Kehidupan Baru Sebagai Putra Bungsu Kerajaan

Kehidupan Baru Sebagai Putra Bungsu Kerajaan
salah paham


__ADS_3

Aldric berjalan pulang sambil membawa kotak cokelat yang telah terinjak itu, ya setidaknya bagian dalamnya tidak kotor jadi maaih bisa di makan, kotak putih dengan pita yabg di ikat itu tudak seperti dulunya yang rapih dan bagus.


Ketika Aldric masuk Edin melihat Aldric membawa kotak itu "ah tuan anda suda-" Edin kaget setelah melihat kotak cokelat yang memiliki bekas injakan itu.


"tuan Aldric.... Siapa yang melakukan ini ?" dari nadanya Edin menahan emosinya "sudahlah tak oerlu di bicarakan"


"apa maksud anda ini tidak perlu di bicarakan !, anda adalah pangeran tidak peduli dengan atau tanpa kekurangan anda... Jadi katakan siapa wanita ini ?" Aldric sedikit kaget bagaimana Edin bisa tahu pelakunya adalah seorang wanita.... ah mungkin dari tapak kakinya memang seoatu wanita pikir Aldric.


"Edin sudah cukup, aku sudah merelakanya" Edin terlihat tidak senang "tidak, ini tidak boleh, anda adalah pangeran anda punya harga dir-" Aldric memotong ucapan Edin "itu sudah cukup Edin... Cukup aku paham"


Edin langsung diam dan menghela nafasnya "tuan.... Tolonglah... Berikan saja aku nama wanita ini... Aku hanya tidak bisa menerimanya" Aldric paham dengan ucapan Edin lagi pula ia adalah tuanya.


"Edin lihatlah aku apa aku terlihat marah ? hm...?" Edin mengelengkan kepalanya "lalu mengapa kamu marah untuk ku di mana aku sendiri tidak marah ?" Edin membuka mulutnya tapi tidak ada yang keluar... Ia berusaha mencari kata kata yang benar.


"t-tapi tuan... Apa anda tidak sedih ?, patah hati atau sedikit saja kesal ?" Aldeic mengangguk "ya mau bagainana lagi yah ?, hahaha sesuatu telah terjadi jadi lebih baik membiarkanya terjadi kan ?, lagi pula jika aku mengambil aksi apa cokelat ini akan terbentuk kembali ?" Edin kelihatanya paham tetapi pahamnya itu salah, ia mengangguk "baiklah tuan... Jika itu yang anda pikir benar..."


"baiklah aku masuk dulu... Eh mau cokelat tidak ?, lagi pula ada banyak ini" kata Aldric membuka kotak cokelat itu, ada banyak jebis cokelat di dalamnya, Edin tersentuh dengan perbuatan Aldric, "saya ambil satu saja" ia mengambil cokelat susu yang telah terbelah dua, semua cokelat itu berada dalam bentuk bar jumlahnya ada 5 rasa dengan masing masing 2 bar setiap rasa.


"hei... Ambilah yang utuh jangan yang sudah hancur itu" kata Aldric sambil tersenyum, Edin pun mengambil cokelat yang masih utuh satu bar cokelat susu "terimakasih tuan" sangat terlihat Edin memaksakan senyumanya tapi Aldric tidak menyadarinya.


Aldric pun pamit dan mulai naik ke lantai selanjutnya menuju kamarnya, Edin melihat ke arah lain, dan mulai mengigit cokelat itu dengan setetes air mata yang tumpah, matanya telah berkaca kaca, ia menahan tangisnya.


"bagaimana.... Bagaimana ia bisa sekuat itu... Dan mengapa aku menangis ?..." ini bukan seperti dirinya yang di tolak secara tidak hormat oleh seorang wanita, pikir Edin sambil mengigit cokelat itu.


Edin kemudian mengapus air matanya dan memasang wajah kuat "mengapa aku menangis ?, tuan Aldric jelas jelas menahan duka di dalam hatinya... Dan aku juga akan melakukan hal yang sama"


Di sisi lain ketika Aldric berjalan ia bertemu dengan Celestia di lorong "oh hi Aldric apa yang kamu bawa it-..." Celestia kaget melihat kotak cokelat yang telah terinjak itu.


"oh hi kaka... Ya ini cokelat yang aku beli tadi terjadi sedikit kec-" Celestia kelihatanya tidak mendengarkan Aldric dan langsung menarik tanganya "eh !, kaka kita mau ke mana ?"

__ADS_1


Celestia tidak menjawab wajahnya di antara marah dan sangat ingin menangis mereka pun duduk di perpustakaan saling berhadapan dengan kotak cokelat yang di taruh di tengah meja.


Seraphina datang dengan terburu buru "ada apa Celestia !, katakan ada apa " Celestia mengelengkan kepalanya ke arah kotak cokelat di tengah meja Seraphina langsung kaget "Aldric ini punya mu !?" kata Seraphina sambil memukul meja Aldric yang kaget dengan reaksi kakanya itu menjawab dengan pelan "i-iya..."


"siapa !, siapa yang melakukan ini katakan !" teriak Seraphina ia terlihat begitu kesal Aldric makin tidak nyaman dengan suasana perpustakaan yang biasanya sunyi dan tentram, Celestia menenangkan Seraphina dengan isyarat tangan.


Seraphina pun sadar ia hanya meluapkan emosinya kelada Aldric yang tidak bersalah, ia menghela nafas dan suara nya kembali seperti normal lembut dan penuh perhatian, "Aldric... Tolong katakan kepana kaka siapa dia ?"


Aldric melihat ke arah kotak cokelat itu "kaka tidak perlu khawatir aku tidak masalah dengan hal ini" Celestia langsung berteriak sambil menangis "apa maksudmu tidak masalah !, seseorang menyakiti mu !, dan kamu pikir aku akan diam saja mengetahui adiku terluka oleh seseorang" Celestia berteriak dengan emosional ia tidak lagi bisa menahan air matanya.


Karena Celestia yang mengalami breakdown membuat Seraphina ikut menangis "apa kamu tahu berapa banyak aku berdoa di kuil demi masa depan mu ?!, aku selalu berdoa agar kamu tumbuh normal dan di terima semua orang, aku selalu ingin menangis saat kamu selalu mengurung diri di kamar mu" Celestia sambil terisak tangis.


"namun semua itu berubah, kamu mulai keluar kamar... Bahkan mulai bicara dengan ku aku sangat senang... Aku sangat senang dengan hal itu... Namun aku takut kamu akan kembali sepertu sebelumnya mengurung diri lagi, aku hanya tidak ingin kehilangan adik ku lagi !" kata Celestia mengungkapkan seluruh beban pikiran yang ia miliki bertahun tahun.


Aldric langsung berdiri dan menuju tempat duduk kakanya itu dan memeluknya sama dengan Seraphina yang memeluknya dari sisi lain.


"kaka... Maafkan aku... Karena aku kaka memiliki beban pikiran seperti ini... Maafkan aku, maaf aku janji aku tidak akan mengurung diri di kamar lagi" bisik Aldric dengan lembut kepada kakanya itu.


Mereka pun saling mendukung satu sama lain untuk waktu yang cukup lama setelah semua emosi mereda mereka kemudiam melanjutkan pembicaraan soal kotak ckkelat itu.


"Aldeic tolong katakan siapa yang melakukan ini ?, aku akan menghukumnya sesuai ketentuan yang ada" kata Celestia masih memiliki bekas air mata.


"kaka aku tidak masalah dengan ini, sungguh... Lagi pula jika ia di hukum cokelat ini tidak akan menyatu kembali kan ?" Celestia menghela nafas dan mengangguk "jika itu yang kamu mau... Baiklah" Aldric pun di biarkan pergi.


Aldric berada di kamarnya memisahkan cokelat cokelat sesuai jenis nya dan membawa yang telah hancur ke dapur istana, karena makan siang telah lewat dapur menjadi sepi di temani seorang pelayan Aldric melelhkan kembali cokelat cokelat itu dan memasukanya ke sebuah cetakan pelastik dengan bentuk bentuk lucu yang ia beli di sistem.


Sang pelayan itu kemudian menggunakan sihirnya mendinginkan cokelat itu dengan cepat, setelah itu Aldric kembali ke kamarnya dan mulai membungkus cikelat itu sesuai jenisnya ia memiliki begitu banyak cokelat rencananya ia akan memberikan beberapa kepada para pahlawan.


Ia pun melakukan itu, pertama adalah umbr- maksudku Manes, ia adalah assasin jadi ia seharusnya sulit di cari tapi Aldric berjalan sambil melihat ke setiap cela dan bagian atap berusaha mendapat perhatian Manes dan ia berhasil.

__ADS_1


"hei... Bocah apa yang kamu cari ?,peliharaan mu hilang atau sesuatu ?" katanya seberti biasa nada bicaranya dingin "ah nona Manes di situ anda rupanya" Manes terlihat sedikit terkejut "eh ?... Untuk apa kamu mencari ku ?"


"Manes katakan kamu suka cokelat apa ?" Manes terkejut dengan pertanyaan itu "m-mengapa kamu menanyakanya ? A-apa pang kamu mau ?" Aldric habya tersenyum "jawab saja"


"b-bittersweet...hey bocah buat apa kamu bertany-" ucapan Manes di sela oleh Aldeic yang memberinya sebuah kantong cokelat bittersweet dengan bentuk lucu seperti hati, kelinci, dan bintang jumlahnya ada 4 buah.


Manes tak bisa berkata apa apa, wajahnya mulai memerah tapi tertutup oleh jubah hoodienya "k-kenapa... A-aku.... Um..." Manes tidak bisa menemukan kata kata yang benar "kenapa kamu melakukan ini ?!" teriaknya tapi teriakan itu bukan teriakan marah tapi teriakan malu.


"mengapa tidak ?" Manes kehabisan kata kata, ia pun menerima kantung cokelat itu "b-baiklah... Terimakasih..." Aldric pun senang karena kelihatanya Manes menyukai cokelat yang ia berikan "aku pergi dulu sampai jumpa nanti" ketika Aldric hendak pergi Manes berteleport di hadapanya.


dan ia melepas hoodienya matanya berwarna orabye rambutnya pendek hitam wajahnya imut dan cantik dan ia memiliki dua tanduk kecil di dahinya, ia terlihat sangat merah bahkan telinganya juga, ia pun langsung menutupinya lagi dengan hoodienya, dan pergi.


Aldric sedikit kaget tapi yah ia rasa itu adalah tanda mereka berteman sekarang, selanjutnya adalah Kelly dia sedang bersantai di taman di dalam ruangan istana, ia melihat Aldric dan langsung mengundangnya.


"Aldric kemarilah ayo duduk" Aldric pun duduk saling menghadap "nona Kelly cokelat apa yang kamu suka ?" langsung tanya Aldric.


"ah aku sudah bilang tidak perlu menggunakan kata nona... Um... Cokelat yah.... Aku suka cokelat jenis cokelat hitam" Aldric langsung meraih ke saku di dalam bajunya dan mengeluarkan cokelat yang sama sepeeti yang ia beri ke Manes hanya saja berbeda rasa "ini ambilah"


"u-untuk ku ?" Aldric mengangguk " b-bukankah ini terlalu cepat ?... maksudku aku... Kita baru mengenal minggu lalu" Aldric hanya tersenyum sambil mengistirahatkan kepalanya di tanganya, "memangnya ada masalah dengan itu ?"


Kelly kesulitan untuk bicara "ya... Tidak sih... tapi... aku... Mara..." Aldric terlihat sedikit tertarik "Mara ?, ada apa denganya"


"tidak... Tidak ada apa apa" ia menerima cokelat tersebut "terimakasih Aldric...." mukanya memerah tapi ia menutupinya dengan rambutnya dengan cara menunduk.


"semoga kita bisa saling mengebal lebih dalam lagi" Kelly hanya mengangguk" dan tidak lama kemudian Aldric pergi mencari Mara damun tidak dapat menemukanya.


Ia malah bertemu dengan Credric "Aldric kamu mencari seseorang ?" kata Credric ia masih bersalaha atas kejadian waktu itu, Aldric mengangguk "apa kaka melihat nona Mara ?" Credric mengangguk, "ia sedang melakukan pembicaraan dengan ayahanda, memangnya ada apa"


Alric mengingat saat mereka berbincang di perpustakaan kata Manes, Mara suka makanan manis "kaka, tolong berikan ini pada Mara" ketika melihat sebuah kantong cokelat susu Credric sedikit kaget "cokelat ?!, Aldric apa kamu serius ?" Aldric hanya mengangguk "tolong yah"

__ADS_1


Credric menerima cokelat tersebut, "baiklah, serahkan ini kepada kaka mu" katanya sambil tersenyum, ia juga ingin sekalian menebus kesalahan yang ia buat sebelumnya.


__ADS_2