Kei Dan Layla

Kei Dan Layla
Chapter 74: Pernikahan Kei dan Layla.


__ADS_3

Dokter Kenzi mulai menjelaskan keadaan Layla yang sebenarnya setelah kondisinya stabil, Layla mendengarkan sambil mengusap perutnya dengan berurai air mata membasahi selimut yang ia gunakan.


Perih, sakit yang teramat sakit, tak mampu lagi Layla lukiskan meski dengan syair sekalipun. Lidahnya kelu, hatinya sunyi, jiwanyapun kosong. Layaknya mayat hidup, ia hanya menjalani tanpa tahu kemana kehidupan ini membawanya.


'Hanya satu yang kutahu, kesendirian adalah kekasih yang paling intim. Kesunyian adalah sahabat sejati. Sang Khaliq selalu ada di setiap hembusan napas, Dia yang tak pernah marah saat diri melakukan salah, Dia yang selalu sabar menanti kesadaran diri. Dia yang tak pernah meninggalkan saat suka maupun duka, Dia yang selalu menegur dengan lembut saat diri tersesat.' ucapnya dalam hati.


"Maafkan aku Ya Rabb, maafkan aku..." Layla tak mampu lagi melanjutkan ucapannya, ia menangis sesegukan. Sementara Raiden, Rico, dan yang lain hanya diam dan menundukkan kepala. Mereka sangat mengerti situasi Layla yang sangat sulit.


Layla angkat wajahnya menatap Dokter Kenzi, "Dokter," ucapnya pelan.


Dokter Kenzi mengangkat wajahnya menatap Layla, lalu berjalan mendekatinya.


"Ya, ada apa?" tanyanya.


"Dokter, jika aku hanya punya satu pilihan," Layla menundukkan kepala sesaat. "Maka aku akan memilih melahirkan bayi ini." Akhirnya Layla mengambil keputusan terbesar dalam hidupnya.


Raiden dan Rico mengangkat wajahnya menatap Layla, mereka terkejut mendengar pernyataan Layla.


"Saya hanya bisa menyarankan, tapi jika kau bersikeras," ucap Dokter Kenzi. "Saya tidak bisa berbuat apa apa lagi."


"Layla, apa kau sudah pikirkan ke depan bagaimana dengan bayimu?" tanya Sila.


"Maksudmu?" tanya Layla menatap Sila.


"Kau punya bayi di luar nikah, jika di besar tentu membutuhkan identitas siapa ayahnya untuk bersosialisasi dengan orang orang sekitar," ucap Sila panjang lebar.


Layla menggelengkan kepala, ia mengerti maksud Sila. "Aku akan menikahimu," ucap Raiden berdiri mendekati Layla.


"Tidak Rai!" seru Sila menahan lengan Raiden. Raiden menoleh menatap Sila.


"Kenapa tidak boleh?" tanya Raiden.


"Rai!" bentak Sila. "Aku mencintaimu, sangat mencintaimu, apa kau tega sama aku?!" tanya Sila.

__ADS_1


"Tapi Sila-?"


Tidak Rai," potong Layla. Raiden mengalihkan pandangan menatap Layla. "Aku tidak mau menikah denganmu," ucap Layla lagi.


"Biar aku yang menikahi Layla!" Rico berdiri mendekati Layla.


"Rico..." ucap Layla pelan. Rico menganggukkan kepala.


"Bagaimana Layla? kau tidak bisa menolak lagi, pikirkan anakmu nanti," ucap Rico dengan perasaan kecewa. Layla akhirnya menganggukkan kepala, ia setuju menikah dengan Rico dari pada dengan Raiden karena ada Sila yang mencintainya, dan Raiden pantas bahagia, pikir Layla.


"Oke, berarti sudah ada jalan keluarnya," ucap Dokter Kenzi. "Tapi saran saya Layla, kau pikirkan lagi akan keputusanmu itu."


"Keputusanku sudah bulat, Dokter," jawab Layla.


Tiba tiba dari arah pintu, Mbok Darmi masuk ke dalam kamar dan langsung berbisik pada Rico, "Den, di luar ada Den Kei."


Rico menganggukkan kepala, lalu ia bergegas keluar kamar. Raiden yang memperhatikan Mbok Darmi ikut menyusul Rico bersama Sila.


"Ada apa Dok?" tanya Layla menatap mereka semua keluar ruangan.


"Ada apa dengan mereka?" gumam Layla, ia mendengar suara Kei sayup sayup dari arah halaman rumahnya. "Kei?" ucapnya lirih.


Air mata Layla berlinang, "Kei kenapa kau lakukan ini padaku, kenapa Kei," ucap Layla terisak.


Sementara itu di halaman rumah Layla, terjadi perkelahian antara Rico dan Kei. Kei berusaha masuk ke dalam rumah Layla untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, namun Rico mencegahnya dan tidak mengizinkan Kei untuk menemuinya lagi.


"Sudah cukup, kau membuat Layla menderita," ucap Rico. "Kau tidak perlu susah payah untuk menikahinya, karena aku yang akan menikahi Layla."


"Pria sepertimu yang tidak memiliki prinsip, hanya bisa menyakiti Layla saja, lebih baik kau pergi saja!" maki Sila tidak tahan melihat sikap Kei.


"Beri aku kesempatan," ucap Kei.


"Aku akan beri kau kesempatan untuk yang terakhir kalinya Kei!" seru Aira dari arah pintu. Semua orang menoleh ke arah Layla. Kei langsung berlari mendekati Layla dan bersimpuh di hadapannya, ia raih kedua tangan Layla.

__ADS_1


"Benarkah Layla?" tanya Kei menatap lekat kedua matanya Layla. Layla menganggukkan kepala.


"Iya Kei..demi anak dalam kandunganku..aku mau kau bertanggung jawab," jawab Layla, menatap ke arah Rico yang tertunduk.


"Terima kasih," kata Kei.


Raiden dan Sila hanya diam tak bergeming setelah mendengar pernyataan Layla. Kecewa? tentu saja Raiden dan Rico sangat kecewa atas keputusan yang di ambil Layla. Tapi mereka tidak bisa menghalangi jika itu sudah keputusan Layla. Rico langsung ngeloyor pergi tanpa terucap sepatah katapun. Begitu juga Raiden dan Sila, pada akhirnya mereka mengalah demi kebahagiaan Layla yang selama ini Layla rindukan.


'Maafkan aku Ric..aku tidak mau kau menanggung semuanya' ucap Layla dalam hati.


***


Keesokan harinya, Kei mempersiapkan pernikahan sederhananya dengan Layla tanpa sepengetahuan Clara. Dan mereka berdua tahu akan resikonya.


"Ric..maafkan aku," ucap Layla menatap Rico.


"Kau tidak perlu minta maaf, jika menikah dengan Kei bisa membuatmu bahagia..aku rela," jawab Rico. "Maaf..aku tidak bisa hadir di pernikahanmu, jika suatu hari nanti kau membutuhkanku..telpon aku..aku segera datang.' Rico berdiri tanpa menoleh sedikitpun pada Layla. Layla diam menatap kepergian Rico.


" Sekali lagi aku minta maaf..kau terlalu baik dan aku tidak pantas buatmu," gumam Layla.


"Layla! acaranya akan segera di mulai!" Sila berjalan ke arah Lalya. Layla menganggukkan kepala.


"Iya.." kata Layla. Kemudian Sila mendorong kursi roda Layla memasuki ruang tamu untuk segera melakukan akad nikah.


Pernikahan yang di sembunyikan dari Clara hanya ada Raiden, Sila dan Dr. Adrian juga Dr. Kenzi. Pernikahan yang sederhana berlangsung dengan lancar meski di liputi suasan sedih menyaksikan pernikahan Layla.


Perjuangan dan kesetiaan Layla harus di bayar mahal dengan berbagai penderitaan dan berakhir menjadi istri kedua dari Kei. Tapi bagi Layla itu sudah cukup.


Satu jam berlalu, akhirnya pernikahan Layla dan Kei telah selesai. Raiden dan yang lain pulang ke rumah masing masing.


"Layla..aku minta maaf jika pernikahan kita akan berakhir seperti ini," ucap Kei duduk di tepi tempat tidur.


"Tidak apa-apa Kei, aku bahagia," jawab Layla tersenyum. Kei mengerutkan dahi menatap wajah Layla yang terlihat sangat pucat, namun ada kebahagiaan terlihat di bola mata Layla.

__ADS_1


"Ya Rabb, beri Layla waktu sebanyak mungkin untuk bahagia di sisa hidupnya," ucap Kei dalam hati.


__ADS_2