreaker "siapa penyerangnya ?, apa ia di tangkap" sang paladin mengelengkan kepalanya "satu satunya penyerang yang kita dapat adalah seorang high undead... Mungkin bisa saja masuk ke kategori elder undead, ia menyatakan dirinya bukan musuh hanya pedang pembalasan... Tapi kita belum bisa mengkonfirmasinya"


"pedang pembalasan ?, dari serangan saat itu ?, tapi siapa yang dapat memanggil high undead ia pasti seorang necromacer tingkat tinggi" ujar Credric "apa di kerajaan ini terdapar necromancer ?" tanya sang paladin.


"seperti yang anda tahu negeri kami sangat mrmbatasi sihir gelap, dan setiap individu yang memiliki sihir gelap pasti di pantau, dan tidak ada satupun dari mereka yang memiliki kemampuan untuk memanggil undead sekuat itu" jawab Credric dengan serius.


"sejujurnya aku akan membiarkan sang necromancer untuk saat ini, ia jelas bukan musuh bahkan undeadnya tidak menyerangku, dan dengan penyerangan kediaman Viscount kita tahu alasan penyerangan di kediaman Ravenswood" kata kata sang paladin menarik perhatian Dawnbreaker dan Credric.


"bisa tolong beri tahu kami alasanya ?" tanya Dawnbreaker dengan penuh penasaran, "dari buku harian dan catatanya ia memang tidak menyukai keluarga Ravenswood, ia membenci mereka karena mereka bersaing dalam perdagangan mereka berdua, dan mendengar putri pertama mereka memiliki bakat sihir yang kuat membuatnya makin marah dan iri, dan ia ingin membunuh putri pertama keluarga Ravenswood, itulah yang kita dapatkan sejauh ini"


Dawnbreaker melihat dengan wajah jijik dan sedikut emosi "alasan egois menjijikan apa itu, ia melakukan pembantaian itu hanya karena iri ?!" sang paladin mengangguk "dan juga ia yang melakukan percobaan pembunuhan terhadap Aldric di area kota saat itu" wajah Credric menjadi sedikit kesal tapi ia menekanya "apa... Alasanya"


"di sini di katakan ia.... Bosan ?, ia ingin menggunakan kekuatan abyssnya namun itu tidak berjalan dengan baik karena wanita bernama Lilithra menegurnya karena hal ini" wajah Dawnbreaker langsung menjadi kesal ketika mendengar nama Lilithra "wanita itu.... Yah... Ini pasti selalu perbuatanya"


Sang paladin memiringkan kepalanya "apa kamu tahu siapa dia ?" Dawnbreaker mengangguk "iya dia adalah salah satu dari Skotika Stygian dan ia adalah kardinal ke 3 dari 5 kardinal lainnya" sang paladin berpikir sebentar.


Di pikiranya ia pernah mendengar mereka namun belum bertemu atau mempelajari kekuatan mereka ia masih kekurangan pengalaman, dia harap ia tidak bertemu dengan Skotika Stygian di waktu yang dekat ini, latihanya belum selesai


"tapi bagaimana Lilithra bisa memasuki benteng ke dua ?, jika ada makluk abyss yang memasukinya semua penjaga akan tahu" tanya Dawnbreaker "dia pasti masuk bersama dengan Viscount, 3 bulan yang lalu Viscount pergi berdagang ke negeri Altopia untuk berdagang aku yakin di saat ia kembali ke negeri ini ia bertemu dan membuat kesepakatan dengan Lilithra terpaksa atau tidak ia tetap bersalah atas nyawa yang ia rengut"

__ADS_1


Mereka melanjutkan pembicaraan mereka dari yang awalnya permasalahan serius menjadi pembicaraan yang lebih ringan,terutama sang paladin itu yang kelihatanya berusaha untuk menunjukan suasana bersahabat dan berusaha mengenali lawan bicaranya karismanya sangat bagus tidak heran ia seorang paladin.


Sementara itu Aldric melihat wajtu dari lentera telah habis, ia langsung memanggil kembali sang ksatria itu, saat terpanggil sang ksatria berada dalan posisi berlutut dengan pedangnya di bawah bagian hadapanya.


"tuan.... Maaf.... Aku.... Gagal..." Aldric sedikit bingung "apa maksud mu ?, kamu melakukanya dengan baik, aku hanya ingin mengecek apa kamu baik baik saja ?" sang ksatria melihat ke arah tuanya itu dengan pandangan kagum.


"anda.... Tidak.... Marah ?" Aldric mengelengkan kepalanya "mengapa aku harus marah ?, kamu melakukanya ia mati walau bukan kamu yang membunuhnya" sang ksatria terkejut "tuan !.... Bagaimana... Anda... Bisa... Tahu ?" dari awal Aldric tidak pernah memberi tahu ia melihat semuanya lewat drone.


"adadeh... Tapi jika aku boleh tahu mengapa kamu tidak menyerang paladin bersama rekanya itu ?, aku paham aku memerintahkan mu untuk menyerang yang ada di kediaman Viscount saja tapi tetap, kamu juga malah membunuh dirimu sendiri" sang ksatria mengangguk "ia... Adalah... Pahlawan... Generasi... Terbaru... Pelindung... Manusia... Jadi... ia... Juga... Melindungi... Anda... Saya... Tidak... Ingin... menyerangnya... Karena itu.."


Aldric mengangguk "pahlawanyah.... Ya sudah kembali lah dan kerja bagus tadi malam" sang ksatria berubah menjadi kabit hitam dan kembali masuk ke dalam lentera.


Sementara itu Aldric berbaring di kasurnya dan melakukan pencarian di sistem dengan kata kunci pahlawan dan itu langsung menunjukan sebuah dokumen.


Isinya adalah, pahlawan adalah sebuah kelompok berjumlah 4-5 orang yang memiliki kekuatan luar biasa, mereka adalah individu yang di pilih langsung oleh dewa Victoria untuk bakatnya dan oleh dewi Eda untuk sifatnya, walau begitu biasanya setiap pahlawan memiliki kekurangan yang biasanya akan di tutup oleh anggota tim lainya.


Mereka adalah pelindung manusia, iblis, dan ras campuran lain dari abyss, mereka muncul dari generasi ke generasi, biasanya seorang keturunan dari seorang pahlawan akan menjadi pahlawan di generasi selanjutnya, penentuan generasi selanjutnya tidaklah jelas, terkadang ada dua generasi pahlawan di satu periode, mereka biasanya di perlengkapi kekuatan dan artefak hebat.


Aldric juga menyadari bahwa kelompok pahlawan telah sampai dan berdiam di negrinya... Tapi sejak kapan ?, dari dokumen yang ia baca seharusnya mereka punya hak untuk memasuki sebuah negeri tanpa izin tetapi fakta bahwa ia tidak di panggil ayahnya atau kakanya untuk menyambut mereka membuat Aldric curiga... Apakah mereka mencurigainya sebagai orang yang mengirim undead itu ?, atau kepercayaan mereka telah hilang kepadanya ?.


Teori ini membuat Aldric sedikit gelisah, ia kemudian kencari cari di market barang yang mungkin akan membantunya jika teorinya benar, karena jika kepercayaan mereka sudah hilang tinggal menunggu waktu sesuatu terjadi dan ia akan di salahkan atas hal ini, ia menemukan plafrom teleportasi sekali pakai, pasti akan berguna untuk kabur.


Ia membeli dua karena memang di butuhkan dua untuk berteleportasi, platform itu sangat tipis layaknya kertas, dan transparan kecuali untuk bagianlingkaran sihir yang ada di atasnya, ia melihat intruksi cara menggunakanya, jadi ia ingin melakukan test.


Namun berapa kalipun ia mencoba ia tetap gagal sampai setengah jam tidak ada hasil, ia pun kembali memanggil sang ksatria dan menanyakan mengapa ia gagal.


Sang ksatria kemudian menjelaskan sebuah mekanisme barang sihir yang ada dua yaitu Manaflux Objects dan Aetheric Relics.

__ADS_1


Manaflux Objects adalah barang sihir yang membutuhkan mana dari penggunanya berperan sebagai pengalir seperti tongkat sihir pada umumnya yang tugasnya memperfokus dan membuar bidikan lebih baik.


Dan ada Aetheric Relics yang di mana barang sihir yang tidak memerlukan mana dari penggunanya karena mereka menyimpan dan memproduksi mana sendiri, seperti soul lantern milik Aldric, walau begitu mereka sangat langka dan biasanya menyimpan energi mana yang sedikit hanya bisa sekali atau dua kali pakai sebelum habis dan harus menunggu untuk isi ulang.


Dan yang terakhir adalah teknik gabungan yaitu Mana Synergy di mana barang sihir Aetheric Relics namun menggunakan teknik dari Manaflux Objects menperkuat benda sibir dengan sihir sendir yang di gabing dengan mana yang tersimpan di dalam barang sihir Aetheric Relics.


Setelah mendengar penjelasan panjang itu karena sang ksatria memang tidak memiliki kondisi rahang yang baik walau tidak terlihat Aldric paham dan kembali ke market berusaha mencari barang sihir Aetheric Relics yang dapat membuatnya berteleport.


Ia menemukanya, sama seperti platform namun dengan bentuk kristal kecil berwarna biru, ia membeli dua namun karena harganya yang mahal Aldric tidak bisa melakukan uji coba, jadi ia berencana untuk pergi ke area kota untuk menaruh tempat teleportnya. Sang ksatria masuk kembali ke dalam lentera saat Aldric pergi ke luar ruanganya menuju lantai bawah.


Ketika ia hendak turun tangga ia di sapa oleh seseorang, itu adalah sang paladin pahlawan generasi baru "permisi... Perkenalkan nama ku Mara" katanya dan hendak bersalaman tapi Aldric dengan cepat menundukan kepalanya, karena ia tahu kedudukan celestial ada di atas bangsawan tapi pahlawan ada di atas celestial jadi ia dengan cepat menundukan kepalanya "salam kenal nama saya Aldric" balas Aldric.


Mara menarik tanganya yang setengah sampai untuk bersalaman "s-salam kenal... jadi.... Um... bagaimana kabar mu ?" Aldric oun menjawab dengan sesopan mungkin "baik... Terimakasih telah bertanya" Mara tersenyum "baguslah... Kamu mau ke mana yah ?"


Aldric tidak bisa memberi tahu apa yang ingin ia lakukan "saya... Mau jalan jalan" wajah Mara sedikit berubah senyumanya sedikit hilang, "oh begitu... " kemudian Mara tertawa canggung.


Apa yang terjadi ?, apakah Aldric mengatakan sesuatu yang salah ?, perubahan ekpresi apa itu ?, dan tawa canggung malah membawa suasana ini membuat Aldric tertekan.


Di belakang Mara terlihat dari kejauhan Credric berjalan medekat dan kelihatanya Credric melihat Aldric juga, Aldric makin panik dan memutuskan untuk mengakhiri pembicaraan ia pasti tidak akan di perbolehkan pergi ke luar dengan situasi saat ini.


"permisi !... Saya benar benar buru buru" Aldric dengan cepat turun tangga dan tidak lama Credric sampai di lokasi mara, Mara terlihat sedikit kecewa dengan pembicaraan dengan Aldric tadi itu.


Ketika Credric melihat Mara ia langsung menundukan kepalanya, "permisi nona Mara apakah anda melihat adik saya Aldric ?" Mara mengangguk "dia baru saja turun tangga itu" Credric menyadari bahwa Aldric telah melihatnya dari kejauhan dan memilih untuk menjauh, apa karena ucapanya waktu itu ?.


Credric kemudian menghela nafas "seharusnya aku tidak mengatan itu kepadanya" Mara memiringkan kepalanya "apa yang terjadi ?" Aldric hanya menjawab "um... Bisa di bilang terjadi sesuatu di antara kami... Dan itu salah ku...., saya permisi dulu"


Credric pun pergi dan Aldric sampai di Sanctuary Fortress di mana ia di tahan di sana tidak di perbolehkan ke luar karena hasil infestigasi kemarin belum di publikan, jadi ia meminta salah satu penjaga untuk memperbolehkanya pergi ke bagian atas Sanctuary Fortress dia pun di izinkan.

__ADS_1


Sesampainya di atas, angin kencang menabraknya, ia kesulitan melihat karena angin itu, sepertinya itu mengapa para pemanah di atas sana menggubakan semacam kaca mata, dan bagaimana mereka menembak ?, panah mereka pasti akan terbawa angin sekuat ini, pikir Aldric, ia tidak ingin menghabiskan banyak waktu di atas jadi ia melempar kristal tersebut, walau bukan di area kota seharusnya ini tidak menjadi masalah.


Area bangsawan memang di jaga ketat juga karena kejadian akhir akhir ini, tapi kesempatan selamat lebih tinggi di sini di banding di dalam kastil, Aldric tidak lama kemudian kembali masuk ke dalam kastil.


__ADS_2