
di sisi lain Agnes dan gerakan perlawanan dwarf dan juga kelompok Cedric di serang oebih awal kemungkinan mereka ingin mendapat informasi tentang jumlah lawan mereka.
Karena ini penyerangan di lakukan lebih awal pasukan Aldric, Domma dan sedikit saja pasukan dwarf mulai berbaris menuju benteng musuh, salju terbukti menjadi tantangan bagi mereka karena medan yang tidak begitu di kenal tetapi dengan bantuan para dwarf mereka bisa sampai di benteng.
Benteng telah terlihat itu adalah sebuah kastil kecil, itu adalah kastil tempur dengan dinding dan pertahanan yang kuat, sebuah dinding barrier raksasa menjulang tinggi dari kanan ke kiri tepat di belakang kastil itu.
"barrier itu tersambung ke pertahanan abyss yang lain" Goedo sambil memegang erat palu perangnya "jadi memutari lawan bukan pilihan dari awal... Kalau begitu kita harus membuat cela"
Salah satu penyihir dari pasukan Domma datang dia menggunakan armor tipis dan pakaian dan jubah serba putih, tidsk menunjukan wajahnya tetapi 5 tentakel keluar dari hoodienya itu dan sela sela pakaianya.
Lengan tentakelnya memegang srbuah tongkat hidup dengan mata dan gigi dan juga tentakel yang terus bergerak "tuan... Menurut pengetahuan saya barrier seperti ini sangat kuat karena menggunakan 3 kristal barrier yang sangat kuat, tetapi jika satu saja hancur seluruh barrier akan runtuh"
"jadi kita harus mencari kristal barrier di dalam kastil itu ?" sang pengihir mengangguk Aldric yang sudah tahu apa yang harus di lakukan langsung memberi perintah "baiklah aku rasa ini saatnya melakukan siege"
Lara tentara Aldric mulai mengeluarkan sesuatu dari Dark Iron Cluster itu adlah bahan bahan untuk membuat tangga, Aldric pun beroikir di saat pasukanya bersiap siap untuk membuat siege tower nantinya itu akan sulit tetapi akan sangat membantu dalam situasi seperti ini.
Para pasukan Domma benar benar bingung apa yang pasukan Aldric lakukan "apa mereka membuat tangga ?" ucap salah satu Heirbearers ke yang lainya "aku rasa begitu.... Dan itu tangga yang tinggi", "huh ? Mereka penuh dengan kejutan aku tidak yakin apakah ini akan efektif"
Setelah selesai satu tangga di bawa oleh satu orang jumlahnya ada 40 tangga siege, mereka berbaris dan membuat formasi yang menyatukan pasukan Domma dan Aldric, Domma Aldric dan Goedo ada di barisan belakang tepat di depan pemanah Aldric melepaskan anak panahnya dari jarak yang sangat jauh.
Domma melihat anakpanah dari lokasinya meluncur ke arah kastil musuh dan menghujani mereka padahal pasukan garis depan belum mencapai jarak efektif pemanah lawan bahkan pasukan Domma dan para dwarf tidak bisa mencapai jarak sejauh itu.
__ADS_1
"apa apaan busur itu... Jaraknya sama dengan sihir destruktif" ucap Domma dengan kagum "aku rasa anak panah yang di lepaskan sudah sangat destruktif maksudku lihat desainya itu anak panah yang berat" ucap Goedo juga dengan kagum sambil menggunakan sebuah teleskop terbuat dari kristal.
"Aldric ! Tahan pemanahmu !" Aldric langsung memberi isyarat untuk menahan tembakan "ada apa ?" Goedo menunjuk dengan khawatir "l-lihat"
Di atas benteng pertahanan kastil itu higher abbys menyandra seorang dwwarf dengan pisau di lehernya, dwarf itu di bungkam mulutnya dan dia terlihat ketakutan "mereka menggunakan sandra untuk menahan kita" ucap Domma dengan nada jijik dan marah" Goedo dengan panik "kita harus mundur jika tidak mereka akan membunuh pria malang itu"
Aldric mengelengkan kepalanya "kita telah datang sejauh ini sebaiknya kita selesaikan juga di sini" karena pasukan Aldric Domma dan Goedo tidak berhenti dwarf itu di bunuh dengan pisau di lehernya, dan mereka membawa sandra baru.
"Aldric ! Domma! Kita harus berhenti atau akan ada lebih banyak sandra mati" ucap Goedo dia benar benar khawatir dengan para sandra entah jumlah mereka ada berapa tetapi Aldric menggelengkan kapala nya.
"mereka berusaha menggunakan moral kita untuk melawan kita... Aku tidak akan biarkan itu terjadi kita harus benyerang dan berharap mereka berhenti membunuh para sandra mengetahui itu tidak bekerja"
"t-tapi !-" Domma memotong "Aldric benar... Jika kita mundur musuh akan menggunakan taktik ini lagi dan lagi... Kita tidak bisa membiarkan itu terjadi di tambah lagi kita tidak punya banyak waktu sebelum mereka dapat mendobrak pintu ke dua kan ?" Goedo terlihat hancur dengan kenyataan ini.
Domma mengangguk "ingat ada hal yang lebih penting di ibukota dwarf kan ? Goedo ?" Goedo menghela nafas dalam dalam di dalam hatinya dia terluka tetapi dia paham dengan situasi karena kedua Aldric dan Domma memberi alasan yang valid.
"lakukan yang harus kamublakukan aku tidak mau lihat" kata Goedo sambil melihat ke bawah Aldric memberi isyarat untuk menembak lagi dan hujan panah berlajut.
Sang penahan sandra tertembak sama dengan sang sandra yang malang itu, abyss lain membawa sandra baru dan melambaiksn tanganya mereka berpikir lawan tidak melihat sandra yang mereka tahan namun saat hujan oanah selanjutnya membuhuh mereka berdua, prnahanan sandra berhenti mereka menyadari ini tidaklah efektif.
Muerte melihat semua itu... Dia juga mendengar semua itu dan dia sedang berkomunikasi dengan Zarah yang ada di kastil tempat Aldric, Domma dan Goedo serang "nona muerte.... Mereka tidak mempedulikan sandra... Apa yang harus aku lakukan" ucap Zarah dengan tenang "hahaha.... Aldric kamu sungguh menarik... Oh iya Zarah aku sudah mendapat apa yang aku mau dari kota dwarf... Tidak masalah jadi tidak masalah jika kalian gagal... Dan berikan informasi ini pada adik adikmu juga.
__ADS_1
"eh ?.... Bukanya anda membutuhkan waktu 7 hari ? Dan juga anda bilang anda akan menghancurkan pintu ke dua kan ?" muerte tertawa dengan puas "hahahaha.... Jika aku ingin mrnguasai ibukota dwarf aku akan melakukanya dari hari pertama... Semua yang aku katakan hanya gertakan... Kita di awasi hari itu oleh si wanita suci"
Zarah dengan nada suara terkagum kagum "luar biasa.... Anda benar benar luar biasa, tetapi apa yang anda incar dari awal ?" muerte tersenyum dengan jahatnya "lihat saja nanti saat kalian kembali" Zarah mengangguk "bagaimana dengan dituasi adik adik saya nona ?"
"adik adikmu berhasil membuat dead lock kepada pertempuran... Tidak ada yang berani membuat progres mendekati kastil... Dan juga kelihatanya pangeran Credric dan putri Seraphina sedang berargumen soal pilihan yang harus di ambil"
muerte juga menambahkan "di sisi lain si Agnes sabg ksatria cahaya itu bersama para dwarf tidak berani mendekat... Tetapi lawan mu... Mereka berani... Untuk jendral daru Bacchus aku tidak terkejut tetapi untuk Aldric aku benar benar terkejut ini benar benar menarik"
Di saat mereka berbicara Catapult Aldric berhasil mencapai jarah efektif dan mulai meluncurkan batu ke arah dinding sama dengan balista yang ada di atas Dark Iron Cluster, pasukan Abyys mulai membalas tembakan dengan anak panah dan projetil sihir dan mantra mantra lain melihat ini Dark Iron Cluster langsung mengaktifkan barriernya melindungi seluruh pasukan Domma dan Aldric yang mendekat.
Para pasukan di balik barrier berjalan itu tidak perlu menaikan perisai mereka karena mereka percaya barrier itu dapat menlindungi mereka.
Di sisi lainprojektil dari sisi Dark Iron Cluster dapat mendebus barrier membuat abyss tidak bisa melakukan apapun, ketika sudah cukup dekat golem mayat dari negeri Bacchus mengambil beberapa Witherer dengan tanganya dan melempar mereka ke arah dinding membuat pemanah abyss itu meleleh.
Ketika sudah cukuo dekat Dark Iron Cluster berhenti, dan para pasukan berlari dengan cepat ke arah bendeng dan memasang tangga, "lindungi tangga itu dari lawan !" teriak leier sambil menunjuk pasukanya mulai menembaki lawan yang mendekati tangga, beberapa tangga gagal di lindungi dan di dorong jatuh.
Namun sisanya mulai di naiki oleh pasukan leier dan Aldric, para Heirbearers yang melihat ini tidak mau kalah dan mulai naik ke atas tangga dan bertarung di atas sana, sekarang tujuan mereka adalah membukakan pintu gerbang kastil.
Namun di saat saat yang bagus itu bala bantuan abyss datang "terror night di udara !" teriak pasukan Dwarf sambil menunjuk ke arah langit, segerombolan makluk abyss layaknya gargoil berterbangan menuking dan menyerang,
Beberapa menjatuhkan batu dari ketinggian 20 dari makluk itu hedak menyerang Aldric Domma dan Goedo tetapi syal Aldrric menghempaskan batu batu itu sampai menguap, Geodo menujuk ke arah para gargoil itu "lightning chain !" sebuah petir menyambar salah satu gargoil itu dan merambat ke gargoil lain yang berdekatan denganya.
__ADS_1
Para penyihirbjuga menggunakan mantra yang sama untuk menghabisi para gargoile, tetapi walau usaha keras mereka dalam melindungi tetap ada beberapa prajurit yang tewas dan juga salah satu catapult hancur karena di lempari batu dan di serang secara langsung oleh para gargoil.