Kehidupan Baru Sebagai Putra Bungsu Kerajaan

Kehidupan Baru Sebagai Putra Bungsu Kerajaan
serangan berdarah


__ADS_3

Aldric yqng mendengar suara teriakan dari luar tidak merasa takut sama sekali ia malah merasakan..... Penasaran.


Ia penasaran apa yang ada di balik pintu itu, ia pun membukanya.... Itu gelap begitu gelap lorong yang awalnya terang nan indah sekarang menjadi gelap gulita, ia mulai mengambil langkah demi langkah.


Sebelum kakinya menabrak sesuatu, ia melihst ke bawah tanpa ia sadari ia berdiri di bawah genangan darah yang belum mengengering membuat suara decitan setiap ia melangkah.


Aldric menemukan hal ini menjijikan dari padaenakutkan, ia pun berjalan perlahan menuju ruangan lain.


Ia menemukan sebuah pintu namun ia mendengar suara di sisi lain lorong, ia langsung berpaling dan melihat ke arah sisi lain lorong, itu adalah cahaya ungu yang sama yang ia lihat dari luar.


Bentuk makluk itu tidaklah jelas karena kegelapan namun ia tahu makluk itu berbahaya, tanpa banyak pikir ia membuka pintu dan mulai berlari.


Makluk itu mulai mengejar apapun itu setiap ke empat kakinya menyentuh lantai suara layaknya pedang menyentuh lantai dapat di dengar.


Aldric berlari sambil memahami pola bangunan dan ia mendapatkanya, pola bangunan dan ruangan di sini lebih mudah di pahami di banding di istana jadi ia bisa tahu jalan yang harus di ambil.


Tanpa ia ketahui jumlah cahaya ungu yang mengejarnya bertambah, satu dari mereka memiliki dua cahaya ungu dan posisi cahaya itu lebih tinggi di banding yang lain.


Ketika Aldric hendak memasuki lorong lain itu terkunci jadi ia harus memasuki sebuah ruangan, itu juga berujung dengan jalan buntu, di ruangan itu memliki kaca besar pada atapnya di mana sinar dari bulan yang tidak begitu terang dapat masuk itu cukup untuk menerangi seluruh ruangan itu di titik di mana Aldric dapat melihat.


Mereka berhasil masuk jumlahnya ada 7, enam dari mereka memiliki wujud seperti serigala atau anjing mereka memiliki emoat kaki dangan cakar layaknya pedang atau belati, tubuh mereka di tutupi sisik layalnya reptil, gigi mereka di penuhi gigi yang bergerigi dengan taring yang panjang dari rahang atas, beberapa dari mereka memiliki bercak darah di mulut dan cakar mereka, cahaya ungu yang menyala berasal dari satu mata besar di kepala mereka yang melihat Aldric dengan niat membunuh.


Sementara yang satu lagi adalah makluk berwujud humanoid ia menggunakan sarung tangan cakar, kedua tanganya memegang pedang yang sama panjangnya, ia berada di depan tempat di mana mata seharusnya berada tidak ada malahan hanya di ganti dengan cahaya mengerikan berwarna ungu ia melihat Aldric dengan tampak yang bingung.


"sial..." kata yang keluar dari mulut Aldric tahu ini mungkin adalah sebuah akhir, akhir ke dua baginya seharusnya ia mendengarkan intruksi Eda sekarang ia malah terpojok karena penasaran ia benar benar ada di ujung tanduk.


Salah satu makluk layaknya serigala itu kemudian menerjang ke arah Aldric, Aldric secara reflex berusaha melindungi diri dengan tanganya, namun suara pukulan keras terdengar di ikuti suara hantaman memotong kesunyian malam


Ketika ia menyadari makluk itu tidak pernah sampai ke arahnya ia menyingkirkan tanganya dari pandanganya.


Makluk itu sudah terlempar ke sisi lain ruangan meninggalkan jejak retakan di dinding, ia juga menyadadi syalnya telah memanjang, dan suara percikan api dapat di terdengar.


Syalnya telah memanjang dan di lihat dari posisinya layaknya sebuah tentakel yang siap berjaga, suhu ujung syalnya juga meningkat karena ia bisa melihat syalnya menyala merah layaknya baja yang ada di tempat tempa besi.


srigala yang lain membuat gerakan ke kanan namun sebelum makluk itu dapat bergerak lebih jauh, syal Aldric melakukan serangan cepat menembus tubuhnya, makluk iti hanya meronta kelihatanya makluk itu memang tidak bisa bersuara dari awal.


Makluk itu kemudian di banting ke lantai dengan keras meninggalkan retakan di lantai, makluk itu berubah menjadi abu meninggalkan tulangnya yang mulai runtuh menjadi abu pula.


Aldric tidak bisa mempertahankan matanya dengan kecepatan syal nya itu, kecepatanya di luar reaksi manusianya.


sisa makluk itu sepertinya menganalisa gerakan dari syal itu, mereka pun bergerak bersamaan 3 dari mereka menyerang dari tiga arah depan, kanan, dan kiri, namu syal itu langsung melakukan ayunan panjang dari kanan ke kiri menghampaskan ke tiganya, makluk itu kemudian berubah menjadi kerangka di udara.


Tersisa dua lagi, makluk berbentuk humanoid itu terlihat lebih waspada dari sebelumnya, setelah berpikir, makluk itu melempar serigala yang tersisa ke arah Aldric dan mengikutinya dengan kecepatan tinggi.

__ADS_1


Syal itu langsung menyerang ke arah serigala yang di lempar, dan humanoid itu mengambil kesempatan untuk menyerang, ujung lain dari syal berusaha menyerang namub berhasil di tangkis olelh humanoid itu, pedang kirinya sudah di atas kepalanya siap menebas Aldric.


Humanoid itu pun mengayunkan pedangnya, namun sebelum itu dapat menyentuh Aldric sebuah barrier tercipta yang melindung Aldric, semua kejadian itu terjadi begitu cepat Aldric bahkan tidak tahu apa yang sedang terjadi walau itu ada di hadapanya.


humanoid itu mulai mundur namun syal mulai menyerangnya secara beruntun dan cepat, menggunakan pedangnya humanoid itu menangkis semua serangan dari syal, namun di saat yang sama humanoid itu tidak bisa lagi melakukan apapun karena tekanan yang di berikan syal Aldric.


Menyadari ini, aldric mengangkat salah satu kursi kayu dan melemparnya ke arah humanoid itu, makluk itu tidak dapat menangani tekanan serangan seperti itu dan akhirnya syal oti berhasil menusuk dadanya di ikuti tusukan ke dua.


humanoid itu pun menjatuhkan pedangnya dan berubah menjadi abu, Ada kelegaan di dalam hati Aldric, ia kemudian melihat sisa siasa dari 'pertarungan' itu hanya abu, abu itu masilah hangat dan terlihat seperti bekas pembakaran tubuh (kremasi)


Melihat kemampuan syalnya Aldric aedikit kagum dan berterimakasih padanya, apa lagi syal nya itu termasuk ke dalam pet, "kerja bagus, terimakasih yah aku tidak tahu apa yang akan terjadi kepadaku jika kamu gak ada di sini" dengan suara kecil keluar dari mulut Aldric.


Sensasi hangat di tubuh Aldric semakin kuat seakan syal itu memahami apa yang Aldric katakan, Aldric kemudian menuju ke pintu dengan santai ia tahu ia terlindungi oleh syalnya rasa percaya dirinya meningkat tajam.


Ia mulai berjalan di lorong gelap tersebut, cahaya bulan menerangi lorong gelap, namun itu mungkin bukanlqh hal baik karena ia melihat rumpulan mayat, di lihat dari polanya mereka berusaha lari dari sesuatu di mana kitq sudah tahu mereka di kejar oleh apa.


Aldric menyadari beberapa mayat itu adalah orang orang yang baru ia kenal malam ini, di antara mayat itu Aldric mengenal wajah yang begitu familiar sangat familiar malahan itu adalah Roderick ia mati dengan luka tebasan di lehernya sepertinya karena Humanoid itu.


Rasa jijik akan mayat dan juga rasa bersalah di hati Aldric mulai terasa, entah mengapa Aldric merasa ini adalah salahnya namun dari awal ia tidak bisa apa apa terhadap serangan ini.


Aldric kemudian meraih ke arah wajah Roderick yang sudah dingin dan pujat, ia menutupkan matanya "maaf sobat, sepertinya takdir berkata lain.... Soal keinginan mu" air mata nyaris tumpah namun Aldric menahanya.


Aldric menyadari pintu yang sedikit terbuka ia menasuki ruangan yang dekat dengan tumpukan mayat itu. Ketika ia masuk Aldric langsung tahu pasti ada seseorang di dalam sana.


"Aldric ?" bisiknya "Aldric !, oh demi eda kamu selamat" nada bicaranya di naikan walau ia berusaha untuk tetap tidak membuat suara, ia mendekat ke arah Aldric sebelum memeluknya.


Pelukan itu bukanlah pelukan kasih sayang ataupun pelukan persahabatan itu adalah pelukan dari seseorang yang putus asa, ia memeluk Aldric seakan ia adalah harapan terakhirnya.


Nakuru tahu Aldric mungkin akan sama seperti dirinya tidak berdaya di hadapan makluk makluk itu, namun melihat ekpresi tenang Aldric membuatnya menaruh harapan padanya walau itu mustahil di pikiranya setidaknya ia punya harapan untuk saat ini.


"Aldric, aku sangat takut, begitu gelap dan.... Dan..." Aldric memeluknya balik kali ini adalah pelukan empatik "tenanglah.... Semua akan baik baik saja, sekarang ayo kita cari tempat lebih aman"


Nakuru mengangguk sambil memegangi baju Aldric dari belakang mereka meninggalkan ruangan itu, Nakuru melihat ke belakang melihat tumpukan mayat yang sudah dingin itu.


"hey.... jangan di lihat abaikan saja" bisiknya Nakuru paham dengan masukan Aldric "maaf...hanya saja.... lupakan saja"


Mereka pun berjalan kembali dan di jalan Aldric memikirkan cara terbaik untuk membuat Nakuru aman, ia mengingat pesan Eda, jika ia sendiri ia tidak masalah melakukan ekplorasi lebih lanjut, namun kali ini Nakuru menitip nyawanya kepada Aldric ia tidak ingin mengambil resiko.


Aldeic menuju ke ruangan sebelumnya tempat ia bertarung, di mana ada cahaya untuk membuat Nakuru tetap tenang.


Merekapun sampai "kita akan diam di sini saja" Nakuru terlihat begitu lega melihat ruangan sembuyi mereka bukanlah ruangan gelap, di saat yang sama Nakuru mengenal ruangan itu.


Aldric membanting rak buku dekat pintu untuk menutup jalan masuk, suaranya bergema di lorong namun karena jumlah lorong yang ada akan sulit mencari sumber suara.

__ADS_1


Aldric pun duduk di dinding Nakuru juga ikut duduk di sisinya, "hey.... Aldric terimakasih..." Alddic mengangguk "ah, tidak masalah" Nakuru pun bersender ke bahu Aldric "apa boleh ?" Aldric mengangguk tidak ada masalah dengan hal itu lagi pula Nakuru sedang butuh bantuan mental.


"kamu tahu ?.... Ini adalah ruangan di mana aku sembunyi sembuyi mencoba anggur pertama kali... Karena ruangan ini selalu kosong dan hanya di gunakan ketika makan malam keluarga" Aldric mengangguk "heh.... Kamu ternyata senakal itu" Nakuru tertawa kecil "hehehe.... Ya... Begitulah" kelihatnya Nakuru mulai menjadi lebih tenang dari sebelumnya.


Di saat mereka berbincang bincang cahaya dari kristal cahaya mulai kembali menyala dan seluruh bangunan menjadi terang kembali, namun pemandangan yang ada lebih buruk di bandingkan dengan cahaya yang mati karena mayat ada di mana mana.


Namun itu tidak masalah Aldric dan Nakuru memutuskan akan tetap berada di ruangan itu untuk sementara.


Nakuru melihat ke sekitar ruangan "hm.... Aku baru menyadari ruangan ini begitu kotor dengan debu" sambil melihat ke arah tumpukan abu bekas pertarungan.


Aldric hanya tersenyum canggung "ya kelihatanya begitu" suara langkah kaki dapat terdengar dari luar, sebelum pintu ruangan itu di gedor.


Aldric dan Nakuru berdiri, Nakuru yang takut bersembunyi di belakang Aldric, dan Aldric siap, walau rahasial syal nya mungkin akan ketahuan oleh Nakuru tapi tidak masalah ia siap.


pintu itu di hancurkan dan cahaya dari sisi lain dapat di lihat itu adalah Dawnbreaker yang mendobrak pintu itu.


perasaan lega dapat di rasakan Aldric dan Nakuru Dawnbreaker kemudian melihat mereka berdua dengan senyuman "kalian baik baik saja ?, ada yang terluka ?" keduanya menggelengkan kepalanya "sujurlah"


Senyiman Dawnbreaker sedikit turun ketika menyadari hanya ada Aldric dengan Nakuru di ruangan itu "k-kalaian.... A-apakah kalian itu.... Ehm... Apa kalian itu bertunangan ?"


keduanya terkejut dan mengelengkan kepalanya "oh... Maaf berpikir demikian... Hanya saja kalian terlihat begitu dekat, ayo cepat kalian harus keluar dari sini, beberapa lower Abyss masih berkeliaran di sini"


Merekapun mengikuti Dawnbreaker menuju temoat aman namun dari tempat mereka berjalan dapat di lihat 5 lower Abyss berlari ke arah mereka.


Dawnbreaker tanpa banyak bicara memasuki kuda kudanya dengan lance siap di tangan kananya, sayapnya mengembang dan ia meluncur ke arah lawanya dengan keceparany yang tidak masuk akal.


Aldric dan Nakuru nyaris terhempas oleh satu kepakan sayap Dawn breaker, 3 dari Lower Abyss itu hilang dari barisan serangan, kemudian Dawnbreaker melakukan manuver balik menabrak sisa dari lower Abyss.


dan berhenti tepat di hadapan Nakuru dan Aldric, dengan semua lower Abyss masih menancap di lancenya sebelum di musnahkan oleh lance sucinya itu.


Nakuru dan Aldric terlihat begitu kagum "wow itu sangat keren" teriak Aldric "mhm.... Seperti yang di harapkan dari Dawnbreaker !"


Dawnbreaker hanya tersenyum sendiri "ahaha... Sudah sudah kalian berdua" wajahnya sedikit memerah karena pujian itu merekapun melanjutkan perjalanan mereka.


Sampai mereka keluar dari bangunan itu, di luar banyak celestial berterbangan di atas lokasi memantau di udara, banyak pasukan dari kerajaan juga jika sesuatu yang buruk terjadi.


Ayah dari Nakuru di luar menungu dengan cemas sampai ia melihat putirnya keluar selamat bersama Aldric dan Dawnbreaker.


Ia berlari ke arah Nakuru sama dengan Nakuruyang melihat ayahnya datang ke arahnya, mereka berpelukan dan menangis sebuah reuni dari inseiden mengerikan.


Cedric juga menunggu di luar, terlihat perban di ikat di bagian bahu dan tanganya dan bajunya juga terlihat sedikit berantakan, ia melihat Aldric keluar ia langsung mendekat dengan kecepatan penuh sebelum memeluknya dengan erat.


"Astaga sukurlah kamu selamat !, maafkan kaka gagal melindungimu !" teriaknya sambil memeluk Aldric dengan kencang tanpa sadar mencekiknya.

__ADS_1


"kaka.....kaka... Oke oke... Tolong lepaskan aku tidak... Bisa bernafas" Cedric langsung mrlepaskannya "oh !, maaf aku tidak sadar" Aldric kemudian melihat ke arah bangunan itu sekali lagi dan berpikir di kepalanya, siapa yang melakukan ini.


__ADS_2