
Aldric mulai sadarkan diri dari tidur lelapnya ketika ia terbangun ia menyadari langit di luar telah menjadi oranye menandakan sore hari, music box itu masih bermain lantunan indah seperti biasanya, namun kali ini Aldric menyadari sesuatu lantunan musik itu tidak pernah terupang maupun sama seakan lantunan lagu yang di keluarkan adalah lagu yabg tidak pernah berakhir dan terus bermain sampai di hentikan.
Aldric kemudian menekan bagian atas music box itu untuk mengentikanya ketika di matikan rasanya dunia menjadi lebih sunyi daripada yang seharusnya rasanya sesuatu hilang di udara.
Tiba-tiba, terbersit di benaknya sebuah pemikiran. Apakah music box itu memiliki pengaruh yang lebih besar daripada yang ia duga? Apakah ada sesuatu yang terjadi ketika lagu di dalamnya berhenti? Mungkin ada kekuatan sihir tersembunyi di balik lantunan musik yang tak pernah berakhir.
namun pemikiran dalam itu di hentikan dengan ketukan pintu dari luar, Aldric pun membuka pintu kamarnya, itu adalah Seraphina seperti biasa ia menggunakan gaun cantik ia mungkin adalah saudari paling 'dewasa' di keluarga kerajaan.
"hm ?, Kaka ada apa ?" kata Aldric melalui celah dari pintu yang ia buka ia tidak mau kakanya tau apapun tentang music box itu karena akan merepotkan jika harus menjelaskan dari mana ia mendapatkan itu.
"jadi tamu kerajaan akan menginap di sini untuk... Waktu yang tidak di tentukan... Jadi ayah mengadakan makan malam keluarga bersama tamu kerajaan".
Seraphina melihat Aldric dengan tatapan tajam, seolah-olah mencoba mencari tahu apakah ada yang aneh dengan adiknya. Namun, Aldric dengan cepat mengalihkan pandangannya dan mencoba terlihat sebiasa mungkin.
"Oh, begitu," jawab Aldric dengan santai "Tentu, aku akan siap untuk makan malam bersama tamu kerajaan. Terima kasih telah memberitahuku, Kak"
Seraphina masih merasa ada yang aneh, tetapi dia memutuskan untuk tidak memperpanjang pembicaraan itu. Dia mengangguk dan memberikan senyuman padanya.
"Baiklah, jangan lupa untuk berpakaian dengan sopan dan tampil menawan, ya?" kata Seraphina dengan ramah. "Ini kesempatan bagus untuk mengenal dan menjalin hubungan dengan tamu kerajaan. Siapa tahu, mungkin ada peluang yang menarik"
Aldric pun dengan wajah bingung bertanya "peluang menarik ?", dengan senyuman Seraphina menjawab "ituloh, putri Brianna dia itu cantikan ?, siapa tahu kalian berdua...."
Aldric langsung paham apa yang di maksud dengan kakanya tersebut namun mengingat apa yang terjadi tadi siang dan wanita bukanlah fokusnya saat ini ia tidak terlalu mempedulikanya.
"oh.... Ya ya, sampai jumpa di makan malam" dengan begitu Aldric menutup pintu kamarnya dan Seraphina pun pergi dari depan kamar Aldric.
__ADS_1
Aldric pun pergi ke kamar mandi yang ada di kamarnya walau dunia ini memiliki unsur sihir yang banyak kamarmandinya masih menggunakan pipa air, ya lagi pula jika menggunakan kristal air Aldric tidak bisa mengaktifkanya mengingat ia tidak punya sihir.
Selesai mandi dan bersiap untuk makan malam, Aldric memilih pakaian yang layak untuk acara tersebut. Dia memilih setelan pakaian formal dengan perpaduan warna yang elegan. Meskipun tidak terlalu tertarik pada pertemuan dengan tamu kerajaan, Aldric menyadari pentingnya memperlihatkan sikap sopan dan menghormati dalam makan malam ini mengingat kedekatan ayahnya dengan raja Douglas mungkin ia dapat memperbaiki impresi pertama yang buruk waktu siang itu.
Suara ketukan pintu pun terdengar lagi kali ini itu adalah pelayan istana "tuan Aldric apa anda sudah siap ?" kata pelayan itu sambil menunduk sopan, "yap, aku sudah siap" jawab Aldric dengan percaya diri, yang kemudian pelayan itu menunjukan jalan dengan hormat ke arah kanan "silakan tuan" aldric pun berjalan memimpin di mana ia tidak tahu jalan.
Aldric berusaha melakukan trik yabg biasa ia gunakan yaitu membiarkan orang yang tahu jalan duluan, namun seberapa banyak ia memperlambat jalanya pelayan yang ada di samping belakangnya tidak kunjung menyusul seakan ia menjaga jarak dengannya, dan ini tidak bagus untuk Aldric.
Namun Aldric menyadari barisan prajurit yang berjaga di jalurnya di hadapan ada perempatan dan dua jalan yaitu depan dan kanan di tutup penjaga yang artinya ia hanya perlu belok ke kiri, dan ini terjadi sepanjang perjalanan di mana jalan telah di amankan oleh prajurit kerajaan, Aldric pun bisa bernafas lega mengetahui ini.
Setelah melewati beberapa koridor yang dipenuhi dengan barisan prajurit, Aldric tiba di ruangan makan istana. Ruangan itu dihiasi dengan perabotan mewah dan dekorasi yang indah. Meja makan panjang berada di tengah ruangan, dikelilingi oleh kursi-kursi yang nyaman.
raja Allen duduk di ujung meja, di ujungnya yang lain Douglas duduk di situ, kelihatanya perempuan duduk di kiri sementara laki laki duduk di kanan melihat terdapat dua kursi untuk Aldric dan Cedric namun Cedric tidak ada di tempatnya.
Aldric pun duduk di salah satu kursi dan nelihat ke arah tempat duduk kaka tertuanya yang kosong itu, raja Allen yang melihat anaknya itu pun berbicara, "Cedric telat karena ia baru selesai latihan tunggulah ia sebentar lagi" mendengar ini Aldric mengangguk lega.
kelihatanya mereka asik sendiri tidak masalah Aldric membuka sistemnya dan melakukan pencarian 'raja iblis' dan muncul dokumen di sana adalah.
Belialor raja kerajaan Abysmoria adalah raja iblis dari keturunan murni yang di turunkan oleh dewi iblis Nyxara, ia adalah pemimpin yang rendah hati dan baik walau dengan gambaran iblis yang kurang baik, ia memiliki adik bernama Ravenna yang statusnya di rahasiakan.
ia juga adalah ahli strategi pertarungan cepat dan memukul keras garis depan lawanya mirip dengan Blitzkrieg, walau begitu ia menggunakan kekuasaan nya untuk melindungi rakyatnya.
setelah membaca dokumen tersebut Aldric sedikit bingung raja iblis di dunia ini bukanlah entitas jahat melainkan seperti raja dari sebuah ras yang layaknya raja lain berusaha melindungi rakyat dan kerajaanya.... Lalu siapa 'orang jahat' yang ada di dunia ini ?, ia pun melakukan pencarian entitas jahat di dunia ini
Kata abyss muncul di dokumen yang berisi, Abys adalah ras yang originya tidak ti ketahui mereka adalah makluk perusak yang biasanya muncul dalam wujud monster, ada sebuah tempat bernama pit of abyss di mana itu adalah tempat tinggal makluk Abyss.
__ADS_1
Keristal di Abyss sangat berbahanya dan dapat memberikan kekuatan kepada yang terpapar namun merengut akal sehat dari yang terpapar membuat mereka tidak lebih dari monster tanpa pikiran.
Pit of Abyss memiliki kedalaman yang tidak di ketahui namun hal yang di ketahui adalah semakin dalam di jelajahi semakin pintar dan kuat makluk Abyss itu, sampai di titik mereka memiliki wujud manusia, mereka di sebut humos.
Humos di percaya memiliki komunitas, kehidupan sosial, bahkan kota di bawah pit abyss namun hal ini di abaikan dan banyak yang mengaggap mereka tidak lebih dari monster karena sikap perusak mereka dan kebencian mendalam mereka terhadap segala bentuk kehidupan terutama yang berakal layaknya manusia, hingga saat ini seluruh dunia masih berperang dengan ras Abyss.
Aldric pun berpikir secara mendalam terhadap dokumen tersebut sambil melihat ke arah layar itu, sedikit yang ia tahu putri Brianna memperhatikan Aldric dan juga memperhatikan pembicaraan yang ia jalani bersama para perempuan.
Karena Aldric melihat ke arah layar sistem yang tidak bisa di lihat siapapun kelihatanya Aldric seperti merenungi sesuatu, hal ini kemudian menarik perhatian salah satu saudarinya Celestia.
Celestia melihat ke arah Aldric yang sedang... Merenung ?, aslinya ia sedang membaca dan memahami dokumen yang ada di sistem, Celestia yang kaget karena adiknya merenung di saat ia bersenang senang dengan teman, saudari dan ibunya mengabaikan adiknya yang tidak interaktif membuat rasa bersalah di hari Celestia tumbuh.
"Aldri-" panggilan Celestia terpotong dengan suara pintu yang terbuka itu adalah Cedric ia menggunakan pakaian formal kerajaan, walaupun begitu dari mata dan ekspresinya yang di buat buat, ia kelelahan.
Melihat ini raja Allen merasa khawatir dengan anak tertuanya itu "Cedric apa kamu baik baik saja ?, kamu boleh istirahat saja jika kamu mau" Cedric yang mendengar ini merasa tersentuh "tidak apa ayah, aku baik baik saja.... Hanya.... Hanya sedikit kelelahan" katanya sambil mendekati kursinya dan duduk.
"baiklah mari kita mulai makan malam ini !" kata raja Allen, pelayan pun datang dengan jumlah yang banyak membawa banyak makanan dan botol anggur, namun satu hal yang menarik perhatian Aldric yaitu potongan besar daging yang terlihat seperti bagian dari ekor suatu makluk, dari sisik yang mengitarinya itu mungkin adalah naga.
Para pelayan berdiri di setiap samping orang yang duduk di meja tersebut, kemudian ketika orang tersebut menunjuk sebuah makanan/minuman para pelayan mengangakat dan mengabilkan atau memotongkan sebuah bagian dengan sihir mereka dan kemudia di pindahkan ke piring yang duduk.
Aldric memperhatikan ini terjadi, jadi ia pun menunjuk daging 'naga' tersebut, pelayan di sampingnya dengan sigap memotongkan bagian dari daging itu dan menaruhnya di piring Aldric.
Aldric pun memakan daging tersebut dan rasanya.... Cukup aneh, teksturnya seperti ikan namun rasanya seperti ayam dan bumbu yang di taburkan adalah rasa gurih tapi ada bumbu yang membuat sebuah rasa layaknya mati rasa, walaupun begitu kelihatanya Aldric menyukainya.
lalu perhatian Aldric teralih kepada minuman anggur yang masih tersegel di sebuah botol Cedric yang melihat ini tersenyum kecil, "tunggu sampai ritual kedewasaan mu nanti kita bisa minum bareng yah" katanya dengan nada yang bersahabat.
__ADS_1
Aldric membalas senyuman Cedric sambil mengangguk "tentu" ia pun lanjut makan bersama, semua yang makan terlihat bagia namun Celestia terlihat kurang senang mungkin karena sebelumnya mengabaikan adiknya.