Kehidupan Baru Sebagai Putra Bungsu Kerajaan

Kehidupan Baru Sebagai Putra Bungsu Kerajaan
isolation


__ADS_3

Aldric dan kaka kakanya pulang ke esokan harinya pagi pagi buta dan sebelum Aldric pergi Lilim sempat berbincang denganya walau tidak lama, sampai akhirnya mereka berpisah Aldric yang sudah mau naik kereta kudanya di sauti oleh Lilim "Aldric berjanjilah untuk kembali !" Aldric mengangguk sebelum masuk ke kereta kudanya "tentu tunggu saja jika aku ada waktu".


Kereta kuda sudah mulai berjalan silver lance membuat formasi seperti biasanya mengelilingi kereta kuda Aldric Livia juga ada di sana bersama Aldric.


Aldric dan Livia mulai berbincang untuk menghabiskan waktu perjalanan seperti biasa rasanya ini sudah menjadi kebiasaan jika Livia yang menjadi bodyguardnya.


"oh iya Livia... Bukanya kamu dulu adalah pendamping kaka ku ?" Livia mengangguk "tuan Credric bisa melindungi dirinya sendiri... Sang raja dan kaka kaka mu khawatir dengan keselamatan mu jadi aku menjadi akan sering menjadi bodyguard mu"


Aldric mengangguk paham "ah... Begitu... Lalu bagaimana dengan kaka ku ? Katanya dia akan menjadi raja kan ? Aku sering mendengar desas desus kapan ia akan mengambil alih tetapi aku tidak tahu pasti"


"kalau itu saya juga tidak tahu anda bisa langsung tanya tuan Credric atau raja secara langsung saya yakin mereka akan menjawab... Yang jelas waktu Credric akan menjadi raja sudah dekat" Aldric mengangguk sekali lagi, lagi pula dia tidak berada di istana lagi tentu jika ia ketinggalan berita terkini bukan salahnya.


Tidak lama mereka sampai di tanah solantia dan udara rasanya lebih ringan dan sejuk suasana lebih hangat, rasanya Aldric baru saja pulang dari pekerjaan berat, ia menghela nafas dengan relax.


Tidak lama Aldric pun sampai di kotanya dia di sambut oleh Andy dan leier Livia dan kaka kakanya pergi kembali ke ibu kota, namun saat mereka cukup jauh secara tiba tiba sebuah energi besar muncul dari tengah hutan mrmbuat sebuah barrier isolasi di seluruh kota Aldric.


Leier dengan cepat mengefakuasi Aldric masuk sementara itu Credric, Celestia, dan Seraphina melihat dari jendela kereta kuda mereka dan mereka tahu apa yang terjadi mereka langsung keluar tepat di perbatasan barrier isolasi itu.


Credric berusaha menyerang barrier itu namun ia terhempas cukup kuat itu tidak melukainya atau membuatnya jatuh tetapi tenaga dari barrier itu bukan hal normal.


"abyss...." gumam Celestia dengan khawatir, sang raja juga keluar dan dia terlihat marah dan khawatir di saat yang sama, "cepat kita harus kembali ke ibukota dan bawa pasukan tambahan.


"aku akan tetap di sini dan memantau ayah dan yang lain pergilah" ujae Credric dan sang raja setuju meninggalkanya bersama beberapa pasukan yang ia bawa.


Sementara itu situasi di dalam menjadi begitu kacau kota Aldric di serang kepanikan dan Aldric yang melihat ini tidak bisa tinggal diam.


"semuanya jangan panik ! Mengungsi ke kuil secepatnya ! Dan yang berani ayo maju bersama para penjaga kota ini !" ketika Aldric mengumuman ini di tengah kota kepanikan sedikit mereda dan orang orang mulai bergerak ke arah kuil utama kota tersebut dan beberapa pergi ke kuil twrdekat di area mereka kota milik Aldric tidak begitu besar jadi 3 kuil dapat menampung nyaris semua orang.


Bagi yang tidak mengungsi di kuil mereka diak di rumah mereka tempat yang mereka anggap aman dan juga beberapa yang beruntung memiliki ruang bawah tanah, beberapa prajurit di perintahkan untuk mengungsikan para warga sipil dengan cepat.


Para penjaga juga di suruh mengungsikan para warga sipil "aku tidak menduga kita akan di serang begini" kata salah satu psukan ia mengenggam busurnya dengan erat keringat dingin menetes dari wajahnya.


"situasi ini.... Layaknya perang.... Sial ini menakutkan", "kamu pernah berada dalam situasi perang ?" tanya rekannya sambil melihat orang orang mengungsi sambil berlari.


"tidak... Tapi kakeku dulu veteran dan penjelasanya sama seperti keadaan sekarang... Kacau... Membingungkan... Dan juga menakutkan... Walau begitu dia bilang jangan panik dan ikuti intruksi dari yang lebih tinggi... Semua akan baik baik saja katanya... Setidaknya taruh pikiran mu di sana"


"tentap saja kita tidak siap untuk sekala sebesar ini kita jelas akan kalah", "lawan belum menunjukan dirinya kita punya waktu untuk menyusun kembali pertahanan dan menganktifkan benteng, dan berhenti dengan atitute itu kamu akan membuat yang lain panik"


Rekanya menghela nafas dalam dalam "bagaimana dengan tentara bayaran itu ? Akankah mereka berhianat ?", "apa maksud mu ? Mereka sudah resmi menjadi tentara di bawah bendera dan perintah tuan Aldric"

__ADS_1


"tetap saja mereka tentara bayaran kan ? Mereka akan mementingkan diri sendiri kemungkinan mereka akan menjual kota ini kepada musuh", "melihat tindakan yang mereka lakukan selama tuan Aldric pergi kemungkinan tidak..." katanya sambil memegangi tombaknya dengan erat dari gerakan tubuhnya dia jelas sangatlah stress.


Di tengah kepanikan dan keributan, para penjaga kota berusaha mengarahkan warga menuju tempat yang aman. Beberapa prajurit dengan sigap mengawal kelompok-kelompok orang menuju kuil dan tempat perlindungan lainnya. Ada sedikit keteraturan dalam kekacauan, karena para penjaga dan prajurit terlatih melakukan koordinasi dalam situasi darurat.


Mereka tidak sadar bagian mereka sudah selesai dan para warga telang mengungsi pasukan kuda dari leier mendatangi mereka "apa yang kalian lakukan di sini cepat kita harus ke benteng musuh terlihat dari timur", "ah ! B-baik kami akan menyusul"


Benteng pun di aktifkan sebuah barrier putih kebiruan menutupi kota setelah barrier itu naik moral para penjaga meningkat mereka bisa bernafas lega untuk sekarang para pemanah dan tentara di atas benteng telah bersiaga keadaan begitu sunyi tapi intens suara gemuruh barrier benteng lah suara yang mereka bisa dengar.


Tentara dari leier mulai membawa tong tong berisi anak panah dengan variasi kekuanaanya, anda percing arrow, explosive tip, poison arrow dan panah dengan lima elemen, para penjaga kaget melihat semua jenis anak panah tersebut.


"sejak kapan kita memiliki panah sebanyak ini ?", "um... Entahlah mungkin tuan Aldric diam diam memproduksi nya ?" jawab rekanya yang juga tidak tahu apa apa.


Para petualang juga berpatisi pasi armor mereka berbeda ada yang lebih baik dan lebih buruk dari pada penjaga benteng tersebut semua tentara di kota di alihkan menjadi pemanah bahkan yang tidak bisa menggunakan busur, pasukan leier berhasil sampai di benteng setelah mengevakuasi semua orang dan juga Aldric datang bersama dengan leier.


"bagaimana situasi di sini ?" tanya Aldric ke pemimpin benteng timur "kami mendapat pergerakan daris balik hutan tersebut... Tetapi musuh masih belum menunjukan diri mereka" Aldric melihat langit kelap keunguan walau begitu cahaya masuk dengan normal hanya saja waranya berubah karena barrier yang di pasang lawan.


Credric dari luar yang melihat semua ini terlihat sedikit lega benteng telah di aktifkan namun perasaan pahit dimulutnya dan rasa sakit di perutnya menghetahui adiknya dalam bahaya di dalam kota tersebut di tambahlagi adiknya itu harus bisa mengatur seluruh kota tersebut bahkan ia tidak pernah melakukan hal seperti ini.


Aldric berdiri dengan berani karena dia tahu ini bisa meningkatkan moral penjaga yang tidak terlatih dan itu berhasil, tidak lama dari hutan mulai muncul pasukan, mereka adalah higher abyss berbentuk humanoid mereka menggunakan full armor dan perlengkapan perang lainnya, mereka memiliki posture layaknya wanita namun mereka tidak memiliki gender atau wajah, mereka hanyalah energi abyss yang di beri kesadaran dan di kendalikan.


Jumlah mereka mulai bertambah seiring waktu terus keluar dari hutan dan mereka mulai membuat formasi tempur, para pemanah abyss mulai terlihat dari belakang armor mereka lebih ringan dan ujung panah mereka terbuat dari kristal.


Beast abyss itu berdiri tinggi 3 meter dengan dua lengan besar dan empat kaki kecil di belakangnya kepalanya besar dan beberapa armor terlihat di ikatkan pada makluk itu.


Mereka masih di luar jangkauan anak panah jadi penjaga kota Aldric belum bisa melakukan kerusakan, keadaan di benteng makin intense karena jumlah musuh terus bertambah sampai akhirnya mereka berhenti bertambah dan diam di formasi mereka dengan beast berada di tengah petarung di depan lower abyss di kanan kiri dan pemanah/penyihir di belakang.


"berapa jumlahnya menurut mu" tanya Aldric kepada leier "mungkin di bawah 6 ribu... Yah pasti 5 ribu an...." mendengar jumlah ini semangat penjaga benteng langsung berkurang secara drastis pasukan leier kanya ada di bawah 2 ribu dan penjaga kota bahkan tidak mencapai seribu.


Namun harapan naik ketika pasukan tambahan dari ibukota datang merek terlihat di kuar barrier "bala bantuan datang" ucap Aldric sambil memikirkan apa yang harus di lakukan


"tapi tuan mereka tidak bisa masuk barrier ini cukup kuat" ucap pemimpin benteng timur "kuat bukan berarti tidak bisa di hancurkan kita harus bisa bertahan sampai mereka menemukan cara untuk masuk, aku akan ada di sini bersama kalian... Jadi jangan takut" mendengar ini moral pasukan kembali naik bahkan Aldric membawa busur untuk membantu, Aldric juga sudah memanggil bantuan dari makluk Celestial dan mereka harusnya datang tidak lama mengingat kecepatan reaksi makluk Celestial itu cepat.


Seorang sosok ksatria wanita dengan full armor dan helm berduri dan mengerikan berdiri di depan barisan pasukannya bersama sosok wanita lain yang memegang sebuah sabit besar itu adalah Jugger knight dan Lilithra, "aku di sinih hanya ingin menonton oke jadi jangan suruh aku~"


"terserahlah... Asal jangan menghalangi aku", "tentu" Lilithra sambil tersenyum jahat, "oh iya... Boleh aku yang menawarkan tawaran tersebut kepada pangeran Aldric ?" Jugger knight melihat ke arah Lilithra "sudah ku bilang jangan mengganggu" Lilithra mengangguk "baik baik...."


Jugger knight maju perlahan mendekati kota tersebut melihat ini para pemanah hendak membidik tetapi Aldric menahannya "tahan !"


"tuan musuh sudah ada di jangkauan dan dia pasti pemimpin dari mereka ini kesempatan bagus" kata pemimpin benteng timur sambil menarik penuh anak panahnya.

__ADS_1


"jangan tembak dia, dia jelas datang untuk bernegoisasi... Dia berani datang sendiri aku akan coba bicara denganya", "tapi tuan dia itu abyss"


"dia jelas bukan seperti abyss lain yang tidak berakal... Mungkin ada sesuatu yang kita bisa negoisasikan... Aku kan pergi dan bicara denganya" leier dengan berani "izinkan saya mengawal anda tuan"


"tidak perlu... Dia datang ke sini sendiri dan aku akan menghadapinya juga sendiri... Anggap saja untuk tidak terlihat mengancam", "jika itu yang anda katakan... Baiklah" melihat keberanian Aldric meningkatkan moral pasukan benteng tersebut lebih tinggi lagi, di tambah dengan Aldric yabg tegar dengan semua yang ia hadapi membuat pasukanya beruntung bisa bertarung di sisinya.


Dengan tegas, Aldric memutuskan untuk pergi menghadapi Jugger knight sendirian. Para pemanah dan penjaga di atas benteng merasa cemas melihatnya, tetapi mereka mempercayai keputusan Aldric dan memilih untuk tidak melepaskan anak panah pada saat ini.


Aldric berjalan menuju tengah jalan antara benteng dan Jugger knight. Seiring dia mendekati, ia bisa merasakan aura kuat dan menakutkan yang datang dari sosok tersebut. Namun, dia tetap tenang dan mempertahankan wajah tanpa ekspresi yang mengancam.


Jugger knight melangkah maju dan berhenti beberapa meter dari Aldric. Tubuh besar dan berototnya menghadapinya dengan sikap yang tegang. Suara gemuruh yang mendalam keluar dari helmnya saat ia berbicara, "tuan Aldric ? Benar ?" Aldric mengangguk "dan siapa nama mu"


"namaku jugger knight", "itu bukan nama... Itu julukan... Sebutkan namamu sepenuhnya" orang orang di atas benteng dapat mendengar pembicaraan mereka dengan jelas dan keadaan benar benar sangat tegang.


sang jugger knight diam sebentar sebelum menjawab "namaku Durok" itu jelas nama palsu pikir Aldric sambil menahan tawa "baiklah Durok... Ada apa kedatangan mu kemari"


"aku datang ke sini untuk bernegoisasi dengan mu" Aldric jelas terkejut tetapi tetap menujukan poker facenya "oh sungguh ? karena yang aku lihat di belakangmu adalah serangan skala penuh kepada kotaku... Dan jangan lupa dengan barrier yang kamu pasang untuk mencegah kami keluar dan yang diluar masuk"


Sang Jugger knight dian sebentar ia melihat ke belakang dan kembali melihat ke arah Aldric... "anggap saja sebagai... Um... Ancaman"


"oh jadi ini bukan negoisasi dari awal ? Kalian hanya ingin menyerang kami kan ?" jugger knight mengelengkan kepalanya "tetap ada sesuatu yang aku ingin tawarkan kepadamu"


"apa itu", jugger knight mengeluarkan energi hitam di tanganya "ini adalah kekuatan abyss ini bisa menjadi milikmu... Kamu akan dapat menggunakan sihir dan bahkan lebihbkuat di banding orang biasa pada umumnya dengan ini kamu akan menjadi kuat, tapj kamu harus bergabung dengan ku... Kami dan kekuatan ini akan menjadi milikmu"


"dan jika aku menerimanya apa yang akan terjadi kepada warga kota ku ini ?" tanya Aldric tetap mempertahankan poker facenya.


penjaga yang ada di benteng mulai khawatir mereka takut Aldric meninggalkan mereka untuk kekuatan yang tidak ia miliki dari lahir, "mereka akan aku habisi tentunya... Jadi bagaimana ?" tanya Jugger knight.


Aldric menggelengkan kepalanya "tidak... Aku menolak" jawaban Aldric membuat Jugger knight diam sebelum kekuatan hitam di tanganya menghilang dan rasa lega di rasakan semua orang yang ada di benteng, "kamu tahu jika kwmu menolak kamu akan mati... Jumlah kami lebih banyak di banding milikmu dan juga bala bantuan tidak akan pernah datang"


Mendengar ancaman Jugger knight Aldric hanya tersenyum kecil "aku lebih baik mati bersama orang orangku... Dibanding hidup di bawah kuasamu" kata kata Aldric ini menjadi paku terakhir dari negoisasi ini "baiklah jika itu yang kamu mau" Jugger knight dengan kecepatan tinggu kembali ke posisinya dan Aldric kembali naik ke atas benteng.


mata Leier berkaca kaca bersama pqsukanya yang lain juga orang orang yang mendengar negoisasi tersebut, bahkan jika mereka kalah tidak masalah... Mereka mati dengan pemimpin yang ada di sisi mereka.


Di sisi lain jugger knight kembali ke sisi Lilithra "serius ? Durok ?", "dengar aku tidak tahu nama yang bagus oke" Lilithra mengelengkan kepalanya "kamu sangat payah dalam bernegoisasi..."


"apa maksud mu ?", "kamu sudah mendapatkanya di saat ia berbicara 'dan jika aku menerimanya apa yang akan terjadi kepada warga kota ku ini' tapinkamu mengatakan hal yang tidak seharusnya"


"apa maksud mu ? Aku tidak paham" Lilithra menghela nafas "kamu harusnya mengatakan 'kami akan mundur dan membiarkan kota mu sendiri' dia pasti akan menerimanya"

__ADS_1


"tapi... Aku tidak bisa bersenang senang", "mana yang lebih penting bersenang senang atau pujian dari sang ratu" Jugger knight diam sebentar sebelum menutupi wajahnya dan mengelengkan kepalanya dia terlihat kecewa dengan dirinya sendiri "gandum telah menjadi roti tidak ada lagi yang bisa kamu lakukan.... Haaah... Ayo cepat selesaikan kota ini"


__ADS_2