
Sementara di rumah Clara, keributan seringkali terjadi. Masing masing orang memaksakan kehendaknya terhadap Kei. Sehingga Kei tidak dapat berbuat apa apa. Apalagi cara mereka dengan menggunakan Keila untuk memaksa Kei tidak menceraikan Clara.
Tapi seberat apapun masalah dan situasi yang Kei hadapi, tidak menyurutkan rasa cintanya untuk Layla, dan mencuri waktu untuk bertemu Layla atau sekedar ingin tahu kabar Layla. Kei sangat tahu akan resikonya sangat riskan dengan pertengkaran. Dan Kei juga mengerti kalau yang di lakukannya salah, dengan cara diam diam menemui Layla. Tapi Kei juga memiliki alasan kenapa dia berbuat seperti itu. Ia merasa menikahi Clara karena hilang ingatan, bukan atas dasar cinta.
Semua orang berpendapat, dan memiliki alasan kuat. Pembenaran atas apa yang mereka anggap benar semakin membawa masalah ke lorong labirin tanpa ada jalan keluar.
"Kau mau kemana lagi Kei?" tanya Clara dengan tatapan mata penuh selidik.
"Bukan urusanmu," jawab Kei datar.
"Tapi aku-?"
"Tapi aku istrimu, aku wajib tahu apa yang kau lakukan, bagaimana dengan Keila!" potong Kei menatap tajam Clara. "Itu, itu terus yang kau katakan padaku!"
"Kei!" seru Clara mendekati Kei.
"Apa?!" Kei menatap Clara.
"Bukan itu maksudku, aku mencintaimu sama seperti kau mencintai Layla," ucap Clara. "Di mana salahku?'
" Beda!" seru Kei. "Jelas beda." Kei mendekatkan wajahnya ke wajah Clara, ia menatap dalam dalam bola mata Clara.
"Bedanya di mana, dan salahnya di mana?!"
Kei tersenyum miring, lalu ia alihkan pandangannya pada Cermin dan menatap Clara di cermin itu.
"Cinta yang kau miliki sekedar nafsu, kau paham?"
"Kau harus ingat Kei, selama ini aku yang merawatmu saat amnesia. Apa jadinya kalau kau di jalanan saat kau amnesia!"
Kei balik badan, dan tertawa kecil sambil mengangkat ke dua tangannya, "Oke! terima kasih atas kebaikanmu," Kei menurunkan kedua tangannya. "Aku sudah membalas kebaikanmu dengan tidak menceraikanmu, jadj jangan halangi aku untuk hal lainnya. Oke?!"
Kei melangkahkan kakinya keluar kamar. Clara bergegas mengejar Kei dan menarik tangan Kei hingga Kei balik badan menghadap Clara.
"Apalagi?" tanya Kei.
"Jangan pergi," ucap Clara. "Aku ingin kau menemaniku malam ini." Clara mengulurkan tangan kanannya dan mengelus dada bidang Kei.
"Tidak!" Kei menepis tangan Clara lalu ia balik badan dan meninggalkan Clara sendirian berteriak memanggilnya.
__ADS_1
"Keii!!"
Clara berusaha mengejar Kei, namun tiba tiba ponsel miliknya berdering. Ia menatap layar ponsel miliknya lalu mematikan icon warna merah di layar ponsel. Ia kembali melangkahkan kakinya menyusul Kei, namun Kei sudah pergi dari rumah.
***
Tak butuh waktu lama, Kei sudah sampai di halaman rumah Layla. Ia langsung keluar dari pintu mobil mendekati pintu rumah Layla yang terbuka.
Tangannya terulur hendak mengetuk pintu, namun ia urungkan saat melihat Mbok Darmi tengah melepas penutup kepala Layla, dan menggantinya dengan yang baru.
Seketika hati Kei serasa hancur, bagaimana tidak? saat melihat orang yang ia cintai dalam keadaan berjuang melawan kanker otaknya sendirian. Tanpa adanya kedua orang tua, dan terutama dirinya sendiri.
Mata Kei berkaca kaca, tubuhnya terasa lemas, dan ia merasakan lututnya bergetar. Kei berusaha untuk tetap stabil, tapi saat mendengar suara rintihan Layla yang merasakan sakit di kepalanya ketika Mbok Darmi memakaikan penutup kepala, Kei tidak dapat menahan dirinya lagi. Kei berlari dan menubruk Layla dan memeluknya erat. Hingga Mbok Darmi mundur selangkah dan mengurungkan niatnya untuk memakaikan penutup kepala.
"Layla..." suara Kei bergetar.
"Kei?" Layla tersenyum dan menyentuh dada Kei.
"Mafkan aku Layla...maafkan aku" Kei tidak melanjutkan ucapannya, ia tidak sanggup lagi.
Layla tersenyum, ia mengulurkan tangannya mengusap air mata yang menetes di pipinya.
Kei tidak menjawab kata kata Layla, yang ia inginkan saat ini adalah memeluk Layla dan memberikan sedikit kekuatan untuknya bisa bertahan melawan kanker otak yang di derita Layla.
Mbok Darmi yang menyaksikan mereka berdua, diam diam meneteskan air mata, lalu Mbok Darmi melangkahkan kakinya menuju dapur.
"Layla..." ucap Kei.
"Iya?"
Kei melepaskan pelukannya dan jongkok di hadapan Layla, ia mengulurkan tangannya menangkup wajah Layla.
"Kau pernah berjanji padaku, bahwa kau tidak akan meninggalkanku," ucap Kei. "Apa kau masih ingat?" tanya Kei.
"Tentu saja," jawab Layla.
"Lawan sakitmu itu Layla, bertahanlah demi aku." Kei menurunkan tangannya lalu memeluk Layla erat.
"Kei, aku minta maaf," ucap Layla pelan.
__ADS_1
"Minta maaf untuk apa?" Kei melepaskan pelukannya dan menatap ke dua bola mata Layla.
"Aku memang pernah berjanji tidak akan meninggalkanmu."
"Lalu?"
"Tapi untuk melawan kanker otak..." Layla terdiam.
"Apa?" Kei mengangkat kedua alisnya menatap Layla.
"Aku sudah lelah Kei...aku menyerah"
"Ssttttt!"
Kei meletakkan satu jari di bibir Layla, "jangan bicara seperti itu, aku tidak mau mendengarnya."
"Maaf..." ucap Layla.
"Aku pakaikan penutup kepalanya ya?" Kei berdiri lalu melangkahkan kakinya menuju dapur mencari Mbok Darmi untuk meminta penutup kepala Layla, setelah itu ia kembali dengan penutup kepala yang terbuat dari bulu yang lembut berwarna krem.
Kemudian Kei memakaikan penutup kepala untuk pertama kalinya selama Layla sakit, dengan segenap perasaan yang Kei miliki, ia pakaikan penutup kepala itu dengan penuh rasa cinta.
"Hari sudah mulai gelap, sebaiknya kau istirahat Layla sayang." Kei mencium kening Layla sesaat.
"Baiklah Kei," jawab Layla.
"Aku akan menemanimu sampai kau tertidur." Kei berjalan ke belakang kursi roda dan mendorongnya memasuki kamar pribadi Layla.
Sesampainya di kamar, Kei menggendong Layla lalu ia baringkan di atas tempat tidur.
"Kau tidur dengan tenang, aku akan menemanimu." Kei mencium kening Layla sesaat, lalu ia menyelimuti tubuh Layla menggunakan selimut.
"Selamat malam Kei," ucap Layla tersenyum.
"Malam juga sayang." Kei mengusap pipi Layla lembut, lalu ia berjalan mendekati sofa yang tak jauh dari tempat tidur Layla.
Kei duduk di sofa, ia sandarkan tubuhnya dengan tatapan ke arah Layla. Ia terus menatap Layla sampai akhirnya Layla tertidur pulas.
"Tidurlah sayang, aku akan menemanimu."
__ADS_1