
si suatu tempat sebuah negeri yang di huni dengan mayoritas dwarf posture mereka pendek seperti umumnya, mereka memiliki jangut tebal walau begitu mereka memiliki kekuaran fisik yang cukup kuat walau dengan tinggi mereka yang 130-140 cm atau bahkan kurang.
Mereka tinggal di gua es dengan badai yang muat mereka membuat peradaban di dalam goa besar di sana mereka membuat rumah, pertahanan dan teknologi yang hebat.
dua dwarf sesang duduk di sebuah tarven sambil meminum beberapa gelas bir mereka kelihatanya tidak mabuk walau sudah minum lebih dari 4 gelas besar.
"serangan abyss semakin hari semakin brutal, ini membuatku khawatir", "memangnya kenapa sobat ? Pintu kita terbuat dari 70% adamantite dan juga itu sangat berat mengapa kamu khawatir ?"
".... Jadi begini... Uh... Negeri Solantia hendak melakukan pergantian raja... Dan karena itu juga kita harus membuat negoisasi baru dengan calon raja ini... Kita tidak bisa menjangkau negeri seperti Bacchus dan Arrely dan masih banyak kerajaan kecil yang tidak akan terjangkau jika kita tidak melewati negeri Solantia itu"
"hmh... Lalu ?" temanya itu sambil menegug gelas besarnya itu "dan bulan lalu kota dari solantia di serabg kan ? Dan aku debgar serangan itu adalah serangan 1 banding 10 tapi solantia menang.... Sekarang pikirkan kenapa mereka belum membeli jasa atau mineral lain dari kita ? Pasti ada kerusakan besar di sana kan ?"
Temanya sempat berpikir "mungkin kerusakanya tidak sebesar yang kamu kira dan lagi solantia itu salah satu negeri terkuat di Luminara mengapa kamu sangat khawatir" temanya itu diam sebentar suara tawa dan bincangan dwarf lain lah yang terdengar dia pun berbicara.
"aku rasa kamu benar aku hanya terlalu khawatir..." di saat suasana hatinya membaik tiba tiba sebuah bel besar berbunyi dari mulut gua "apa ?! Ini sudah yang ke empat kalinya hari ini !" teriak salah satu dwarf "ayo cepat ambil senjata kalian"
__ADS_1
Dengan cepat para dwarf memegang senjata mereka yang terdiri dari kapak tempur, palu tempur, dan tobak di mulut gua lower abyss yang berjumlah 300 berusaha mendobrak sebuah pintu besar yang menjadi satu satunya pertahanan kota dwarf itu, mereka mencakar, dan berusaha mengigit pinyu raksasa itu, mereka tidak bisa menghancurkan pintu tersebut tetapi mereka membuat kerusakan kecil dan para dwarf tidak menyukai itu sama sekali.
Di sisi lain pintu para dwarf naik ke pundak dwarf yang lain, dwarf di bawah memegang sebuah perisai setinggi dirinya yabg di atas membawa perisai dan tobak, formasi pertahanan di buat tepat di belakang pintu besar itu ketika pertahanan sudah terlihat bagus pintu pun di buka.
Dan para lower abyss mulai masuk layaknya hewan buas sari cela pintu tersebut, mereka berusaha menjatuhkan dwarf yang di atas dengab mendorong yang di bawah namun itu tidaklah berhasil dari cela cela pertahanan dwarf yang di belakang menembaki mereka dengan crowssbow dan tobak di tusukan ke pada para abyss itu.
Pertemouran itu berjalan selama 15 menit sebelum berakhir dengan kemenangan totsl dari dwarf, bahkan para dwarf tidak menderita korban jiwa mereka hanya kelelahan dan luka kecil lainya.
Mereka pun memastikan semua sudah aman dan memperbaiki goresan pada pintu raksasa pelindung mereka itu "demi Abbathor lihat apa yang mereka lakukan kepada mahakarya mu" kata salah satu dwarf yang kemudian mengeluarkan perlengkapan sihir untuk menghilangkan goresan dari pintu raksasa tersebut.
"serangan ini sudah terlalu beruntun aku takut mereka berusaha menilai kekuatan kita", "hah ! Jangan khawatir ini baru pintu pertama kan ada 2 pintu lain di belakang...kan ?"
Tidak lama lonceng berbunyi lagi "apa ?! Lagi ?! Cepat tutup pintunya dan buat formasi ulang !" pintu pun di tutup tetapi sebelum para dwarf dapat melakukan regroup sebuah energi sihir mahadasyat mendobrak pintu raksasa itu dan membunuh nyaris semua dwarf yang bertahan di belakangnya.
Salah satu pemimpin dwarf selamat tetapi dia terluka parah telinganya terluka oarah oleh suara ledakan dia nyaris tidak bisa mendengar apapun, lengan kirinya hilang dan darah hangat keluar darinya mata kirinya juga terkena serpihan ledakan membuatnya buta.
__ADS_1
Dan para abyss yang terlihat lebih elite mulai masuk mereka mirip dengan abyss yang muncul di kota Aldrif tetapi yang ini terlihat lebih berbahaya dengan armor yabg lebih mengerikan dan mengintimidasi.
Di antara mereka sebuah sosok wanita masuk dia melayang dengan banyak buku yang melayang di sekitarnya pemimpin dwarf itu terluka sambil melihat ke arahnya.
Rambutnya hitam panjang dengan ujung ungu, matanya berwarna biru manusia di kanan dan ungu monster di kiri, lengan kananya menjadi sebuah cakar dia memiliki sayap yang terbuat dari energi murni dan dia tersenyum dengan bangganya setelah menembus pintu dwarf itu.
dari belakang mereka muncul Zarah, Morana, dan Velara "tuan apa yabg harus kita lakukan selarang ?" tuan mereka mengangguk "kuasai bagian pertama ini sampai aku mengumpulkan cukup mana untuk mendobrak pintu ke dua dan ketiga... Ini akan berlangsung selama 7 hari mungkin... Lilithra dan muerte akan membantu dengan pasukan mereka" Zarah mengangguk dan kemudian banyak makluk seperti gargoile berterbangan memburu warga dwarf yang rentan.
Jalur efakuasi di buat pasukan dwarf yang dari pintu ke dua mulai keluar dan membantu efakuasi kalvari mereka keluar bukan kuda tetapu semacam rusa es, ada banyak penyihir dwarf juga keluar, itu adalah total kekacauan karena pertempuran di bagi dan terpencar di banyak bagian kota.
Ketika warga berhasil di amankan sebanyak mungkin para pasukan mundur dan pintu pun di tutup, para dwarfpun mengaktifkan sesuatu dari kuil dan seketika semua negeri besar menerima berita tersebut.
Di sisi lain Aldric bersama dengan Trinich dan yabg lainya sedang mengetes Dark Iron Cluster dan iru berhasil benda tersebut berjalan dengan lancar "berapa jauh benda ini dapat berjalan ?" Trinich berpikir sebentar "selama Arcanum Machinanya di berikan batu mana Dark Iron Cluster bisa mencapai ke mana pun.
Aldric melihat model roda yang telah ia ganti yang awalnya roda baja sekarang menjadi bogie wheel dan juga mengadakan progrea yang ia buat dengan para blacksmith dan para pelajar Arcanum Machina benar benar pesat sampai seorang sankta datang kepadanya kelihatnya bukan seorang petarung tetapi jelas memawa pesan penting "tuan Aldric... Ini langsung dari dewi Victoria" Aldric pun membacanya dan Celestial itu pergi para pelajar dai kelas Arcanum Machina merasa bingung leier di sebelahnya menunggu Aldric selesai membaca surat tersebut.
__ADS_1
Wajah Aldric langsung menjadi serius "leier siapkan pasukan dan beri tahu Silver lance juga untuk bersiap... Trinich dan yang lainya kalian bisa beristi rahat akan ada projek baru untuk kalian" Trinich dengan bingung kenapa Aldric benar benar buru buru pergi "tuan Aldric ada apa ?" Aldric melihat ke arah Trinich dia diam sebentar sebelum menjawab "akan ada perang"