Kehidupan Baru Sebagai Putra Bungsu Kerajaan

Kehidupan Baru Sebagai Putra Bungsu Kerajaan
Fjölnir


__ADS_3

Pesta berlanjut dengan normal jika mengabaikan eksekusi Everon yang terjadi sebelumnya ini semua terlihat normal, namun di tengah tengah pesta ada seorang Heirbearers mendatatangi Aldric.


"tuan Aldric ada prihal penting yang sang putri dan raja ingin bicarakan" Aldric mengangguk "kalau begitu tolong antarkan aku" Heirbearers itu mengangguk dan mereka pun menepi dari pesta itu Ravina tidak ingin menganggu dan Domma juga ikut bersama Aldric lagi pula dia di beri tugas untuk melindunginya.


Dia pun sampai di sebuah ruangan yang seharusnya di gunakan untuk menyambut tamu, Lilim dan Belialor sudah duduk di sana padalah Aldric melihat mereka duduk di singgah sana mereka sebelumnya.


"bagaimana kalian- ?"Belialor tersenyum sambil mrnyender ke sisi sofanya "dua yang di sana hanyalah clone... Jangan khawatir" Aldric mengangguk dan kemudian duduk, di tengah ruangan terdapat meja dan kotak hadiahnya yang terbuka.


"baiklah Aldric... Aku benar benar menyukai hadiahmu... Tapi bagaimana kamu mendapatkannya dan apa kamu tahu apa sebenarnya item ini ?" Aldric mengelengkan kepalanya "tidak aku tidak tahu asalnya tetapi inu adalah hasil expedisiku bersama teman ku"


"dan siapa 'teman' mu ini ?" Aldric menjawab dengan santai "hunter killer... Itu namanya", Lilim pernah mendengar nama itu... Dia adalah orang yang menyerang Everon dan melindungi keluarga Loman benar ? Pikir Lilim.


"Aldric biarkan aku mengatakan ini kepada mu, item ini di sebut artefak sarkaz origin... Jadi ini adah satu daru 20 artefak sarkaz yang asli sisa Artefak yang kamu lihat di berikan kepadaku semuanya memang artefak sarkaz... Setidaknya dalam cara pembuatan mereka sama tapi 20 artefak sarkaz yang asli di buat langsung oleh sang dewa iblis... Yang artinya ini adalah sebuah harta negara yang penting"


Aldric mendengarkan dengan seksama, dan Lilim menambahkan lagi "kamu benar benar tidak tahu apa ini ? Dan memberikanya kepadaku sebelum melakukan pengecekan ?... Haaah.... Sudahlah... Jika kamu ingin mengambilnya kembali silakan... Aku memang sangat menginginkanya tetapi hubungan antara Bacchus dan solantia harus tetap berjalan dan aku tidak ingin perang terjadi karena... Urusan seperti ini"


Aldric menggelengkan kepalanya "tidak aku membe- menemukan ini dan aku pikir ini akan menjadi hadiah yang layak untuk anda... Jadi ambilah... Jika kamu khawatir dengan situasi ini dapat memprofokasi perang bilang saja pada publik bahwa kalian menemukan ini di tanah kalian aku yakin semua akan baik baik saja"


"kamu... Sunguh ingin melakukan ini ?..... U-untuk ku ?" wajah Lilim memerah dan Belialor mengangguk "baiklah Aldric kamu mendapatkan kepercayaan ku... Tetapi sayang Lilim tidak bisa sekarang... Jika kamu mau menunggu 5 tahun dari sekarang Lilim masih harus membiasakan diri dengan menjadi penguasa" Aldric mengangguk dia tidak paham dengan 5 tahun menunggu itu apa yang penting ia telah membuat hubungan baik dengan negeri Bacchus "tentu aku tidak masalah" Lilim tidak bisa lagi membuat kontak mata dengan Aldric dan memilih untuk melihat ke arah lain.


Mereka pun berbincang cukup lama sebelum membiarkan Aldric pergi dan Domma melihat dan mendengar semua ini karena dia berada di sisi Aldric.


Sebelum itu Domma di ajak bicara oleh Belialor "Domma ada hal penting yang harus kamu tahu soal Aldric" Domma mengangguk dengab tegaa "tentu tuan silakan katakan pada saya"


"Aldric adalah masa sepan negeri ini jadi aku secara langsung memberikanya akses keseluruh Bacchus jika ia bertanya tentang apapun bahkan jika itu adalah informasi klasifikasi katakan saja padanyq aku mempercayainya sepenuhnya"

__ADS_1


"tuan apa para council telah mempersetujui ini ?" Belialor mengangguk "mereka pangsung setuju ketika mendengar artefak sarkaz origin masalah kesetiaan Aldric kita akan uji ke masa yang akan datang", "bukankah ini sangat beresiko ?"


"ya tapi keuntunganya begitu besar rasanya resiko itu bukan apa apa, mulai sekarang prilakukan Aldric sebagai orang besar katakan saja tepat di bawah council" Domma mengangguk "kalau begitu saya pamit dan melanjutkan tugas saya... Ada lagi yang ibgin anda bicarakan tuan ?" Belialor mengelengkan kepalanya dan kemudian bersandar lepas di sofanya itu "tidak ada kamu boleh pergi"


Domma pun kembali ke sisi Aldric dimana ia bersama dengab Ravina dan Credric sedang berbincang bincang.


"eh Domma tadi kamu dari mana ?" Domma menundukan kepalanya "tadi ada urusan sebentar jangan khawatir saya tetap di utus untuk melindungi anda" Aldric mengangguk "oh... Baiklah..."


Pesta berjalan lancar dan damai pesta itu di hentikan pada jam 2 dan di lanjutkan lagi jam 9 malam pada jam 9 itu Aldric benar benar lelah dia menhela nafas berharap semua selesai dengan cepat "tuan ada apa anda terlihat lesu" Aldric menjawab dengan lemas "aku hanya lelah... Bagaimanapun di mana utusan Dewi eda dan dewi Victoria ?" Domma menggelengkan kepalanya "tidak tahu... Mereka kemungkinan besar menyamar di antara orang orang yang ada di pesta ini... Mengingat mereka sangat ahili menyamar"


"ah.... Kapan pestanya berakhir ?" Domma melihat lukisan yang menunjukan siang dan malam "tiga jam lagi..." Aldric menghela nafas lebih berat lagi Aldric ingat ia membeli beberapa permen asam dari market dan memakanya untuk membangunkan dirinya sendiri dari kelelahan lalu Aldric melihat ke arah Domma "mau" sambil menawarkan permen tersebut "apa ini ?"


"hehehe... Coba saja" Domma pun menerimanya dan memakanya seketika mukanyalamgsung Mengernyit "apa ini !" dia tetap menahanya di mulutnya karena dia tidak ingin tidak sopan memuntahkanya, Aldric menahan tawa melihat ke arah lain, asam dari permen itu pun memudar dan berubah menjadi manis.


Aldric lalu melihat ke arah tanduk kuat dan panjang milik Domma "um... Domma boleh aku menyentuhnya ?", "a-apa ?", "tanduk mu... Boleh aku menyentuhnya"


"saya pikir kita telah selesai dengan masalah soal tanduk ini" Aldric mengelengkan kepalanya "oh ayolah aku hanya ingin tahu bagaimana rasanya-"


"tidak boleh... Mohon maaf" Aldric menghela nafas "ya tidak masalah... Jika kamu tidak mau" Aldric pun teringat dengan Ravina dia memiliki tanduk yang cukup kecil kan ? "Domma bagaimana kasusnya dengan orang seperti Ravina ? Dia seorang assasin kan ? Kenapa tanduknya begitu... pendek ?"


"ah... Itu simpel dia tidak pernah mengalami kekalahan... Dan tanduknya tidak pernah patah itulah kenapa tanduknya tidak tumbuh seperti saya", "oh wow... Apa dia sekuat itu ?"


Domma mengangguk "dia sangat kuat bahkan ayahnya hendak mengubah dja menjadi Heirbearers tetapi Ravina menolak... Karena menjadi Heirbearers berarti memberikan segalanya kepada negeri ini dan membatasi semua kebebasan... Dan Ravina menolak itu jadi dia tidak menjadi Heirbearers


"ah... Bagaimana dengan ayahnya apa dia memiliku masalah dengan keputusan Ravina ?", "sang council sedikit kecewa tetapi membiarkanya... Aku rasa itu adalah kasih sayang seorang ayah... Dia beruntung kebanyakan iblis meninggalkan anaknya karena tidak memenuhi ekpetasi dan keinginan ayah mereka"

__ADS_1


Aldric pun mengingat anak anak yang ada di jalanan itu yang harus mencuri untuk bertahan hidup "hm... Rumit juga", "menurut anda mungkin rumit tapi menurut kami ini adalah hal normal... Tujuan seseorang memiliki anak adala untuk melanjutkan nama keluarga jika mereka gagal memenuhi ketentuan itu maka mereka lebih baik di buang dan memulai yang baru"


Aldric mendengarkan dengan serius, semakin memahami bahwa budaya dan nilai-nilai di negeri Belialor cukup berbeda dengan yang ia kenal. Tidak hanya sistem keturunan yang berbeda, tetapi juga cara pandang terhadap keberhasilan dan harapan terhadap anak-anak. Meskipun sulit untuk merangkul perspektif sepenuhnya, "ya itu benar benar kacau untuk perspektif ku tetapi yah lakukan apa yang kalian lakukan aku tidak akan menganggu"


"anda benar benar lebih toleransi dari pada kebanyakan orang di luar sana, banyak yang melihat kami iblis sebagai ras yang gila perang... Yah mereka tidak salah dulu kami memang terus mendeklarasikan perang tapi itu adalah cara hidup kami... Dan banyak yang mengatakan itu adalah hal salah" Aldric tersenyum, "Tidak ada satu cara yang benar dalam hidup. Setiap tempat memiliki caranya sendiri... Bahkan jika itu melawan moral yang kita tahu"


Domma mengangguk setuju, menghargai pemahaman dan penghormatan yang ditunjukkan oleh Aldric, namun Aldric pun bertanya "bagaimana jika ada orang seperti ku ? Maksudku cacat seperti ku tanpa sihir apa mereka akn berakhir di jalanan ?" Domma diam sebentar sebelum menjawab "ya... Begitulah"


"apa mereka punya kesempatan di jalanan sana ?" Domma melihat ke arah lain ia tidak yaman membicarakan ini apalagi lawan bicaranya ini adalah tuan sekaligus orang yang sama cacatnya dengan anak anak malang di jalanan sana "ini masih menjadi perdebatan... Kami membuang yang kami anggao tidak layak karena kami yakin mereka layak di bagian dunia lain... Tetapi untuk yang cacat... Mereka tidak memiliki tempat di luar sana akan mustahil untuk mereka untuk bertahan hidup sendiri, metode kami mungkin kejam tapi kamu punya alasan... Saya harap anda tidak tersinggung"


Aldric mengelengkan kepalanya "sudahlah... Aku tidak masalah jika ini cara negerimu mengatasi yang kurang pantas di negeri ini..." Domma mengangguk "terimakasih telah memahami cara kami melakukan sesuatu tapi apa anda tidak... Anda tahu marah ?"


"tidak itulah hidup... Hidup seperti kartu yang kita dapatkan pertama kali bermain kartu... Kita hanya harus harus tahu bagaimama cara menggunakanya maksud ku kita beruntung hidup di saat yang sekarang ini"


"apa maksud anda ? Serangan abyss kepada negara negara besar semakin berutal dan keras" Aldric mengangguk "tapi setidaknya kita masih bisa menikmati moment kecil seperti ini kan ?"


Domma mengangguk "namun tetap saja abyss di luar sana dapat menyerang kapan saja dan saya tidak bisa tenang dengan hal itu", "itu lebih baik di banding hidup di dunia novel yang aku baca"


"novel apa itu ?" Aldric membicarakan novel yang ada di dunianya sebelumnya dan dia bingung bagaimana cara menjelaskanya sampai ia mendapatkan ide "baiklah bagaimana aku mengatakan salah satu kata kata yang paling aku sukai dari novel itu ?" Domma mengangguk "silakan"


"Menjadi orang di saat-saat seperti itu berarti menjadi satu di antara miliaran yang tak terhitung. Hidup dalam rezim paling kejam dan paling berdarah yang bisa dibayangkan. Ini adalah kisah-kisah pada masa itu. Lupakan kekuatan teknologi dan sains, karena begitu banyak yang telah dilupakan, tidak pernah dipelajari kembali. Lupakan janji kemajuan dan pengertian, karena di masa depan yang suram dan gelap hanya ada perang. Tidak ada kedamaian di antara bintang-bintang, hanya keabadian pembantaian dan pembantaian, dan tawa para dewa yang haus.”


Domma kaget senganpotongan novel tersebut dia terdiam sebelum berbicara "itu mengerikan apa itu hanya bagian dari novel tersebut ?" Aldric mengangguk "ya... Banyak pembantaian... Genosida dan banyak hal lagi... Di novel tersebut juga para dewa bukanlah orang orang baik"


Domma dan Aldric berbincang cukup lama, rasanya formalitas Domma menurun dan Lilim mrlihat ini dari singah sananya dia juga ingin berbincang dengan Aldric...

__ADS_1


__ADS_2