
Aldric kemudian mengejar Astra namun gagal karena banyaknya belokan di lorong itu namun ia berpas pasan dengan seseorang yang mengejutkan itu adalah red dengan gaun putih dan perhiasan cantik rasanya aneh melihat seorang assasin hebat berpakaian seperti itu, ia juga di temani oleh beberapa penjaga, ketika red melihat Aldric ada rasa takut di matanya mengingat kejadian waktu itu dia nyaris memprofokasi perang.
Namun ia adalah tuan rumah di sini dan dia harus menyambutnya red pun mendekat dan menunduk hormat "perkenalkan pangeran Aldric nama saya adalah Ravina yli senang bertemu dengan anda"
"senang bertemu dengan anda juga nona Ravina" jadi itu nama aslinya red Ravina huh ? Pikir Aldric, beberapa penjaga itu mundur untuk memberikan mereka privasi untuk berbicara melihat ini Aldric merasa semua akan baik baik saja "atau bolehkan saya memanggil mu red"
Ravina kaget karena identitasnya ketahuan oleh Aldric tapi dia berusaha memainkan pembicaraan ini "apa maksud anda... Mengapa anda mau memanggil saya red ?" Aldric tertawa kecil "sudalah tidak perlu pura pura lagi aku sudah tahu identitasmu... Kehidupan keduamu juga"
Ravina menyadari ini dan menghela nafas "dari mana anda tahu identitas saya ?" Aldric mengangguk tentu dia penasaran "hunter killer memberi tahu ku", "eh ?!"
"an-anda punya hubungan denganya ?" Aldric mengangguk "benar banar sebuah kebetulan aku bertemu denganya biasanya dia menjelajah ke beberapa negeri sendirian entah untuk melakukan apa... Dan dia juga akurasa yang mrmancingmu kepadaku hari itu" Ravina mengingat hari itu "apa kalian benar benar tema ? Maksudku dia secara tidak langsung nyaris membunuh mu"
"dia memang begitu... Sulit untuk menjelaskanya tapi dia memang seperti itu" Ravina mengangguk "tuan Aldric saya benar benar tidak sengaja dan tidak tahu anda ada di-", "oh sudalah itu masalalu aku masih hidup kan ? Dan juga anda adalah anaka dari salah satu council jadi lebih baik kita melupakan apa yang ada di belakang kita kan ?"
Ravina mengangguk dan tersenyum lega "baiklah terimakasih banyak atas pengampunan anda hari itu", "tidak masalah... Oh iya Ravina bagaimana menurutmu soal si hunter killer ini ?"
__ADS_1
"entahlah... Dia hebat tapi juga sedikit bodoh aku tidak bisa mengatakan dia itu ras apa dan bahkan auranya bukan lah aura makluk hidup... Dan juga aku tidak melihat kapasitas mana yang ada di tubuhnya", "bodoh ? Kenapa ?"
"dia datang ke negeri ini tanpa melakukan riset dan pendalaman masalah politik di negeri ini dia masuk ke negeri dengan ini tak tahu apa-apa aku harus menjelaskan semuanya kepadanya, jika ia memang seorang pengembara profesional sehsrusnya dia tahu lebih baik sebelum memasuki sebuah negeri"
Aldric mengangguk "saya akan menyampaikan kritikan itu kepadanya dia memang sedikit ceroboh" Ravina menyadari sesuatu "tuan Aldric saya mohon bertanya.... Kenaoa syal anda mirip dengan milik hunter killer ?" Aldric mengangguk "ah iya... Ini memang model yang sama dan pembuatnya juga sama... Aku di rekomendasikan oleh dia secara langsung" Ravina mengangguk paham.
"mohon permisi pembicaraan ini telah menyenangkan tetapi saya harus pergi ada urusan" Aldric mengangguk "tentu silakan" Ravina pun mulai pergi menjauh dan penjaganya membentuk formasi di sekitarnya Aldric pun nelihatnya hilang di belokan lorong.
Jujur saja di antara 4 orang itu Ravina tetap yang paling kuat di antara mereka, pikir Aldric dia lanjut berjalan mencari Astra dan ia malah bertemu dengan Miriel dia di temani oleh seorang pria elf memegang sebuah busur terbuwt dari kayu hijau mengekuarkan percikan dan aroma herbal yabg kuat.
Rambutnya berwarna hitam panjang matanya berwarna hijau terang dan ia terlihat kaget ketika bertemu dengan Aldric dan Miriel terlihat senang melihat Aldric, Miriel menggunakan gaun seba hijau bunga tumbuh di bagian bahu kanan menyilang ke panggul kirinya bunga itu berwarna warni indah dan harum alaminya dapat tercium dari jarak cukup jauh.
"senang bertemu dengan anda tuan Elrondec kata Aldric sambil menyilangkan lengan kananya di dada dan Elronde juga melakukan hal yang sama tanda hormat antar bangsawan yang setara"
"um... Miriel bisakah kamu tinggalkan kaka dan Aldric sebentar kami ingin berbincang sebentar "eh ?.. Tapi aku juga mau berbicara dengan Aldric", "sebentar saja" Miriel pun mengalah dan pergi ke suatu tempat.
__ADS_1
"ah jadi Aldric saya mau berterimakasih atas jasa anda waktu itu... Jika bukan karena anda adik saya mungkin sudah tiada saya berteimakasih dari hati saya yang terdalam" Aldric mengangguk "tidak masalah lagi pula jika sesuatu terjadi kepada adik anda kami juga Solantia yabg harus bertanggung jawab kan ?" Elronde mengangguk.
"apa anda menyelamatkan adik saya hanya karena kepentingan politik ?" Tanya nya dengan tenang "itu salah satu motivasi saya namun post perbatasan saya di serang dan kebetulan adik anda ada di sana berlindung jadi sekalian saja kami mengefakuasinya ke ibu kota, saya melakukanya bukan hanya karena kepentingan politik tetapi juga karena saya bisa melakukanya"
"karena... Bisa ?" Elronde bertanya dengan bingung "karena saya bisa saya akan membantu seseorang tetapi jika saya tidak bisa atau resiko yang terlalu besar saya tidak akan melakukanya... Anda bisa katakan apapun soal pilihan saya ini tetapi beginilah cara saya berpikir"
"mohon maaf saya kurang paham" Aldric mengangguk "baiklah bagaimana dengan sebuah skenario sebuah perang terjadi dan aku memiliki pilihan untuk mengefakuasi sebuah desa atau tetap berada di kota memperkuat pertahanan benteng kota tersebut... Aku akan memilih mempertahankan benteng kota tersebut... Karena aku dapat menyelamatkan lebih banyak nyawa dengan hal tersebut... Ya mungkin aku bisa menyelamatkan desa tersebut tetapi resiko terjadinya serangan terhadap kota saat sebagian pasukan pergi mengungsikan desa tersebut akan terlalu besar dan aku tidak akan mengambilnya"
"bagaimana jika yang menyerang itu adalah abyss ? Mereka akan membantai desa tersebut apa anda akan tetap mempertahankan posisi anda di benteng kota" Aldric mengangguk "ya tentu" Elronde tidak paham dengan pilihan Aldric tersebut dan ekpresi wajahnya mengatakan semuanya.
"dengar aku orang yang berpikir secara logika dan rasional... Aku bukanlah orang seperti pahlawan yang dapat menyelamatkan semua orang yang berpikir dengan moral dari pada logika, tidak... Aku di sana untuk menyelesaikan masalah tersebut bukan menyelamatkan"
Elronde tampak terkejut dengan pendekatan ini, namun juga tampak merenung. "Itu pendekatan yang sangat berbeda dari yang saya kenal. Namun, saya dapat melihat logika di dalamnya. Tidak semua keputusan dalam kepemimpinan harus dilakukan berdasarkan emosi atau moralitas, saya juga belum pernah memimpin sebuah kota atau pasukan jadi saya tidak bisa menilai anda terlalu keras..."
Elronde melanjutkan "Apa Anda pernah merasa tidak nyaman dengan tanggung jawab ini?" tanya Elronde, ingin tahu lebih dalam tentang pemikiran Aldric, dan Aldric tertawa kecil "anda akan paham ketika anda memimpin sebuah kota atau bahkan pasukan... Pemikiran kritis adalah segalanya" Elronde mengangguk puas dengan jawaban Aldric itu "Tuan Aldric di usia saya yaga nanti ke 900 di mana itu akan terjadi 3 bulan ke depan... Dan saya akan mulai memimpin pasukan atau bahkan kota saya sendiri... Bisakah anda membantu saya ?"
__ADS_1
"tidak.... Aku tidak bisa" Elronde bertanya dengan bingung "mengapa tidak ? "karena cara memerintah manusia dan elf itu berbeda dan aku tidak ingin menodai budaya kalian sebagai elf... Belajarlah dari kesalahan... Dan intropeksi diri sesering mungkin... Saya yakin anda akan berhasil" Elronde mengangguk "terimakasih atas saranya.
"ngomong ngoming apa anda melihat seorang celestial lewat sini ? Aku mencarinya" Elronde mengangguk dia tadi belok ke sana" Aldric mengangguk "baiklah terimakasih... Saya harus pergi sekarang" Elronde mengangguk "semoga anda beruntung"