
Hari pertama Amorafest sedang berlangsung, banyak makluk celestial menyamar menjadi manusia biasa mencari pria yang mereka anggap cocok untuk mereka, ada dua jenis Celestial yabg pertama adalah pengikut dewi Eda.
Celestial Pengikut dewi Eda sangatlah ceria mereka juga sangat baik dan sangat mudah berbaur atau bergaul dengan makluk hidup manapun, manusia bahkan hewan, mereka biasanya bekerja sebagai pengirim pesan, atau pekerjaan lainya di Celestial realm, mereka adalah simbol kebaikan dan kebahagiaan bagi penghuni dunia itu.
Yang kedua adalah pengikut dewi Victoria, mereka adalah 80% dari jumlah Celestial, merrka adalah prajurit pemberani bertarung di garis depan demi nama keadilan, Celestial ini sangat tegas dan agresive beberapa dari mereka bahkan melupakan nama mereka, di Amorafest ini mereka adalah Celestial yang kemungkinan terkecil untuk mendapat pasangan karena mereka biasanya mencari sesama pejuang seperti mereka.
(note: semua makluk Celestial itu pasti perempuan makanya Amorafest di adakan untuk menambah jumlah populasi makluk Celestial)
Di sisi lain Aldric sedang bersantai di kamarnya dan sebuah surat menyelip dari bawah pintu kamarnya.
Ketika di ambil itu adalah surat waktu dan hari pengambilan cokelat, lokasinya sudah di beri tahu sejak awal, Aldric masih tidak percaya pembelian cokelat harus serahasia dan serumit ini...
di atas kertas itu tertuliskan, hari ke 3 Amorafest waktu ketika matahari berada di puncak (jam 12), Aldric akan mengingat itu, ia kemudian menaruh kertas itu di sakunya.
Alric kemudian mengubah credit sistemnya menjadi emas, ya ternyata ia bisa melakukan itu, hanya persiapan untuk membeli cokelat.
Aldric pun mengambil 3 buah buku dan pergi ke perpustakaan hendak mengembalikanya, ketika ia sampai Aldric bertemu dengan Celestia dan Seraphina sedang membaca buku.
"hi, kaka !" Celestia dan Seraphina melihat ke arah Aldric "oh !, Aldric mengembalikan buku ?" tanya Seraphina sambil tersenyum "ah.. Iya aku sudah selesai membacanya"'
"cepat sekali..." Celestia dengan kagum, padahal Aldric tidak membaca semuanya ia hanya bosan dengan bukunya, di kehidupan sebelumnya ia menghabiskan waktu menonton tv atau bermain game tapi hal itu tidak ada lagi di dunia ini "y-ya begitula"
Seraphina melihat sebuah kertas menonjol dari saku Aldric, ia awalnya hanya ingin bercanda dan mengambilnya tanpa izin, "apa ini ?" namun ketika ia melihat isinya itu adalah surat pengambilan cokelat.
Seraphina kaget "SURAT PENGAMBILAN COKELAT ?!!" Celestia yang awalnya santai juga kaget dan Aldric langsung panik "e-eh !, i-iya itu... Anu.... A-aku bisa jelaskan"
Seraphina tersenyum meledek "'hehehe ~ Siapa dia ?, ayo katakan pada kaka mu ini" Celestia melakukan hal yang sama "iya iya ayo katakan apa dia cantik ?, dari keluarga mana ?"
Aldric mengambil surat itu dari tangannya "k-kaliat tidak perlu tahu" Seraphina masih tersenyum "tentu kami harus tahu, lagi pula kami ini kaka mu~"
Alric yang merasa tidak nyaman kemudian dengan cepat ke luar dari perpustakaan itu, Seraphina dan Celestia melihat satu sama lain.
"astaga.... Dia benar benar sudah besar" Celestia mengangguk "iya... Rasanya baru kemarin dia bisa jalan dan sekarang ia akan mengukapkan cintanya pada seseorang"
"aku harap pasanganya itu baik... Dan tidak mementingkan kekurangan Aldric" Seraphina berpikir sebentar "haruskah kita beri tahu ibu, ayah dan Credric ?" Celestia menggelengkan kepalanya "jangan... Biarkan ini jadi kejutan"
Hari pengambilan hadiah pun telah tiba, Aldric pergi ke tempat biasanya Edin berpatroli, "hi Edin" Edin melihat ke arah Aldric dan menuduk hormat "tuan Aldric ada apa kedatangan anda kemari ?"
"pengambilan cokelat ku di lakukan sekarang" Edin mengangguk... "maaf tuan... Saya tidak bisa mengantarkan anda hari ini saya ada urusan penting" Aldric pun mengangguk "kalau begitu aku minta jubah aku akan pergi ke kota sendirian.
Edin sedikit tidak yakin dengan keputusan Aldric "tapi tuan di luar itu berbahaya bahkan dengan keadaan sekarang yang membaik kota bukanlah tempat yang aman bahkan jika dengan kedudukan anda sekarang"
Aldric mengangguk "tenanglah aku hanya mengambil cokelat lagi pula tidak jauh dari benteng ke dua" Edin awalnya ragu tapi membiarkanya "baiklah jika anda bersikeras, tuan tetaplah berhati hati"
Aldric pun berangkat ke area perkotaan dengan menggunakan possesive mask, itu begitu ramai dan juga terlihat harmonis, banyak orang memberikan cokelat kepada wanita pujaan mereka di tempat umum, itu benar benar romantis walau tidak semua di terima.
__ADS_1
Aldric juga mengingat bahwa makluk Celestial akan turun jadi kemungkinan wanita yang ia lihat di tepi jalan, yang berdagang atau bahkan yang sedang mengemis adalah makluk Celestial yang menyamar.
Baiklah sekarang tinggal mencari lokasi pengambilan dan pembayaraj cokelat, pikir Aldric sambil melihat ke arah kertas peta lokasinya.
Namun saat di tengah jalan ia melihat sekelompok petualang sedang mengobark abrik sebuah kedai, wah... Di dunia ini ternyata ada preman juga, pikir Aldric.
awalnya ia ingin mengabaikanya tetapi melihat pemilik kedai itu yang tua dan berpenyakit menangis melihat ini Aldric tidak tahan.
Ia memberi intruksi kepada syal nya "jangan serang... Tangkis saja" bisik Aldric kepada syalnya itu berharap itu dapat mendengar.
"hey !, lagi ngapain kalian !" teriak Aldric kepada kelompok petualang itu, jumlahnya ada 5 salah satu dari mereka bertubuh besar ia memiliki pedang besar juga kelihatanya ia adalah pemburu monster dan pemimpin dari group 5 orang itu.
"alah !, berisik ini bukan urusan mu !, pergilah sebelum kami bertidak kepada mu !" teriak salah satu dari mereka, ia menggunakan sebuah pedang panjang menodongkanya ke arah aldric.
Hal yang umum antara mereka adalah mereka menggunakan master untuk menutupi mulut dan hidung, menyembunyikan identitas mereka.
"Ayo maju kalau berani !" teriak Aldric ada sedikit ketidak yakinan di hatinya yang ia yakini adalah topeng dan syalnya akan melindunginya.
Pria yang menggunakan pedang dua tangan itu pun maju dan yang lainya melihat sementara itu 4 orang lagi masih menjarah kedai itu.
"kau mencari mati ?!" teriak nya sambil mengayunkan pedangnya, syal milik Aldric menangkis dan memegang pedang itu si tempat dan tubuh Aldric bergerak dengan sendirinya memukul dagu magian bawah dengan right hook langsung membuatnya terkapar tidak sadarkan diri.
Semua yang menyaksikan terkejut, tapi melihat rekan mereka jatuh janya membuat amarah mereka melunjak, salah satu dari mereka bersenjatakan tombak maju, dengan kuda kuda menusuk "beraninya kau !" teriaknya sambil meluncurkan tombaknya untuk menusuk Aldric.
Tubuh Aldric dengab reflek lompat, ia lompat cukup tinggi dan dengan cepat ia berdiri di atas tobak yang ingin menusuknya, sang oenyerang terlihat kaget dan membeku, sambil melihat Aldric berdiri di atas tombaknya dengan stabil.
Kedua rekanya yabg melihat ini mengangkat tongkat sihir dan busur mereka dan membidik ke arah Aldric "rasakan ini !" teriak sang pemegang tongkat sihir, sebuah projektil sihir api dengan anak panah melesat mendekati Aldric.
Tetapi syal nya melakukan gerakan membanting membelokan kedua projektil itu ke tanah, Aldric lega karena ia awalnya berpikir syal itu akan memantulkan seranganya ke arah yang asal dan mengenai penonton.
Ke dua penembak itu lebih kaget lagi dari sebelumnya "apa apaan orang ini !" teriak sang pemegang panah, warga yang menonton pun imut gaket dan terkagum kagum membicarakan siapa orang yang menggunakan topeng putih itu.
Akhirnya sang pemimpin keluar setelah mengambil demua uang dari bagian brlakang kedai, ia melihat ke arah Aldric, kedua bawahanya yang tepar dan kedua rekan jarak jauhnya yabg sudsh menyerah "dasar tidak berguna !, biar aku tunjukan caranya melawan bocah ini !" teriaknya dengan amarah, ia kembuan menjcabut pedang besar dari punggungnya, pria itu adalah gunung otot ia besar dengan otot yang besar juga, ia bertelanjang dada dan Aldric menyadari tanduk di kepalanya, ia pasti memiliki ras demon (iblis) tidak heran kenapa kekuatan fisiknya terlihat mengerikan.
Ia lompat ke arah Aldric seperti orang gila hentak menebasnya dengan pedang besar itu, Aldric secara mental kaget tapi tubuhnya bergerak dan menghindari serangan itu, di saat menghindar tubuh Aldric sempat memu kul wajah pria besar itu, ia terlihat terkejut ia terpukul saat ia meluncur dalam keadaan secepat itu, hidungnya meneteskan darah.
pria itu melihat tetesan darah di hidungnya dan menjadi sangat marah, "kurang ajar !, kamu tidak tahu kamu ber urusan dengan siapa !, aku adalah Ahaz !" teriaknya dengan penuh amarah.
"demonic blood rage !" ia melakukan chasting tubuhnya sedikit membesar, sekarang tubuhbya juga menyeluarkan aura merah, matanya menyala merah juga.
Aldric pun bersiap untuk menyerang balik, dan Ahaz melompat menyerang ke arah Aldric lagi kali ini lebih cepat, namun saat Ahazvdi tengah tengah udara meluncur sebuah jaring berwarna biru mengikatnya jatuh, itu berasal dari patroli istana "cukup !, pertarungan ini berakhir, tombak istana telah datang" teriak penyihir dengan armor bersinar itu, bersama prajurit lainnya membubarkan penonton yang ada.
mereka juga mengikat para 'preman' itu, terutama Ahaz yang meronta ronta ingin lepas, sang pemimpin tombak istana itu mendatangi Aldric, "kami mendengar 5 orang melakukan perusakan propeti kepada pedagang di sini, dan kelihatanya engakau yang menghentikanya, tolong ikut aku ke kantor untuk kesaksian"
Aldric tahu ia tidak punya waktu untuk hal ini, ia mrmberi isyarat untuk mendekat dan melepas topengnya dan memasangnya lagi dengan cepat.
__ADS_1
Sang pemimpin tombak istana itu kaget "tuan !, apa yang anda lakukan di sini !" Aldric memberikan isyarat untuk diam "ssst... Aku sedang menyamar !, tutup mulut mu" pemimpin itu pun menutup mukutnya "maaf tuan Ald-... Maksud ku tuan yang aku tidak kenal"
Di saat penahanan itu seorang wanita berlari ke arah Ahaz "Ahaz apa yabg terjadi !" ia melihat ke arah prajurit yang mebgikatnya "pak tolong lepaskan dia pasti ada salah paham di sini"
Prajurit itu pun menggelengkan kepalanya "maaf nona tapi pria ini telah melakukan perusakan, penyerangan dan perampokan, terhadap pedagang sekitar" wanita itu terlihat tidak terma "tidak mungkin !, Ahaz tidak akan melakukan hal seperti itu !"
Wanita itu pun melihat ke mata Ahaz "iya kan !, kamu tidak melakukan itu ?, ayo katakan padanya" tapi Ahaz hanya diam, dia tidak berani melihat langsung ke mata wanita itu.
"ayo jawab aku !" teriaknya dengan air mata yang mulai menetes, "maaf.... Sayang.... Itu benar... Aku melakukanya..." wanita itu dengan ekpresi sedih dan kecewa mulai berlutut dan menangis "kenapa !.... Kenapa kamu melakukan ini !,... Dasar bodoh !, kamu janji akan menikahi ku akhir bulan ini !" teriaknya sambil memukul mukul tubuh Ahaz walau itu terlihat tidak sakit sama sekali.
Ahaz hanya menunduk menahan air matanya "maaf.... Aku tidak lagi mendapatkan quest untuk mendapatkan uang... Aku takut aku gagal menepati janji ku" Aldric yang melihat ini sedikit merasa kasihan, jadi itu motifnya... Ia memang bersalah tapi ia juga ingin menepati janjinya kepada wanita yang ia cintai.
Aldric melihat ke arah pemimpin pasukan "bisa tolong lepaskan mereka ?" pemimpin pasukan itu terlihat kaget "tapi tuan mereka telah melakukan kejahatan, maaf saja anda mungkin memiliki kedudukan tinggi tapi peraturan harus di tegakan"
Aldeic mengangguk "aku ingat dengan salah satu aturan kejahatan harus di bayar setimpal kan ?, bagaimana dari pada pidana penjara ia harus membayar ganti rugi dari kerusakan yang ia buat ?"
Sang pemimpin memikirkan masukan Aldric itu "tapi bagaimana jika ia melakukan hal yang sama lagi ?, atau bahkan mungkin ia kabur dari kota ini ?" Aldric menggelengkan kepalanya "'lihatlah pria itu, apakah ia terlihat seperti orang jahat sekarang ?, ketika kita tahu motif nya ?, lagi pula sekarang adalah Amorafest... Bisakah kamu membiarkanya lepas sekali saja ?"
Sang pemimpin itu pun mengangguk setelah berpikir cukup lama "baiklah... kalian ! Lepaskan mereka" Ahaz terlihat terkejut dengan pelepasan dirinya itu dan pemimpin itu mulai bicara secara jelaa jelasan "mulai sekarang kau harus membayar hutang kepada kedaiyang engkau rusak ini sebagai ganti dari pidana penjara" sang pemimpin melihat ke arah pemilik kedaiyang tua itu di mana sang pemilik kedai itu mengangguk setuju.
"jika kamu gagal menebus hutang sesuai waktu yang di tentukan oleh pemilik kedai maka kamu akan menerima hukuman penjara seperti seharusnya" rasa lega menyelimuti Ahaz dan wanita kesayanganya itu dan Ahaz melihat ke arah Aldric ia percaya Aldriclah yang melakukan hal tersebut, rasa terimakasih bisa terlihat di matanya.
Semua pun berlalu dan Aldric melanjutkan perjalananya namun ia di hadang oleh seorang wanita "tunggu di situ petualang" Aldric tentu bingung siapa wanita itu "bisa saya bantu ?" wanita itu kemudian berubah menjadi makluk Celestial sayapnya besar ia menggunakan armor yang lebih tebal dari kebanyakan Celestial petarung lain.
Dangan perisai yang menutupi ujung kaki hingga bagian atas kepalanya, pedang di tangan kananya juga terlihat tajam dan megah, matanya berwarna biru langit.
"aku telah memilihmu setelah melihat tindakanmu yang heroik, kamu bukan hanya punya moral yang tinggi tetapi hati yang baik juga" Aldric tersenyum walau topengnya menghalangi "t-terima kasih"
Celestial itu tersenyum "perkenalkan namaku Wing of salvation tapi untuk mu tolong panggil aku Aradia" sang Celestial petarung itu menyebutkan namanya kepada Aldric artinya ia ingin lebih dekat lagi dengan Aldric.
"dan aku ingin engaku untuk melepas topeng mu dan menyebutkan nama mu, dan maukah engkau menemani ku suka duka, bersama selamanya di sisi ku" Aldric sedikit malu dengan penyataan ini, tapi ia benar benar belum ingin menikah atau berkomitmen sebesar itu.
"maafkan aku.... Aku harus menolak" kata Aldric sambil menunduk kepada Aradia, "t-tapi mengapa ?, apa ada yang kurang dari ku ?, apa ada yang aku perlu lakukan ? Tolong katakan saja aku akan memperbaikinya... Aku akan berubah"
Aldric makin tidak enak ia merasa bersalah harus mengecewakan wanita secantik ini, "masalahnya bukan padamu..., kamu itu cantik... Kuat... kamu sudah sempurna... Tapi yang salah di sini adalah aku... Karena aku masih memiliki tujuan lain... (cokelat) masih ada hal yang ingin aku lakukan (menikmati hidup muda) dan tanggung jawab yang di penuhi (gak punya tanggung jawab apa apa)"
Aradia menghela nafas, dari nada nafasnya itu dia terdengar sedih "begitu ya...." air mata mulai menetes "baiklah... Selesaikanlah tanggung jawab dan tujuan mu itu.... Tapi berjanjilah kita akan bertemu lagi"
Aldric tidak bisa berjanji ia tidak berani apalagi ini berurusan dengan cinta "jika takdir membiarkan kita bertemu lagi maka kita akan.... Tapi... Aku tidak bisa berjanji padamu... Maaf"
Aradia mengangguk dengan pahit. "Baiklah, aku mengerti. maaf telah menjadi egois meminta sebuab janji yang kamu tidak yakin bisa kamu tepati. Jika takdir memang menginginkan kita untuk bersama, kita akan bertemu lagi suatu hari nanti" Aldric mengangguk "ini saatnya aku harus pergi"
Aradia membiarkanya pergi, ia pun terbang dengan kecepatan tinggi dengan sayapnya air mata menetes di saat ia terbang, sementara itu Aldric merasa sangatlah buruk di hati dan pikiranya.
tidak lama ia sampai di pengambilan cokelat, ia oun menerima cokelat tersebut dan pergi menuju istana, ia masih melamun tentang Aradia, namun karena ia melamun ia tidak menyadari anak anak yang berlari ke arahnya, anak anak itu berhasil menghindari Aldric tapi Aldric terjatuh dan kotak cokelatnya terlepas dari tanganya tergeser hingga terinjak oleh seorang wanita ynag sedang jalan.
__ADS_1
Wanita itu langsung mengangkat kakinya dan panik, Aldric yang melihat kotak cokelatnya yang hancur kaget tapi melihat wanita itu yang merasa bersalah ia harus merekalaknaya "tuan maafkan aku, aku tidak sengaja" kata wanita itu ia kelihatanya hampir menangis, "hehehe sudah sudah tidak masalah, namanya juga kecelakaan"
wanita itu terlihat lega tapi masih merasa buruk, Aldric mengambil kotak cokelatnya itu yang memiliki bekas injakan di tengahnya, cikelat yang di dalam pasti hancur karena ketika ia mebgkerakanya ia bisa mendengar suaranya telah menjadi semacam bubuk, tapi tidak masalah ia masih bisa memakanya.