Kehidupan Baru Sebagai Putra Bungsu Kerajaan

Kehidupan Baru Sebagai Putra Bungsu Kerajaan
pesta ulang tahun yang akan datang


__ADS_3

Pagi hari telah tiba Aldric langsung ke tempat yang di janjikan dengan red, mereka pun bertemu di bawah pohon besar, red membawa rampasan yang akan di bagi dengan Aldric "ini kami telah menghitung semuanya setengah dari jumlah kekayaan Everon ada 200 koin emas", '...! Wow sedikit sekali.... Aku pikir Everon adalah salah satu duke dan juga bangsawan yang memiliki kuasa"


red mengangguk "benar tetapi tetap saja ia hanya memiliki nama bukan peran tentu uangnya tidak begitu banyak.... Di matamu, semua urusan kota dan kerajaan di urus langsung oleh council di bawah kepemimpinan raja semua kekayaan negeri ini ada pada mereka"


"ah... apa sang raja tidak takut di hianati ?" Aldric bertanya dengan penasaran dan khawatir "jangan khawatir council bukan babgsawan biasa kesetiaan mereka sudah terjamin dan mereka di monitor oleh sang raja dan percayalah padaku itu sangatlah ketat"


Aldric mengangguk "tapi bagaimana kamu bisa tshu sebanyak ini ? Aku hanya ingin tahu" red mengangguk "ya kamu bukan dari sini jadi aku paham kebingunganmu... Aku adalah anak dari salah satu council Negeri Bacchus... Tapi aku tidak tertarik dengan politik dan memilih untuk menjadi assasin bersama rekan rekan ku... Jadi kami mendirikan organisasi kami sendiri namanya red hood..."


Aldric terlihat terkejut "ahhh... Itu menjelaskan banyak hal... Dan juga sepertinya banyak orang yang takut pada organisasi kalian... Melihat reaksi warga sipil waktu itu" red mengangguk "kami selalu mengeleminasi target kami selama kontraknya tidak berakhir atau di batalkan"


"bagaimana dengan orang tua mu ? Apa mereka mengetahui hal ini ?" red mengangguk "mereka tahu tapi kelihatanya mereka tidak memiliki masalah dengan hal tersebut" Aldric tertawa kecil "hah... Baguslah kamu memiliki orangtua yang suportif"


"ya... Aku rasa.." Aldric langsung bertanya pertanyaan terakhir "oh iya red... Kamu putri ke berapa di keluarga mu ?" red melihat ke arah Aldric "aku putri pertama dan.... Eh ?!" walau red menggunakan topeng ekpresi kagetnya jelas terlihat "dari kana kamu tahu aku perempuan ?!"


Aldric tertawa kecil "aku menyadarinya ketika Everon melemparmu ke arah ku... teriakanmu terlalu feminim untuk menjadi seorang pria" red jelas sangat malu karena ketahuan dan suaranya berubah menjadi suara perempuan murni "sialan... Aku melatih suaraku untuk terdengar seperti laki lakj tapi aku gagal... Hanya bangsawan rangking tinggi saja yang mengetahui ini"


"oh... Tenanglah aku tidak akan memberi tahu siapapun... Kecuali satu orang" red terlihat khawatir "siapa itu..." Aldric menggelengkan kepalanya "nanti juga kamu tahu" red terlihat sangat malu dan tidak senang "baiklah ingat ini kamu hanya boleh beritahu satu orang saja dan jangan sampai orang lain itu membocorkanya" Aldric mengangguk "baiklah aku janji"


Red terlihat lebih tenang sekarang "huuh... Ini ambilah artefak yang kamu minta kami telah mengeceknya ini yang terbaik yang kami temukan di antara semua artefak sarkaz itu" red memberikan Aldric sebuah cincin hitam dan ketika Aldric menggunakanya itu memberikan aura yang aneh "sejauh yang kami tahu benda itu dapat membuat kehadiran mu berkurangsecara drastis... Untuk sisa kemampuanya eksplor sendiri" Aldeic mengangguk puas "baiklah"

__ADS_1


"itu semua untuk hari ini terimakasih atas kerja samanya" red menunduk secara hormat "eh sebelum kamu pergi aku ada satu permintaan lagi" red melihat Aldric dengan penasaran "apa itu ?"


"'maukah kamu membuka topeng mu untuk 100 emas ?" red terkejut "kenapa kanu ingin melihat wajah ku ?", "karena aku penasaran tentang wajah mu" red menghela nafas "100 emas emang banyak sih... Ya sudah lah" red pun melepas topengnya dan terlihatlah wajah cantiknya dengan mata oranye dan ramout pendek berwarna putih tanduk nya pendek berwarna merah menyala, dengan cepat ia memakai topengnya lagi "sudah mana uang ku"


Aldric melempar kantong uang padanya "wow aku tidak tahu seorang assasin bisa secantik itu "oh diamlah" red malu namun membalas pujian Aldric dengan agresi mencoba untuk tidak membuat hubungan lebih jauh dari pada rekan bisnis "baiklah aku akan pergi senang atas kerja samanya" Aldric oun termakan oleh pertikel sihir dan bertelportasi entah ke mana red tidak tahu, red hanya mengangguk "semoga kita bisa bekerja sama lagi"


Aldric oun muncul di kamarnya dan langsung duduk dan melepas jubahnya memasukan semuanya ke kantung sihirnya, ia mengecek market dan menemukan cincin yang sama dengan artefak yang ia baru saja terima, nama artefak itu adalah ring of shadow.


Kemampuanya adalah membuat pengguna tidak mudah di sadari oleh orang yang ada di sekitarnya, dan juga dapat di gunakan untuk berteleport dan menyatu dengan bayangan tapi sayang artefak ini berjenis Manaflux Objects jadi Aldric tidak dapat menggunakanya tapi efek sulit di deteksinya masih berlaku jadi Aldric tetap menyimpanya di dalam kantong sihir.


Dia juga membeli artefak seharga 300 juta credit memang harganya sangat mahal dan juga tidak bisa ia gunakan namun demi membuat hubungan baik antar kerajaan dan dengan puteri Lilim mengala tidak ? Aldric selalu bisa membuat uang lagi kan ? Kesempatan seperti ini tidak datang dalam waktu yang dekat.


Nama artefak itu adalah Witch King's Twishorn kemampuanya tidak di ketahui karena artefak ini adalah barang belum jadi, tapi di lihat dari harga barang jadi dan belum jadi yang begitu siknifikan Aldric hanya dapat membeli barang yang belum jadi.


Jadi ia memutuskan untuk membeli kotak hadiah khusus yang berhasil menekan aura negatif dari Witch King's Twishorn dan menyimpanya untuk hari esok... Hari yang besar untuk seseorang.


Aldric pun memutuskan untuk keluar kamarnya dan menuju ruang tamu di mana kaka kakanya ada di sana dan dia bertemu dengan Brianna dan ia seperti biasa begitu cantik dan energetik mereka langsung saja bersalaman "Aldric lama tidsk bertemu ! Aku dengar sekarang kamu memiliki sebuah kota itu terdengar hebat !"


Aldric tertawa "ah... Biasa saja bagaimana dengan ujian mu ? Dan sihir radar mu itu ?" Brianna mengangguk dengan senang "semua berjalan lancar karena mu bahkan aku berhasil masuk ke kelas sihir Divination dan sekarang aku adalah penyihir ber subclass Divination tingkat awal"

__ADS_1


Aldric terkejut "Divination ?! Subkelas yang dapat melihat masa depan ?" Brianna mengangguk dengan senang "dan semua ini berkat mu" mereka pun berbincang cukup lama di lorong hotel sampai seorang pria dengan telinga kucing datang ia terlihat seperti bangsawan ksatria dari negeri nya Brianna "Brianna ah... Di sini rupanya kamu" kata pria itu terdengar lega.


Brianna dengan semangat menarik tangan peria itu dan memeluk lengan kananya "Aldric perkenalkan namanya Agnes dia adalah tunanganku" Aldric dan Agnes terkejut "ah... Tuan Aldric salam kenal... Um... Nama saya Agnes ksatria dari sentinel of justice..." walau Agnes terlihat seperti ksatria gagah dia memiliki sifat pemalu terhadap orang baru "ah ya salam kenal.. Tolong tutunkan formalitasnya kamu adalah tunangan dari Brianna kan ? Anggap saja pembiasaan untuk masa yang akan datang karena aku percaya kita akan melakukan banyak kerja sama"


Agnes terlihat agak malu, namun senyumnya yang ramah terpancar, "Terima kasih, Aldric. Kami berdua memiliki harapan yang tinggi untuk masa depan, dan saya sangat berterima kasih atas peranmu dalam mendukung Brianna selama ini dia menceritakan banyak hal tentang mu"


"sungguh ? hahaha... Apa saja itu ?" Agnes pun menjelaskan di mata Brianna Aldric adalah seseorang yang sangat pendiam di masa lalu dan seketika dia berubah begitu saja dan mulai berinteraksi dengan orang orang dan ia juga mengatakan bahwa Aldric memiliki penghetahuan yang luar biasa di banding orang biasa.


Aldric merasa tersentuh tapi juga sedikit penasaran memang tubuhnya ini dulu melakukan apa saja di masa lalu ?.


Bereka berbincang cukup lama namun secara tiba tiba mata Aldric di tutup oleh seorang wanita "tebak siapa aku ?" Agnes dan Brianna mengeluarkan suara kaget namun Aldric kenal betul suara nya "Astra ?... Itu kamu ?" Astra dengan senyuman senang memeluk lehernya dari belakang "benar ! Hahaha"


"tunggu apa kalian berdua...." tanya Brianna dengan bingung dan Astra mengangguk ke arah Brianna yang membuatnya terlihat senang "Astra... Berhenti memeluk ku seperti ini..."


"huh ?... Kenapa apa aku berat ?" Aldric menahan bobot yang di berikan oleh Astra "dengan sayap... Dan armormu itu jelas kamu berat" Astra langsung melepas pelukamya "ah ! Maaf aku lupa aku selalu melihat berat badan ku bukan sayap dan armor yang aku miliki"


"sudah lah tidak masalah... Eh... Tunggu kamu di sini berarti... kamu yang menjadi utusan dari dewi Eda" Astra mengangguk dengan bangga "ya begitulah... Rekanku juga datang sebagai utusan dari dewi Victoria"


"siapa dia ?" Astra terlihat tidak nyaman dengan pertanyaan itu "kenapa kamu ingin tahu ?", "aku hanya ingin tahu" Brianna terlihat sedikit kecewa Aldric tidak memahami perasaan Astra "namanya... Namanya adalah Wing of salvation..." Aldric rasanya pernah mendengar nama itu "ah... Aradia kan ?"

__ADS_1


Astra jelas kaget "dari mana kamu tahu nama aslinya ?!", "eh.... Um... Heheh.... Aku...aku" Astra memukul Aldric di bagian kepala hingga ia jatuh ke tanah "aduh !" Astra pergi dengan marah "Astra tunggu !" dia tidak mendengarkan dan tetap jalan menjauh.


Brianna datang mendekati Aldric "kamu baik baik saja ?", "aduh... I-iya aku baik baik saja" Brianna menghela nafas "jujur saja kamu pantas menerimanya" Aldric terlihst bingung "hah ?" dan Agnes mengangguk setuju dengan ucapan tunanganya itu, apakah ini adalah hukuman karena menyebutkan nama asli dari makluk celestial ? "aku harus apa sekarang ?" Agnes menawarkan tanganya untuk Aldric "mungkin minta maaf ?"


__ADS_2