
rombongan Aldric berjalan tanpa henti selama 6 jam tanpa henti Aldric benar benar sudah mulai bosan dengan pemandangan yang itu itu saja.
"ya ampun.... Kapan kita sampai" Livia melihat ke arah luar jendela "tidak lama sekitar 1 jam lagi... Mohon bersabar" Aldric kemudian menghela nafas.
"hey... Livia kamu tadi bilang anda yang di sebut multiklas apa itu ?" Livia mengangguk "multilklass adalah individu yang memiliki kelas berbeda, ada beberapa kelas seperti fighter, ranger, assasin, wizard, sorcerer, warlock, paladin, dan berserk, dan cleric seseorang dapat menguasai dua jenis klass di saat yang sama namun itu termasuk individu langka" Aldeic benar benar tertarik dengan penjelasan Livia lebih baik di banding mati bosan di kereta kuda.
"bagaimana dengan dirimu sendiri ?" Livia mengangguk "saya adalah multiklas fighter, paladin dan sorcerer" Aldric terkejut "kamu punya tiga klas ?" Livia mengangguk "aku menjadi fighter di usia 9 tahun, lalu paladin ketika ritual kedewasaanku, dan sorcerer langsung dari kebangkitan darah leluhurku, ya... banyak yang bilang saya berbakat tapi banyak juga yang mengabaikan beban yang harus aku angkat"
Aldric melihat ke arah Livia dengan sedikit empatik "ya.... Pasti banyak yang mengharapkan hal hal dari mu " Livia mengangguk "ya begitula... Saya akan memenuhi peran saya yang di berikan takdir pada saya, aku tahu itu berat tapi aku harus bisa melakukanya" Aldric menghargai tekad Livia "tolong jangan paksakan dirimu" Livia sedikit terkejut dengan perhatian spesial ini "anda tidak perlu khawatir saya baik baik saja"
Aldric pun memiliki pertanyaan yabg menyintas di pikiranya "apa bedanya sorcerer dan wizard ?" Livia mengangguk "mereka sangat berbeda Sorcerer memperoleh kekuatan sihir secara alami melalui keturunan atau kejadian yang langka. Mereka memiliki kekuatan alami dalam diri mereka dan dapat memanipulasi energi sihir tanpa perlu belajar secara intensif seperti wizard, Wizard, di sisi lain, memperoleh kekuatan sihir melalui studi yang mendalam dan pelatihan yang berkelanjutan. Mereka belajar mantra, mempelajari buku-buku ajaib, dan menguasai seni sihir melalui pendidikan yang ketat dan pengalaman"
Aldric mengangguk puas dengan jawaban Livia, jawabanya sangatlah terperinci "Selain sumber kekuatan dan pendekatan mereka terhadap sihir, sorcerer dan wizard juga memiliki perbedaan dalam cara mereka mempersiapkan dan menggunakan sihir. Sorcerer memiliki sedikit pilihan mantra tetapi lebih fleksibel dalam menggunakannya, sementara wizard dapat mempelajari banyak mantra dan memiliki banyak subklas lainya seperti necromancer sebagai contohnya"
Alric langsung paham perbedaan peran dan kemampuan wizard dan sorcerer "di antara kedua kelas itu siapa yang lebih kuat ?" Livia berpikir sebentar "jujur saja semua tergantung situasi dan individu sorcerer pemula pasti akan menang melawan wizard pemula namun wizard yang pengalaman dapat mengakses lebih banyak mantra dari pada sorcerer, ini juga berlaku kepada semua jenis class"
__ADS_1
Tanpa di sadari Aldric mendengarkan penjelasan Livia mereka telah tiba di gerbang pintu kota Aldric melihat ke luar jendela situasi di luar kota tidak seindah ibukota Solantia tetapi tetap indah keadaanya nyaris sama dengan ibukota hanya saja dengan lingkungan yabg sedikit kotor.
Di tengah kota tersebut ada sebuah bangunan besar dan megah bentuknya seperti kastil lebih tepatnya 4 kastil yang saling menyatu, dengan sebuah cahaya beacon bersinar menembus langit, namun jika di bandingan dengan kastil kerajaanya kastil ini hanya berukuran sedang.
Mereka pun sampai di depan kastil/universitas tersebut, dan banyak orang berkerumun dari jauh mencoba melihat siapa yang datang, di lihat dari barang bawaan mereka adalah pelajar mereka membawa buku, tongkat sihir, pedang dan busur atau crossbow.
Ketika Celestia turun dari kereta kudanya banyak yang bersorak sepertinya dia memang populer karena kecantikanya, ketika Aldric keluar dari kereta kudanya, banyak orang yang kaget salah satu pelajar yang menggunakan sihirnya untuk membawa buku-bukunya menghentikan sihirnya dan memilih untuk membawanya secara manual dengan kedua tanganya, beberapa bahakan melepas topi dan tongkat sihir mereka, walau begitu orang orang masih bersorak kepadanya namun Aldric berpikir sorakan itu hanya untuk kedua kakanya.
Merekapun di sambut oleh tujuh orang berseragam hitam dan langsung menunduk hormat salah satu dari mereka memimpin di depan "selamat datang yang mulia, selamat datang di the solar of knowledge, saya adalah pemimpin siswa (semacam osis) silakan kepala sekolah sudah menunggu kehadiran kalian"
Mereka memberi jalan dan ketika masuk ke dalam banyak sekali tangga menuju banyak tempat, tapi untung Aldric hanya perlu mengikuti kedua kaka dan beberapa pengawalnya, di saat perjalanan Aldeic membuka pembicaraan dengan Credric.
Credric mengangguk "yah begitulah darah Stormrider adalah darah leluhur kita, tapi walau dengan darah itu kamu masih belum bisa...."
"ya aku sudah tahu.... Tolong hentikan itu aku suka sihir jangan mensensor apapun soal sihir oke ?" Credric pun mengangguk "jika itu yang kamu inginkan, oh hey Aldric... Apa yang kamu pikirkan soal... Kamu tahu... Um Mara"
__ADS_1
"menurutku dia keren, aku belum melihat wajahnya tapi dia itu baik... Dan kadang sedikit pemalu" Credric dengan sedikit kaget "pemalu ?" Aldric mengangguk "iya walau ia menggunakan helm aku bisa twhu dari gerak geriknya ia tidak bisa diam di tempat apalagi jika ada orang baru"
"aku tidak tahu kamu punya analisis bagus seperti ini" Aldric " ah... Masa aku memang memperhatikanya lebih baik saja (berlaku kepada semua lawan bicaranya)" Credric mengangguk "tidak heran kamu memberikanya cokelat" Celestia langsung menghadap ke arah Credric "hah ?, cokelat apaan ?" Credric dengan gugup "ah.. ti..tidak ada kami hanya membicarakan jenis dan rasa cokelat" kelihatanya itu berhasi Celestia kembali mengalihkan pandanganya ke depan.
Mereka sampai di sebuah ruangan layaknya lift dan itu mulai membawa mereka naik ke atas,sesampainya di puncak mereka sampai di sebuah ruangan. Seperti sebuah ruang kerja pribadi dan terdapat ruang kerja di sana duduk seorang wanita "sudah lama.... Akhirnya kalian tiba" Celestia dengan nada ceria dan terlihat sangat senang "bibi !" ia berlari dan memeluk wanita itu "oh astaga kalian sudah tumbuh besar... Eh !, Aldric apakah itu kamu ?"
"eh ?,... I-iya" wanita itu terluhat terkejut tapi juga senang "aku tidak menduka kamu akan datang ke sekolah ku ini, selamat datang ini pertama kalinya kamu ke sini"
Di meja kerjanya terdapat sebuah stand nama bertuliskan nyonya Lumetri Aldric kemudian tersenyum dengan canggung "i...iya ini pertama kalinya aku di sini" Lumerti menepuk tanganya dengan senang "baiklah kalau begitu Credric, Celestia bisa tinggalkan Aldric dengan ku ?, aku ingin membicarakan banyak hal denganya" Celestia dan Credric setuju dan masuk kembali ke lift di lift Celestia sambil tersenyum "kelihatanya bibi sangat senang"
Credric mengangguk "mhm... Tentu saja ia lah salah satu yang paling terpukul ketika mengetahui Aldric lahir dengan kecacatan" senyum Celestia sedikit memudar "iya aku ingat ia bahkan jadi tidak makan selama tiga hari, pasti pikiranya begitu berat dengan masa depan Aldric"
Di sisi lain Aldric duduk di hadapan meja kerja Lumetri dengan canggung namun Lumetri terlihat sangat senang "jadi Aldric sejauh ini bagaimana dengan... Kamu tahu hidup mu ?" Aldric mengangguk secara canggung "haha.... ya...ya sebuanya baik baik saja"
"mhm... Sukurlah kalau begitu... Katakan Aldric dari mana kamu mendapat peliharaanmu itu ?" Aldric sedikit kaget "eh !, a..apa maksud mu ?" Lumetri tertawa ringan "itu loh, syal mu itu"
__ADS_1
"bagaiman ka- bibi bisa tahu ?" Lumetri menggelengkan kepalanya "aku ini master Artificer sayang~ tentu aku tahu" Aldric berpikir kemudian "aku membelinya dari toko sihir" Lumetri sedikit terkejut "dari toko sihir ?, wow kamu pasti beruntung benda mati yang hidup sangatlah langka... Boleh aku lihat ?"
Aldric melepaskan syal nya itu dan memberikanya kepada Lumetri "wow ini di kerjakan dengan rune api berlevel 5 dan kerjanya juga rapih namun wadahnya (syal) kurang berkualitas kainya tidak bisa menahan panas dari kekuatan rune membuatnya cepat rusak seperti ini... Sangat di sayangkan... Tapi aku dapat memperbaikinya jika kamu mau" Aldric dengan antusias menjawab "tentu menggapa tidak ?"