Kehidupan Baru Sebagai Putra Bungsu Kerajaan

Kehidupan Baru Sebagai Putra Bungsu Kerajaan
empat pahlawan


__ADS_3

Ketika Aldric sampai di kamarnya ia langsung mrnuju sistem untuk mengetahui apa itu AmoraFest dan dokumen yang muncul adalah, sebuah minggu di mana orang orang akan menyatakan cintanya kepada seseorang yang mereka sukai, dan minggu di mana cokelat akan di jual dengan harga sangat murah.


Cokelat di anggap sebagai tanda cinta jika di beri kepada lawan jenis dan sahabat untuk sesama, dan juga hari di mana makluk Celestial mmenyamar dan berbaur dengan manusia untuk menemukan pasanganya, teori paling populer adalah minggu ini di adakan untuk meningkatkan populasi makluk Celestial, mengingat semua Celestial adalah perempuan.


Aldric sedikit tesenyum karena menemukan hal ini sedikit lucu, Aldric menganggap ini seperti valentine di dunianya tidak lebih dari itu, ia tidak tahu bahwa AmoraFest adalah minggu yang sangat serius.


Alric mengingat bahwa Soul lantern telah mencapai lvl dua tetapi ia tidak mengibgat peningkatan apa yang terjadi padanya, ia mengambilnya dari bawah tempat tidurnya dan melihat apa yang berubah selain penampilan ia pun terkejut dan juga senang mengetahui bahwa slot jiwanya bukan lagi ada satu tapi dua.


Aldric langsung saja memanggil jiwa ke dua itu berbeda seperti sebelumnya di mana sebyah cahaya merah menghantam tanah kali ini dari bawah tanah muncul sebuah sosok manusia.


Tanganya terikat oleh sebuah kawat berduri yang kuat, darah kering dapat terlihat di seluruh lenganya, sama dengan kakinya yang terikat ia tidak berdiri namun melayang.


Bajunya robek robek dan bau darah begitu kuat di tubuhnya, kulitnya pucat layaknya mayat, di kepalanya terdapat sebuah helm aneh yang menutupi seluruh kepalanya, matanya tertutup oleh helm itu tidak ada cela untuk melihat, sebuah duri yang memanjang ke empat arah terdapat di bagian belakang kepalanya, helmnya begitu berkarat dan penuh bercak bekas darah.


Di lihat dari posture tubuhnya ia adalah wanita, apapun yang terjadi padanya sebelum ia mati, itu pasti memprihatinkan.


"tuan... Salam kenal, panggil saya tormented" suara yang keluar dari hel itu sedikit kecil karena helm nya yang begitu ketat, dan suaranya terdengar seperti anak kecil dari pada orang dewasa, "salam kenal... Juju saja mengapa kalian tidak pernah langsung menyrbutkan nama kalian..." Aldric sadar ucapanya mungkin tidak pantas mengingat mereka sudah mati, tapi dia juga sudah pernah mati.


Tormented pun mengangguk "antara kami memilih untuk melupakanya atau kami memang lupa, sulit untuk di jelaskan..." Aldric pun mengangguk, ia berpikir sebentar dan mengingat setiap jiwa yang ia panggil memiliki exclusive weapon, jadi ia berusaha mencarinya di market.


Dan ketemu pas itu ada di teir ke 2 market, namun ketika melihat harganya yang membutuhkan 1 jt kredit ia hanya punya 300 ribu credit itu juga datang dari hadiah lvl up sebelumnya, nama itemnya adalah Crown of torment.


Kemampuan Crown of torment adalah mengakibatkan rasa sakit berkali kali lipat kepada lawan, namun mengandakan rasa sakit yang lawan berikan sebanyak dua kali lipat, ketika Aldric melihat itu sepertinya Crown of torment cocok untuk seorang intergrator dan Aldric tidak melihat keuntungan menggunakanya di sebuah pertempuran.


"untuk senjatamu.... Aku akan menyediakanya nanti.... Untuk saat ini hehehe creditku kurang" tormented mengangguk dengan sopan "tidak masalah tuan" suara ketukan pintu pun terdengar dan tormented di perintahkan untuk kembali ke dalam lentera.


Ketika Aldric membuka puntu itu adalah Celestia "hei ! Aldric apa kamu baik baik saja ?!" katanya dengan penuh perhatian dan kekawatiran Celestia bahkan memeluk adiknya itu ia hampir menangis "maafkan kakamu ini tidak ada di sana..." Aldric pun berusaha menenangkanya "kaka !, aku baik baik saja... jangan khawatir" Celestia kelihatanya lebih tenang dari sebelumnya.

__ADS_1


Celestia pun mengajak Aldric pergi ke perpustakaan ketika mereka sampai di sana Kelly ada di sana baru saja duduk dis sebuah meja, "Astaga !, Kelly lama tidak bertemu !" Kelly langsung melihat ke arah Celestia seakan mengenal suara itu "ah !, Celestia !, lama tidak bertemu !, sejak kapam kamu di sini ? Aku kira kamu ada di zona Xyronthia" mereka pun duduk bersama, Aldric juga ikut duduk.


Mereka pun berbincang cukup lama di situ Aldric sudah tidak lagi bisa menahan rasa penasaranya "sejak kapan kalian saling kenal ?" Celestia dan Kelly melihat ke arah Aldric "sudah lama, kami berteman sejak kami ada di akademi" kata Kelly sambil mengenang masalalu.


"mhm !,.... Tapi sayang karena Kelly mendapat panggilan untuk menjadi pahlawan kami jadi jarang bertemu" kata Celestia juga sambil mengenang masalalu, sepertinya mereka memang akrab.


Kelly kemudian menaruh tas besarnya di meja, "Ah !, aku lupa melakukan perawatan" sambil membuka tas tersebut "Kelly !, apa tidak masalah membukanya di sini ?, itu bukanlah barang biasa"


Kelly hanya tertawa "hahaha tidak... Tidak masalah lagi pula keadaan telah membaik kan ?" ketika tas itu di buka dan ia menarik sesuatu darinya itu adalah sebuah senapan.


Aldric jelas kaget bagaimana sebuah senapan dapa ada di dunia ini, dari kelihatanya itu adalah semacam sniper AWM namun tidak terdapat scope terpasang, apa ia menggunakan bidikan baja bawaan senapan itu ?.


hati Aldric dunia fantasy yang ia sudah sukai sejauh ini di hancurkan dengan keberadaan senapan yang ada di hadapanya saat ini, kekecewaan juga ada di hatinya, jadi projektil yang mengenai ksatria saat itu berasal dari senapan itu, pikir Aldric.


"jika tidak salah namanya adalah senapan, iya kan ?" tanya Celestia "tepat !, walau begitu senjata ini butuh perawatan yang lebih susah dari pada merawat tongkat sihir"


Kelly mulai membesihkan larasnya menggunakan penyaring laras yang ia punya Aldric melihat ia membersihkan senapan itu "jika anda serinf membersihkanya bukanya berarti anda sering menggunakanya ?" Kelly terkejut dengan perkataan Aldric "y-ya begitulah.... aku sering melakukan praktis tembak... Jadi... Hahah ya begitulah"


"bagaimana dengan amunisinya ?" tanya Aldric Kelly pun membukakan magazine nya dan menunujukan isinya pada Aldric itu adalah sebuah kristal runcing, di buat semirip mungkin dengan peluru senapan namun ini adalah kristal mana, yang mudah di cari.


"huh ?.... Aku terkejut senapan itu tidak menggunakan 300 Winchester Magnu-" Aldric mengehentikan kata katanya, tapi itu terlambat, pikiranya balah keluar lewat mulutnya mungkin karena sedikit emosi dengan keberadaan senapan di dunia itu.


"wow !, Aldric aku tidak tahu kamu begitu mengetahui banyak hal dengan senapan" kata Kelly dengan nada memuji "y-ya... Itu.. Anu" Kelly mengangguk "yah aku punya peluru itu ini lihatlah" yap ia memberikan Aldric satu peluru 300 Winchester Magnum namun ada yang salah bagian case nya transparan dan menunujukan sebuah bubuk biru bukan bubuk besiu pada umunya.


Celestia terlihat terkejut ketika melihat peluru itu, "astaga peluru itu penuh dengan bubuk kristal mana !, pasti sangat sulit di buat" Aldric pun mengingat jika kristal mana terbelah dua mereka akan kehilangan propeti mananya karena mana itu akan meluap tapi ada sebuah metode khusus untuk membuatnya tidak kehilangan propeti mananya, dan ia melihatnya di depan matanya sendiri itu luarbiasa.


"sejak kapan senapan ini sudah ada ?"' Kelly berusaha mengingat "jika tidak salah.... Um... Sudah dari sepuluh ribu tahun yang lalu" Aldric kaget umur senjata itu sudah setua itu "siapa yang membuatnya ?"

__ADS_1


"dia adalah seorang engineer terbaik pada masanya, banyak barang temuanya yang sampai sekarang di produksi namun.... Hanya senapanlah yang tidak dapst di produksi lagi karena senjata ini begitu komplex dan juga rapuh, ia juga hanya membuat sedikit senapan" kata Kelly sambil melihat ke arah senapanya.


Dari cerita Kelly Aldric memiliki kesimpulan bahwa ada orang lain yang bereingkarnasi di dunia ini sebelumnya, dan mungkin ia seorang ahli senjata api, siapapun dirimu terkutulah engkau karena menodai dunia ini dengan kemoderenan dunia kita, pikir Aldric.


pintu perpustakaaan pun terbuka dan itu adalah Seraphina, Mara, Umbra dan seorang cleric, di lihat dari telinganya ia adalah seorang elf bajunya serba putih dengan sebuah tingkat dengan kristal biru indah yang terus mengeluarkan konstalasi bintang.


Celestia kaget "eh Serapihina sudah selesai ?" Serapihina mengangguk "semua sudah selesai" Aldric terkejut perpustakaan rasanya menjadi lebih ramai.


Sang cleric melihat ke arah Aldric dan memberi salam "halo... Nama saya Kali salam kenal" suaranya lembut dan keibuan di lihat dari dekat juga tubuhnya begitu bagus dan terbilang ideal untuk seorang wanita.


namun perhatian Aldric lebih terfokus pada tongkatnya yang terus mengekuarkan konstalasi bindatng sebelum memudar dan mengeluarkan yang lainnya.


Kali sepertinya menyadari ini "indah ya ?..." Aldric sedikit malu "ah... I-iya" Kali tersenyum nama tingkat ini adalah-" sebelum Kali dapat menyebutkan namanya Umbra memotong pembicaraanya "bukanya seharusnya kita membatasi pembicaraan tentang sesuatu seperti ini ?"


Mara pun menghela nafas "Manes... Keadaan telah membaik, kita bisa lebih santai untuk saat ini" Manes terlihat tidak terlalu yakin"tapi pimpinan !, bagaimana jika ini hanya umpa-" kata kata Manes di potong oleh Mara "Manes, apa kamu melihat ada pergerakan sejauh ini ?"


"tidak... Pimpinan" Mara membagngguk "maka kita bisa tenang, jangan remehkan kekuatan pertahanan negeri Solantia, di situ Aldric baru tahu nama negerinya adalah Solantia.


Aldric juga bingung "tunggu bukanya nama anda adalah Umbra ?" tanya Aldric ke Manes "oh... Iya itu... Hanya nama palsu aku-" tampolan melayang dari tangan Mara ke arah Manes "Awww..!, untuka apa itu ?!"


"kamu tahu untuk apa itu ?, menggunakan nama palsu di hadapan bangsawan kerajaan artinya kamu tidak mempercayai orang/bangsawan tersebut" Manes sambil mengelus elus bagian kepala yang terpukul "tapi aku hanya berjaga jaga... Apa salah"


"jadi kamu mengatakan kamu tidak mempercayai pangeran dari negeri Solantia ?" Manes pun terkalahkan dengan argumen dari Mara "maaf..." katanya sambil menunduk sifat dinginya seakan hilang begitu saja.


"jangan minta maaf pada ku, kamu tahu harus minta maaf kesiapa..." Mara kelihatanya benar benar kesal, Manes pun menunduk ke arah Aldric dan meminta maaf.


"ah... Tidak perlu aku paham pemikiran Manes ia hanya ingin semua berjalan sesuai rencana, wajar seseorang menjadi paranoid karena hal itu" semua melihat Aldric yang paham dengan situasi itu, semua orang pun melihat bahwa Aldric benar benar dewasa padahal ia melewati ritual kedewasaanya tidak lama tapi pemikiranya sudah seperti ini, karena hal ini ke empat pahlawan memiliki rasa hormat untuk Aldric.

__ADS_1


Mereka pun berbincang lebih lama lagi banyak hal yang mereka bicarakan dengan berbagai topik, Aldric oun menjalin hubungan lebih baiklagi dengan kedua saudarinya dan dengan ke empat member pahlawan.


__ADS_2