Kehidupan Baru Sebagai Putra Bungsu Kerajaan

Kehidupan Baru Sebagai Putra Bungsu Kerajaan
elf


__ADS_3

outpost itu memiliki benteng tinggi di dalam benteng tersebut terdapat banyak tenda dari tentara yang singgah di situ tetapi sekarang outpost itu di serang oleh monster, mereke menembakan cairan asam dari telson mereka (seperti ekor kalajengking), berusaha menghancurkan benteng.


Para tentara tidak dia mereka menembakan peluru sihir dan menembakan panah mereka ke arah makluk itu "bagaimana bisa ada swarm di sini !" teriak salah satu prajurit sambil menembaki makluk makluk itu.


Jumlah mereka ada banyak nyaris 900 sementara outpost mrmiliki 500, outpost tersebut terkenal damai makanya jumlah tentara yang ada di situ sangat sedikit.


"kita tidak bisa memebiarkan benteng ini rubuh !, ayo ikut aku kita harus menghadapi mereka secara langsung" kata seorang prajurit sambil menarik pedangnya dan yang lain mulai mengikutinya.


Pertempuran jarak dekatpun terjadi dan itu adalah pertarungan yang mengerikan para monster menyerang dengan buas, monster itu memiliki bentuk layaknya kalajengking namun dengan 2 pasang capit di banding 1, armornya layaknya batu yang sulit di tembus beberapa berhasil menembus armornya dengan bantuan sihir namun itu tidak cukup mereka terlalu kuat.


para prajurit tidak kehabisan akal mereka membuat formasi tobak untuk menahan mereka, moster yabg maju langsung di tusuk oleh mereka namun ini kurang efektif karena para monster dapat menembakan cairan asam.


Satu per satu korban berjatuhan karena cairan asam atau terkoyak oleh monster tersebut, tanah di sana telah merasakan pertumpahan darah.


Pada akhirnya mereka terpojok dan harus masuk kembali ke benteng dengan makluk makluk itu menggali menuju mereka lewat benteng "tamatlah kita"


"tenang bala bantuan akan datang" ucap salah satu tentara berusaha memotivasi rekanya itu "tapi... Apa yang kota terdekat itu punya ?"


Ketika harapan mulai memudar sebuah hujan panah menghujani makluk makluk itu, bagian ujung panah utu sangat tajam dan berat membuat merek dengan mudah menembus armor dari para monster itu beberapa dari mereka tidak mati namun tersangkut ke tanah karena anak panah tersebut menembus tubh mereka dan menancap ke tanah mereka layaknya kayu yabg di paku ke dinding.


Pasukan calvry terlihat mulai membutari benteng dan membunuh semua monster dengan tombak khusus, tombak itu meledak saat terkena benturan, para calvary menjauh dan mulai melakukan manufer di mana mereka juga mengganti tombak mereka yang telah meledak dan mulai membersihkan yang tersisa.


Beberapa monster yang melihat jumlahnya di sapu habis oleh calvary tersebut mulai melarikan diri tapi mereka di kejar oleh para calvary sampai habis.


Orang orang yang berada di outpost hanya bisa mendengar suara ledakan dari luar benteng bersama dengan suara lari kuda "siapa mereka ?" kata salah satu dari mereka terlihat tabjuk seseorang kemudian datang ke bagian pintu masuk benteng membawa bendera milik keluarga Aldric si punggungnya, melihat ini orang orang di dalam langsung membukakan kerbangnya.


"aku datang atas printah tuan Aldric kemari untuk membantu kalian... Bagaimana dengan situasi kalian ?" tanya leier dengan tegas, salah satu tentara datang berlutut ia menggunakan armor yang sama dengan tentara lain namun terdapat pita merah terikat di tangan kananya.


"lapor tuan saya yang bertanggung jawab di sini, banyak dari kami terluka dan outpost ini nyaris rubuh, jika bukan karena bantuan tuan kami akan tamat, terimakasih !" leier dan turun dari kudanya "kerja bagus kalian semua berhasil menahan benteng ini"


Seorang elf perempuan cantik dengan 4 orang prajurit elite elf mengelilinginya keluar dari tenda utama leier yang melihat ini langsung saja bertanya "boleh aku tahu siapa engkau ?"


"nama saya adalah Miriel.... Saya adalah putri negeri Arrely" mendengar hal tersebut leier langsung berlutut "mohon maaf atas ketidak tahuan saya nyonya Miriel"

__ADS_1


Miriel menggelengkan kepalanya "tidak, tidak apa ini pertama kalinya aku keluar dari wilayah saya" leier mulai berdiri "jika boleh tahu apa tujuan kedatangan anda ke mari ?"


"aku hendak bertemu dengan raja dari negeri Solantia (negeri ini) kami akan-" salah satu pasukan elite dari negeru Arrely mengentikan ucapan Miriel "mohon maaf tuan putri bukankah ini seharusnya menjadi rahasia politik ?"


"ah !, iya maaf aku lupa" leier mengangguk "saya tidam masalah dengan ketidak tahuan ini" leier melihat ke sekitar dalam benteng dan tidak melihat adanya kereta kuda kerajaan Arrely dan juga melihat jumlah pasukan leier yang sedikit "sepertinya anda di serang saat kalian datang ke mari"


Miriel mengangguk "iya itu benar..." Miriel terlihat sedih mengingat kejadian tersebut, pasukan lainya telah datang menyusul dan mulai mengeksekusi monster yang sekarat "sisa pasukan saya telah datang, jika anda berkenan saya mau mengantar anda menuju lokasi aman, dari situ pasukan langsung dari kerajaan akan menjemput anda"


Miriel yang melihat jumlah pasukan dan alat transformasinya yabg tertinggal ia tidak bisa menolak, namun sebelum mereka pergi pqsukan leier memperbaiki kerusakan yang ada di benteng dan menyembuhkan yang terluka dengan sihir sebelum pergi meninggalkan suply makanan, medis dan senjata tambahan untuk mereka.


Leier diam diam pergi mendekati orang yabg bertanggung jawab di outpost tersebut "dengarkan aku ada sesuatu yang janggal dengan monster monster ini, mereka hanya di temukan di gurun kan ?"


"saya juga paham ada yang janggal di sini" leier mengangguk "tetap waspada kemungkinan mereka mengincar putri dari Arrely atau outpost ini, berikan informasi ini juga kepada outpost lain untuk jaga jaga"


"siap tuan" kata prajurit tersebut sebelum ia pergi ke rauang informasi dan mengirim burung burung ke post lain.


Miriel di berikan kuda untuk di tunggangi, orang orang dengan perisai mengelilinginya sama dengan pasukan elitenya leier berjalan di depan.


"tuan... Jenderal... Boleh saya tahu nama anda ?" leier melihat ke belangakng "ah... mohon maaf saya belum menyebutkan nama saya, nama saya adalah Miriel"


Leier diam sebentar mencari kata kata yang benar "bisa saya katakan iya dia melatih saya" Miriel lebih kaget lagi "dilatih ?!" leier melihat ke belangan ke arah Miriel "apa ada masalah nyonya ?"


Miriel menggelengkan kepalanya "tidak saya hanya kaget... Tidak menduga dia dapat melatih seseorang seperti mu"


"saya merasa terhormat atas pujian anda, memang benar saya di latih langsung olehnya" Miriel mulai penasaran "latihan apa yang ia berikan kepada anda ?"


"mohon maaf tapi saya tidak boleh membocorkanya, hal yang saya bisa katakan adalah itu latihan yang keras" Miriel memahami hal itu.


"ngoming ngomong tuan putri... Apa ada yang mengikuti anda ?" Miriel terlihat bingung "apa maksud mu ?"


"para monster yang menyerang rombongan anda dan outpost tersebut hanya dapat di temukan di gurun" Miriel terlihat terkejut "tapi gurun terdekat butuh waktu 2 minggu untuk ke mari"


Leier mengangguk "benar, berarti seseorang memanggil monster monster tersebut untuk menyakiti anda, siapapun dia ia tidak ingin anda sampai ke ibukota Solantia, mungkin untuk memprofokasi perang atau adanya dendam kepada keluarga anda saya tidak tahu"

__ADS_1


Miriel sekarang terlihat khawatir "jangan takut putri saya akan menjamin keselamatan anda" sebuah projektil sihir hitak melesat ke arah kepala Miriel namun itu di block menggunakan mini barrier oleh salah satu penyihir.


Miriel terlhat syock dia hampir mati, leier yang melihat ini langsung berteriak "naikan barrier !, cepat naikan !" barrierpun naik mencakakupi seluruh pasukan, projektil lain melesat ke arah Miriel sepertinya penembaknya ada lebih dari 10 orang karena tembakanya sangat cepat di tambah jarak musuh yang begitu jauh.


rombingan prajurit itu juga langsung menaikan perisai mereka menambahkan perlindungan kepada Miriel, leier yang melihat posisi mereka berpikir sejenak "bust formasi kura kura, ayo jalan"


Dengan barrier yang masih melindungi mereka, mereka mulai berjalan menjauh secara perlahan "apa yang kamu lakukan ?, bagaiman jika barriernya hancur karena kita bergerak ?"


"ini adalah formasi kura kura barriernya tidak akan hancur kita bergerak dengan pelan di tambah lagi kalau kita diam saja kita akan jadi sasaran empuk" Miriel mengangguk ia hanya dapat mempercayainya.


Beberapa crossbowman mengisi senjata mereka dan mulai mendekati tepi, armor mereka terlihat seperti pasukan biasan mereka memperhatikan dari mana asal tembakan itu berada, karena mereka menembak terus menerus para crossbowman langsung tahu di mana lokasi penembak "di bukit itu, kemungkinan mereka tiarap dan menggunakan sihir blur" bisik satu sama lain di antara tentara.


Para crossbowman kemudian mulai memperkuar senjata mereka dengan sihir membuat crossbow mereka bercahaya biru, mereka berlari keluar barrier dan langusng berlutut sambil membidik dan menembak di saat bersamaan anak panah yang meluncur berwarna biru terang dengan kecepatan tinggi dan jarak yang juga jauh.


20 crosbowman menembak ke bagian ata bukit tersebut, mereka langsung di balas dengan 3 tembakan sihir lainya, kali ini tidak mengarah Miriel malahan aku tidak tahu mereka mengarah ke mana, mungkin mereka panik.


Para crossbowmen langsung kembali masuk ke barrier untuk isi ulang sebelum mereka kembali menembak, setiap mereka masuk dan keluar barrier bergoyang layaknya gelembung air, jika terlalu banyak pergerakan mungkin itu akan pecah, itulah alasan mereka masuk dan keluar dan juga kenapa para pemanah tidak menembak dari dalam barrier.


Setelah saling balas menembak cukup lama penembak berhenti dan keadaan mulai menjadj lebih tenang "tuan haruskah kita turunkan barriernya ?"


"jangan tunggu sampai kita sampai di titik buta bukit itu lalu kita turunkan barriernya" penyihir itu mengangguk dan masih memoertahan kan barrier bersama 4 penyihir lain "baik"


Mereka pun masuk ke area hutan yang lebih aman namun untuk jaga jaga perisai tetap masih naik, leier memberi isyarat kepada kalvary nya untuk pergi ke suatu tempat, mereka mulai berlari masuk ke area hutan.


"apa kita masih jauh ?" leier menggrlengkan kepalanya "kita tidak jauh, tepat di depan kita adalah sebuah kota yabg di oimoin tuan Aldric" Miriel terlihat lega ia mulai bernafas dengan tenang "sukurlah dewi Victoria masih melindungiku"


Miriel kemudian melihat ke arah penyihir yang melindunginya dari serangan pertama "hey terimakasih yang tadi kamu menyalamatkan ku"


Pengihir itu terlihat gugup "ah... i-iya lagi pula ini sudah tugas saya" Miriel meraih ke kantungnya dan memberikan sebuah kristal merah "anggap saja sebagai ucapan terimakasih" penyihir itu menerimanya, itu adalah kristal api kecil, mungkin akan berguna di masa yang akan datang.


Rekan rwkanya yang melihat ini jelas iri di beri hadiah oleh seorang wanita cantik di tambah lagi wanita itu adalah seorang putri "hey... Bagaiman kita duel saat sudah sampai sudah lama kita tidak berduel" kata salah satu rekanya.


"ah jya aku juga tidak ingat kapan terakhir kali kita berduel" kata rekanya yang lain "ah.. Kalian hanya iri kan ?, karena pencapaian ku ? Hahaha"

__ADS_1


"brengsek jika aku tahu ada oeluru sihir aku juga akan langsung menaikan perisaiku" ucap rekanya itu, yah mereka jadi bertengkar tetapi memutuskan untuk menyimpannya sampai mereka kembali.


__ADS_2