Kehidupan Baru Sebagai Putra Bungsu Kerajaan

Kehidupan Baru Sebagai Putra Bungsu Kerajaan
yang agung ?


__ADS_3

Setelah Aldric di sembuhkan lukanya ia memanggil pasukan milik leier untuk menyebar ke seluruh kota dan juga balai kota ia berharap dapat menangkap lebih banya, di tengah malam itu juga pasukan kalvary leier kembali membawa 10 orang tahanan, di mana mereka langsung di kirim ke penjara.


Miriel di kamarnya tertidur dengan pikiran yang berat, Aldric tidak tidur malam itu untuk mengurusi semuanya, saat ia duduk di kantornya ia aktif berkomunikasi dengan orang orang yang menyebar di kotanya melalui kristal komuniasi itu, sampai pintu kantornya terbuka, masuklah sosok pria tua dengan jubah dan tudung hitam masuk.


"Tuan Aldric... Saya percaya anda telah mengacaukan rencana kami untuk membunuh putri Miriel" Aldric yang duduk di meja kerjanya itu terlihat tidak takut sama sekali "tidak ku sangka, kalian tidak hanya nekat tapi juga terlalu berani untuk datang ke sini sendiri"


"oh tentu aku tidak datang ke sini tanpa alasan" katanya sambil mrngrluarkan sebuah kristal hitam "apa itu ?" pria tua dengan jubah itu tertawa "hahaha... Ini di sebut abyss trigger jika di aktifkan kristal abyss dalam radius 2 kilometer akan aktif dan memanggil monster abyss"


Aldric menghubungkan kristal tersebut dengan kristal abyss yang sudah di hancurkan kemarin ia tersenyum di dalam hatinya, dasar bodoh apakah komunikasi mereka seburuk ini ?, apakah mereka tidak menyadari bahwa semua kristal abyss di kota ini telah di musnahkan ? Pikir Aldric.


Mungkin masih ada beberapa kristal abyss yang tersebar mengingat mereka telah menyelundupkan benda tersebut cukup lama namun sebagian besar telah di hancurkan.


Aldric kemudian menyentuh salah satu kristal diam diam dan memberikan printah kepada leier untuk bersiap siap, akan ada serangan monster di dalam kota.


"sungguh ?, oh tidak itu buruk" Aldric dengan nada yang tidak begitu serius nadanya seperti tobot, pria tua itu jelas bingung "apa apan reaksi itu ?!, kota ini akan hancur dan begitu cara mu breaksi ?!"


"yah... Jujur saja aku tidak takut ayo panggil makluk itu" sekarang pria tua itu menjadi marah "Brengsek !, kamu meremehkan kami !, kamu terlalu naif !, baiklah jika itu yang kau inginkan !" kristal hitam di tanganya mulai mengeluarkan percikan.

__ADS_1


Dan energi Aldeic sadar kristal itu telah aktif tapi melihat dari waktunya Aldric bisa langsung saja menembaknya tapi ini juga bagus dengan begini semua kristal abyss di kotanya akan hilang.


Ketika kristal itu benar benar aktif sebuah gelomang energi meledak dan menyebar keseluruh area kota "rasakan amarah dari !-.... !!" pria tua itu kaget tidak ada monster besar yang muncul di tengah tengah kota, padahal itu sudah aktif "apa yang terjadi !, di...dimana"


"hahahaha dasar bodoh alu telah menghancurkan semua kristal abyss itu, mereka di selundupkan oleh para bandit kan ?, ya mereka juga sudah aku bereskan" pria tua itu terlihat kaget dan marah "bajingan semua kerja kerasku ! semua yang telah aku korbankan kepada yang agung ! Semuanya hilang ?!" Aldric hanya mengangguk bangga.


"bajingan rasakan ini !" ia menembakan energi hitam dari jarinya menuju Aldric namun syal memantulaknta kembali ke dadanya, darah langsung keluar dari lubang di tubuhnya dan mulutnya.


"apa... Apa apan itu ?" Aldric hanya tersenyum kecil "tidak penting lagi pula ini akhir darimu" kata Aldric sambil berdiri dan menodongnya dengan tongkat sihir miliknya.


"tunggu !... jangan bunuh aku dulu ! Aku punya informasi di kepalaku ini... Hahaha... Kamu membutuhkanya... Kamu akan membutuhkanya ! Percayalah" Aldric mengelengkan kepalanya "apa maksud mu tidak ! Aku tahu apa rencana mereka di kota lain, aku dapat memberi tahumu semuanya !"


Aldric langsung mengubungi leier dan menanyakan situasi di kota, yah beberapa monster abyss muncul tetapi jumlahnya sedikut dan juga mereka sangat lemah sehingga mereka semua telah di bereskan dengan mudah pula.


Aldric menghela nafas "haaah... Beres semua... Akhirnya" katanya sambil menyender di kursi kantornya kemudian melihat ke arah tongkat sihir yang ia pegang "aku tidak percaya benda ini sangat berguna, simpel dan juga mudah di gunakan" katanya dan ia tertidur di kursinya dengan mayat yang masih berasap itu.


Paginya semua warga kotanya bangun dan membulai aktifitas mereka seperti biasa tidak tahu apa yang telah terjadi malam itu, beberapa orang melihat ada bekas cakar di tanah atau jejak makluk buas "apa ada minster masuk saat malam hari ?" kata seorang wanita yang berada di bagian pasar "entah lah... Kita harus melaporkan ini ke balai kota aku khawatir dengan anak anak ku" kata wanita yang lain, namun tidak ada lagi yang terjadi setelah itu.

__ADS_1


Miriel terbangun dan di berikan sarapan, ketika ia makan rasanya kepalanya terbebani sesuatu yang berat, ia banyak pikiran rasanya udara sangat dingin baginya, ada rasa bersalah juga di hatinya.


Pasukan kerajaan akan tiba tidak lama lagi maka dari itu Aldric hendak mebgantar Miriel ke kereta kudanya nanti "hey Miriel kamu siap ?" tanya Aldric dengan senyuman seakan malam tadi tidak terjadi apapun "ya aku siap" jawaban Miriel sedikit pesimis dan juga ada nada khawatir di suaranya.


"Miriel apa kamu baik baik saja ?" Miriel mengangguk "ya... Entahlah... Tadi malam... Kamu tahu tadi malam itu ketika aku melepas anak panah dari busurnya itu... Itu adalah pertama kalinya aku membunuh seseorang"


Aldric kemudian mengangguk paham ""Aku mengerti perasaanmu, Miriel. Membunuh adalah tindakan yang berat, bahkan untuk para pejuang terlatih sekalipun akan kesulitan menghadapi rasa bersalah bahkan jika kamu tahu orang yang kamu bunuh itu adalah orang jahat"


Miriel mengangguk "tapi kenapa... Aku telah hidu selama 170 tahun... Mengapa aku begitu lemah" Aldric menggelengkan kepalanya "ini bukan masalah lemah atau kuat, tapi ini masalah apakah kamu masih memiliki moral atau tidak, moral mu sangat tinggi dan juga empatimu, fakta bahwa orang itu ingin membunuhmu tetapi kamu merasa empati kepada mereka, itu bagus artinya kamu itu orang baik, bukan indikator kamu kuat atau lemah"


Miriel merasa lebih baik setelah berbicara dan mendengarkan dukungan Aldric, mereka sampai di bagian luar gerbang leier dan beberapa pasukan telah mengamankan area tersebut.


Tidak lama kereta kuda kerajaan telah tiba mereka di pimpin oleh Credric, pasukan Credric terdiri dari 500 kalvary ringan dan 300 kalvary berat mereka kelihatanya ingin secepatnya mengantar putri Miriel ke ibukota.


Credric melihat adiknya walau tidak begitu lama bertemu Credric tetaplah rindu padanya "Aldric !, bagaimana kabar mu ?" Aldric hanya tertawa sambil tersenyum lebar "hahaha baik, aku baik kak"


Credric kemudian melihat pasukan yang melindungi Aldric mereka jelas bukan penjaga kota mereka pasukan yang dapat di gerakan, armor mereka juga terlihat bukan buatan dari Solantia maupun negeri tetangga ada rasa penasaran di hati Credric tapi ia menahan itu untuk sekarang ada yang harus ia lakukan.

__ADS_1


"nona Miriel silakan masuk ke kereta kuda, saya akan mengantar anda ke ibu kota" Miriel pun naik beraama ke empat bodyguardnya Credric lalu melihat ke arah Aldric "hey Aldric... Nanti aku akan mengunjungimu oke !" Aldric tersenyum "tentu kirimlah surat aku akan menyambut mu"


Tidak lama Credric dan rombonganya pergi menuju ibu kota, dan Aldric melanjutkan rencananya membangun pertahanan lebih baik dan juga membangun lebih banyak barak


__ADS_2