Kehidupan Baru Sebagai Putra Bungsu Kerajaan

Kehidupan Baru Sebagai Putra Bungsu Kerajaan
petualangan baru


__ADS_3

Tugas dari ke empat pahlawan sudah selesai di negeri Solantia, walau tugas mereka masihla abu abu untuk apa tapi sekarang adalah waktunya mereka pergi lagi untuk menolong negeri lain.


Aldric sedang berjalan sendiri menuju sanctuary fortress, dan tiba tiba Manes muncul di sebelahnya.


"mau kemana ?" katanya, Aldric sempat kaget karena kemunculanya yang tiba tiba "bukankah seharusnya kamu bersiap siap untuk berangkat ?"


"aku tidak seperti mereka yang membawa banyak barang... Um..." Manes dengan malu malu sambil menunduk "bolehkan... Kamu... Mengantarku ke kereta luar ?"


Aldric dengan tersenyum "tentu" merekapun berjalan bersama di lorong tersebut Manes sama sekali tidak berbicara karena malu, ia melihat ke arah tangan Aldric pikiran menggangunya mengatakan untuk merai ke tanganya itu.


Tetapi ketika mereka berjalan mereka melewati group pelayan yang sedang bersih bersih, Manes mengurungkan niat dan pikiranya itu.


Mereka pun sampai di depan kastil sebuah kereta kuda yabg di tarik oleh 4 kuda putih, dari desainya itu sangatlah mewah tapi juga kuat, di situ Mara dan Kelly sedang memasukan barang barang mereka.


"ah Manes disitu rupanya...kamu..." kata Kelly tetapi pandanganya kemudisn teralihakan ke arah Aldric "eh... A-Aldric... Kamu ngapain di sini ?"


"aku hanya ingin mengucapkan sampai jumpa, kalian pergi hari ini kan ?" Kelly mengangguk "y-ya begitulah" Manes dengan berat hati meninggalkan sisi Aldric dan masuk ke dalam kereta kuda.


Mara tidak sengaja melakukan kontak mata dengan Aldric namun ia langsung berpaling kelihatanya ia masih ngambek, Aldeic bingung apa kesalahanya itu.


Kemudian yang lain juga datang, Credric, Celestia, Seraphina, dan bahkan sang raja dan ratu, ketika semua sudah siap merekapun mengucapkan perpisahan kepada satu sama lain dan mereka pergi menuju lokasi yang tidak di ketahui.


di dalam kereta kuda mereka semua melihat kembali pandangan mereka semua terfokus kepad Aldric yang melambaikan tangan ke arah mereka sambil tersenyum.


Manes langsung menarik hoodienya berharap tidak di sadari oleh kedua rekanya itu, Mara hanya menghela nafas, Kelly kelihatan sedang gelisah dan berpikir keras dan menghindari kontso mata denga Mara.


"woy bajingan apa yang kamu lakukan" kata Mara ke pada Kelly "a-apa ?!, a-aku tidak melakukan apapun" Mara menggelengkan kepalanya "kita berteman sudah lama dari prilaku mu itu aku tahu kamu punya salah dengan salah satu dari kami"

__ADS_1


Manes mengangguk "ya apa yang kamu lakukan ?" Kelly menghela nafas berusaha terlihat tenang "tidak aku tidak melakukan apapun sungguh"


"mph... Awas saja ketahuan aku tidak akan memaafkan mu" Mara sambil menunjuk ke arah Kelly, mau di kasih tahu sekarang ataupun ketahuan nanti Kelly yakin Mara tidak akan memaafkanya.


Sementara itu Celestia dan Credric melihat ke arah Aldric, "hey Aldric nanti kami mau pergi ke univertas terbesar di negeri kita, mau ikut ?, siapa tahu nanti kamu mau bersekolah di sana ?"'


Celestia mengangguk "iya, siapa tahu juga kamu dapat membuat teman di sana" Aldric terlihat sedikut tertarik "memangnya mau apa saja di sana ?"


"Credric harus melakukan pidato, lagi pula waktunya menjadi seorang raja itu sudah dekat dan ini juga untuk mendapat dukungan dari kaum muda dan bangsawan" Aldric pun mengangguk "ya mengapa tidak" Cedric tersenyum senang "bagus kita akan berangkat minggu depan, kita juga akan menginap jadi siap siap saja" Aldric pun mengangguk.


Saat ia berjalan kembali ia menuju ayahnya ketika yang lain pergi ke arah lain "ayah boleh... Boleh aku minta uang ?" sang raja pun tersenyum "tentu, kamu adalah putra ku jangan takut meminta sesuatu dari ku... Berapa yang kamu inginkan... ah aku baru ingat kamu sudah dewasa, jadi kamu mulai sekarang akan mendapat uang perbulan"


Sang raja merai ke sebuah portal yabg terbentuk dan menarik kantong besar uang "ambilah, ini berisi 300 koin emas jangan di habiskan jika bisa di tabung" Aldric dengan senang "oh!, ayah terimakasih !" katanya sambil memeluk ayahnya itu, dan sang raja memeluknya balik.


Ada sedikit air mata yang menetes dari mata sang raja mengetahui bahwa anaknya masih menyayanginya walau ia terlahir tanpa sihir, ia bersukur karena banyak cerita di mana orang yabg terlahir tanpa sihir membenci kekuarganya karena terlahir seperti itu namun Aldric benar benar berbeda.


Ia langsung membeli crown of torment dan memanggil tormented "seperti yang aku janjikan tormented" tormented kemudian menunduk hormat dan berterima kasih juga "tuan tidak perlu repot repot"


Aldric kemudian menaruh mahkotanya di kepala tormented dan seketika mahkota itu melayang berputar di atas kepala tormented, suara rantai bisa di dengsr dari tubuh tormented dan juga suara gemericik api.


Tubuhnya yang pucat mulai membusuk dan cairan hitam keluar dari cela cela helm nya itu, "aah... wujudku belum sepenuhnya pulih... namun sku merasa lebih baik, terima kasih tuan" Aldric tertawa secara canggung pemandangan yang ia lihat tadi tidalkalah begitu menyenangkan.


Aldric juga membeli subuah lantong sihir yang terhubung kepada pocket dimension di mana ia dapat mensetorkan barang barang yang ia punya.


Hari hari pun berlalu, hari ini adalah hari di mana Aldric akan pergi bersama kedua saudara dan saudarinya mengunjungi universitas terbesar di negeri mereka.


Aldric memasukan possesive mask, soul lantern, pedang, jubah dan kristal komunikasi dengan dewi Eda, mereka sempat berbicara satu sama lain dan Eda memberi tahu Aldric universitas itu bernama the solar of knowledge dan salah satu universitas paling berpengaruh di dunia, setelah mengetahui ini tekanan meningkat di hati Aldric, karena pasti ada orang orang yang berasal dari negeri lain juga.

__ADS_1


Aldric memutuskan untuk tetap tenang semua akan baik baik saja setidaknya itu juga lah yang di katakan Eda, kantong nya ia taruh di sakunya, bajunya sudah rapih dan keren ia pun sampai di luar kastil ia pun melihat banyak pasukan pengawal yang ada, dan ia melihat Credric menaiki seekor kuda, Aldric sempat bersemangat ia pikir ia akan menaiki kuda sama seperi kakanya namun kenyataanya ia harus manaiki kereta kuda sama seperti Celestia namun kereta kuda mereka di pisah, Aldric duduk bersama Livia dulunya pendamping Credric sekarang juga masih tapi dia jadi jarang terlihat.


"tuan Aldric apa semua siap ?, ada yang terlupa ?" Aldric mengelengkan kepalanya "semua sudah siap untuk ku" Livia mengangguk " kalo begitu permisi" ia pun masuk ke kereta kuda Aldric dan duduk di sisi lain.


Setelah melakukan banyak pengecekan semua sudah siap mereka pun berangkat, group mereka terdiri dari 300 pasukan kalvary dan 100 pasukan assasin yang berada di balik layar (tersembuyi).


Dan 4 kereta kuda yang pertama adalah kereta kuda Aldric yang kedua adalah Celestia, yang ke tiga adalah barang bawaan, dan yang ke empat adalah suply darurat.


ketika mereka keluar gerbang terakhir Aldric melihat padang rumput yang besar, dan tidak lama mereka memasuki hutan, Aldric terus melihat keluar jendela sampai ia melihat sesuatu, itu adalah makluk dengan 3 lengan dan dua kaki belakang, dengan bulu yang tebal ia terlihst sedang menggali tubuhnya juga cukup besar setiap lengan memiliki cakar panjang, kepalanya sepertj mamalua di campur dengan reptil.


"wow... Apa itu" pikiran Aldric keluar dari mulutnya "izinkan saya memberi tahu anda, itu di panggil armis mereka adalah monster herbivora... Sangat pemalu kekihatanya dia sedang menggali untuk menaruh telurnya"


"telur ?" Aldric bingun jika di lihat makluk itu berbulu lebat tapi ia bertelur ?, Livia mengangguk "ya mereka bertelur, dan menyusui juga, ketika anaknya menetas anaknya akan langsung tahu lokasi ibunya dan langsung menuju ke sana"


Aldric merasa aneh dengan makluk itu seperti apa evolusinya ?, dan apa tujuanya ?, ya dia tidak begitu paham rantai makanan ataupun biologis dari monster monster ini.


"tuan... Boleh saya bertanya ?" Aldric mengalihkan oandanganya ke Livia "tentu" Livia awalnya sedikit tidak yakin tapi ia telah di berikan izin "maaf jika ini sedikit sensitif, tapi mengapa anda mau ikut ke universitas the solar of knowledge ?"


"ah... Itu simple aku hanya ingin mengerahui lebih banyak hal tentang sihir" Livia terlihat lebih bingung lagi "tapi anda kan..." Livia tidak berani membicarakan kecacatan Aldric.


"ya aku tahu kekurangan ku, tapi jujur saja aku tidak masalah aku suka sihir, aku ingin melihat lebih banyak lagi sihir di dunia ini, ya... Walau aku tidak dapat menggunakanya itu tidak masalah, memang di sayangkan tapi tidak masalah"


Livia tidak paham dengan pandangan Aldric yang begitu positif "andai saja adiku sama seperti mu" Aldric tidak mendengar Livia dengan jelas "hm... tadi apa ?" Livia mengelengkan kepalanya "tidak ada apa apa... Anda tadi bilang anda suka sihir... Sejauh ini sihir yang anda suka itu apa ?"


Aldric berpikir sebentar dan ia mengingat sihir milik death knight yaitu death slash itu adalah sihir offensive pertama yang ia lihat jadi mungkin sejauh ini ia menyukainya dan tanpa sadar "death slash" ia mengucapkan nama sihir itu.


Livia sedikit terkejut "dari mana anda melihatnya ?" Aldric sedikit panik "a-aku melihatnya dari sebuah buku... Yah buku ada ilustrasinya juga di situ" Livia pun mengangguk "death slash hanya dapat di lakukan oleh seorang petarung multiklas necromancer, tidak mudah meraihnya di tambah necromancer yang di larang di banyak negeri, jika anda melihat seseorang dapat melakukan death slash tolong hindari mereka, aku bisa menjamin mereka bukan orang baik"

__ADS_1


Aldric pun mengangguk, oh jadi death knight adalah multinklass necromancer... Artinya dia dapat memanggil pasukan mayat hidup juga... Hm aku harus langsung menanyakan ini kepadanya pikir Aldric.


__ADS_2