
banyak orang yang menunggu di luar bangunan berharap orang yang mereka kenal/cintai selamat, Dawnbreaker hendak kembali masuk untuk mengamankan dan mengeleminasi ancaman yang ada di dalam namun itu di hentikan oleh Cedric.
"Dawnbreaker.... Bagaimana kalian tahu ada serangan secepat ini ?" Dawnbreaker berhenti dan melihat ke arah Cedric "dewi Victoria mendapat informasi dari dewi Eda, bahwa ada serangan yang terjadi di sini".
Wajah Cedric terlihat bingun "bagaimana ?, seluruh area terkena barrier isolation dan juga penekanan sihir, itu tidak masuk akal"
Dawnbreaker paham perasaan janggal dari Cedric "mari kita diskusikan ini nanti, bersama divine guardian, sekarang aku harus melakukan tugasku" Cedric mengangguk paham "aku ikut" Dawnbreaker kemudian menarik pedang yang ada di pinggangnya, lalu melemparnya ke arah Cedric yqng menangkapnya di bagian gagang.
"baiklah, ayo cepat" Dawnbreaker langsung masuk ke dalam bangunan sekali lagi, Cedric melihat ke arah Aldric adiknya "Aldric, Edin akan datang menjemputmu, ketika kamu melihatnya langsung pulang, kaka mu ini harus melakukan sesuatu terlebih dahulu" Aldric mengangguk paham selagi menunggu Edin Aldric di kelilingi pasukan perisai mereka berjaga ke segala arah.
Tidak lama sebuah rombongan pasukan dari kejauhan datang di pimpin oleh Edin di paling depam mereka semua menaiki kuda yang berlari cepat.
"tuan Aldric apa anda baik baik saja ?!" Aldric mengangguk "aku baik baik saja" Edin kemudian melihat sepatu yang di gunakanya memiliki bercak darah, sekarang Edin khawatir dengan kondisi mental Aldric.
"baiklah ayo cepat naik ke kereta kuda" Aldric lun berlari ke arah kereta kuda, ia belum masuk tapi kereta kuda itu sudah mulai jalan, pasukan yang menglilingi Aldric ada banyak dan mereka terlihat kuat, Aldric menyadari kereta kudanya bukan kereta biasai, itu tidak memiliki jendela dan dinding bagian dalamnya begitu lembut, di dalam rasanya begitu sunyi walau begitu suara langkah kuda dan suara roda yang bergelinding masih terdengar.
Keesokan harinya tepatnya pagi selanjutnya,di adakan acara pemakaman masal untuk korban jumlah korban ada 120 orang dari keluarga yang berbeda, walau begitu kuil yang berada di area kota juga mengirimkan duka mereka lewat doa di kuil.
Aldric ingin datang namun Credric tidak memperbolehkanya karena orang yang melakukan serangan tersebut pasti orang dalam dan tidak aman untuknya keluar dari kastil untuk saat ini.
sianya Credric dan Dawnbreaker bersama satu celestial mengadakan sebuah diskusi setelah penyelidikan yang terjadi sepanjang malam.
"bailah mari kita lihat semua monster yang menyerang terdiri dari lower abyss monster bersama dengan lower half abyss monster, bisa di lihat siapapun yang melakukan ini ingin melakukan penyerangan secepat mungkin " Credric sambil memegang sebuah kertas data.
__ADS_1
"pasti ada lebih dari satu target yang ingin mereka habisi, tapi kita tidak tahu siapa saja mereka" Dawnbreaker memberikan pendapatnya, "jika saya boleh berbicara, orang orang penting yang mengikuti pesta itu adalah pangeran Aldric, Pangeran Credric, keluarga Ravenswood, dan anak mentri keamanan, yang sayangnya telah terbunuh malam itu"
"aku tidak yakin mereka mengincar diriku, aku melawan beberapa dari mereka, dan kelihatan dari gerak geriknya mereka hanya menahanku dan sisa dari lower abyss pergi mencari korban lain" Dawnbreaker mengangguk "ya itu masuk akal, di tambah lagi mereka harusnya mengirim makluk abyss dengan tingkatan lebih tinggi jika itu kasusnya"
"lalu jika itu benar maka pemimpin keluarga Ravenswood bukan target juga, ia terlalu kuat untuk di kalahkan oleh lower Abyss, meninggalkan kita dengan tiga target" kata celestial itu, Dawnbreaker mengangguk "Nakuru adalah seorang penyihir berbakat dan mereka memasang barrier dan menekan sihirnya itu masuk akal, tapi Aldric..."
Credric ingin tahu apa yang Dawnbreaker pikirkan "keluarkan saja pikiran mu, kita tidak boleh menyimpan asumsi dalam hal ini" Dawnbreaker mengangguk "apa yang akan mereka dapat dari membunuh Aldric ?..." semua diam sebentar berpikir.
Celestial itu mulai berbicara "mohon maaf jika ini menyinggung anda tuan Credric, tapi Dawnbreaker benar, walau Aldric adalah pangeran, ia adalah pangeran bungsu, ia tidak memiliki pengaruh kuat di negeri ini di tambah lagi dengan.... Ehm... Kekuranganya"
Credric mengangguk "aku paham... tapi aku tidak paham apa tujuan sebenarnya dari pelaku, apa ini akan jadi rencana terorganisir beruntun ?, kita tidak tahu apakah ini pekerjaan individu atau sebuah kelompok" rasa sakit di perut Credric mengetahui ini mungkin akan jadi konflik panjang di dalam area bangsawan.
"hanya itu saja yang kita dapat dari penyelidikan semalaman, selagi penyelidikan lanjutan sedang berlangsung mari membicarakan hal lain,... Siapa yang menghubungi dewi Eda" Dawnbreaker dan Credric melihat ke arah celestial.
"saya tidak tahu" Dawnbreaker terlihat bingung "tunggu tapi Ariel kamu berjaga di ruang tahta langit" Ariek mengangguk "tapi saya tidak dapat mendengar apapun, dewi eda melakukanya secara telepati, ketika ia mendapat pesan itu, saya bisa melihat wajahnya menjadi khawatir, dan ia langsung mengentikan aktifitasnya dan datang ke saudarinya dan memberitahu berita tersebut"
Dawnbreaker memikirkan penyataan Credric "bagaimana kita tahu sang pemanggil berada di dalam pesta ?" wajah Credric mengkerut karena bingung ia pun mengela nafas "benar.... Ya ampun ini memusingkan"
"bisakah kita melihat kemunginan pelaku dari kejadian ini ?" Credric mengangguk "yah berikut list nya "yang pertama adalah Viscount, dia tidak datang ke pesta dengan alasan yang tidak jelas, yang ke dua adalah keluarga iron eagel mereka di curigai karena mereka selalu di curiagi, dan yang terakhir adalah pedagang bangsawan yang baru datang tepat minggu lalu"
Dawnbreaker dengan wajah bingung "yang mana ?" Credric krmbali melihat ke kertas laporan "ini masih teori liar dan belum di umumkan ke publik, jadi tidak jelas 'pedagang' yang mana"
seseorang sedang menguping dari luar menulis sesuatu, semuanya kecuali Ariel "seseorang sedang menguping di pintu" Credric dengan cepat beediri dari sofa dan membuka pintu itu adalah Aldric.
__ADS_1
"oh... H-hey kak... Aku.... Um...." Credric kelihatan sedikit terkejut " Aldric apa yang kamu lakukan, kamu beruntung aku tidak mendobrak pintu ini"
Aldric terlihat bingung dan bersalah "maaf.... Aku hanya ingin tahu... Soal kejadian kemarin" Credric terlihat sedikit marah "untuk apa ?, biarkan semua ini di urus oleh orang dewasa, kamu tidak perlu tahu hal ini"
"kaka aku juga sudah dewasa, walau baru kemarin aku tetaplah orang dewasa, dan aku berhak untuk tahu sebagai anggota kerajaan, sama seperti mu" jawab Aldric dengan serius.
"ini bukan tanggung jawab mu, dan ini adalah masalah serius, sebaiknya kamu kembali ke kamarmu" Aldric menjawab dengan nada kesal "apa maksud mu ini bukan tanggung jawab ku ?, aku adalah anggota kerajaan sama seperti mu, aku juga ingin ikut membantu dalam masalah ini"
Credric yang melihat ke kerasan kepala adiknya membuat dirinya marah, ia hanya ingin melindungi adiknya dan dengan tidak melibatkan ia dalam kasus ini.
"lalu apa yang akan kau lakukan !, apa kemungkinan yang bisa kamu lakukan untuk membantu masalah ini ?, kamu belum tahu apapun soal masalah seperti ini, aku tidak ingin kamu memperlambat dan membahayakan dirimu sendiri"
Aldric juga tersulut emosinya "apa yang kau maksud ?!, aku bisa melakukan sesuatu, aku oasti bisa membantu aku bukan anak kecil yang harus di asuh, aku bisa melakukan sesuatu !, tidak aku akan melakukan sesuatu !"
"apa yang akan kau lakukan kau tidak memiliki sihir, katakan padaku apa yang akan kamu lakukan !" setelang mengatakan itu Credric menyadari ucapanya ia diam sebentar, sementara itu Adric melihat pembicaraan ini tidak akan membawanya kemana pun jadi ia memutuskan untuk pergi, ia tidak masalah denga ucapan kakanya itu tapi ia tahu berargumen denganya tidak akan menghasilkan apapun kecuali perengangan hubungan mereka.
Ketika Aldric berjalan pergi Credric merasa bersalah "tunggu !, Aldric aku tidak bermaks-" ucapan Credric di hentikan oleh Aldric yang memotongnya "temanku mati di tempat itu dan aku tidak akan tinggal diam, dengan atau tanpa bantuanmu" Aldric pun pergi dari tempat itu.
Credric melihat ke arah dua celestial di ruangan lain "maaf aku permisi sebentar", kedua Celestial itu faham dan membiarkan, Credric berusaha mengejar Aldric.
Aldric belok ke arah perpustakaan untuk menenangkan kepalanya, sementara Credric belok ke arah kamar Aldric, ia mengetuk pintu "Adric... Aldric kamu dengar aku ?" tidak ada jawaban, Credric berusaha membuka pintu tapi di kunci.
"Aldric dengar maafkan aku... Aku tidak bermaksud bicara begitu.... Aku mohon buka pintunya" tidak ada jawaban lagi, karena Aldric memang tidak ada di sana.
__ADS_1
Cedric menghela nafas, "dengar jika.... Jika ada masalah bicara saja pada ku oke.... Sekali lagi maaf" ia pun pergi dari depan pintu kamar Aldric.
Padahal Aldric berada di perpustakaan, membaca buku seperti biasa, ia sedang berpikir untuk mengirim ksatria dari soul lantern untuk mengurus pelaku tapi ia butuh informasi terlebih dahulu.