Kehidupan Baru Sebagai Putra Bungsu Kerajaan

Kehidupan Baru Sebagai Putra Bungsu Kerajaan
demon


__ADS_3

beberapa hari telah berlalu, Astra datang hanya untuk sebentar ia pergi secepat ia datang, sementara itu perlahan lahan namun pasti orang orang kembali dari camp silver lance sebagai warga sipil, kebanyakan dari mereka tidak kuat dengan latihan dan tanggung jawab yang di berikan oleh pasukan silver lance.


Alruc benar benar takut ini akan menjadi kegagaalan mengingat jumlah pasukan silver lance sangatlah sedikit, tapi Aldric sama sekali tidak tahu cara melatih seseorang menjadi seorang tentara apalagi ksatria jadi ia biarkan Kirill melakukan apa yang harus di lakukan.


Di sisi lain sebuah istana yang begitu megah namun juga memiliki nuasa gothic yang begitu pekat, sebuah pesta sedang di adakan, pesta itu seperti pesta bangsawan pada umumnya mungkin salah satu perbedaan terbesar adalah kode pakaian yang serba hitam dan elemn fothic yang sangat kental, mayoritas yang mengikuti pesta itu adalah iblis.


Di tepi ruangan tersebut duduk seseorang yang menggunakan mahkota hitam mahkota itu tidak menyentuh kepalanya malainkan berputar di atas kepalanya, energi hitam yang mengintimidasi dapat terlihat dengan jelas, tanduknya terlihat kuat dan memiliki struktur yang begitu mengintimidasi berwarna hitam mengkilap.


Ia adalah pria tinggi dan tampan telinganya runcing matanya berwarna merah menyala dangan pupil runcing layaknya iblis... Ya dia emang iblis sih.


Di sisinya duduk seorang wanita serba putih, ia menggunakan sebuah penutup kepala tipis menutupi kepala hingga bahunya, kain itu cukup tipis untuk ia melihat sekitar tapi menjaga orang lain untuk melihat wajahnya, tanduknya menonjol dari yang lain sama seperti pria di sebelahnya namun lebih pendek.


Salah satu tamu yang datang maju mendekati pria yang duduk di situ mereka langsung berlutut dan pelayan datang di sisinya memberikan pria tersebut sebuah kotak hadiah.


"tuan Belialor terimalah hadiah dari keluarga saya" pelayan di sisi Belialor membukakan hadiah tersebut isinya adalah sebuah akar berwarna emas itu memiliki aroma kayu yang kuat.


Belialor hanya mengangguk dan memberi isyarat tangan untuk bubar, tamu yang baru datang itu langsung bergabung dengan yang lain, dan hadiahnya di bawa pelayan menuju ruang penyimpanan.


Belialor menyederkan kepalanya ke lengan kanannya ia terlihat bosan ? Atau memperhatikan apa yang terjadi di pesta entahlah tidak ada yang berani melihatnya langsung di matanya itu, aura membunuhnya begitu kuat.


wanita di sebelahnya melihat ke arah Belialor, Belialor diam sebentar lalu mengangguk "tunggu sebentar yah sebentar lagi akan selesai" dengan suara yang lembut dan penuh perhatian, cukup mengejutkan itu keluar dari pria yang memiliki aura pembunuh sebesar ini.

__ADS_1


Wanita itu kemudian menghela nafas, dari reaksinya ia tidak ingin berada di pesta tersebut, melihat ini Belialor berusaha membicarakan sebuah topik, "umm..... Hey apa kamu sudah dengar tentang pangeran dari kerajaan Solantia ?"


Wanita itu terlihat tidak tertarik namun dari pada bosan diam dia memberi perhatian "memangnya kenapa ?", "jika tidak salah namanya adalah Aldric... Ya dia... Kamu tahu dia adalah pangeran bungsu yang tidak memiliki sihir ?"


Wanita itu kemudian diam sebentar dan mengingat sesuatu "oh... Ya aku sudah mendengarnya, jujur saja aku sangat kasihan... Tapi sayang bukan urusan ku... Atau kita", "kamu tahu minggu kemarin baru ketahuan ia memimpin sebuah kota di perbatasa negeri kita dan Arrely"


"...!, sungguh ?, tapi apa ia bisa ? Aku tahu perbatasan adah tempat teraman dan mengingat kedua ke tiga negeri memiliki hubungan yang cukup baik... tapi bukankah ia terlalu muda ?"


"dari rumor yang aku dengar karena dirinya organisasi bandit di sana berhasil di berantas dan bahkan pasukanya berhasil mengalahkan false dragon... Awalnya aku tidak percaya namun ketika mendapat surat bahwa kota yang sama yang di pimpin oleh pangeran Aldric menyerang dan mengamankan warga kita yang di perbudak dari negeri kita aku langsung percaya"


"aku harap ia tidak menjadi monarc atau apapun yang lebih buruk dari itu... Seseorang yang awalnya tidak memiliki kekuatan sebesar itu biasanya akan jatuh ke sisi itu" wanita itu sambil melihat lihat apa yang terjadi di pesta.


"ya... Mari kita lihat bagaimana sifat aslinya" wanita itu sepertinya benar benar tidak percaya kepada Aldric walau dengan rumor baik yang tersebar di udara.


"oh iya... Lilim... Kapan kamu akan menikah ? Apa sudah menemukan pasangan ?" kata Belialor kepada Lilim melihat ke arah Belialor "kaka... Aku tidak pernah keluar kastil teman ku juga adalah para familiarku bagaimana aku dapat menemukan seseorang yang 'cocok' dengan ku ?"


"dengarkan aku kamu harus menikah sebelum umur 130 tahun, jika tidak nenek moyang para iblis akan mengutukmu untuk tidak memiliki pasangan" tegas Belialor (ini hanya mitos)


"ya...." Belialor paham adiknya kesulitan mencari pasangan karena dia terhitung spesial tidak ada yang berani mendekatinya karena takut atau merasa tidak layak untuk dirinya.


"dengar jodohmu akan datang percayalah" dukung kakanya tersebut, kelihatanya ada barrier tipis yang membuat pembicaraan mereka tidak terdengar ke seluruh tamu yang berpesta.

__ADS_1


Dari pintu masuk, masuk seseorang kelihatanya ia tamu namun ia datang terlambat, ia dengan bergegas berlutut di hadapan Belialor dan Lilim.


"tuan saya benar benar minta maaf saya terlamat" Belialor terluhat tidak senang "mengapa kau terlambat ?" pria tersebut berusaha menemukan alasan namun kesulitan bicara ia jelaa ketakutan.


".... Dan di mana hadiah mu ?" pria itu langsung terlihat kaget "tuan !, saya bemar benar lupa ! Tolong saya mohon maafkan saya !"


Belialor melihat tajam ke arah pria tersebut ia terlihat sangat sangat tidak senang "kau datang terlambat tanpa alasan jelas, dan kau bahkan tidak memberikan adiku sebuah hadiah awal untuk ulang tahunya... Apa kau anggap ini lelucon ?"


"tidak tuan... Aku mohon !, aku... Aku akan memberikan hadia yang mahal dan megah untuk hadiah utama ! Aku mohon" ia berlutut memohon matanya berkaca kaca ia kelihatan akan mengalami panic attack.


Belialor melihat ke arah adik nya dan Lilim mengelengkan kepalanya Belialor dengan cepat menunjuk ke arah pria yang memohon itu dan sebuah peluru energi menembus dahinya dan ia jatu lemas layaknya boneka menghantam tanah.


Dengan cepat para pelayan menyeret mayat pria tersebut dan memberihkan darah yang mengenang, para tamu tidak mempedulikan hal tersebut seakan ini adalah hal yang normal.


"Kaka jangan lupa hadiah yang aku inginkan" Belialor menganggku "tentu saja aku akan melakukan sayembara untuk hadiah tersebut.... Kamu tahu apa ? Aku akan mengumumkanya sekaranga"


Belialor menghilangkan barrier suara dan berdiri "perhatian semua tamu yang terhormat, terimakasih telah datang ke pesta awal ulang tahun adik ku, sungguh !, aku berterimakasih kalian telah datang.... Namun adik ku menginginkan sebuah hadiah untuk ulang tahun utamanya, ia menginginkan artefak Sarkaz... Apapun itu... Asal tentu tidak terkutuk, saya dengan senang akan memberi hadiah untuk siapapun yang dapat memberikanya hadiah tersebut, posisi !, kekuatan !, apapun itu katakan saja.... Asal adik ku senang"


Mendengar pengumuman ini sebagian kcil bangsawan yang terlihat senang karena mereka keluarga mereka memiliki harta artifak sarkaz tapi beberapa juga memiliki niat jahat kepada keluarga yang memiliki, uadara menjadi berat dan keadaan menjadj tidak nyaman.


"kaka mengapa kamu mengumumkanya sekarang ? ini terlalu awal, akan ada banyak pertumpahan darah" Belialor hanya tertawa kecil "apa salahnya pertumpahan darah kecil ? Semoga setiap darah yang menetes sampai hari ulang tahun mu akan menjadi umur mu yang panjang"

__ADS_1


__ADS_2