Kehidupan Baru Sebagai Putra Bungsu Kerajaan

Kehidupan Baru Sebagai Putra Bungsu Kerajaan
atefak sarkaz


__ADS_3

Malam itu Aldric tidak tertidur takut Loman di serang oleh Everon ia ingat rencanaya untuk menyerang Everon namun karena ketidak tahuanya tentang lokasi rumah Everon dia harus bersabar.


benar saja Loman memberi sinya bahaya, ia langsung berteleport ke sana dan muncul di hadapan Loman namun ia melihat ke arah jendela ke luar tidak ada siapa siapa "apa ini ?"


Di sisi lain Everon duduk di kursi mewahnya ia terlihat tua dan marah, ia kemudian menghela nafas "baiklah kita abaikan saja si Loman ini cari artefak lain dan cepat, kita hanya punya satu hari lagi sebelum haru ulang tahun puteri Bacchus"


"tapi ayah temanya si Loman telah membunuh adik dan kaka ku !, anak mu sendiri !" Everon terlihat tidak peduli "heh !, dengar ya bajingan kamu beruntung sekarang kamu yang tertua dan akan menikahi sang puteri !"


"tapi nama keluarga kita di injak injak dengan kematian meraka" Everon menghela nafas seperti menahan emosi "dengar kita akan membalasnya nanti jika kau bersabar dikit" anak ke dua Loman terlihat tidak senang sama sekali dan terlihat tidak terima juga.


Di sisi lain Aldric berbincang dengan Loman "tuan hunter killer... Um... Bagaimana yah... Jadi apa anda akan menetap di sini atau..." Aldric menggelengkan kepalanya "tidak aku akan pergi dari sini setelah putri Bacchus berulang tahun.


Loman mengangguk "tuan... Dengan segenap hatiku dengan nama keluarga malice... Dengan nama seluruh nenek moyang para iblis aku mohon lakukan sesuatu pada Everon... saya takut dia akan menjadi jadi besok mengingat para bangsawan akan berkumpul dan mudah untuk di sergap"


Aldric mengangguk "kalau begitu beri tahu aku lokasi kediaman Everon aku akan mencoba" Loman pun memberi tahu lokasi kediaman Everon dan Aldric langsung saja menuju ke sana namun saat ia berjalan ia bertemu dengan red sendirian, Aldric menghela nafas dia rasa ia harus bertarung sekarang namun red kelihatanya tidak datang untuk membunuhnya.


"ada apa dengan mu ? Tidak jadi membunuh ku", "seperti yang aku katakan tadi sore... Aku di sewa ini bukan masalah pribadi... Walau kau nyarus membuat ku tereksekusi"


"hm ?, bagaimana" Aldric pura pura tidak tahu " cth... Aku salah menyerang seseorang dan dia adalah pangeran bungsu dari Solantia, walau bungsu aku dengar kaka kakanya memiliki hubungan baik denganya... Untung dia tidak mengeksekusi ku"


"tapi dia tidak punya sihir kan ?" kata Aldric dengan nada mengejek "hey ! Jangan begitu aku juga tidak suka bangsawan tetapi pria malang itu tidak punya sihir... Entah apa saja yang telah ia lalui bisa sampai sejauh ini tanpa terkorupsi"


Aldric memiringkan keoalanya tanda penasaran "korupsi ?" red menghela nafas "kamu benar benar tidak tahu ? Haaah...." awalnya red tidak ingin menjelaskan namun ia berpikir ada kemungkunan bahwa lawan bicaranya itu memiliki kekurangan tentang pengetahuan umum.

__ADS_1


"korupis terjadi ketika seseorang merasa atau memang tidak cukup di saat seperti itu abyss akan mendatangi mereka dan menawarkan kontrak dengan mereka, entah untuk mendapat kekuatan sihir, kekuasaan, uang dan lain lain bahkan menghububngkan kembali koneksi jiwa dan tubuh kelainan yang di alami orang tanpa sihir, dan seseorang seperti pangeran Aldric adalah orang yang sangat rapuh untuk ter korrup... Antara ia menolaknya atau para abyss itu belum bertemu dan membuat kontrak denganya"


"aaah..." Aldric memahami apa yang red katakan "um.. Jadi mebgapa Everon tidak inginkan nyawaku lagi ?", "kami gagal dan nyaris membuat konflik antara dua negara jika yang di atas tahu Everon yang secata tidak sengaja mengirim ku untuk membunuh seorang target dia juga akan dalam masalah"


".... Bagaimana jika aku menyewa kalian ?" red terlihat tertarik "tentu jika kamu punya uang" Aldric memberikan sekantung emas "ada 200 koin emas di dalam situ" rwd terlihat terkejut "...! 200 ? Kamu bercanda bahkan Everon hanya membayar kami dengan 50 koin emas"


"apakah inflasi di sini begitu parah ?" red mengangguk "ya begitulah 200 koin emas hahaha ini akan mencukupi member kami sangat lama, jadi apa yang kamu ingin kami lakukan ?"


"serang keluarga Everon aku juga akan ikut dalan penyerangannya... Utamakan artefak sarkaz yang mereka simpan" red mengangguk "wow kamu tahu banyak untuk seorang petualang, baiklah walau begitu kami tidak bisa langsung berhadapan dengan Everon... Dia terlalu kuat"


"tidak masalah aku yang akan menghabisinya" red mengangguk dan mereka melakukan persetujuan dan membuat rencana.


Malam itu juga di kediaman Everon red dengan bawahanya berhasil masuk dan memasang alat sabotase dan berhasil melokasikan tempat penyimpanan harta dari Everon di mana artefak sarkaz di simpan.


Aldric menunggu konfirmasi dengan kristal komunikasi knight dan tormented siap di sisi kanan dan kirinya, sinyalpun di dapatkan cahaya kristal berhasil di sabotase villa besar itu langsung gelap gulita, melihat ini knight langsung saja masuk lewat pintu depan memotong dan menghancurkan semua yang menghalangi termasuk para penjaga.


Everon yang tahu ia di serang langsung memasang armor dan mengambil salah satu artefak sarkaz itu, anak ke dua Everon datang dengan panik "ayah kita di serang !", "aku tahu dasar bodoh, minggir ! Mereka pikir siapa aku hah !"


Sementara itu anak anaknya yang di sisi lain villa tidak bisa melindungi diri terlalu baik mereka dengan mudah di bunuh oleh bawahan red, red yang memantau melalui mata dari semua bawahanya mendapat setiap detil tentang villa dan keadaan setiap tempat.


Sementara itu sang knight dengan mudah memotong jalanya masuk ke villa dan di sambut oleh penjaga dengan hujan anak panah dan peluru sihir dan itu tidak berguna sang knight mengeluarkan death slash nya dan para menjaga itu menjadi senyap.


Secara tiba tiba sebuah pedang besar terlempar ke arahnya dan ia menangkis serangan tersebut namun itu membuatnya sedikit terhempas.

__ADS_1


dari kegelapan Everon muncul menarik oedang besar itu di lehernya terdapat artefak sarkaz "heh ! Mayat hidup ! Siapa yang mengirimu ?!", "kematia... Mu" kata knight sebelum maju dengan kecepatan tinggi untuk memotong Everon danmu dengan mudah di tangkis, pedang Everon mulai berkarat, melihat hal tersebut ia melepas pedangnya dan memukul wajah knight sampai ke kuar villa.


Knight yang terhempas langsung mengambil posisi bertarung dan mengekuarkan death slash di mana Everon memukul death slash dan itu terpantul layaknya peluru kepada lapis baja.


kalung Everon menyala berwarna merah kehitaman dan seketika kedua tangan Everon mengeluarkan api merah kehitaman dan ia berhasil maju dengan kecepatan tinggi menuju knight ia berhasil memukul kepala kbight hingga terbang ke sisi lain, namun tubuh knight masih bisa bergerak sebelum mati ia menusuk Everon ke arah dadanya sebelum menghilang.


Everon yang melihat lukanya sangat marah dan kesakitan pedang itu menembus dadanya "bajingan itu melukaiku sebelum mati... Dasar... Sudah mati saja merepotkan apalagi jika-..!" Everon melihat Aldric dengan pedang anak ke 3 nya di hadapanya ia kelihatanya siap bertarung "kau... Kau ! Yang membunuh anak anak ku kan ?!" mati kau !" ia lompat dan menyerang Aldric sang topeng yang mengkalkukasikannserangan tangan kosongnya memilih untuk menghindar seranganya terlalu kuat untuk di tangkis.


Ketika menghindar Aldric lqngsung melakukan serangan balasan namun ayunan pedangnya di hentikan oleh semacam kekuatan... Sepertinya kalung artefak sarkaz itu yang melakukanya.


Aldric mundur sebentar dan hendak menganti pedang namun Everon tidak memberinya cela dia menyerang sepertu hewan buas, bukan dengan cakar atau tubuh besar namun dengan kekuatan mentah dari kekuatan yang di berikan oleh artefak sarkaz itu.


Secara tiba tiba red muncul di belakang Everon dengan gerakan memutar menusuk lehernya dengan segala kekuatanya namun belatinya malah patah dengan cepat Everon memegang lengan red dan melemparnya ke arah Aldric dan red berteriak namun anehnya teriakanya terdengar feminim.


Aldric berhasil menangkal red mengurangi dampak lemparan dari Everon, melihat kesempatan ini Everon lomoat dan menyerangnya "dua burung satu batu !" namun seranganya berhasil di tangkis oleh syall milik Aldric walau begitu syalnya menjadi robek.


Red langsung berdiri dan melempar bom asap ke wajah Everon dan Aldric berhasil menganti senjatanya "red minggir" Red kemudian mopat ke belakang Aldric dan Aldric mengayunkan pedangnya seketika angin kencang menabrak Everon dengan kekuatan yang mengerikan, namun Everon masih bisa berdiri walau begitu dia terluka parah.


Sekali lagi Aldric mengayunkan pedangnya dalam proses angin kencang dan kuat itu menabrak Everon artefaknya rusak dan Everon terbaring di tanah sekarat.


"tunggu... Tunggu jangan bunuh aku" red melihat ke arah Aldric "tuan hunter killer haruskan aku membunuhnya" Aldric berpikir sebentar "apa anak buahmu membunuh semua anak anaknya ?" red mengangguk "tapi anak ke dua entah ada di mana"


Tidak lama Aldric mendapat pesan bahwa anak ke duanya mati karena berusaha kabur melewati penghalang yang tormented buat... Bersama dengab beberapa puluh pelayan dan penjaga.

__ADS_1


"tidak usah dia sudah tidak punya apa apa" red mengangguk "bagaimana dengan artefaknya tuan dan juga emas yang dia miliki ?" Aldric mengangguk "lakukan apapun dengan artefak itu... Apapun yang kamu mau... Tapi sisakan satu untuk ku dan pastikan itu yang kualitasnya terbaik sisa emasnya.... Bagi 50/50" red terlihat terkejut "apa kau serius ?, di situ seperti ada 7 artefak" Aldric hanya mengangguk "aku percayakan ini pada kalian, aku akan menemui kalian nanti pagi tolong amankan semuanya terlebih dahulu"


mereka pun pergi meninggalkan Everon dengan semua luka yang membuatnya pingsan ia tidak mati, setidaknya Aldric mencapai tujuanya dan ia pulang memberi kabar ini kepada Loman sebelum masuk lewat jendela kamar hotelnya dan tidur dengan nyeyak.


__ADS_2