
Setelah kejadian siang itu acara ritual kedewasaan di perketat, banyak pasukan di mana mana,yang terlihat dan juga tidak, warga sipil juga menjadi lebih waspada dari pada sebelumnya karena mengingat pelaku di kendalikan seseorang.
Sementara itu Aldric di kamarnya sedang memilih kotak hadiah, jumlahnya ada dua yang pertama terlihat begitu mahal dan bersinar warna emas dan pernak pernik di permukanya memuat kesan mewah yang berlebihan.
Sementara yang kedua adalah kotak kayu yang di ukir oleh tangan terlihat indah sepertimya itu memiliki suatu nilai seni karena seberapa elegannya ukiran pemandangan langit di seluruh bagian kotak kayu itu, walau begitu itu terlihat begitu sederhana.
Aldric memutuskan untuk menggunakan kotak kayu di saat itu ada yang mengetuk pintu "Aldric... kamu di dalam ?" dari suaranya sepertinya itu adalah Cedric.
"masukalah" saut Aldric, mendengar itu Cedric lamgsung membuka pintu kamar Aldric "h-hey... B-bagaimana kabarmu ?" tanya Cedric ia terlihat begitu jelas khawatir.
"aku baik seperti biasa" jawab Aldric dengan tenang ia terlihat seperti biasanya "sungguh ?, maksud ku bagus... Yah itu bagus..... Aldric dengar jika kamu ingin membicarakan... Um kejadian itu... Datang saja kepada ku... Bahkan datanglah pada ayah jika perlu kamu tidak sendirian... Ingat itu" dengan penuh perhatian dan kekhawatiran di suaranya.
"baik kak, jangan takut aku tidak apa apa" Aldric berusaha menenangkan kakanya itu "baiklah jika memang begitu.... Sekarang tidur lah besok hari besar jangan sampai kesiangan"
Aldric mengangguk dan Cedric menutup pintu dan pergi, Aldric kemudian memasukan music box nya ke dalam kotak kayu yang ia putuskan pilih, sedikit aneh kotak di masukaj ke dalam kotak namun karena alasan waktu dan dirinya yang tidak di perbolehkan keluar karena kejadian dua hari yang lalu ia hanya memiliki pilihan yang minim.
sementara itu di suatu tempat seorang pria duduk di meja kerjanya ia meminum sebuah wine dan seorang pelayan masuk ke ruangan kelihatanya membawa sebuah berita.
"tuan Viscount 'mereka' datang ke sini... Apa yang harus di lakukan ?" Viscount dengan santai "bawa mereka ke sini" sang oelayan hanya bisa mengangguk dan pergi ke luar ruangan.
Tidak lama hawa dingin muncul dingin yang munusuk kulit kristal cahaya perlahan kehilangan cahayanya ruangan menjadi gelap dan hanya di terangi oleh sinar bulan dari jendela.
Pintu itu terbuka sebuah sosok wanita dengan jubah hitam ia memegang sebuah sabit di tangan kanannya, tangan kirinya di sisi lain di belit rantai dari atas sampai bawah, matanya berwarna ungu kehitaman pakaianya berwarna biru dan ungu kehitaman auranya begitu tidak membuat nyaman, sabitnya memiliki aura yang terlihat seperti kematian itu sendiri, dan sekarang ia berdiri di hadapan Viscount yang duduk di meja kerjanya.
"lama tidak berjumpa Viscount.... Jadi.... Apa yang anda telah lakukan akhir akhir ini ?" tanya wanita itu nada bicaranya begitu dingin rasanya ia tidak peduli dengan jawaban lawan bicaranya seakan ia tidak memiliki ketertarikan sama sekali dengan opini lawan bicaranya.
"aku melakukan seperti yang kamu minta tentunya" jawab Viscount dengan tenang "sungguh ?, dan apa yang aku minta itu" tanya nya nada bicaranya tidak berubah.
"um.... Menyelundupkan kristal abyss ke pasar gelap.... Lalu... Um.... Menjualnya dengan harga murah..., dan.... Dan.... Um" Viscount kesulitan untuk mengingat perintah terakhirnya.
"jangan mengacau rencana selanjutnya" kata wabita itu membuat lengkap perintah yang di berikan "ah !, iya itu".
aura negatif dan dingin di sekitar tubuh wanita tersebut semakin meluap "lalu apa yang kamu lakukan dengan kekuatan yang aku berikan kepadamu ?" Viscount dengan polosnya menjawab "ah itu aku berusaha membunuh pangeran... Aku tidak tahu yang mana aku hanya mengendalikan satu pemanah petualang"
"kau bahkan tidak tahu pangeran mana yang kamu mau bunuh ?, seberapa bodohnya dirimu ?,' dan apa tujuan mu itu" wanita itu jelas terlihat marah walau dengan emosinya yang terkompres.
"aku ingin menyebar ketakutan di istana i-itu saja jadi saat anda menyerang mereka akan-" jawaban Viscount di potong oleh wanita itu "alasan bodoh macam apa itu ! Karena mu penyerangan ku harus di undur atau bahkan di batalkan ! Karenamu seluruh istana mengalami kenaikan keamanan !, apakah kamu bahkan menggunakan otak mu dengan benar ?!"
Wanita itu kehilangan ketenanganya walau begitu ia kembali menjadi tenang setelah menunjukan emosi yang ia pendam.
Ekspresi dinginnya kembali muncul di wajahnya saat dia berkata, "Viscount, kamu terlalu gegabah dalam melaksanakan perintahku. Aku memberimu kekuatan dan tugas yang jelas, namun kamu tidak dapat mengatasinya dengan baik. Jika tidak karena kecerobohanmu, rencana yang lebih besar bisa terwujud"
__ADS_1
Viscount merasa tertekan dan takut menundukan kepalanya "maafkan saya !, saya akan coba yang terbaik untuk memperbaikinya", wanita itu melihat Viscount dengan dingin "anda beruntung sang ratu selalu memberi kesempatan kedua kepada bawahanya.... Sama seperti ku, aku akan memberimu kesempatan ke dua dan jika kamu mengacau lagi aku tidak akan menjamin kamu akan ada untuk melihat hari lainya"
Wanit itu pun pergi ke luar ruangan kristal cahaya kembali menyala dan suhu udara kembali normal, di saat itu pelayan yang sebelumnya datang memberi berita masuk kembali.
"tuan ku apa semua baik baik saja ?" tanya pelayan tersebut, Viscount dari wajahnya ia tidaklah senang ia kemudian melempar gelas yang masih berisi wine nya ke dinding dan berteriak "KURANG AJAR MEMANGANYA DIA OIKIR DIA ITU SIAPA !, AKU ADALAH VISCOUNT VEXATION, BARON DARI KOTA INI" teriak amaranya dapat terdengar ke ruangan lain.
Pelayan itu merasa takut, takut buakan atas teriakan tuanya namun takut akan kembalinya wanita itu jika ia mendengar teriakan tuanya tersebut.
Pelayan itu gemetar ketakutan. Dia segera menundukkan kepalanya dan berkata dengan suara gemetar, "Maafkan saya, Tuan Viscount. Saya tidak bermaksud mengganggu atau menyinggung perasaan Anda. Saya hanya ingin menanyakan apakah semuanya baik-baik saja"
"TIDAK !, TIDAK ADA YANG BAIK BAIK SAJA WANITA ITU.... LIHAT SAJA DIA AKAN TAHU KONSEKUENSINYA AKU TELAH MEMBANTUNYA SELAMA INI DAN BEGINI CARANYA BERTERIMA KASIH ?!" Viscount dengan amarah yang meluap laup yang kemudian mulai mereda walau masih ada sisa kemarahan di wajahnya.
"hey !, capat bawakan aku gelas dan lebih banyak minuan" teriaknya ke palayan "b-baik tuan" pelayan itu pun pergi dan Viscount suduk dengan arogannya di meja kerjanya dengan kaki yang ada di atas meja "nanti ketika aku sudah mendapatkan kekuata darinya aku akan langsung menghabisinya.... Lihat saja"
matahari bahkan belum naik namun Aldric di bangunkan oleh Celestia "hey ayo bangun sekarang adalah hari besar" Aldric pun bangun sebuah pakaian telah di siapkan oleh kakanya secara langsung "ayo cepat mandi aku akan tunggu di pintu kastil"
Alric pun mandi dengan keadaan setengah sadar berganti baju, baju itu berwarna outih cerah dan terlihat sangat formal walau begitu desainya simple, ia pun mengambil hadiah yang ia siapkan di kotak kayu dan pergi ke pintu gerbang kerajaan di mana kakanya telah menunggu "kamu siap ?"
Aldric mengangguk "tentu" Celestia kemudian merapihkan sedikit rambut adiknya "baiklah ayo berangkat" mereka pun si antar dengan kereta kuda dengan 6 kalvary yang berada di sisi kanan dan kirinya, menuju arah kuil yang bersinar dengan terang, ketika mereka sampai 10 barisan panjang sudah terbentuk di sekitar kuil.
"ayo cepat antri untuk memberikan hadiahnya" kata kakanya, Aldric mengangguk dan hendak pergi namun kakanya mengentikanya dan memberinya uang "belilah sesuatu jika kamu lapar ritual akan berlangsung lama" Aldric mengangguk dan pergi untuk antri.
Aldric mengantri tidak terlalu jauh dengan meja penerimaan di saat itu seorang pria muda seumuran dengan nya ikut antri di belakangnya.
"yah.... Padahal sudah berangkat sepagi ini tapi antrianya sudah sepanjang ini" gumam pria muda tersebut, Aldeic melihat ke belakang melihat ke arah pria tersebut pria itu langsung sadar orang yang di depanya itu adalah seorang pangeran.
"a-ah !, maafkan aku tuan Aldric aku tidak-" Aldric dengan santai "tenanglah aku tidak teganggu, antrianya memang lumanyan panjang" pria itu merasa tenang setelah mendengar hal itu "sukurlah, maaf aku hanya sedikit kesal aku sudah bangun bahkan sebelum matahari menyentuh tanah ini tapi aku tidak menduga anteianya akan sepanjang ini"
"yah..., kita semua juga begitu makanya antrianya panjang begini, tapi kalau di lihat kita tidak terlalu jauh dari meja di depan itu" Aldric dengan ramahnya.
Pria muda tersebut tersenyum lega mendengar kata-kata Aldric. "Benar juga, tidak terlalu jauh. Terima kasih atas pengertianmu, Tuan Aldric. Oh, maafkan aku, aku lupa memperkenalkan diri. Aku adalah Roderick, putra dari Baron Cornwell."
"senang bertemu dengan mu Roderick namaku Aldric Stormrider putra sulung dari Allen Stormrider" mereka pun bersalaman.
"ah... Aku sudah menunggu hari ini begitu lama aku tidak sabar untuk menjadi dewasa" Roderick dengan semangat di suaranya, "hm ?... Memang setelah kamu dewasa mau apa ?"
"tentu saja melakukan hal yang orang dewasa lakukan bertunangan, menikah, atau bahkan menjadi pemilik tanah dan juga alkohol !, akhirnya aku bisa meminumnya, bagaimana dengan anda apa yang akan anda lakukan ketika anda sudah dewasa ?"
Aldric hanya tertawa kecil "mungkin aku akan melanjutkan pendidikan ?, atau menjadu pemilik tanah jika ayahku memberikanya, tapi jujur saja aku lebih memilih untuk melanjutkan pendidikan"
"eh ?, mengapa ?, bukankah kedudukan anda sudah paling tinggi ? Jujur saja saya tidak oaham mengaoa kemanyakan anak pemimpin negara memilih melanjutkan pendidikan" tanya Roderick dengan bingung karena baginya sekolah hanya untuk meningkatkan status sosial jika berhasil.
__ADS_1
"yah... Jujur saja alasan terbesar kami melakukan ini adalah untuk tidak memiliki tanah sendiri" Roderick masih terlihat bingung "huh ?, kenapa" Aldric menjawab dengan singkat padat jelas "susah" Roderick harus bisa puas dengan jawaban pangeran itu karena ia tidak punya pengalaman sama sekali dalam memiliki tanah.
Di saat itu juga beberapa sosok turun dari langit mereka menggunakan armor putih, mereka semua wanita dengan tambut yang di ikat berbagai macam cara seperti French braid atau fishtail braid san ikat rambut lain yang tidak akan menganggu mereka jika mereka bertarung.
Di atas kepala mereka terdapat halo, mereka jelas adalah makluk celestial mereka berdiri di atap ada yang terbang di tempat dan juga ada yang berkeliling senjata mereka juga berpariatif ada yang menggunakan tongkat sihir hingga pedang Sayap-sayap yang besar dan berkilauan melengkapi penampilan mereka, memancarkan aura terang yang memancar dari diri mereka.
Semua orang terlihat bersemangat ketika melihat makluk celestial itu terutama Roderick, tuan Aldric kihat Radiant Sentinels !, astaga agu tidak menduga aku akan benar benar melihat mereka dengan mata kepala ku sendiri !"
Radiant Sentinels sepertinya itu nama dari pasukan makluk celestial, tanpa mereka sadafi mereka sudah sampai di bagian meja, yang duduk di sana adalah celestial being, namun yang ini sedikit berbeda rambutnya bekone panjang ja tarlihat sangat cantik dan juga sangat bersahabat, sayapnya tidak sebesar Radiant Sentinels tapi tetap terlihat kuat, matanya berwarna biru laut yang indah.
"silakan !, siapa nama mu ?" tanya makluk celestial itu dengan ceria "namaku Aldric" jawab nya dengan ramah "oh !, Aldric pangeran sulung Allen bukan ?, selamat hari ini kamu akan jadu dewasa.... Jadi hadiah ini akan di beri ke dewi siapa ?, dewi Eda atau dewi Victoria ?"
"dewi eda saja" celestial itu dengan senyum cerianya "baiklah, aku yakin ia akan menyukai hadiah mu ini" celestial itu kemudian menempelkan pergelangan tanganya ke dahi Aldric.
"sekarang tutup matamu dan tarik dafas mu dalam dalam" Aldric melakukan apa yang di minta seketika kesadaranya berada di tempat lain, ia membuka matanya di hadapanya terdapat seorang wanita cantik, matanya di tutup sebuah kain emas dan rapih, sayapnya besar lebih besar dari pada Radiant Sentinels.
Dan jumlah sayapnya ada 3 pasang, pakaianya begitu bersih dan indah, walau matanya tertutup ia kelihatanya tahu kehadiaran Aldric.
"hey.... Apa kabar mu Aldric ?" Aldric sambil mrlihat sekelilingnya "b-baik" Aldric mengingat hierarchy celesial yang ia baca semakin banyak sayapnya semakin tinggi posisi mereka dan jumlah tiga mereka sudah terhitung dewa.
Aldric langsung berlutut di hadapanya "hehehe... Berdirilah" Aldric pun berdiri dari penampilan, sikap dan cara bicaranya ia pasti dewi Eda.
"jadi... Aldric ?, ada yang kamu inginkan ?... Dan maksudku sangat kamu inginkan ?"Aldric berpikir dengan keras apa yang ia inginkan tapi tidak ada yang krkiar semua kebutuhan hiduonya segaka yang ia inginkan di hidup nya yang sebelumnya suah ada "maaf aku... Cukup puas dengan apa yang ku miliki sekarang"
Dewi Eda terlihat sedikit terkejut "sungguh ?, bahkan tanpa sihir ?" Aldric oun menggaruk kepalanya "ya... Gimana yah ?, hehehe aku hidup selama ini tanpanya aku sudah terbiasa jadi aku tidak begitu menginginkanya"
Dewi Eda mengamati Aldric dengan penuh kekaguman. "Aku sangat terkesan dengan sikapmu, Aldric. Banyak orang menginginkan sesuatu yang mereka tidak miliki, tetapi kamu mampu bahagia dengan apa yang kamu miliki saat ini. Itu adalah kualitas yang langka dan patut dihargai" Eda pun ter senyum "tapi.... aku harus tetap memberi mu hadiah karena kamu terpilih... hm..."
Dewi Eda berpikir sejenak, mencari hadiah yang sesuai untuk Aldric. Kemudian, dia tersenyum dengan ide yang muncul di pikirannya.
"ambilah ini" itu adalah kristal yang berukuran segengaman tangan, warna kristal tersebut adalah pelangi dan hangat ketika di gengam.
Aldric mengambil kristal tersebut dari tangan Eda, "untuk apa ini ?", Dewi Eda tersenyum "untuk kita bermomunikasi, jika kamu butuh bantuan, teman untuk bicara hubungi aku, oke"
Aldric pun menerima hadiah tersebut "terimakasih banyak dewi Eda", Eda pun mengangguk dan melambaikan tanganya dan kesadarnya kembalibke tubuhnya.
Ketika ia kembali ke tubuhnya kristal itu sudah ia gengam di tangan celestial yang melihat itu sedikit terkejut dan memberi isyarat untuk menyembuyikanya.
Alsric langsung memasukanya ke dalam saku dan pergi ke sisi menunggu giliran Roderick teman barunya.
Kisahnya baru saja di mulai pada titik ini di mana is mendapat pencapaian sistem lagi bernama "maturity" dan mendapat 10 mail hadiah di sistemnya.
__ADS_1