
Hari itu cukup panjang karena seluruh kota merayakan hari ritual kedewasaan ini banyak stand makanan di dirikan dan Aldric belum di perbolehkan pulang hingga matahari berada di atasnya, sepertinya bagian dari ritual tersebut.
Karena merasa lapar Aldric memutuskan untuk mencari makanan ia berpisah dengan Roderick karena ia mau pergi ke toko anggur, dia bahkan tidak menunggu sehari untuk dapat meminumnya.
ketika Aldric berjalan ia mrlihat banyak stand makanan dan semuanya terlihat segar melihat uap panas yang keluar dari makanan tersebut, ia melihat daging tusuk bakar, roti yang segar dari oven dan masih banyak lagi, namun salah satu yang menarik perhatianya adalah sebuah stand yang bertuliskan vita carnis panggang.
Itu adalah sebuah akar.... Organ..... Tumbuhan ?, rntah apa itu bentuknya seperti lsulur tumbuhan namun terbuat dari daging mereka di tusuk kayu dan di bakar di atas api.
Aldric memutuskan untuk membeli satu, dari penampilan itu bukanlah yang palong cantik namun lebih ke arah unik, eksotis malah.
Ketika ia mengigitnya rasanya cukup aneh, rasanya seperti hati ayam namun teksture nya seperti daging palsu yang di jual di supermarket tidak buruk, setidaknya dia memakanya sampai habis.
Aldric kembali ke area kuil anehnya bukannya makin sedikit yang antri malahan jumlahnya bertambah lebih banyak lagi, wajah mereka yang antri terlihat antara senang dan sedikit marah, yah mereka harus antri cukup lama.
Ketika Aldric melihat barisan yang bertambah pajang ia juka melihat sebuah toko cokelat, dia hendak menuju kesana berharap mereka memiliki cokleat hitam kesukaanya.
Namun ketika ia sampai toko itu tutup rasa kecewa bisa di rasakan di hatinya namun ya sudahlah seharusnya ada sesuatu yang lain yang bisa di makan.
Di saat ia berjalan ia bertemu dengan salah satu Radiant Sentinels sekali lagi perempuan ia menggunakan armor yang sama seperti Radiant Sentinels yang lain namun senjatanya kali ini adalah sebuah lance besar energi yang di pancarkanya sangat kuat dan terlihat indah di saat yang sama warna matanya adalah hijau tua.
"hi, um...permisi bisa saya tahu nama anda ?" kata celestial itu, Aldric dengan santai menjawab "oh... Hi namaku Aldric Stormrider".
"!.., ah... Maafkan saya saya tidak tahu anda adalah anggota kerajaan dan anak raja, mohon maaf" Aldric hanya tersenyum "ya... jujur saja aku tidak punya masalah jika seseorang tidak mengetahui kedudukan ku, jadi jangan khawatir"
Wajah celestial itu terlihat lega, itu adalah impresi pertama yang buruk pikir celestial itu, "bagaimana dengan ritual kedewasaan anda ?"
Aldric mengangguk "semua berjalan lancar" celestial itu tersenyum "sukurlah kalau begitu, nama saya adalah Dawnbreaker salam kenal" sambil mengulurkan tanganya.
Aldric ingat di buku celestial petarung tidak akan memberikan namanya biasanya mereka akan memberi julukan mereka atau nomer indifikasi yang mereka miliki.
Dawnbreaker memiliki julukan tersebut ia pasti cukup terkenal di garis depan, "senang bertemu dengan mu Dawnbreaker... Apa yang kamu lakukan di sini.... Dan tolong turunkan saja formalitasnya"
__ADS_1
Dawnbreaker mengangguk "jadi... Um.... Kamu tahu hanya mengecek apa semua baik baik saja, karena kejadian waktu itu..." Aldric langsung paham "ah... Iya aku paham, jangan khawatir tidak ada masalah sama sekali aku juga tidak terlalu memikirkan kejadian kemarin itu"
"senang mendengarnya.... hey.... Um...bis-" sebelum Dawnbreaker selesai berbicara suaranya di potong oleh Roderick yang datang menyapa Aldric lagi "Hey Aldric !, aku sudah membelinya, dan aku juga menemui resto bagus di sana.... Um..."
Melihat Aldric yang bersama Celestial Roderick merasa tidak enak ".... Maaf menggangu kalian jika kalian mau melanjutkan silakan saja" Dawnbreaker langsung menjawab "tidak, tidak masalah lagi pula aku harus pergi aku sedang bertugas, dan aku yakin kalian kelelahan juga... Jadi aku akan pamit dulu" Dawnbreaker mulai berjalan pergi, "sampai jumpa lagi Aldric.
Dawnbreaker itu pun berjalan pergi "wow... Bagaimana kamu bisa berjalan bersampingan dengan Dawnbreaker !, itu luar biasa !" kamu tahu dia ?.
"aduh !, kamu ini kemana saja apa kamu diam di kamar seharian atau apa ?" Aldric mengangguk "iya" Roderick mengelengkan kepalanya "aduh dia itu adalah salah satu dari the sevent devine protector, dia adalah Radiant Sentinels yang di segani dan di hormati"
Mendengar penjelasan Roderick yang begitu berantakan Aldric tidak memiliki ketertarikan lebih lanjut, "oh.... Katanya kamu menemukan restoran ayo pimpin jalannya aku sudah lapar" katanya sambil berjalan menuju arah di mana Roderick datang, "hey kamu mendengarkan aku atau tidak ?" tanya nya "iya iya ayo cepat aku lapar"
Setelah itu mereka pergi makan di sebuah kedai mereka membicarakan banyak hal matahari telah sampai pada titik tertingginya para Radiant Sentinels mulai terbang kembali ke alam mereka dan ritual kedewasaan telah selesai, walai begitu keadaan kota masihlah ramai tapi Aldric kelelahan dan ingin pulang di tambah ia ingin membuka hadiah dari mail yang ia dapatkan itu.
Sesampai di rumah Aldric membuka sistem dan melihat hadiah itu dan menekan claim all, seketika 3 barang muncul dari udara tipis sisa mail lainya berisi rekening untuk membeli sesuatu di market.
Barang pertama adalah sebuah syal merah yang terlihat biasa saja.
Aldric jelas bingung syal itu masuk kategori pet padahal jelas seharusnya itu masuk dalam perlengakapan.
Aldric pun membaca kemampuan syal tersebut. Syal of protection dapat melindungi penggunanya dari serangan tidak perlu makan, minum, atau di bersihkan sebuah makluk yang unik... Sungguh.
Yah dia tidak paham tapi ia berharap syal itu akan berguna suatu hari nanti, Aldric kembali melihat barang yang ia dapatkan dan itu adalah sebuah pedangbpanjang, pedang itu berkarat, dan terlihat telah di perbaiki berkali kali oleh orang yang tidak tahu cara memperbaiki sebuah pedang, sekali lagi Aldric melihat ke arah sistem dan pedang itu di namai Fanatic blade.
Ia langsung membaca kemampuan pedang itu. Jika pedang itu menyentuh armor musuh, armor musuh akan mengalami kerusakan karat yang berat, jangan lihat dari penampilanya pedang ini tajam.
Ia sedikit terkejut dengan pedang tersebut kelihstanya pedang yang kuat, Aldric pun melihat ke arah hadiah terakhir iru adalah sebuah lentera dan melihat dari sistem nama lentera itu adalah soul lantern.
Kemampuanya adalah memanggil prajurit tak bernama dari masalalu untuk membantu sang pengguna, makluk panggilan akan kembali ke lentera jika di minta atau di kalahkan.
__ADS_1
Aldric sedikjt sedih melihat deskripsi itu ia tidak dapat menggunakan sihir jadi benda itu tidak akan ada gunanya, ia melihst sebuah tombol di stas lentera itu berdekatan dengan gagangya, ia mengangkat dan mencoba menekan tombol itu.
Awalnya tidak ada yang terjadi namun sebuah bola merah keluar dari lentera itu dan mengahntam tanah, sesuatu keluar dari tanah tanpa merusak lantai.
Itu adalah ksatria dengan armor rusak dan compang camping, bagian daging ksatira itu sedikit terlihay namun jelas sangat pucat armornya memiliki bercak darah kering, beberapa bagaian tubuhnya menunjukan tulang dengan daging busuk yang masih bergelantungan.
Kepalanya tertutup oleh helm ksatria pada umumnya mata merah menyala dapat di lihat dari celah helm nya.
Aldric kaget melihat makluk itu, namun makluk itu kemudian berlutut di hadapan Aldric, "t...t...tuan...berikan.....printah....." suaranya begitu serak dan tak hidup ia terdengat sulit untuk berbicara.
Aldric sedikit ngeri dengannya namun ia memanggilnya dengan sebutan tuan seharunya ia punya kendali penuh atas ksatria ini.
"aku belum punya perintah untuk mu maaf, aku hanya ingin.... Mengecek yah mengecek" ksatria itu semudian mengangguk sambil berlutut "saya.....paham....."
Aldric kemudian melihat kondisi pedang bawaan ksatria itu, itu addalah pedang panjang yang telah terkikis , ujungnya patah, dan berkarat tepi pesang itu tidak lagi tajam ia bisa merasakan menyayatkan tanganya dan itu tidak akan melukainya.
Melihat fanatic sword ia pun mengambilnya ia bukan seorang petarung jadi mengapa tidak di berikan saja kepada ksatria yangmenuruti semua perkataanya.
"ambilah ini untuk mu" ksatria itu sambil berlutut menerima pedang tersebut "terima..... kasih..... tuan..... pedang.... ku.... Kembali.... Padaku...."
Pedang itu kemudian teraliri oleh sesuatu sebuah energi yang tidak memancarkan kenyamanan, dan Aldric pun mendapat pencapaian baru bernama "Exclusive weapon !" ketika Aldric melihat ini ia tahu fanatic sword adalah kepunyaan ksatria itu.
Ia langsung membuka hadiah selanjutnya itu adalah sebuah kristal ungu bernama lvl up crystal untuk soul lantern tapi tidak untuk hari ini, Aldric menyimpan kristal tersebut bersama kristal yang di berikan dewi eda di bawah kasurnya, ia meminta ksatria itu untuk kembali masuk ke lentera di mana ia menerima hal itu.
Adldric kemudian mendengar suara ketukan pintu untunglah semua telah di rapihkan, itu adalah Cedric "hi... Um... Kamu apa kamu sibuk malam ini ?" Aldric menjawab "tidak aku tidak sibuk... Ada apa kak ?" Cedric terlihat senang mendengar hal itu "bagus akan ada pesta yang akan di gelar di rumah keluarga Ravenswood merayakan kedewasaan putranya, di sana akan banyak orang seumuran mu siapa tahu kamu bisa dapat teman kan ?, dan lagi kita bisa minum bareng di sana bagaiman ?"
Aldric berusaha terlihat senang "i-itu bagus !, ya... Ya sungguh.... Tentu aku akan ikut" Cedric terlihat senang, baiklah nanti aku akan datang ke kamarmu lagi malam ini harus sudah siap oke ?"
"oke aku akan.... Siap" Cedric kemudian menyadari syal yang di gunakan Aldric "oh kamu membeli itu ?" Aldric kaget ia lupa melepas syal itu "ah !, iya aku membelinya.... bagaimana terlihat bagus kan ?.... Heheh...."
"entahlah.... Jahjtanya sedikit kasar dan.... Kurang rapih, jika mau membeli syal kualitaa bagus aku tahu tempatnya" Aldric mengelengkan kepalanya "tidak perlu kak aku menyukai syal ini"
__ADS_1
Melihat adiknya tidak memiliki masalah dengan kuakitas barang membuatnya tersenyum "baiklah, aku akan pergi dulu dah" Cedric pun pergi.
Aldric pun berpikir dalam kepalanya orang bodoh mana yang menyelengarakn pesta dan mengumumkanya 6 jam sebelum pesta itu di mulai ?.