Kehidupan Baru Sebagai Putra Bungsu Kerajaan

Kehidupan Baru Sebagai Putra Bungsu Kerajaan
kotak hadiah


__ADS_3

Setelah sampai di hotel Aldric langsung di amankan di kamarnya... Kamar hotel itu memiliki buasa nostalgic dan juga memiliki kesan seperti Eropa antara abad ke-12 dan ke-16 dengan sentuhan fantasi.


Ia duduk di tempat tidurnya untuk beberapa saat memikirkan hadiah bagus apa untuk ulang tahun puteri negeri Bacchus ia dengar puteri Bacchus sangat menyukai artefak terutama sarkaz artefact... Ia pun mencarinya di market.


Ada dengan harga berfariatif... Harga paling murah adalah 20 juta credit dan juga paling mahal berjumlah 500 jt credit, Aldric memiliki 600 juta credit terimakasih kepada pencapaian dan pendapatan dari kotanya.


ia ingin membeli hadiah terbaik mungkin ini akan mempererat hubungan Bacchus dengan Solantia, namun sebelum ia dapat membeli sesuatu ia mendengar suara ledakan dari luar, ia langsung melihat ke luar jendela dan melihat 3 prajurit berusaha melindungi seorang gadis kecil dengan perisai mereka, mereka di tembaki dari jauh dengan peluru sihir.


Sang gadis di minta lari selagi para penjaga melindungi dan memperlambat penyerang namun mereka di habisi dengan cepat, itu adalah penyerang yang sama dengan yang di pemukiman itu...


Aldric berjanji pada Livia untuk tidak terlibat konflik internal di negeri Bacchus tetapi tetap saja dia punya sisi lembut terutama pada anak anak, ia langsung pergi ke luar kamarnya seorang pelayan melihatnya jalan dengan terburu buru "eh... Tuan mau ke mana ?!" Aldric dengan cepat menjawab "hanya jalan jalan katakan itu juga pada kaka kaka ku" sebelum hilang di belokan.


Ia memakai topeng dan memakai jubahnya seketika ia tidak di kenali dan ia berlari menuju arah gadis kecil itu berlari masuk ke area hutan, ia menarik pedangnya dengan cepat berharap ia tidak terlambat.


Sementara itu sang gadis sedang terpojok di sebuah batu tidak bisa kemana mana, para penyerang membidik ke arahnya dengan crossbow dan tongkat sihir mereka.


Gadis kecil itu terlihat tidak takut ia terlihat marah menunjukan menggertakkan giginya mencoba terlihat berani namun ia mencoba terlalu keras air mata kabur dari matanya yang ketakutan.


Tidak jelaa ekpresi dari penyerang mereka menggunakan topemg kain untuk menutupi identitas mereka, di saat yang sama mereka menembakan projektil yang mereka miliki.


Secara tiba tiba Aldric muncul di antara gadis dan penyerang itu dan semua projektil itu kembali kepada sang penyerang dengan gerakan cepat merah dari syal Aldric.


total ada 30 penyerang 5 di antaranya mati 17 di antaranya luka parah karena projektil yabg tiba tiba kembali ke pada mereka, di balik debu dan asap mereka melihat sosok Aldric berdiri siap dengan topengnya.


Salah satu dari mereka berteriak dengan marah "siapa kau !" Aldric hanya diam sebelum menjawab dengan suara topeng "itu tidak penting... Yang penting adalah kalian pergi dari sini... Sebelum aku menghabisi kalian semua"


"hahaha !, jumlah kami jelas lebih bany-" *boom.... Sebelum salah satu dari mereka selesai berbicara sebuah petir merah menyambarnya datang dari tongkat Aldric ia menjadi hitam arang.

__ADS_1


"ada lagi yang mau maju" tantang Aldric mereka langsung mundur begitu melihat serangan itu, serangan macam apa itu ?, apa petir itu bisa belok ?, akan tidak berguna jika kita menghindar lebih baik mundur, pikir semua dari mereka.


Jika Aldeix perhatikan lebih baik mereka bukanlah pasukan tentara bangswan melainkan pasukan bayaran.


Mereka mulai mudur beberapa menarik pedang namun mereka jelas terlihat ragu, namun seseorang datang dari belakang mereka ia menggunakan pakaian bagus seorang pria tampan dengan rambut putih rapih tanduknya terlihat elegan, ia di ikutiboleh pria besar dengan armor yang besar pula.


"apa yang terjadi di sini" tanya nya is terlihat marah "apa !?, kalian belum membunuh gadis itu ?, cepat bunuh dia dan ambil kotak emas itu !" teriaknya kepada para tentara bayaran itu.


Sebelum pandanganya terlalihkan kepada Aldric "dan siapa kau !" Aldric menjawab dengan suara topeng "tidak penting... apa kau yang memimpin penyerangan ini ?"


"hahahaha ya tentu saja... Gadis itu membawa sesuatu yang sangat penting... Aku harus memilikinya" Aldric lalu melihat ke arah gadis itu dan melihat kotak emas di tangan kecilnya itu.


"maaf sobat itu bukan milik mu", "memangnya siapa kau !, berani menenrangku ?!, apa kau tahu aku adalah putra pertama dari duke-", "masa bodo... Aku tidak peduli dengan posisi mu" potong Aldric dengan nada mengejek.


Pria itu benar benar kesal dan marah "jika itu yang aku inginkan cepat bunuh dia" teriaknya kepada penjaga besar di sisinya.


Pria itu tertawa puas "hahaha !, rasakan kau beruntung aku tidak menangkap mu dan mengakhirimu dengan cepat" namun saat asap mulai bersih Aldric terlihat berhasil menahan serangan itu dengan satu tangan, para tentara bayaran dan pria bangsawan itu kaget bukan main.


Aldric langsung memukul pergelangan tangan dari pria besar itu membuat tulangnya patah, sebelum melompat tepat ke wajahnya yang berarmor dan memukulnya sekuat tenaga suara besi keras terdengar, gendang telinga peria itu pecah karena suara benturan di dalam helm itu sangat kuat.


Ia itdak bisa lagi melawan ia kesulitan bergerak, dan Aldric dengan tenang mengambil pedangnya dan menusukanya ke celah armor di lehernya mengakhirinya dengan cepat.


"a-apa.... Ba...bagaimana... ?!, dia itu... Dia itu setara dengan- Aldric dengan cepat menuju ke arah pria bangsawan itu dan mencekiknya dan mengangkatnya.


ia mulai kesulitan bernafas dan mulai meronta ronta di udara "tunggu... Aku mohon... Jangan bunuh.... Jangan bunuh aku" Aldric tertawa kecil "mengaoa tidak ?"


"aku... Aku adalah putra duke... Jika kau membunuh ku.... Mereka tidak akan memaafkan mu... Ayahku... Tidak akan memaafkan mu" Aldric dengan nada serius dan mengancam "apa itu ancaman ?"

__ADS_1


"tidak...!... Aku hanya mengatakan kebenaran... " Aldric lalu melihatnya langsung di kedua matanya "jika mereka datang untuk ku... Aku pastikan akan mengirim mereka ke tenpatmu selanjutnya" Aldric langsung mematahkan leher pria itu dan melemparnya kayaknya dia sebuah sampah.


Tentara bayaran yang melihat ini benar benar ketakutan mereka memegang pedang dan membidik tapi merek tidak melakukan apa apa... Seakan mereka dalam posisi bertahan.


"apa yang kalian tunggu ?, bubar jika kalian ingin hidup" mereka pun berlari menyebar ke dalam hutan dan tidak pernah terlihat lagi.


Aldric mendatangi gadis kecil yang ketakutan itu "apa kamu baik baik saja ?" tanyanya dengan suara aslinya berusaha tidak menakutinya gadis itu mengangguk ia terlihat sangat takut "di mana rumah mu ?" sebelum gadis itu dapat menjawab sekumpulan tentara datang bersama seorang gadis iblis ia terlihat sepeti seorang penyihir "Alice !" teriak gadis kecil itu berlari ke arah wanita itu


"astaga di sini rupanya kamu... Apa kamu baik baik saja ?" gadis itu mengangguk dan menunjuk ke arah Aldric "pria baik itu menolong ku", Alice langsumg melihat ke arah Aldric, ia mendatangimya dan menunduk terimakasih "terimakasih banyak telah menyelamatkan adiku... Jika boleh tahu siapa nama mu ?"


"anda bisa panggil saya hunter killer", hunter killer... Baiklah... Hunter killer... Bolehkan anda ikut dengan saya ?..." Aldric awalnya sedikit ragu tapi pada akhirnya ia mengangguk.


Alice juga memandangi mayat mayat yang ada di sana terutama mayat bangsawan yang Aldric bunuh "sudah ku duga ini mereka" gumam Alice.


Aldric pun memasuki kereta kuda bersama Alice dan gadis kecil itu, gadis itu langsing tertidur di paha kakanya ia pasti lelah berlari untuk hidupnya.


Di perjalanan Aldric benar benar penasaran "apa anda tahu siapa yang melakukan ini ?" Alice mengangguk "jelas ini adalah perbuata duke Everon... Apalagi dengab dirimu membunuh anak pertamanya ia tidak akan membiarkan kita hidup dengan aman.... bagaimana kamu tidak tahu ?, seharusnya sampah yang kamu bunuh itu akan membual tentang posisinya dan ayahnya karena menjadi seorang duke"


"ahahaha... Ya... Um... Aku membunuhnya sebelum ia dapat mengatakan apa apa... Hehehe, tidak ingin membuang waktu" Alice terlihst khawatir "apa kamu tahu posisi mu saat ini ?, duke Everon bukan orang yang pengampun... Karena putri negeri Bacchus menginginkan hadiah berupa artefak sarkaz dan siapapun yang dapat memberinya hadiah terbaik dalamketegori itu sang raja akan memberikanya hadiah... Kemungkinan besar Everon ingin salah satu anaknya menikahi putri negeri Bacchus untuk mendapat posisi lebih kuat lagi di negeri ini"


"aku bingung mengapa kita memanggol puteri Bacchus dengan posisinya... Bukan dengan namanya ?" Alice makin khawatir "astaga kamu benar benar bukan dari sini... Namanya belum pernah di dengar oleh siapapun kecuali teman dan kerabatnya terutama kakanya sang raja"


Aldric mendengar penjelasan Alice dengan seksama, ia semakin menyadari kompleksitas situasi yang dihadapinya. "Aku memang seorang pembunuh bayaran yang datang dari negeri lain. Tapi aku tak ingin terlibat dalam konflik politik ini" ucap Aldric dengan hati-hati.


Alice mengangguk mengerti, "Aku paham, Hunter Killer. Tapi sepertinya takdir telah mengaitkan kita dalam masalah ini. Mungkin kita bisa mencari cela untuk kabur hingga hari ulang tahunya di mulai. Apa kamu tertarik?"


Aldric tertawa kecil " hahaha... Aku tifak lari dari masalah aku menyelesaikanya..." Alice terluhat terkejut "apa maksud mu apa kamu akan mengakhir seluruh garis darah dari duke Everon.

__ADS_1


"jika iya memang kenapa ?" orang ini gila pikir Alice ia terlihat tidak nyaman sama sekali "dengarkan aku... Aku tidak ingin terlibat dengan konflik ini... Namun sekarang aku telah terlibat.. Mengapa aku tidak menyelam lebih dalam lagi... Kan ?" kata Aldric dengan tenang, "jadi katakn seberapa kuat si... Everon ini..."


__ADS_2