
Malam telah tiba, para pelayan membawakan Aldric pakaian dan makanan sebelum Cedric datang untuk menjemputnya, Aldric melihat ke arah makan malam yang di sediakan kali ini berbeda dari yang biasanya.
Itu adalah sebuah steak berwarna ungu, bau daging yang begitu kuat bisa di cium darinya, Aldric sudah tidak kaget lagi dengan makanan seperti ini, malahan ia kemarin di hidangkan sebuah daging rebus dengan sisik yang masih menempel pada dagingnya.
Aldric melihat ke arah lukisan dan melihat dia hanya punya waktu 10-20 menit, ia dengan cepat memotong motong daging itu dan memakannya.
Rasanya seperti daging sapi namun meninggalkan jejak hangat di mulut dan tengorokan layaknya jahe.
Setelah itu ia langsung menganti baju nya itu adalah baju hitam formal dengan jahitan benang merah membuat pola indah di seluruh bagian baju, tidak lupa ia menggunakan syal hadiah dari sistem, ketika ia bercermin hal yang paling mencolok adalah syalnya yang kualitasnya berbeda dengan sisa pakaianya, namun itu seharusnya tidak menjadi masalah.
Suara ketukan pintu terdengar setelah Aldric merapihkan diri, ia kemudian mengambil kristal komunikasi yang di berikan Eda dan menyimpannya di saku nya, dan membuka pintu.
Cedric terlihat berbeda dari biasanya, biasanya ia menggunakan full armor gagahnya namun melihatnya menggunakan baju formal benar benar sesuatu yang berbeda, tububnya memang besar bukan saja karena armor tapi karena ototnya memang besar fisiknya benar benar bagus.
"kamu siap ?" Aldric mengangguk "yup, aku siap" mereka pun mulai berjalan Aldric baru teringat krdua saudarinya "eh... Kak Seraphina dengan Celestia ada di mana ?".
"oh mereka... yah mereka ada urusan di zona Xyronthia... Tenanglah mereka tidak masuk ke sana hanya... Menyelesaikan beberapa urusan"
Aldric hanya dapat mengangguk seakan ia paham ia tidak tahu apa itu zona Xyronthia dan dia pun tidak tahu cara menyebutkanya dengan benar.
Singkat cerita mereka sampai di rumah penyelengara pesta, tempat itu masih terlihat sepi, namun sudah ada beberapa tamu yang hadir di situ, perbedaan umur antara Aldric dengan kebanyakan yang datang tidak begitu berbeda.
Hal yang tidak begitu mengejutkan adalah Cedric yang langsung menjadi pusat untuk para wanita, banyak yang datang dan ingin berbicara denganya walau dengan jumlah tamu yang terhitung sedikit di ruangan yang begitu besar.
__ADS_1
Meja dengan makanan dan cemilan ada di bagian sisi sisi ruangan dengan pelayan yang siap memberikan makanan tersebut.
Aldric hanya berdiri dan melihat ke sekelilingnya ia bingung harus apa, dan jumlah tamu yang datang makin banyak dan keadaan makin ramai.
Sampai seorang gadis canting dengan gaun merah, rambut hitam panjang dengan mawar yang mengikat rapih rambutnya datang ke arah Aldric memegang dua gelas anggur.
"anggur ?" kata gadis itu dengan sopan, Aldric pun menerimanya "tentu.... Terimakasih" gadis itupun menunduk hormat "tidak masalah tuan Aldric, perkenalkan nama saya Nakuru Ravenswood perkenalkan"
Aldric sedikit kaget dia adalah putri dari tuan rumah pesta ini Aldric mengangguk "s-salam kenal..." Aldric sedikit canggung ia tidak tahu cara untuk menjadi formal kepada bangsawan yang ada di bawahnya.
"silakan di coba anggurnya, anda belum pernah minum anggurkan ? Saya juga belum pernah meminumnya." Aldric melihat ke arah gelas dengan kaki panjang itu, "oh i-iya mari" Aldric dan Nakuru meminumnya.
Nakuru terlihat menikmati anggur itu sematara Aldric nyaris menyemburkan anggur di mulutnya namun ia tetap menelannya.
Nakuru melihat ketidak sukaan dari gerakan tubuh Aldric "apa anda baik baik saja ?, apa anggurnya tidak memenuhi selera anda ?"
Aldric mencoba tersenyum sopan, tidak ingin menyinggung perasaan Nakuru. "Oh, tidak, tidak begitu. Anggurnya memang lezat, tetapi mungkin saya bukanlah penikmat anggur,.. Rasanya bukan selera saya"
Nakuru mengangguk paham "oh... jujur saja saya sendiri kaget waktu pertama mencoba anggur itu... tapi saya langsung menyukainya" Aldric merasa ada yang janggal di ucapan Nakuru.
"kapan pertama kali itu ?" Nakuru langsumg menyadari kesalahanya "um... Anu.... itu..." Nakuru kelihatan kesulitan untuk bicara atau melihat langsung ke arah Aldric.
"...anda pernah meminumnya sebelum anda melewati ritual huh ?" Nakuru terlihat panik namun ia berusaha untuk tetap tenang "t-tidak, a... Aku pertama meminumnya sore ini... Yah! sore ini aku pertama meminumnya"
__ADS_1
"tapi anda terlihat seeperti berpengalaman dalam meminumnya terlihat dengan cara anda memegang gelas dan cara anda minum" Nakuru terlihat sudah kalah, ia hanya bisa pasrah "...maaf... Bisakah anda merahasiakan ini ?" Nakuru sambil melihat langsung ke mata Aldric memohon.
"yah tentu mengapa tidak... Seharusnya aku berhenti dan percaya saja dengan alasanmu" Nakuru terlihat lega "huuu..... Sukurlah..."
Tamu yang datang makin banyak tidak lama banyak orang mulai bergabung dengan pembicaraan Aldric dan Nakuru mulai dari laki laki dan perempuan dari keluarga bangsawan yang berbeda bahkan Roderick datang, mereka kembicarakan banyak hal seperti apa yang akan mereka lakulan ke depanya, mereka ingin jadi apa dan lain lain.
Cedric melihat semua ini dari kejauhan, ia hanya dapat tersenyum melihat adiknya mendapat teman baru dan sebuah bukti bahwa ia mulai membuka diri, ada perasaan hangat dan juga tenang mengetahui adiknya akan baik baik saja.
Di saat berbincang bincang itu pandangan Aldric teralihkan ke luar jendela di mana ia melihat beberapa cahaya ungu bergerak dengan cepat jumlahnya ada banyak, Aldric langsung merasa tidak enak di dalam hatinya, perasaan sesuatu yang buruk akan terjadi.
Aldric pun bertanya kepada Nakuru "permisi nona Nakuru kamar mandi ada di mana yah ?" Nakuru mengangguk "pelayan !" ia memanggil pelayan dan kemudian memintanya untuk mengantar Aldric ke kamar mandi.
"cepatlah kembali nanti kelewatan acara utamanya loh" ingat Roderick Aldric hanya mengangguk dan pergi dari area pesta.
Jalan menuju kamar mandinya cukup jauh namun ia akhirnya sampai, sang pelayan menunggu di sisi pintu kamar mandi, sementara Aldric mengunci pintu dan mengeluarkan kristal yang di berikan oleh eda, jika ia ingat cara menggunakan propeti yang memiliki energinya sendiri ia harus fokus pada kristal itu.
Ia fokus ke pada keristal itu semua pikiranya terfokuskan padanya sambil menutup mata sampai suara familiar terdengar di kepalanya "halo, Aldric ?"suara itu terdengar begitu jelas, rasanya aneh mendengar sesuatu dari dalam kepalanya namun itu bukanlah masalah untuk saat ini.
"yang mulia... Saya berada di pesta keluarga Ravenswood... Dan saya melihat banyak makluk bersinar ungu bergerak di kegelpam malam dan-"
Omongan Aldric terpotong ia mendengar suara kaca pecah dan suara teriakan seseorang dan sepertinya sang dewi mendengar itu juga.
"Aldric sengarkan aku tetap di tempat kamu berada sekarang... Aku akan mengirim bantuan ke sana" Aldric mengangguk "baiklah tolong cepat" komunikasi terputus di saat itu juga, tiba tiba suasana menjadi dingin, cahaya dari kristal cahaya redup dan mati, seluruh mansion menjadi gelap gulita, yang Aldric dengar dari luar hanyalah suara teriakan, dan suara benturan benda tajam kepada sesuatu yang keras.
__ADS_1