Kehidupan Baru Sebagai Putra Bungsu Kerajaan

Kehidupan Baru Sebagai Putra Bungsu Kerajaan
pengakhiran


__ADS_3

Pasukan Aldric dan yang laonya sudah tiba, mereka sudah bisa melihat ibukota negeri Their yang besar, dindingnya terlihat kokoh dan tebal.. Ini tidak akan mudah.


Catapult lamgsung melontarkan bebatuan dari jarak yang tidak dapat di raih lawan para pemanah yang ada di benteng mrncoba menembakan panah mereka ke arah catapult tetapi sayangnya itu gagal jaraknya terlalu jauh untuk busur mereka.


pemanah Aldric yang lebih superior juga mulai menembakan anak panah mereka menghujani para pemanah benteng yang tidak bisa apa apa kecuali bertahan dan bersembuyi.


Livia dan Edin yang bersebelahan yang bersebelahan melihat kemampuan jarak jauh pasukan Aldric "kita dapat memenangkan siege ini tanpa menghancurkan benteng... Kita cukup melakukan ini terus"


Edin mengangguk "kita bisa menang dengan mudah" ucao Edin dengan percayadiri banyak pemanah layan yang gugur, bentang itu mulai besih para oemanah tidak ada yang mau naik untuk mempertahankanya lagi.


Aldric pun memerintahkan para pembawa tangga untuk memasang tangga di bebteng lawan namun secara tiba tiba sebuah barrier menutupi seluruh kota, itu adalah tipe barrier yang keras dan tidak bisa di lewati makluk hidup.


"tuan kita tidak bisa mrnghancurkan barrier ini" Edin lalu mrnambahkan "benar tuan apa yang harus kita lakukan kelihatanya ini adalaha barrier yang keluar dari item sihir"


Aldric mengangguk memahami keadaan ini "lingkari kota ini dan kita akan berkemah di sini" Livia terlihat bingung "tuan apa yang anda ingin lakukan" Aldeic mengangguk "kita buat mereka kelaparan pasokan makanan di kota itu cepat atau lampat"


Livia melihat ke arah barrier itu dan melihat ke arah Aldric dia di situ tahu Aldric menginginkan kemenangan, ia pun pergi menyampaikan hal ini kepada Edin mereka pun memasang camp di sekitar benteng jauh dari benteng kota ter sebut.

__ADS_1


bahkan satu bulan belum berlalu setelah siege warga dan pasukan di dalam sudah mulai kelaparan dan Halphas kelihatanya tidak memiliki masalah dengan makanan, dia memiliki semuanya.


Adiknya di sisi lain membagikan makanan selagi dia bisa, kelompok yang tidak menyukai raja Halphas semakin tumbuh dan sekarang tinggal menunggu waktu sampai kesabaran mereka habis.


Pasukan Aldric dengan mudah mendapat supy hasil dari market dan suply yang di kirimkan negerinya kepada mereka, perlahan namun pasti para penjaga mulai menyerah dan menjatuhkan senjata mereka duduk pasrah.


Pada hari ke 20 semua orang sudah muak mereka pun melakukan serangan warga, petualang, bahkan pedagang mengangkat senjata mereka lalu di ikuti tentara yang seharusnya melindungi ibu kota mereka.


Mereka semua berdiri di depan villa Halphas sambil menodongkan senjata senjatanya, awalnya semua berjalan lancar mereka ingin Halphas menyerah, namun ketika sebuah anak panah di tembakan kepada warga mekacauan terjadi.


Pertarungan antara pasukan yangsetia dengan Halphas dan warga sipil yang meminta keadilan terjadi, dan kekacauan ini terdengar dari luar benteng.


Adiknya datang ke hadapan Halphas "apa yang kau lakukan di sini ?! Cepan bunuh orang orang kotor itu !" Adiknya Halphas tidak mengatakan apapun lalu.... Ia mendorong kristal barrier itu dan barrier yang mengelilingi kota rubuh.


Para pemberontak yang melihat ini menuju semua bagian gerbang dan membukakanya untuk pasukan Aldric di biarkan masuk, ketika pasukan Aldric menginjakan kaki di kota tersebut kemenangan telah di pastikan.


"kau bodoh ! Apa yang kau lakukan kau mengacaukan semuanya ! Kita masih bisa menang jika kau percaya padaku ha....!!" sebuah pedang tertancap di dadanya, adiknya sendiri yang menusukan pedang tersebut "kau tidak pernah layak menjadi seorang raja... Maupun kaka ku"

__ADS_1


Halphas jatuh tewas di bunuh adiknya sendiri, para warga yang akhirnya sampai ke kantor Halphas melihat adik Halphas membunuh kakanya sendiri, mereka langsung bersorak "hidup raja baru !" ucap mereka berulang ulang.


Pasukan Aldric yang sudah menguasai kota tersebut mengumpulkan semua warga dan menanyai apa saja yang terjadi, setelah itu Aldric memberi pengumuman dan seluruh kota menjadi sunyi memberikanya ruang untuk berbicara.


"dengan ini perang aku nyatakan selesai dengan kemenangan negeri Solantia dan kekalahan negeri Their" Aldric lalu melihst ke arah aniknya Halphas ia mengangguk karena apa lagi yang bisa ia lakukan, dan dengan begitu kemenanga ada di tangan Solantia.


Karena negeri Their kalah mereka mau tidak mau memiliki hutang besar pada Solantia, hal ini di bicarakan oleh raja baru negeri Their dan raja Solantia.


Setelah semua keadaan membaik Aldric yang masih menginap di negeri Their mendapat tamu yang tidak terduga, di saat ia sedang membuat desain baru dia di datangi Muerte.


"selamat Aldric atas kemenangan perang ini"' Aldric terlihat tenang tenang saja "ya.. Begitulah... Jujur saja aku tidak melihat ini sebagai perang kekuatan pihak Their sangat lemah aku merasa ini lebih ke pembantaian dari pada perang"


Muerte tertawa kecil "bukankah itu adalah perang dari awal membunuh satu sama lain untuk membuktikan siapa yang kuat dan benar ?" Aldeic tidak ingin berargumen denganya jadi dia membiarkan pendapat Muerte lewat


"oh iya Aldric apa kamu mau mengunjungi dunia abyss ? Aku mau menvundang mu ke sana" Aldric mengelengkan kepalanya "tidak... Aku rasa tidak sekarang" Muerte terlihat sedikit kecewa "oh... Ngomong ngomong aku dengar salah satu jendral mu mati... Aku sungguh minta maaf kalau kamu mau aku dapat memberi mu penganti.


"apa maksud mu ?" Muerte tidak menjawab dan memanggil Zarah "dia akan setia kepada mu aku akan meminjamkanya selama dua bulan jadi rawat dia ya bye~"

__ADS_1


"woy ! tunggu !...haaah... Dia pergi" Aldric melihat ke arah Zarah, Zarah langsung mengambil wujud wanita cantik dengan armor seorang ksatria "apa ini lebih baik tuan ?" Aldric menghela nafas "aku muhon jangan sampai ketahuan"


__ADS_2