KETABAHAN AISYAH

KETABAHAN AISYAH
Bab 16


__ADS_3

Hai Para readersku tersayang ... 💚💚💚


Jangan lupa ya untuk Like, Komentar dan Vote seikhlasnya.


Tidak lupa untuk memberikan Rate 5 ⭐⭐⭐⭐⭐


Jangan lupa Kritik dan Sarannya, karena saran dari kalian itu sangat penting bagiku.


Aku tunggu jejak kalian di kolom Like dan Komentar ....


Berikan Saran dan Kritikan kepada author untuk membangun cerita ini lebih baik lagi.


Baca Juga Kisah Nyata lainnya ...



Hidayah Hijrahku


Dahsyatnya SHOLAWAT


Angkringan Cinta


Kopi Paste


Kesucian Syahadat



Selamat Membaca ....


💚💚💚💚💚💚


Baihaqi hanya duduk termenung di meja kerja ruangannya. Pikirannya melayang memikirkan suatu solusi yang dianggap tepat baginya. Permasalahan ini sudah merugikan nama baik dirinya. Terlebih isi surat ancaman itu sebenarnya bukan membuatnya takut, tapi fitnah dengan bukti palsu itu sangat menyakitkan.


'Apa yang harus aku lakukan Ya Allah.... ' gumam Baihaqi dengan suara yang sangat lirih.


Matanya di pejamkan, duduknya pun di sandarkan ke sandaran kursi yang sangat empuk. Jiwa dan batinnya sangat bergejolak dan tidak mampu berpikir dengan baik dan jernih.


Melaporkan hal ini ke polisi juga tidak mungkin berhasil, karena orang licik lebih mudah memanipulasi datanya dengan cepat.


Amplop putih itu berisikan ancaman tentang pertanggungjawaban Baihaqi sebagai ayah dari anak yang di kandung Anggie. Berita buruk ini dengan mudahnya bisa di sebarluaskan saat ini juga ditambah dengan foto sekitar tiga tahun yang lalu saat maktab, Baihaqi menolong Maba yang tidak sadarkan diri di dekat sungai dengan rasa perikemanusiaan yang tinggi Baihaqi pun mengangkat tubuh itu dan membawa ke tempat acara. Mungkin saat itu ada yang tidak sengaja mengabadikan moment itu sehingga menjadi kesalahpahaman saat ini, karena ternyata anak Maba itu adalah Nastiti Anggraeni tak lain Anggie.

__ADS_1


Baihaqi selalu saja teringat Aisyah, wanita yang sangat terpukul dengan kabar buruk ini. Menyakinkan Aisyah itu memang mudah, tapi kalau bukti palsu selalu ada dan memojokkan Baihaqi? Wanita mana yang tidak percaya dengan gosip murahan? Aisyah pun manusia biasa, imannya pun di uji dengan kesetiaan, Kesabaran, ketulusan dan keikhlasan. Sulit bukan menerima itu semua? tidak semudah membalikkan telapak tangan kita.


Kedua mata Baihaqi pun terbuka dan menatap langit-langit ruangan itu yang terlihat putih dan bersih, tapi lihatlah ada satu titik noda kotor di sana, bahkan tidak akan terlihat bila kita tidak memperhatikannya dengan seksama. Berbeda dengan manusia, mau sebanyak apapun kebaikan seseorang, tercemar satu titik noda yang bahkan bukan dia pelakunya maka akan selamanya noda itu akan membekas.


Ujian terberat di usia pernikahan menginjak lebih dari lima tahun. Lebih berat dari pada hanya mendengarkan ocehan orang tentang belum memiliki anak atau keturunan karena usia pernikahan sudah lama. Masalah kaki ini benar-benar butuh konsentrasi yang luar biasa besar.


Baihaqi pun membereskan meja kerjanya dan memasukkan tugas dari mahasiswanya ke dalam tas kerjanya, untuk di koreksi di rumah. Hari ini moodnya benar benar sedang tidak baik. Pikirannya hanya tertuju pulang ke rumah dan bertemu Aisyah. Hanya Aisyah yang mampu membuta hatinya tenang dan bersemangat kembali. Ditambah kehadiran Nadya yang sudah beberapa hari ini mengisi kesepian rumah menjadi hangat dan ceria khas anak-anak.


ceklek......


"Assalamualaikum...Pak Baihaqi... Aku ingin menyetorkan hapalanku saat ini." ucap Anggie di ambang pintu masuk ruangan kerja Baihaqi.


"Waalaikumsalam... maafkan aku Anggie. Hari ini aku benar-benar lelah, dan aku harus mencari solusi tentang masalah ini. Masalah yang aku sendiri tidak pernah tahu, bahkan tidak membayangkan hal ini bisa terjadi kepadaku." ucap Baihaqi pelan tanpa melihat Anggie sedikitpun.


"Bukankah Pak Baihaqi sudah mengambil keputusan? dan aku ingin anda mendengarkan aku melafalkan surat yang kamu minta." ucap Anggie memohon.


"Mungkin lain waktu saja. Aku harus segera kembali ke rumah. Aku begitu merindukan istriku yang Sholeha dan baik, bahkan Aisyah sedikitpun tidak menyalahkan aku dalam hal ini, walaupun aku tahu ini sangat menyakitkan. Fitnah yang sangat keji untuk menghancurkan rumah tanggaku." ucap Baihaqi pelan.


Kakinya sudah melangkah dan berjalan tepat di pintu untuk keluar dari ruangan itu. Tanpa memandang sedikitpun ke arah Anggie.


"Sampai kapanpun aku akan tetap mencintai Aisyah, tidak akan pernah ada yang bisa menggantikan posisinya di hatiku dan di samping ku. Hanya Aisyah.... Aisyah.... dan Aisyah.... walaupun namamu di ganti dengan Aisyah pun itu akan terasa berbeda. Hanya Aisyah Maharani yang selalu ku cintai dan untuk selamanya." ucap Baihaqi tegas.


Baihaqi pun keluar dengan langkah kaki yang tegas. Anggie menatap nanar laki laki yang ia cintai selama ini.


Suara yang cukup menggelegar dan terdengar kencang, hingga beberapa orang yang lewat menatap ke arah Anggie. Beberapa dosen pun membuka ruangan kerjanya dan melihat ke arah koridor, siapa yang berteriak dengan lantang.


Baihaqi tetaplah Baihaqi yang tidak perduli dengan orang yang dianggapnya tidak penting. Terlebih orang tersebut sudah membuat rumah tangganya menjadi sedikit goyah. Perbuatan yang tidak pernah dilakukannya harus Baihaqi pertanggung jawabkan karena obsesi.


Baihaqi tetap berjalan lurus ke arah pintu keluar parkiran mobilnya. Tadi Baihaqi sudah menghubungi temannya bernama Bambang, Dia adalah sekarang pengacara yang cukup terkenal. Sepak terjangnya pun sudah tidak diragukan lagi.


Bambang percaya dengan Baihaqi, sangat percaya, tapi ada beberapa hal yang perlu di ingat oleh Baihaqi mengenai lawan atau musuhnya saat ini. Margaretha seseorang yang handal dalam berbicara, tentu saja banyak bukti mengarah pada Baihaqi.


"Arghhhhhh....... "teriaknya dengan keras dan memukul setir mobil dihadapannya dengan kencang hingga telapak tangannya pun memerah.


Mobil pun melaju dengan kecepatan cukup kencang. Hari ini Baihaqi berubah menjadi Baihaqi yang sedikit emosional. Hanya Aisyah penenangnya. Kekecewaan yang teramat dalam dari hati sanubarinya, rasa takut mengecewakan Istri tercintanya.


"Assalamualaikum... Humairah..." ucap Baihaqi pelan dengan langkah yang tergesa gesa.


"Waalaikumsalam... Bapak....Non Aisyah ke Butik, ada undangan untuk event akan di rubah jadwalnya." ucap Mbok Surti menjelaskan dengan sopan.


"Ohhh... Saya akan istirahat dulu." ucap Baihaqi pelan, dan berjalan menuju kamarnya.

__ADS_1


Hanya di dalam kamar inilah Susana hati menjadi adem dan tenang. Di sini seolah semuanya menjadi jernih dan mudah. Sajadah yang masih tergelar dengan lipatan mukena di atasnya. Seuntai tasbih yang tertinggal di sisi mukena. Mushaf kecil yang tergeletak di atas kasur. Baihaqi pun membereskan semua peralatan sholat itu.


'Humairah... ada apa? tidak biasanya kamu teledor seperti ini.' gumam Baihaqi pelan.


Ada sebuah album foto di atas meja rias Aisyah. Baihaqi tampak tertarik untuk membukanya, diambilnya album itu dan duduk di tepi ranjang. Satu per satu album itu di buka dan di amati dengan seksama. Mengingat kembali hampir enam tahun yang lalu, saat Baihaqi dengan mantap melamar Aisyah yang belum ia kenal sama sekali, tapi hatinya seperti sudah mengenal Aisyah sejak lama.


Pikirannya pun melayang hingga akhirnya Baihaqi pun terlelap dengan album di pelukannya.


Dua jam berlalu, Aisyah saat ini sedang menatap pria halal di sampingnya ini. Raut wajah yang nyaman dalam kepulasan. Senyumnya pun tertarik lebar, Keluarga kecilnya ini begitu hangat dan bahagia. Tapi, sejak kemarin prahara rumah tangganya baru saja dimulai, ujian dengan belumnya diberikan keturunan pun belum cukup, masih ada prahara yang harus di hadapi dengan kesabaran.


Jari jari Aisyah pun mulai nakal menyusuri pipi Baihaqi, membuat si empunya pun terganggu kepulasannya. Kedua mata Baihaqi pun mulai mengerjap, buku mata lentik itu bergerak naik turun mengikuti kedua mata yang mulai membuka lebar.


"Humairah??? ... " ucap Baihaqi pelan.


"Aku disini Mas Bai. Aku memiliki kejutan untukmu. Apa kamu siap mendengarnya?" tanya Aisyah pelan.


"Aku senang mendengar kabar baik Humairah, tentu kamu tahu itu. Aku akan mendengarnya dengan baik." ucap Baihaqi pelan. Posisinya pun berpindah menyamping sehingga keduanya saling berhadapan.


Aisyah hanya tersenyum dengan manis.


"Tapi sebelum aku memberikan informasi baik ini, aku ingin kamu menuruti satu permintaanku. Apa kamu mau Mas? Berjanjilah padaku." ucap Aisyah pelan.


Baihaqi pun tersenyum senang, baru kali ini Aisyah meminta sesuatu hingga bernegosiasi. Apa yang sedang di inginkan wanita kesayangannya ini.


"Apapun yang kamu minta Humairah, sebisaku akan ku turuti." ucap Baihaqi lembut dan mengecup kening Aisyah dengan sangat lembut.


Kecupan yang sangat berarti bagi Aisyah. Entah esok bisa merasakan kembali atau tidak. Yang terpenting saat ini Baihaqi hanya miliknya, suami tercinta dunia dan akhirat.


"Aku akan memberikanmu berita pertama yang pasti membuatmu bahagia." ucap Aisyah pelan.


JAZAKALLAH KHAIRAN


💚💚💚💚💚


Jangan Lupa tinggalkan jejak kalian sebelum melanjutkan ke Bab berikutnya.


Biar aku makin semangat menulisnya ...


Yang mau kenalan sama author bisa gabung ke GC HUMAIRAH BIDADARI SURGA atau PC atau pun FOLLOW IG @Humairah_bidadarisurga.


Yang mau tanya tanya atau sharing seputar Novel Karya Author atau hal lain juga boleh.

__ADS_1


Ditunggu ya ...


Terima Kasih ....


__ADS_2