Kehidupan Baru Sebagai Putra Bungsu Kerajaan

Kehidupan Baru Sebagai Putra Bungsu Kerajaan
pembersihan


__ADS_3

Setelah kejadian itu Aldric memerintah semua saksi mata agar apa yang terjadi di balai kota tidak di sebarkan ke umum di mana itu benar benar terjadi kejadian itu tidak lagi di bicarakan.


Disisi lain di dalam hutan lebat sebuah pertemuan di adakan "kalian semua suah dengarkan ?, beberapa dari kita tertangkap karena usaha penyekundupan yang gagal itu" kata seseorang dengan jubah hitam ia memegang tongkat necromancer yang terlihat sangat gelap dan memiliki aura yang membuat tubuh merinding.


"tuan, semenjak kedatangan wali kota baru kita benar benar kesulitan untuk melakukan rencana kita"


"Atirim benar tuan, bahkan Xylyrryk yang kita sebarkan sudah di basminya entah bagaimana pasti ada seseorang yang kuat di sisinya" Aritim menambahkan "iya... Aku rasa itu benar, mata mata yang kita kirim belum kembali semenjak kita kirim dan juga wali kota baru ini berasal dari ibu kota langsung"


pemimpin dengan serba hitam dan tersembunyi di balik bayangan itu berpikir "apa ada masukan ?, kita akan di hancurkan oleh deadline jika begini terus" kata jubah itu sambil mengusap dagunya walau wajahnya tertutup bayangan lokasi ia mengusap adalah dagunya.


"kita bisa masuk jika kita dapat meniru tanda tangan tuan" pemimpin itu terlihat penasaran "apa itu tanda tangan ?"


"itu adalah tanda yang di tulis oleh wali kota, betindak seperti persetujuan dari dirinya... namun sangat sulit untuk di tiru karena menggunakan tinta sihir"


"bawakan padaku, 'tanda tangan' ini" salah satu dari pelayan memberikanya sebuah surat perintah dengan tanda tangan "jadi ini yang di sebut tanda tangan... Huh ?, benar benar tulisan tangan yang bagus" katanya memuji tanda tangan yang rapih itu.


kemudian ia mengambil sebuah cap kosong dan mrnempelkanya ke bagian tanda tangan, saat di tarik tanda tangan itu ter copy ke cap tersebut "ini gunakan ini untuk masuk dan, cepat kita kehabisan waktu"

__ADS_1


Kedua bawahanya itu langsung pergi dan beberapa minggu kemudian sebuah kereta kuda pelayan hendak masuk dan hendak di cek bawaanya.


Salah satu prajurit kemudian datang mengaku langsung dari balai kota "aku mendapat surat resmi dari wali kota untuk membiarkan kereta kuda berwarna merah ini masuk" salah satu dari penjaga gerbang bertanya tentu "boleh aku lihat suratnya ?" 'prajurit' itu pun memberikan surat printah tersebut.


Saat melihat surat tersebut penjaga benteng itu menahan tawa, dan memberikan ke rekan di sebelahnya yang juga menahan tawa dan ini di berikan kepada penjaga lain "jadi... Biarkan kereta kuda itu masuk" semua penjaga benteng itu pun tertwa terbahak bahak.


"kenapa kalian tertawa ?" prajurit itu terlihat tidak nyaman "ya... Yah... Sobat... Ayo ikut aku ke penjara" prajurit itu terluhat kaget "apa maksudnya ini !, aku mendapat printah langsung dari balai kota"


"oh percayalah kau tidak mendapatkanya dari balai kota sekarang ayo ikut aku" katanya sambil kedua rekanyam menodongkan tombak ke arahnya.


Saat di lakukan pengecekan ternyata di temukan lagi kristal abyss di dalam kereta kuda itu "aku sudah tahu ini pasti ada di sini, kereta kuda ini terlalu mencolok" kata salah satu prajurit mengamankan barang bukti "jujur saja para bandit itu di permainkan oleh wali kota kita, hahaha" rekanya juga ikut tertawa "hahaha ini benar benar lucu, dasar bandit bodoh"


Aku padahal mengganti tanda tangan menjadi cap karena kalau di pikir pikir jari ku bisa patah jika aku harus menanda tangan kertas kerja yang banyak nanti.


"tapi tuan jika mereka bisa meniru tanda tangan saya takut mereka juga dapat meniru cap baru ini" Aldric mengangguk "aku punya rencana untuk itu, tolong sebarkan ini di setiap gerbang masuk kota pastikan yang memegangnya adalah individu yang paling setia di antara kita" Andy melihat 4 buah kristal putih bening.


"tuan apa ini ?" tanyanya dengan bingung "ini kristal komunikasi jika ada printah dari ku aku akan memberi tahu langsung kepada gerbang masuk tidak dari surat" Andy terlihat terkejut "dengan begini para bandit itu tidak bisa masuk"

__ADS_1


"ya... Tapi aku punya rencana lain" Andy benar benar penasaran sekarang "apa itu tuan jika saya boleh tahu ?" Aldric mengangguk sambil tersenyum "lihat saja"


Di hutan sosok necromancer itu terlihat kesal "bajingan !, kita di permainkan kita kehilangan pasokan kristal Abyss lagi !" sekarang bawahany yang di hadapan necromancer itu hanya satu "Atirim tertangkap karena hal ini... Aku setuju kita telah di permainkan tetapi kita tidak bisa lagi menunda tuan waktu kita akan benar benar habis"


"kau pikir aku tidak tahu !?" bahawan itu menunduk "bukan begitu tuan hanya mengngatkan" necromancer itu menarik nafas "bawakan cap dari wali kota itu cepat lusa kita langsung selundupkan dan, pastikan kita berhasil kali ini" bawahan itu mengangguk dan memberikan surat printah resmi dengan cap.


Necromancer itu terkejut "pekerjaan yang benar benar rapih.... ukiran pada cap itu pasti sangat bagus, Sial ini akan menghabiskan nyaris semua mana ku" katanya sambil menempelkanya ke cap yang ia miliki.


Lusanya kereta kuda masuk dan saat di cek pria yang mengendarai kereta kuda itu memberikan surat "mohon maaf saya di beri undangan langsung oleh wali kota, dan ini buru buru boleh biarkan saya langsung masuk ?" penjaga menerima surat tersebut.


dan memberikanya ke pada rekanya, rekanya itu memegang kristal bening putih itu di sakunya dan mengangguk "biarkan dia masuk red !"


"baiklah biarkan dia masuk blue !" kereta kuda itu pun berhasil masuk ke dalam kota dan mulai berjalan ke tujuanya.


Malam harinya di suatu tempat di dalam kota "akhirnya kalian berhasil masuk" kata seseorang membukakan pintu rumahnya "iya.... Wali kota baru benar benar merepotkan"


"karena kita tertangkap dua kali kita benar benar akan telat" katanya sambil megambil karung yang di berikan kepadanya "setidaknya kita telah berusaha maksimal itulah yang di katakan yabg agung pada kita"

__ADS_1


"yang agung memang baik kepada kita, aku hanya tidak ingin dia marah" dengan cepat rekanya itu memasukans semua karung dan masuk ke dalam rumahnya "siapa yang mau membuat yang agung marah ?, di tambah lagi kita adalah pengikutnya"


Secara tiba tiba sebuah objek menabrak masuk kaca dan mengeluarkan sebuah gas "apa yang-... Ugh... Kepala ku pusing" kedua orang itu langsung pingsan dan 6 orang dengan jubah hitam dan pita ungu terikat di tangan mereka masuk, salah satu dari mereka membawa kristal putih bening masuk ke dalam ruangan tersebut "purple telah menemukan canvas" di ikuti dengan pasukan ksatria yang masuk dan mengamankan ruangan.


__ADS_2