
Sudah 2 hari aldric di ranjangnya ia benar benar bosan, setidaknya kakanya Celestia selalu membawakan buku baru bahkan Lumetri kadang dstang untuk memberi dukungan di hari ke 3 Aldric di perbolehkan berdiri dan berjalan jalan walau tidak di nyatakan pulih.
Saat sendiri di kamarnya Aldric memanggil knight dan tormented saat terpanggil mereka terpanggil dalam posisi berlutut "tuan... maafkan... Kami... Karena... Gagal..." kata knight sambil menunduk tidak berani melihat wajah Aldric.
"iya tuan... Lawan kami lebih kuat di banding yang kami duga, dan untuku aku memang tidak di untungkan untuk melawan abyss... Mental mereka begitu kuat"
"sama... Dengan... Ku... Mereka... terlalu... Lincah..." Aldric mengangguk "boleh aku melihat pedang dan mahkota kalian ?" merekapun memberikanya dan Aldric mengambil kristal lvl up dan menaikan lvl mahkota milik tormented dan pedang milik knight.
Dan memberikannya kembali kepada mereka "aku harap kalian akan menjadi lebih kuat dengan ini, bubar" mereka pun menghilang sambil mengatakan terimakasihnya "buset dah... Satu kristal lvl up harganya sampai 1jt credit, harga aslinya berapa yah (gold)"
Aldric kemudian mencari di market, mencari senjata bertipe Aetheric Relics dan menemukan sebuah pedang bernama Vyldryn'Gorath yah dia tidak akan mengeja itu, nama macam apa itu.
Harganya adalah 15 jt credit itu harga yang gila untuk sebuah pedang, di deskripsi barangnga juga tidak di sebutkan apa kemampuan yang pedang itu punya jadi ia tidak tahu apakah pedang itu sepadan dengan harganya atau tidak.
Aldric pada akhirnya memutuskan untuk membelinya dan pedang itu muncul di hadapanya dengan tambahan sebuah tongkat sihir, Aldric pun mendapat pencapaian bernama bonus.
Aldric senang dengan keberuntungan ini namun ia harus tahu dulu jenis barang sihir apa tongkst itu dan ia pun mencari di sistem dan menemukanya.
Barang itu bertipe Aetheric Relics menembakkan ledakan energi magis yang membakar dan menghancurkan targetnya, itulah deskripsi simpel dari tongkat itu, tongkst itu bernama dragon burst.
Tongkat itu pendek begitu oendek ia dapat di kaitkan di pinggang Aldric gagang hingga bagian kristalnya terbuat dari akar yang saling melilit, di ujungnya terdapat kristal merah, kristal itu tidaklah rapih atau indah tetapi terlihat sangat destruktif.
Aldric kemudian melihat ke arah pesang yang ia beli dengan harga 15 jt credit itu adalah pedang dua tangan dengan warna silver yang kuat bagian guradnya memiliki ukiran kepala naga, pedang itu terlihat sangat bagus tetapi dengan harga 15 juta Aldric berharap itu memiliki kemampuan sebagus penampilanya.
Ketika ia memegang gagangnya warna pedang itu menjadi lebih kuat dari sebelumnya ketika Aldric mengangkatnya pedang itu sangat ringan, itu sangat ringan Aldric berpikir pedang itu tidak akan memberikan tambahan tenaga pada ayunan, tapi Aldric salah saat ia mengayunkan pedang tersebut sebuah angin kencang muncul secara tiba tiba di ruangan itu beberapa barang jatuh untung tidak ada yang pecah.
__ADS_1
Aldric melihat sekali lagi ke pedang itu "pedang ini Aetheric Relics kan ?, apa yang bisa aku aktifkan dari pedang ini ?" ia mencoba banyak cara seperti fokus, dan menunjuknya kepada sesuatu tapi tidak ada yang berhasil, ya pada akhirnya dia masih tetap menerima pedang tersebut lagipula pedang yang ini lebih baik di banding pedang yang sebelumnya.
Aldric kemudia mengeluarkan possesive mask dan memutuskan tidakan yang mungkin ceroboh, ia menbeli 5 kristal lvl up dan memasukan semuanya ke topeng tersebut lvl 5 adalah lvl maks, dengan ini ia berharap untuk mengimprove kemampuan topeng dalam mengambil tindakan tidak seperti sebelumnya.
"yap itu 20 jt credit dalam sehari... Gila 200 gold itu bisa beli mansion besar" gumam Aldric sebelum merapihkan semuanya di dalam kantung sihirnya.
Credric membuka pintu kamar Aldric "Aldric ini sudah saatnya ayo kita kembali ke istana" Aldric mengangguk di belakang Credric ada Lumetri "hey Aldric... Ayo aku antar ke kereta kuda mu" kata Lumetri dengan penuh perhatian.
Mereka pun berjalan menuju jalan keluar hotel dan ke kereta kuda, sebelum Aldric pergi Lumetri memberikan sesuatu padanya "kalung ini bernama shield guardian, ini akan memanggil construct untuk melindungimu, ini akan aktif ketika kamu dalam bahaya atau terserang"
Aldric menerima kalung tersebut "terimakasih bibi" Aldric pun naik ke kereta kudanya dan melihat kalung tersebut Liviq juga menyusul masuk "hey Livia kalung ini berlevel berapa ?"
"pasti lvl 5" Aldric terkejut "bukankah lvl 5 adalah level tertinggi ?" Livia mengangguk "nyonya Lumetri adalah seorang master Artificer barang yang dia buat pasti di atas lvl 3, tapi mengingat ia memberikan barang sihir pada keponakanya dia pasti memaksimalkan hadiah tersebut"
Aldric mengangguk dan kemudian menggunakanya sambil melihat ke kuar jendela Aldric menghela nafas "hey Livia... Menurutmu aku dapat memimpin sebuah daratan ?" Livia kemudian dengan bingung bertanya "mengapa anda bertanya seperti itu ?"
"... Saya akan bicarakan ini dengan pangeran Credric ia pasti akan membicarakan ini dengan sang raja" Aldric mengangguk "terimakasih"
2 bulan kemudian suara ketukan keluar dari luar kamar Aldric, Aldric pikir itu pelayan "masuklah" saat sang pengetuk pintu masuk itu adalah sang raja, Aldric langsung berdiri dari ranjangnya "ayah !"
"hey Aldric... Putraku... Aku sudah dengar dari Credric apa yang kamu ingin lakukan untuk memenuhi tanggung jawab mu"
"ah... I-iya tapi ayah seharusnya panggil saja aku ke ruang tahta atau mengirim surat mungkin.." sang raja tertawa, "ayo ikuti aku" Aldric dan sang raja pun pergi ke kereta kuda dan meninggalkan ibu kota, Aldric sedikit khawatir dengan keamanan ayahnya walau dengan rombongan prajurit yang begitu kuat dan banyak ini tetap sangat beresiko.
"k-kemana kita akan pergi ?" sang raja melihat ke Aldric "ke sebuah kota yang akan menjadi miliku tentunya" Aldric langsung menjadi gugup dan khawatir sang raja jelas melihat ini dan mengambil sesuatu dari mantel nya, itu adalah sebuah peta.
__ADS_1
"lihatlah nak, ini adalah kota yang akan kamu pimpin dan ini ibu kota" melihat dari jaraknya tidak begitu jauh hanya satu jam perjalanan, dan juga Aldric menyadari begitu banyak pos terdepan yang tidak jauh dari kotanya itu.
"tidak mungkin abyss akan menyerangmu, mungkin akan ada masalah bandit dan juga monster tetapi aku yakin kamu bisa, jika kamu memiliki masalah tinggal kirim permintaan bantuan kepada ku atau saudara saudarimu" Aldric mengangguk.
"oh iya... karena kamu berada di wilayah aman kamu harus mengurus semuanya sendirian tentu jika kamu kesulitan hubungi saja ayah atau kaka kakamu"
"apa maksud ayah mengurus sendiri ?" sang raja tertawa kecil "kamu harus bisa menjaga wilayah mu, rakyat mu, dan juga tentu keuangan, jika kamu kekurangan keuangan ayah akan membantu mu tapi mungkin aku tidak akan memberi mu sebanyak yabg kamu hutuhkan kamu harus belajar beradap tasi di saat yang sulit"
Mereka pun sampai di kota tersebut, kota itu terlihat terurus dari awal, tidak heran kota ini awalnya masih di atur oleh raja langsung dan sekarang akan di pimpin oleh Aldric.
Para warga di sana lanhsung berlutut ketika melihat kereta raja dan sesampainya mereka di balai kota yang begitu besar dan indah Aldric dan sang raja di sambut oleh seorang pria rambutnya pendek berwarna biru dan memakai kacamata ia terlihat sangat formal dan ramah.
"selamat datang yang mulia" katanya sambil berlutut sang raja mengangguk "Aldric namanya adalah Andy dia akan menjadi assisten mu" Aldric pun menyapa assisten barunya itu "hi Andy mohon kerja samanya" Andy pun tersenyum dan menundukan kepalanya "tentu saja tuan Aldric"
"baiklah aku akan kembali ke istana, ibumu akan marah jika aku di sini lama lama" Aldric langsung kaget "eh !, ayah langsung pergi ?" sang raja mengangguk "iya aku ke sini hanya mengantarmu saja karena semua kaka mu sedang sibuk jadi tidak ada yang mengantarmu"
"haaah... Ya sudah... Hati hati di jalan" sang raja mengangguk dan dia pun pergi, Aldric pun di antar ke kantornya sebuah meja dan banyak rak buku, kaca nya di lindungi oleh lapisan sihir, Aldric menarik nafas dalam dalam ini pilihanya jadi dia harus mengeluarkan semua kemampuanya dan semua yang ia bisa.
"tuan Aldric jadi... Tindakan pertama apa yang akan anda ambil" Aldric berpikir sebentar seharusnya ia membantu menyelesaikan masalah di kota ini kan ? "apa kota ini memiliki masalah dengan sesuatu ?"
Andy menggelengkan kepalanya "kami tidak melihat masalah sejauh ini tuan" 'kami' ?, apa maksudnya kami ?.
"kamu kata 'kami' ?, apa kalian pernah bertanya kepada penguni kota ini apa mereka punya masalah ?" Andy menggelengkan kepalanya "tidak tuan" Aldric mengangguk, mereka hanya menyelesaikan masalah yang mereka lihat bukan yang orang orang di sini alami.
"baiklah kalau begitu utus beberapa orang untuk bertanya ke orang orang apa masalah yang mungkin kita bisa selesaikan, pastikan masalah tersebut bukanlah masalah pribadi yang bisa di selesaikan sendiri, dan mari kita lihat masalah apa yang paling membebani mereka" Andy mengangguk, tuan Aldric melakukan pendekatan unik kepada rakyatnya... Ia mungkin muda tapi kemampuan observasinya sepertinya bagus, pikir Andy sebelum pergi ke luar kantor.
__ADS_1
Aldric juga memikirkan keamanan kotanya itu, ia tidak tahu kekuatan militer apa yang kotanya miliki mungkin ia akan tanyakan kepada Andy saat ia kembali.