
Semua abyss dengan mudah di habiskan Mara mengayunkan pedangnya dengan mudah seakan benda itu ringan tetapi dia memotong semua yang ia serang, Manes mengarah musuh musuh jarak jauh, Kelly dari kejauhan menghabisi musuh yang berbahaya dari jarak yang aman.
Itu total pembantaian kepada para abyss itu, membutuhkan waktu sekitar 1 jam untuk menghabiskan seluruh abyss itu, setelah semua berakhir Aradia mendatangi Kirill yang baru saja turun dari kudanya.
"bisa aku tahu namamu...? Tuan ksatria" Kirill mengangguk "nama saya Kirill silver lance", Aradia mengangguk "panggil aku wing of salvation... Aku melihat semuanya, manufer mu... Keberanian mu dan juga flanking yang sangat bagus itu dari kejauhan... jika kamu berkenan ikut saya ke dunia celestial untuk menerima mendali keberanian"
Kirill mengelemgkan kepalanya "semua ini bukan strategi saya... Tapi tuan saya yang merencanakan semua ini", "sungguh ? Siapa tuan mu ini ?"
"tuan Aldric... Dia adalah pelatih dan otak di balik tindakan saya ini" Aradia sedikit terkejut "dan di mana tuan mu ini ?" Kirill mengangguk "seharusnya anda dapat menemukan dia di benteng dia bertarung bersama para pemanah"
Aradia mengangguk dengan serius "baiklah... Terimakasih informasinya" Kirill mengangguk "tidak masalah" di sisi lain karena semua musuh telah di tangani Kelly mulai turun ke bekas perempuran mayat mayat abyss itu mulai berubah menjadi abuh kristal kecil yabg terbawa udara, dia mengambil beberapa anak panah yang di tembakan oleh pemanah benteng dan menyadari setiap panah itu berbeda dan bahkan dia hanya menemukan 2 anak panah normal di antara 10 yang ia temukan.
"hey Mara kemarilah lihat ini", "hm ? Menemukan sesuatu ?" Kelly menganggup sambil menunjukan anak panah yang dia pungut "lihat berapa banyak anak panah spesial yang di tembakan oleh penjaga gerbang"
"...! Kualitasnya juga bagus... Apa Aldric memproduksi semua ini di kotanya ?", "aku rasa dia membeli semua ini jangan lupa kotanya adalah jalur perdagangan 3 negeri pasti dia mendapat banyak pendapatan"
"tapi jumlahnya terlalu banyak.... Mungkin kita akan mendapat jawaban saat masuk dan lihat jika ada pabrik anak panah spesial seperti inj atau tidak" Kelly mengangguk "semua sudah bereskan ? Kalau begitu ayo menuju gerbang kota" Mara mengangguk setuju.
Manes muncul di sisi Kali yang berada di luar pertempuran "situasi telah aman kamu bisa masuk", "baiklah terimakasih~, ayo cepat menuju benteng pasti banyak yang terluka"
Kali langsung memanggil sebuah kuda putih entah dari mana dan menungganginya menuju gerbang benteng dan Manes melayang dengan kecepatan yang sama di sisinya "aku terkejut kota ini dapat bertahan dari serangan abyss" Manes melihat ke arah Kali sambil melihat sekitar hanya mayat abyss yang mulai mengkristal dan hancur.
__ADS_1
"kamu benar... Aku terkejut para prajurit di benteng itu tidak kehilangan moral mereka melihat pasukan abyss sebanyak ini" Kali mengangguk "abyss hanya memanfaatkan jumlah untuk menghancurkan moral... Tetapi jika pasukan moral tinggi bahkan 1 banding 10 abyss akan kalah" Manes mengangguk "tapi bagaimana mereka punya moral setinggi ini ?" Kali mengelengkan kepalanya "kita akan tahu serelah sampai ke sana"
Kali dan Manes pun sampai di gerbang mereka langsung di biarkan masuk Kali yang masuk dengan kuda putihnya langsung mengangkat tongkatnya dan tongkat itu mengeluarkan cahaya suci yang luarbiasa.
Seketika yang terluka mulai sembuh yang di kira mati mulai sadar walau begitu tetap saja yang mati tetaplah mati, Kali di sana menutup dan mrnyembuhkan semua luka para pasukan dengan mudah padahal luka anak panah harus di tangani oleh 3 cleric atau lebih tergantung penempatanya itu adalah sebua keajaiban bagi yang melihatnya.
Semua orang bersorak gembira melihat kemenangan dan para pahlawan yang datang beberapa menangis bahagia karena berhasil selamat, beberapa merenung melihat rekan rekan mereka yang tewas.
Mara dan Kelly datang masuk menyusul "semua terkendali di sini ?" Manes dan Kali mengangguk kepada Mara, dan Mara menghela nafas dengan lega "sukurlah kalau begitu"
Leier datang mendatangi Mara "terimakasih banyak telah datang kemari... Kamu tidak yakin dapat menghabiskan pasukan musuh yang begitu banyak" Mara mengangguk "apa kamu yang memimpin di sini ?" leier mengelengkan kepalanya "tidak pemimpin di sini adalah tuan Aldric.. Saya di sini hanya sebagai kesatria pengiring"
Mara terlihat terkejut "...! Sungguh di mana dia sekarang ?" leier terlihat khawatir dan melihat ke arah kuil terdekat "saya tidak yakin tentang keadaanya tetapi dia tekena tiga anak panah... Dia menolak untuk di amankan sampai pertempuran di pastikan menang... Dan dia tidak sadarkan diri setelah itu.... Para cleric dan pengawalnya membawanya ke kuil untuk di bersihkan"
Nyaris bersamaan Kelly dan Manes mengatakan dengangan ekpresi khawatir ""aku ikut"" Mara terlihat bingung dan Kelly keceplosan karena khawatir tentang keadaan Aldric sama dengan Manes "um... Dengar Aldric adalah teman ku oke... Aku hanya ingin mengetahui dia selamat atau tidak" ucap Kelly sambil terbata bata.
"s-sama... Bocah itu terlalu ceroboh j-jika dia hiduo aku ingin menegurnya" Mara kemudian mengangguk "ya sudah ayo ikut kalau begitu Kali kamu tidak masalah di tinggal kan ?" Kali mengangguk "serahkan padaku"
Mara, Kelly, dan Manes menuju ke arah kuil dengan cepat ketika mereka masuk mereka melihat tubuh Aldric mengapung di kolam suci dengan anak panah yang sudah mengambang di sisinya, banyak orang terlihat khawatir di sana dan para Celeric tidak henti henti berusaha menutup lukanya dengan sihir.
Mara dengan sigap mengalirkan mananya hingga semua lukanya tertutup ketika lukanua tertutup kolam itu berubah warna menjadi merah darah para cleric melihat ke belakanh bereka dan melihat ketiga pahlawan "sukurlah dewi Eda masih menyayangi pemimpin kita ini"
__ADS_1
"bagaimana kondisinya ?", dia baik baik saja saat ini tetapi dia kehilangan banyak darah... Haaah.... Kita harus cepat membawanya ke ruang medis untuk di pasangi kristal darah untuk mempercepat produksi darah dalam tubuhnya" Mara mengangguk "aku akan membawanya ke sana"
Manes menepuk pundak Mara "sudah biar aku yang membawanya ke sana... Kamu cek kuil lain seperti yang kamu katakan tadi", "tidak sudah biar aku saja aku yakin sisa kuil itu aman aman saja"
"singguh dari mana kamu tahu ?", "semua abyss telah di musnahkan aku yakin semua baik baik saja" Mara dan Manes mulai berargumen soal siapa yang harus membawa tubuh Aldric ke ruang medis di balai kota.
"hey kalian berdua, biar aku saja kalian pasti lelah bertarung tadi kan ? Aku masih fit hanya menembak beberapa peluru jadi biar aku saja yang membawa Aldric ke sana" ucap Kelly berusaha membuat pilihan tengah.
""tidak !"" teriak Mara dan Manes dan sekarang mereka bertiga malah berargumen soal siapa yang harus membawanya ke ruang medis namun secara tiba tiba mereka mendengar suara pintu kuil terbuka dan tertutup dan tubuh Aldric sudah hilang "eh ?"
Salah satu cleric menjelaskan "um-... Uh.... Dia sudah di bawa oleh pendampingnya... Jangan takut dia terpercaya jadi kalian bisa mengecek 3 kuil tersisa kan ?"
Mara dengan ekpresi kecewa di dalam helmnya "ya sudah aku akan berangkat sekarang", Manes bergumam "sial dia di culik" Kelly menghela nafas sebelum menyadari dirinya terang terangan beragumen kepada mereka berdua dia takut membuat image bahwa dia terlalu peduli pada Aldric dan melukai perasaan Mara.
Mereka pun pergi ke sisa kuil dan Vermut mengendong Aldric dengan cara piggyback ride, Astra, Aradia , raja, Credric, Celestia, dan Seraphina memasuki gerbang setelah memastikan di luar situasinya aman dan mereka terkejut dengan keadaan moral benteng yang begitu tinggi dan mereka menanyai situasinya kepada Kali, dan terkejut dengan keadaan Aldric namun mereka juga lega sisa para pahlawan datang untuk mengecek.
Aradia berjalan di antara pasukan dan bertanya kepada para penjaga di sana dia bertanya terus menerus ke oranh orang yang berbeda dan pertanyaanya itu selalu sama 'apa yang Aldric lakukan selama penyerangan' dan jawabanya beragam namun pointnya tetap sama Aldric bertarung di sisi mereka sampai pertempuran selesai.
Aradia kemudian melihat catapult yang hendak di dorong entah kemana "kontrapsi apa ini" tanyanya kepada pasukan leier "ah... Tuan Aldric menamainya catapult... Entah sejak kapan dia membuat ini atau bagaimana... Sebenarnya ini sudah dari minggu lalu dan ini hanya bagian dari prototypenya... Belum sepenuhnya selesai"
"...! Sungguh ? Tapi ini benar benar efektif di pertempuran" prajurit itu mengangguk "entah apa yang akan tuan Aldric lakukan dengan catapult ini untuk membuatnya lebih efektif tetapi saya yakin itu akan mengejutkan... Dia penuh dengan kejutan" Aradia mengangguk.
__ADS_1
Tidak lama Aradia datang ke arah Astra dan sang raja yang sedang mendiskusikan sesuatu "tuan Allen saya telah mendapat saksi dari pasukan putra bungsu anda dan saya mau bertanya... Apa anda berkenan kami membawanya ke dunia Celestial untuk di beri kehormatan ?" Sang raja terlihat kaget "!!! Apa maksud anda ?" Aradia melihat ke arah catapult dan pasukan Aldric yang sedang merapihkan kekacauan yang terjadi.
"tanya saja pada mereka atau lihat reka ulang nanti di dunia celestial, Dawnbreaker di mana Radiant ?", "dia pulang duluan" Aradia mrngangguk "kalau begitu kita juga pergi ayo", "eh ?... Secepat ini ?" Aradia terlihat bingung "hm ? Memang kamu ada urusan apa lagi di sini ?", "tidak ada" mereka pun terbang untuk memberi berita bagus untuk para dewi.